Apa Itu Analisis Teknis?
Apa Itu Analisis Teknis?
BerandaArtikel
Apa Itu Analisis Teknis?

Apa Itu Analisis Teknis?

Pemula
Diterbitkan Mar 14, 2019Diperbarui Aug 31, 2022
7m

Analisis teknis (TA), atau sering disebut sebagai pemetaan, adalah jenis analisis yang bertujuan untuk memprediksi perilaku pasar di masa depan berdasarkan aksi harga dan data volume di masa lalu. Pendekatan TA diterapkan secara luas pada saham dan aset lain dalam pasar keuangan tradisional, tetapi juga merupakan komponen yang tak terpisahkan dari perdagangan mata uang digital dalam pasar kripto.

Berbeda dengan analisis fundamental (FA) yang mempertimbangkan beberapa faktor seputar harga sebuah aset, TA berfokus hanya pada tindakan harga di masa lalu. Oleh karena itu, analisis ini digunakan sebagai alat untuk mengamati fluktuasi harga dan data volume sebuah aset. Kebanyakan pedagang menggunakannya dalam upaya untuk mengidentifikasi tren dan peluang perdagangan yang menguntungkan.

Jika bentuk primitif dari analisis teknis muncul di Amsterdam pada abad ke-17 dan di Jepang pada abad ke-18, TA modern umumnya berasal dari hasil pekerjaan Charles Dow. Dow, seorang jurnalis keuangan dan pendiri The Wall Street Journal, merupakan salah satu orang pertama yang mengamati bahwa aset dan pasar sering kali bergerak dalam tren yang dapat disegmentasi dan diteliti. Karyanya kemudian menghasilkan Teori Dow yang mendorong perkembangan lebih lanjut dalam analisis teknis.

Pada tahap awal, pendekatan dasar analisis teknis didasarkan pada lembar buatan tangan dan penghitungan manual, tetapi dengan kemajuan teknologi dan komputasi modern, TA menjadi tersebar luas dan kini menjadi alat bagi kebanyakan investor dan pedagang.


Bagaimana cara kerja analisis teknis?

Seperti yang disebutkan, TA pada dasarnya mempelajari harga aset saat ini dan sebelumnya. Asumsi dasar utama dari analisis teknis adalah fluktuasi harga sebuah aset tidak bersifat acak dan umumnya berubah menjadi tren yang dapat diidentifikasi seiring waktu.

Intinya, TA adalah analisis kekuatan permintaan dan penawaran pasar yang merupakan representasi dari keseluruhan sentimen pasar. Dengan kata lain, harga sebuah aset mencerminkan kekuatan penjualan dan pembelian yang saling berlawanan. Kekuatan ini berkaitan erat dengan emosi para pedagang dan investor (intinya, fear dan greed). 

Harap diperhatikan, TA dianggap lebih andal dan efektif dalam pasar yang beroperasi dalam kondisi normal dengan volume dan likuiditas yang tinggi. Pasar dengan volume tinggi lebih tahan terhadap manipulasi pasar dan pengaruh eksternal abnormal yang dapat memberikan sinyal palsu dan membuat TA tidak bernilai.

Untuk mengamati harga dan akhirnya menemukan peluang yang menguntungkan, pedagang memanfaatkan beragam alat pemetaan yang disebut indikator. Indikator analisis teknis dapat membantu pedagang mengidentifikasi tren yang ada serta memberikan informasi yang bermanfaat mengenai tren yang dapat muncul di masa depan. Karena indikator TA dapat saja keliru, beberapa pedagang menggunakan beberapa indikator sekaligus untuk mengurangi risiko.


Indikator TA umum

Biasanya, pedagang yang menggunakan TA menerapkan berbagai macam indikator dan metrik untuk mencoba menentukan tren pasar berdasarkan diagram dan aksi harga masa lalu. Di antara sejumlah indikator analisis teknis yang ada, simple moving average (SMA) adalah salah satu contoh yang paling banyak digunakan dan dikenal. Sesuai namanya, SMA dihitung berdasarkan harga penutupan aset dalam jangka waktu tertentu. Exponential moving average (EMA) adalah versi modifikasi dari SMA yang lebih memperhitungkan harga penutupan terkini daripada yang terdahulu.

Indikator lain yang umum digunakan adalah relative strength index (RSI) yang merupakan bagian dari sekelompok indikator yang disebut osilator. Berbeda dengan simple moving average yang hanya melacak perubahan harga seiring waktu, osilator menerapkan rumus matematika terhadap data harga, lalu menghasilkan bacaan yang berada dalam rentang yang telah ditentukan. Untuk RSI sendiri, rentang ini bekisar dari 0 hingga 100.

Indikator Bollinger Bands (BB) adalah jenis osilator lain yang cukup populer di kalangan pedagang. Indikator BB terdiri dari dua pita lateral yang mengalir di sekitar garis moving average. Indikator ini digunakan untuk melacak potensi kondisi pasar jenuh beli dan jenuh jual, serta untuk mengukur volatilitas pasar.

