Apa Itu Stablecoin?
HomeArticles

Apa Itu Stablecoin?

Pemula
1w ago
6m

Daftar isi


Apa itu stablecoin?

Stablecoin adalah aset digital yang dirancang untuk meniru nilai mata uang fiat seperti dolar atau euro. Jenis kripto ini memungkinkan pengguna untuk mentransfer nilai secara murah dan cepat ke seluruh dunia sambil menjaga stabilitas harga.

Mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum terkenal karena volatilitasnya jika dibandingkan dengan fiat. Ini dapat dimaklumi, karena teknologi blockchain masih sangat baru, dan pasar mata uang kripto masih relatif kecil. Dari sudut pandang pasar bebas, sangat menarik untuk melihat fakta bahwa nilai mata uang kripto tidak terikat pada aset apa pun. Tetapi jika berbicara mengenai kegunaan, ini bisa menimbulkan diskusi yang rumit. 

Sebagai media pertukaran, mata uang kripto sangat unggul dari sudut pandang teknologi. Namun, fluktuasi nilainya menjadikan aset ini sebagai investasi yang sangat berisiko, dan tidak ideal untuk melakukan pembayaran. Nilai koin saat transaksi selesai dilakukan dapat bernilai jauh lebih tinggi atau lebih rendah dibanding dengan nilai saat dikirim.

Tetapi stablecoin tidak menghadapi masalah seperti ini. Aset jenis ini hanya melihat nilai aset atau mata uang fiat yang mereka tiru. Dengan demikian, stablecoin berfungsi sebagai aset safe haven yang dapat diandalkan di tengah pasar yang bergejolak.

Stablecoin melakukan beberapa cara untuk mempertahankan stabilitasnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa mekanisme yang digunakan, kelebihan, dan juga kelemahannya.


Bagaimana cara kerjanya?

Ada beberapa kategori stablecoin, yang masing-masing mematok unit mereka dengan cara yang berbeda. Di bawah ini adalah beberapa jenis stablecoin yang paling umum.


Stablecoin yang didukung fiat

Jenis stablecoin yang paling populer adalah yang secara langsung didukung oleh mata uang fiat dengan rasio 1:1. Kita juga menyebutnya sebagai stablecoin yang dijamin fiat. Pihak penerbit (atau bank) menyimpan sejumlah uang fiat sebagai jaminan, dan mengeluarkan token dengan jumlah yang sama. 

Misalnya, bank dapat menyimpan satu juta dolar, dan mendistribusikan satu juta token masing-masing senilai satu dolar. Pengguna dapat secara bebas memperdagangkannya sama seperti token atau mata uang kripto lainnya. Setiap saat koin ini juga dapat ditukarkan kembali ke USD dengan nilai yang setara.

Di sini jelas terdapat risiko counterparty yang sangat tinggi: penerbit harus dipercaya. Tidak ada cara bagi pengguna untuk mengetahui dengan pasti apakah penerbit koin benar-benar menyimpan dana sebagai jaminan. Walaupun perusahaan penerbit dapat menunjukkan hasil audit untuk mencoba transparan, tetapi sistem ini jauh dari sifat trustless.

Binance menawarkan dua stablecoin yang didukung fiat – BUSD yang harganya berpatokan pada dolar AS, dan BGBP yang berpatokan pada pound Inggris.





Anda ingin memiliki mata uang kripto? Beli Bitcoin di Binance!



Stablecoin yang didukung kripto

Stablecoin yang didukung kripto hampir sama dengan stablecoin yang didukung fiat, yang membedakannya adalah jaminan yang digunakan, di sini jaminan yang digunakan adalah mata uang kripto. Dan karena kripto bersifat digital, maka penerbitan unit ditangani oleh smart contract

Stablecoin yang didukung kripto bersifat trust-minimized, tetapi perlu dicatat bahwa kebijakan moneter ditentukan oleh para voter atau pemilik suara sebagai bagian dari sistem tata kelolanya. Ini berarti bahwa Anda tidak bergantung pada satu penerbit, melainkan pada semua peserta jaringan yang Anda yakini akan selalu bertindak demi kepentingan terbaik pengguna.

Untuk mendapatkan stablecoin semacam ini, pengguna mengunci mata uang kripto mereka ke dalam kontrak yang menerbitkan token. Kemudian, untuk mendapatkan jaminan mereka kembali, mereka membayarkan stablecoin kembali ke kontrak yang sama (berikut dengan bunganya). 

Mekanisme spesifik yang menentukan patokan harga bervariasi berdasarkan pada desain masing-masing sistem. Dapat dikatakan bahwa perpaduan game theory dan algoritma on-chain memberi insentif kepada para peserta untuk menjaga harga tetap stabil.


