Apa Itu Market Order?
Daftar Konten
Pendahuluan
Definisi market order
Cara kerja market order
Contoh market order
Market order vs. limit order
Kapan harus menggunakan market order?
Cara memasang market order di Binance
Keunggulan menggunakan market order
Kelemahan menggunakan market order
Penutup
Apa Itu Market Order?
BerandaArtikel
Apa Itu Market Order?

Apa Itu Market Order?

Pemula
Published Dec 10, 2018Updated Oct 28, 2021
8m

TL;DR

Market order memungkinkan Anda untuk membeli atau menjual aset keuangan secara instan di harga terbaik yang tersedia saat ini. Market order mengambil harga dari limit order di buku order. Artinya, Anda tidak dapat yakin 100% dengan harga yang akan didapatkan. Slippage dapat terjadi ketika Anda mendapatkan harga yang berbeda dari yang diharapkan.

Perbedaan limit order dengan market order adalah Anda dapat memasangnya lebih awal dengan harga yang ditentukan. Bursa hanya akan mengisi order Anda di harga yang ditentukan atau lebih baik. Anda dapat memasang market order dengan mudah di Bursa dalam tampilan bursa. Anda dapat menemukannya dengan mengeklik [Market] di bawah tab [Spot].

Keunggulan utama market order adalah kesederhanaannya, kesegeraan, efisiensi, dan kemampuan untuk terisi sepenuhnya dalam sebagian besar kasus. Namun, market order akan berada dalam posisi yang lemah akibat risiko slippage dan kenyataan bahwa Anda harus ada saat mengeksekusi order.


Pendahuluan

Terdapat lebih banyak kerumitan dalam berdagang daripada sekadar memutuskan untuk membeli atau menjual. Saat membeli atau menjual aset keuangan apa pun seperti mata uang kripto, saham, atau valas, Anda akan menemui beragam jenis order. Dari order Fill or Kill hingga stop-limit, market order adalah salah satu order yang paling sederhana dan sering kali digunakan oleh pemula. Mari kita lihat penjelasan mengenai market order dan cara kerjanya.


Definisi market order

Market order adalah order untuk segera membeli atau menjual di harga terbaik yang tersedia. Order ini memerlukan likuiditas agar terisi. Artinya, order ini dieksekusi berdasarkan limit order yang sudah dipasang di buku order. Jika Anda ingin membeli atau menjual secara instan di harga pasar saat ini, mengatur market order adalah pilihan yang terbaik. Misalnya, harga BNB mungkin naik secara pesat dan Anda mungkin ingin segera membelinya. Anda bersedia untuk mengambil harga pasar selama Anda dapat membeli BNB secara instan. Dalam kasus ini, Anda sebaiknya membuat market order di bursa pilihan Anda.


Cara kerja market order

Berbeda dengan limit order yang dipasang di buku order, market order dieksekusi secara instan di harga pasar saat ini. Selalu terdapat dua sisi dalam sebuah perdagangan, yaitu maker dan taker. Saat memasang market order, Anda mengambil harga yang ditentukan oleh orang lain. Misalnya, sebuah bursa akan mencocokkan market order beli dengan harga ask terendah di buku order. Sebaliknya, market order jual akan dicocokkan dengan harga bid tertinggi di buku order.
Seperti yang sudah disebutkan, market order mengharuskan sebuah bursa untuk memiliki likuiditas di buku order agar memenuhi permintaan instan. Ketika market order menghilangkan likuiditas dari bursa, Anda akan membayar biaya yang lebih tinggi sebagai taker pasar saat memasang order tersebut. Daftar biaya Binance menunjukkan perbedaan antara biaya maker dan taker dengan jelas.


Contoh market order

Akan jauh lebih sederhana untuk melihat hubungan antara maker dan taker pasar dengan angka. Jadi, mari kita lihat contohnya. Bayangkan Anda ingin membeli 1 BNB dan harga pasar saat ini adalah sekitar $370 (dolar AS). Anda mengunjungi Binance, lalu membuka pasangan BNB/BUSD. Untuk membuat market order beli, Anda memasukkan 1 di bagian jumlah lalu mengeklik [Buy BNB] (Beli BNB).