Selain instrumen TA yang lebih mendasar dan sederhana, ada beberapa indikator yang mengandalkan indikator lain untuk menghasilkan data. Misalnya, Stochastic RSI dihitung dengan menerapkan rumus matematika ke RSI biasa. Contoh lain yang populer adalah indikator moving average convergence divergence (MACD). MACD dihasilkan dengan mengurangi dua EMA untuk menghasilkan garis utama (garis MACD). Kemudian, garis pertama digunakan untuk menghasilkan EMA lain, sehingga menghasilkan garis kedua (disebut sebagai garis sinyal). Selain itu, ada histogram MACD yang dihitung berdasarkan perbedaan antara kedua garis tersebut.


Sinyal perdagangan

Selain bermanfaat dalam mengidentifikasi tren umum, indikator juga dapat digunakan untuk memberikan wawasan mengenai potensi titik masuk dan keluar (sinyal beli atau jual). Sinyal ini dapat dihasilkan ketika peristiwa tertentu terjadi dalam diagram indikator. Misalnya, ketika RSI menghasilkan bacaan sebesar 70 atau lebih, hal ini dapat menandakan bahwa pasar beroperasi dalam kondisi jenuh beli (overbought). Logika yang sama berlaku ketika RSI turun ke 30 atau kurang yang umumnya dianggap sebagai sinyal kondisi pasar jenuh jual (oversold).

Seperti yang telah dibahas, sinyal perdagangan yang diberikan oleh analisis teknis tidak selalu akurat dan ada banyak noise (sinyal palsu) yang dihasilkan oleh indikator TA. Hal ini sering melahirkan kekhawatiran di pasar kripto yang jauh lebih kecil dan volatil dibanding pasar tradisional.


Kritik

Meskipun digunakan secara luas dalam segala jenis pasar, TA masih dianggap sebagai metode yang kontroversial dan tidak andal oleh para ahli, dan sering disebut sebagai “ramalan swawujud”. Ungkapan tersebut digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang hanya terjadi karena sejumlah besar orang berasumsi bahwa hal tersebut akan terjadi.

Kritikus berpendapat bahwa, dalam konteks pasar keuangan, jika sejumlah besar pedagang dan investor mengandalkan jenis indikator yang sama, seperti garis support atau resistance, maka peluang indikator tersebut untuk menjadi efektif akan meningkat. 

Di sisi lain, kebanyakan pendukung TA berpendapat bahwa setiap pembuat diagram memiliki cara sendiri dalam menganalisis diagram dan menggunakan indikator yang tersedia. Hal ini menyiratkan bahwa mustahil bagi sejumlah besar pedagang untuk menggunakan strategi tertentu yang sama.


Analisis fundamental vs. analisis teknis

Asumsi utama dalam analisis teknis adalah bahwa harga pasar sudah mencerminkan semua faktor fundamental yang berkaitan dengan aset tertentu. Namun, berbeda dengan pendekatan TA yang utamanya berfokus pada data harga dan volume di masa lalu (diagram pasar), analisis fundamental (FA) mengadopsi strategi penelitian yang lebih luas dan lebih menekankan faktor kualitatif.

Analisis fundamental menilai bahwa kinerja masa depan dari sebuah aset bergantung pada lebih dari sekadar data masa lalu. Intinya, FA adalah metode yang digunakan untuk memperkirakan nilai intrinsik sebuah perusahaan, bisnis, atau aset berdasarkan serangkaian kondisi ekonomi mikro dan makro, seperti manajemen dan reputasi perusahaan, kompetisi pasar, tingkat pertumbuhan, dan kesehatan industri.

Oleh karena itu, kita dapat berkesimpulan bahwa, berbeda dengan TA yang digunakan khusus sebagai alat prediksi untuk aksi harga dan perilaku pasar, FA adalah metode untuk menentukan apakah nilai sebuah aset terlalu tinggi berdasarkan konteks dan potensinya. Analisis teknis diterapkan oleh sebagian besar pedagang jangka pendek, sedangkan analisis fundamental cenderung disukai oleh manajer dana dan investor jangka panjang.

Salah satu keuntungan penting dari analisis teknis adalah ketergantungannya terhadap data kuantitatif. Oleh karena itu, analisis teknis memberikan kerangka kerja untuk penyelidikan riwayat harga yang objektif untuk menghilangkan asumsi yang berasal dari pendekatan analisis fundamental yang bersifat lebih kualitatif.

Namun, meskipun menangani data empiris, TA masih dipengaruhi oleh bias dan subjektivitas pribadi. Misalnya, pedagang yang berkecenderungan mencapai kesimpulan tertentu mengenai sebuah aset kemungkinan akan memanipulasi alat TA agar mendukung biasnya dan mencerminkan asumsinya. Dalam banyak kasus, hal ini terjadi tanpa mereka sadari. Selain itu, analisis teknis juga dapat gagal ketika pasar tidak menunjukkan pola atau tren yang jelas.


Penutup

Selain kritik dan debat panjang terkait metode mana yang lebih baik, kombinasi pendekatan TA dan FA dianggap oleh kebanyakan orang sebagai pilihan yang lebih masuk akal. Sementara FA biasanya berkaitan dengan strategi investasi jangka panjang, TA dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat dalam kondisi pasar jangka pendek. Hal ini berguna bagi pedagang dan investor (misalnya, saat mencoba untuk menentukan titik masuk dan keluar yang menguntungkan).