Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC)
Daftar Konten
Pendahuluan
Apa itu central bank digital currency (CBDC)?
Memahami central bank digital currency (CBDC)
Manfaat central bank digital currency (CBDCs)
CBDC vs stablecoin
CBDC vs mata uang kripto
Penutup
Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC)
BerandaArtikel
Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC)

Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC)

Pemula
Published Jan 25, 2021Updated Oct 20, 2021
5m

TL;DR

Bitcoin memang luar biasa, bukan? Namun, mengapa saya tidak bisa menggunakannya untuk membeli kopi atau membayar pajak? Meskipun merupakan salah satu bentuk uang digital, Bitcoin mungkin bukan mata uang yang paling ideal untuk digunakan sehari-hari. Penggunaan ini kemungkinan akan dilayani oleh jenis aset digital lain: central bank digital currency (CBDC).

Sebagian besar negara hanya mendalami konsep mata uang digital dengan sepenuhnya, sedangkan negara lainnya sudah menguji penerapannya. Namun, apa yang membuat CBDC berbeda dari aset digital yang lain? Mari kita cari tahu.


Pendahuluan

Teknologi di balik perpindahan uang dalam keuangan tradisional belum mampu mengikuti pesatnya perubahan di seluruh dunia. Meskipun hanya memindahkan sedikit dari satu tempat ke tempat lain, mengirim uang dapat membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan waktu yang lebih lama dari yang idealnya.

Kebanyakan pemerintah berperan aktif dalam mengembangkan jenis aset digital yang baru. Manfaat utamanya adalah meningkatkan efisiensi sistem pembayaran dan menurunkan biaya bagi semua orang yang terlibat. CBDC dapat dianggap sebagai uang fiat digital yang dibangun pada lapisan teknologi baru yang terinspirasi oleh kemajuan yang dihadirkan oleh blockchain.

Kemungkinannya, sebagian besar negara akan mengadopsi mata uang digital ini dalam beberapa dekade ke depan. Jadi, bagaimana cara kerjanya?


Apa itu central bank digital currency (CBDC)?

Central bank digital currency (CBDC) adalah bentuk digital dari mata uang fiat. Dengan begitu, CBDC ditetapkan sebagai uang oleh kebijakan pemerintah.

Pendekatan dalam perancangan CBDC kemungkinan akan bervariasi berdasarkan negara penerbit. Beberapa implementasi kemungkinan akan didasarkan pada blockchain atau beberapa jenis distributed ledger technology (DLT) lainnya, sedangkan implementasi lainnya kemungkinan hanya akan berbentuk database tersentralisasi. Penerapan berbasis blockchain akan menggunakan token untuk mewakili bentuk digital dari mata uang fiat.
Meskipun kita bisa mengatakan bahwa CBDC terinspirasi oleh mata uang kripto seperti Bitcoin, keduanya cukup berbeda. CBDC diterbitkan oleh sebuah negara dan dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah oleh pemerintah. 

Mata uang kripto seperti Bitcoin bersifat tanpa batas dan tidak diterbitkan oleh negara atau entitas tersentralisasi apa pun. Tentu saja, hal tersebut bukan berarti bahwa Anda tidak dapat melakukan pembayaran lintas batas dengan CBDC. Namun, Bitcoin bahkan tidak mengenal adanya batas nasional.

Kebanyakan bank sentral mempertimbangkan atau bahkan berperan aktif dalam eksperimen kelayakan konsep CBDC. 

Tiongkok telah mengerjakan proyek yang disebut DC/EP, yaitu singkatan dari Digital Currency/Electronic Payments, sejak tahun 2014. Percobaan aktif untuk yen digital sudah dilakukan di berbagai kota. European Central Bank (ECB) telah menerbitkan laporan pada bulan Oktober 2020 yang mengajukan euro digital dan menilai kelayakan mata uang digital tersebut.


Memahami central bank digital currency (CBDC)

Dari sudut pandang teknologi, CBDC intinya merupakan database yang dijalankan dan dikendalikan oleh pemerintah (atau mungkin disetujui oleh entitas dalam sektor swasta). Inilah alasan CBDC merupakan database yang berizin, karena hanya pelaku yang disetujui yang mampu bertransaksi di jaringan. 

Oleh karena itu, entitas tersentralisasi yang mengendalikan database juga mampu mencegah transaksi lolos, mengembalikan transaksi, “membekukan” dana, atau memasukkan alamat ke dalam blacklist.

Kebanyakan CBDC kemungkinan akan berjalan di blockchain mereka masing-masing. Namun, beberapa mungkin diterbitkan di blockchain publik. Dengan cara ini, CBDC akan memiliki aset berizin yang ditetapkan di atas lapisan dasar tanpa izin. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, karena lapisan berizin dapat memberikan kontrol yang diperlukan untuk bank sentral sedangkan lapisan tanpa izin dapat memberikan jaminan keamanan yang paling kuat.