Setelah memasang order, bursa akan melihat buku order. Buku besar ini berisi limit order dengan jumlah tertentu dan harga yang ditentukan untuk membeli atau menjual sebuah aset. Dalam kasus ini, market order Anda untuk membeli 1 BNB di harga pasar (disebut juga sebagai harga spot) akan dicocokkan dengan limit order jual terendah di buku order.



Seperti yang dapat dilihat, limit order jual terendah di buku adalah untuk 1,286 BNB seharga $371,40 (BUSD). Market order beli Anda akan membeli 1 BNB dari 1,286 BNB yang ditawarkan, sehingga memberikan harga spot sebesar $371,40 kepada Anda.

Namun, katakanlah Anda ingin membeli 500 BNB di harga pasar saat ini. Limit order jual termurah yang tersedia tidak memiliki volume yang cukup untuk memenuhi seluruh market order beli Anda. Sisa volume market order Anda akan dicocokkan secara otomatis dengan limit order jual terbaik berikutnya dan mendaki buku order hingga terisi sepenuhnya. Proses ini disebut slippage dan inilah alasan Anda membayar harga serta biaya yang lebih tinggi (atau menerima harga yang lebih rendah) sebagai taker pasar.


Market order vs. limit order

Ringkasnya, limit order adalah order untuk membeli atau menjual sejumlah aset keuangan di harga yang ditentukan atau lebih baik. Anda juga dapat memilih apakah bursa dapat mengisi limit order Anda sebagian atau apakah harus terisi sepenuhnya. Dalam kasus yang kedua, jika bursa tidak dapat memenuhi order Anda seluruhnya, order tersebut tidak akan dieksekusi sama sekali.

Market order hanya dapat terisi dengan limit order yang ada. Tidak semua orang ingin mengambil harga yang tersedia di pasar saat berdagang atau berinvestasi, sehingga limit order menjadi alternatif yang baik. Anda dapat menggunakan limit order untuk merencanakan perdagangan lebih awal tanpa harus berada di meja dan berdagang secara langsung.

Market Order

Limit Order

Membeli aset di harga pasar

Membeli aset di harga yang ditentukan atau lebih baik

Segera terisi

Terisi hanya di harga limit order atau lebih baik

Manual (kecuali untuk stop market order)

Dapat ditentukan lebih awal


Selain dari perbedaan dasar ini, market order dan limit order cocok untuk berbagai aktivitas dan tujuan perdagangan. Limit order biasanya lebih baik digunakan:

1. Ketika harga aset memiliki volatilitas yang tinggi. Memasang market order dalam pasar dengan volatilitas tinggi dapat memberikan hasil yang tak terduga. Harganya dapat berubah antara saat Anda membuat order dan saat order dieksekusi. Perbedaan kecil ini dapat menentukan laba dan rugi bagi pelaku arbitrase. Limit order akan memastikan bahwa Anda mendapatkan harga yang diinginkan.
2. Ketika aset memiliki likuiditas rendah. Dalam kasus ini, menggunakan market order dapat menyebabkan slippage. Hal ini terjadi ketika terdapat volume yang rendah untuk maker pasar di buku order dan order Anda tidak dapat terisi dengan mudah di sekitar harga pasar saat ini. Kemudian, Anda akan memiliki harga jual rata-rata yang lebih rendah atau harga beli rata-rata yang lebih tinggi daripada yang dibayangkan. Di sisi lain, sebuah limit order tidak akan terisi sepenuhnya jika slippage mengambil harga di luar limit Anda.
3. Jika Anda sudah memiliki strategi. Limit order tidak memerlukan interaksi dari Anda untuk mulai terisi dan dapat dipasang lebih awal. Artinya, strategi Anda masih dapat dieksekusi bahkan ketika Anda tidak berdagang secara aktif. Anda tidak dapat melakukannya dengan market order, kecuali Anda menggunakan jenis order lain yang disebut stop market order.


Kapan harus menggunakan market order?