Stablecoin algoritmik

Stablecoin algoritmik tidak didukung oleh fiat atau mata uang kripto. Sebaliknya, patokan harga dicapai sepenuhnya dengan algoritma dan smart contract yang mengelola pasokan token yang dikeluarkan. Dalam hal fungsi, kebijakan moneter jenis token ini sangat mirip dengan yang digunakan oleh bank sentral untuk mengelola mata uang nasional. 

Pada dasarnya, sistem stablecoin algoritmik akan mengurangi pasokan token jika harga jatuh di bawah harga mata uang fiat yang diikutinya. Jika harga melampaui nilai mata uang fiat, token baru masuk ke peredaran untuk mengurangi nilai stablecoin.

Anda mungkin pernah mendengar kategori token ini sebagai stablecoin yang tidak dijamin. Pernyataan itu secara teknis salah, karena sebenarnya token ini dijamin – meskipun tidak dengan cara yang sama seperti dua jenis stablecoin sebelumnya. Dalam peristiwa black swan, stablecoin algoritmik dapat memiliki semacam pool atau wadah untuk menampung jaminan dalam menangani pergerakan pasar yang sangat fluktuatif.


Penggunaan stablecoin

Stablecoin yang dijamin sejauh ini adalah yang paling umum digunakan. Contoh dari koin ini adalah USD Tether (USDT), True USD (TUSD), Paxos Standard (PAX), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD). Namun, ada juga contoh dari dua kategori lainnya yang saat ini tersedia di pasar. Bitshares USD dan DAI adalah koin yang dijamin dengan kripto, sementara Carbon dan Basis (sekarang sudah tidak aktif) adalah contoh dari varian stablecoin algoritmik.

Daftar di atas masih jauh dari kata lengkap. Pasar untuk mata uang digital yang stabil sangat luas, ini dibuktikan dengan proliferasi ratusan proyek stablecoin.

Untuk mempelajari lebih dalam mengenai stablecoin, pastikan Anda membaca laporan Binance Research: The Evolution of Stablecoins.


Pro dan kontra stablecoin

Manfaat utama stablecoin adalah potensinya sebagai media pertukaran yang melengkapi mata uang kripto. Karena sifat volatilitas yang sangat tinggi, aset kripto tidak digunakan secara luas dalam kegiatan sehari-hari seperti pembayaran di toko-toko. Dengan keadaan yang lebih stabil dan dapat diprediksi, stablecoin dapat memecahkan masalah ini.

Bertindak sebagai tameng terhadap volatilitas, stablecoin juga dapat memainkan peran dalam menyatukan mata uang kripto dengan pasar keuangan tradisional. Sebagaimana terlihat jelas, kedua pasar ini merupakan ekosistem yang terpisah dengan interaksi yang sangat sedikit. Dengan tersedianya bentuk mata uang digital yang lebih stabil, maka penggunaan mata uang kripto dalam pasar hutang dan kredit akan sangat mungkin meningkat. Sampai sekarang jenis pasar ini masih didominasi secara eksklusif oleh mata uang fiat yang dikeluarkan pemerintah.

Selain kegunaannya dalam transaksi keuangan, stablecoin dapat digunakan oleh pedagang dan investor untuk melindungi nilai portofolio. Mengalokasikan persentase tertentu dari portofolio ke stablecoin adalah cara yang efektif untuk mengurangi risiko. Pada saat yang sama, mempertahankan penyimpan nilai/store of value yang dapat digunakan untuk membeli mata uang kripto lain ketika harga turun dapat menjadi strategi yang efektif. Juga koin-koin ini dapat digunakan untuk “mengunci” keuntungan yang dihasilkan ketika harga naik, tanpa perlu menguangkannya. 

Terlepas dari potensinya untuk mendukung adopsi mata uang kripto, stablecoin juga masih memiliki kelemahan. Jenis stablecoin yang dijamin dengan fiat kurang terdesentralisasi jika dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya, karena entitas pusat masih diperlukan untuk menyimpan aset pendukung. Adapun koin yang dijamin dengan kripto dan yang tidak dijamin sama sekali, pengguna harus mempercayai komunitas yang lebih luas (dan source code) untuk memastikan bahwa sistem berumur panjang. Ini masih merupakan teknologi baru, dan perlu waktu untuk berkembang dengan baik.


Penutup

Meskipun memiliki beberapa kelemahan, stablecoin adalah komponen penting dari pasar mata uang kripto. Melalui berbagai mekanisme, mata uang digital ini dapat tetap stabil (kurang/lebih) pada harga yang ditentukan. Keadaan ini memungkinkan stablecoin untuk digunakan secara andal tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai safe haven bagi para pedagang dan investor. 

Meskipun awalnya dirancang sebagai alat yang efektif untuk mengelola risiko bagi para pedagang, kini kita melihat jelas bahwa penerapan stablecoin jauh melampaui itu. Jenis koin ini merupakan alat yang ampuh yang dapat memperkuat ruang mata uang kripto, sangat berguna di lingkungan pasar dengan volatilitas tinggi.