Namun, hal ini tidak akan terjadi secara umum. Saat ini, tidak ada blockchain publik yang memiliki sarana teknologi ataupun teruji untuk dapat menangani tugas yang begitu penting secara aman.

Selain itu, cukup sulit untuk menguraikan cara kerja CBDC secara umum karena setiap negara akan memiliki pendekatan yang berbeda. Kemungkinan besar, masing-masing negara akan menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan spesifiknya.


Manfaat central bank digital currency (CBDCs)

Anda mungkin pernah mendengar istilah “perbankan bagi yang tidak punya rekening bank” sehubungan dengan mata uang kripto. Meskipun ide ini memang cukup menarik, CBDC kemungkinan mampu mencapai tujuan ini dengan lebih baik daripada mata uang kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin. Penduduk sah mana pun dengan akses yang mudah ke rekening bank yang rendah biaya dapat meningkatkan pemasukan finansialnya.

Manfaat lainnya adalah kemajuan teknologi yang bisa diwujudkan dengan perombakan sistem uang. Meskipun sebagian besar uang fiat intinya merupakan angka dalam sebuah database, sebagian besar infrastrukturnya sudah cukup usang. Mengirim email di hari Minggu siang hanya memerlukan beberapa detik – begitulah seharusnya. Namun, akibat sistem keuangan yang saat ini berbelit-belit, mengirim uang dapat memerlukan waktu beberapa hari.

Selama masa tanggapan ekonomi terhadap pandemi COVID, kita telah melihat bahwa bank sentral perlu bertindak lebih cepat dari sebelumnya. CBDC dapat memampukan bank sentral dan lembaga keuangan untuk menerapkan perubahan dalam kebijakan moneter secara lebih langsung daripada sebelumnya. Hal ini berpotensi merombak cara kerja bank sentral. 

CBDC juga memudahkan pemerintah dan bank sentral untuk melacak aktivitas yang dilarang.


CBDC vs stablecoin

Jadi, CBDC sangat mirip dengan stablecoin, bukan? Secara fungsional, keduanya memang cukup serupa – keduanya sama-sama mewakili uang fiat dalam bentuk token digital. Namun, secara mendetail keduanya cukup berbeda.
Penerbitan stablecoin umumnya ditangani oleh entitas swasta dan biasanya mewakili uang fiat atau bentuk aset lain. Stablecoin dapat ditebus sebesar nilai yang diwakili, tetapi stablecoin bukan merupakan uang fiat. Sebaliknya, CBDC diterbitkan oleh pemerintah sebagai uang fiat.



CBDC vs mata uang kripto

Seperti yang kami sebutkan, CBDC berbeda dari mata uang kripto. CBDC diterbitkan oleh bank sentral dan diterbitkan sebagai alat pembayaran yang sah oleh pemerintah. CBDC dapat dianggap seperti uang kertas – yaitu sebagai satuan hitung, sarana pembayaran, dan penyimpanan nilai.
Mata uang kripto yang sejati seperti Bitcoin cukup berbeda. Mata uang kripto tidak diterbitkan oleh pemerintah dan tidak terpengaruh oleh batas nasional. Mata uang kripto bersifat tanpa izin, tanpa badan trust, dan tahan penyensoran. Selain itu, tidak ada entitas tersentralisasi yang mengendalikan jaringan. Tidak ada yang dapat memasukkan alamat Bitcoin Anda ke dalam blacklist agar Anda untuk mencegah Anda mengirim transaksi ke alamat Bitcoin lain.

Jadi, manakah yang lebih baik? Hal itu tergantung pada penggunaannya. Kenyataan bahwa Alice dapat mengirim Bitcoin ke Bob tanpa pihak penengah atau siapa pun yang mampu menyensor transaksi tersebut adalah konsep yang luar biasa. Namun di saat yang sama, konsep tersebut memiliki beberapa kelemahan. Bagaimana jika sebagian besar dari uang tersebut dicuri? Bagaimana jika Alice tidak sengaja mengirim tabungannya ke alamat yang salah? 

Terkadang, akan menguntungkan jika sebuah entitas memiliki otoritas untuk mengembalikan transaksi atau memasukkan alamat ke dalam blacklist. Di saat yang lain, akan lebih menguntungkan untuk memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan oleh jaringan terdesentralisasi seperti Bitcoin.


Penutup

Singkatnya, bisa dikatakan bahwa central bank digital currency (mata uang digital bank sentral) merupakan bentuk digital dari uang fiat. Sebagian besar penerapan CBDC kemungkinan akan menggunakan teknologi blockchain dan menyediakan cara yang lebih mulus bagi siapa pun yang ingin melakukan pembayaran digital.