Seperti yang kita lihat, market order berguna ketika mengisi order Anda lebih penting daripada mendapatkan harga tertentu. Artinya, Anda hanya boleh menggunakan market order jika Anda bersedia membayar harga lebih tinggi yang disebabkan oleh slippage. Dengan kata lain, market order berguna jika Anda sedang terburu-buru.

Terkadang, Anda mungkin berada dalam situasi saat Anda memiliki stop-limit order yang terlewati dan Anda harus membeli/menjual sesegera mungkin. Jadi, jika Anda harus segera berdagang atau perlu keluar dari situasi yang tidak diinginkan, market order akan menjadi pilihan yang berguna.
Namun, jika Anda bukan pemula dalam kripto dan ingin membeli beberapa altcoin dengan Bitcoin, jangan gunakan market order karena Anda dapat membayar lebih dari yang diperlukan. Dalam kasus ini, limit order mungkin lebih baik.
Saat memperdagangkan aset yang sangat likuid dengan sebaran bid-ask yang sempit, market order akan memberikan harga yang mendekati atau berada di harga spot yang diharapkan. Aset dengan sebaran yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar dalam menyebabkan slippage.

 

Cara memasang market order di Binance

Misalnya, Anda ingin membuat market order untuk membeli 2 BNB. Setelah masuk ke akun Binance Anda, buka tampilan bursa. Pilih pasar BNB yang diinginkan (mis., BNB/BUSD), temukan tab [Spot], lalu pilih [Market]. Kemudian, atur jumlah pembelian ke 2 BNB lalu klik tombol [Buy BNB] (Beli BNB).


Setelah itu, Anda akan melihat pesan konfirmasi di layar, dan market order Anda akan dieksekusi.


Keunggulan menggunakan market order

Tergantung pada situasinya, terdapat empat keunggulan utama dalam menggunakan market order:

1. Market order mudah digunakan. Jika Anda ingin memperdagangkan koin yang sangat likuid seperti Bitcoin atau ETH dengan kapitalisasi pasar yang besar, market order adalah pilihan yang cukup aman untuk digunakan.
2. Anda dapat membeli atau menjual jumlah penuh yang diinginkan dari sebuah aset. Jika Anda perlu menutup semua posisi atau membukanya sesegera mungkin, market order hampir dapat selalu menjamin bahwa Anda akan dapat melakukannya.
3. Anda dapat segera berdagang. Anda mungkin memiliki waktu terbatas dalam mengeksekusi sebuah perdagangan, seperti tepat sebelum jam tutup. Anda dapat merasa yakin bahwa market order hampir akan selalu menjadi cara tercepat untuk melakukannya atau secepat limit order.


Kelemahan menggunakan market order

Meskipun kekuatan utamanya adalah dalam kecepatannya, market order sangat lemah dalam kontrol yang Anda miliki. Kelemahan utamanya adalah sebagai berikut:

1. Anda dapat mengalami slippage tinggi dengan aset bervolume rendah. Anda mungkin harus membayar lebih dari yang direncanakan atau menerima jauh lebih sedikit. Tanpa volume yang cukup di buku order, Anda akan menaiki atau menuruni order yang dipasang.
2. Anda tidak dapat merencanakan perdagangan lebih awal. Beberapa aset keuangan tidak memiliki pasar dengan hari dagang atau jam dagang yang tetap. Anda juga tidak dapat selalu berada di layar dan siap berdagang. Jika pergerakan pasar berlawan dengan strategi perdagangan Anda saat sedang tidur atau tidak tersedia, Anda tidak akan dapat memasang market order (kecuali Anda menggunakan jenis order lain yang disebut stop market order).


Penutup

Market order memberikan metode yang paling mendasar untuk membeli dan menjual aset keuangan. Ini adalah pilihan terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar dengan segera. Namun, kekurangannya adalah tidak adanya tingkat kontrol yang akan didapatkan dari jenis order lainnya. Alternatif terbaiknya adalah mempertimbangkan situasi spesifik yang Anda alami dan memahami saat yang terbaik untuk menggunakan market order atau order yang lain.