Apa itu Order Stop-Limit?
Daftar Konten
Pendahuluan
Limit order vs. stop-loss order vs. stop-limit order
Bagaimana cara kerja stop-limit order?
Contoh stop-limit order beli dan jual
Kapan harus menggunakan stop-limit order?
Bagaimana cara memasang stop-limit order di Binance?
Keunggulan menggunakan stop-limit order
Kelemahan menggunakan stop-limit order
Strategi untuk memasang stop-limit order
Penutup
Apa itu Order Stop-Limit?
BerandaArtikel
Apa itu Order Stop-Limit?

Apa itu Order Stop-Limit?

Pemula
Published Dec 9, 2018Updated Sep 29, 2021
8m

TL;DR

Stop-limit order menggabungkan stop-loss order dan limit order. Stop-limit order memungkinkan pedagang untuk mengatur jumlah laba minimum yang bersedia untuk diambil atau jumlah maksimum yang dapat diterima apabila habis/hilang di sebuah perdagangan. Setelah mengatur stop-limit order dan harga pemicu tercapai, limit order akan dipasang secara otomatis meskipun Anda keluar atau offline. Anda memasang stop-limit order secara strategis dengan mempertimbangkan tingkat resistance (perlawanan) dan support (dukungan) serta volatilitas aset.

Dalam sebuah stop-limit order, harga stop merupakan harga pemicu bagi bursa untuk memasang limit order. Harga limit adalah harga yang akan dipakai untuk memasang order. Anda dapat menyesuaikan harga limit yang biasanya diatur lebih tinggi daripada harga stop untuk sebuah order beli dan lebih rendah untuk sebuah order jual. Perbedaan ini mengakomodasi perubahan harga pasar antara saat harga stop terpicu dan limit order dipasang.


Pendahuluan

Jika ingin mulai berdagang secara aktif daripada melakukan HODLing, Anda kemungkinan akan menggunakan lebih dari market order. Stop-limit order memberikan lebih banyak kontrol dan penyesuaian. Konsepnya dapat cukup membingungkan bagi para pemula, jadi mari kita bahasa perbedaan utama antara limit, stop-loss, dan stop-limit order terlebih dahulu.


Limit order vs. stop-loss order vs. stop-limit order

Limit order, stop-loss order, dan stop-limit order merupakan beberapa jenis order yang paling umum. Limit order memungkinkan Anda untuk mengatur rentang harga yang diinginkan untuk berdagang, stop-loss order mengatur harga stop yang memicu market order, dan stop-limit order menggabungkan aspek dari keduanya. Mari kita dalami lebih jauh:

Limit order

Saat mengatur limit order, Anda memilih harga beli maksimum atau harga jual minimum. Bursa akan mencoba memenuhi limit order secara otomatis ketika harga pasar tercapai atau lebih baik dari harga limit Anda. Order ini berguna ketika Anda memiliki harga masuk atau keluar sasaran dan tidak keberatan menunggu hingga pasar memenuhi persyaratan Anda.

Biasanya, pedagang memasang limit order jual di atas harga pasar saat ini dan limit order beli di bawah harga pasar saat ini. Jika Anda memasang limit order di harga pasar saat ini, order tersebut kemungkinan akan dieksekusi dalam beberapa detik (kecuali merupakan pasar dengan likuiditas rendah).

Misalnya, jika harga pasar Bitcoin adalah sebesar $32.000 (BUSD), Anda dapat memasang limit order beli di $31.000 untuk membeli BTC segera setelah harga mencapai $31.000 atau lebih rendah. Anda juga dapat memasang limit order jual di $33.000. Artinya, bursa akan menjual BTC Anda jika harga mencapai $33.000 atau lebih tinggi.

Stop-loss order

Stop-loss order memberi tahu bursa untuk membeli atau menjual aset setelah harga pasar mencapai harga tertentu atau bergerak melaluinya. Mekanisme ini memicu market order, sehingga harga finalnya dapat bervariasi. Artinya, stop-loss order berbeda dari limit order yang hanya dapat terpenuhi di harga limit Anda atau lebih baik.

Misalnya, Anda dapat mengatur stop-loss order untuk menjual BTC jika harga pasar jatuh ke $29.900 (BUSD). Stop order terpicu ketika harga mencapai $29.900, tetapi harga yang dieksekusi dapat sedikit berbeda karena sistem menggunakan market order untuk menjual sesegera mungkin.

Pedagang dapat memasang stop-loss order di bawah harga pasar saat ini dan take-profit order di atas harga pasar. Seperti yang ditunjukkan dari namanya, stop-loss order dapat membantu mencegah kerugian besar dan take-profit order memungkinkan Anda untuk mengunci keuntungan bahkan saat Anda sedang absen.

Stop-limit order

Seperti yang disebutkan, stop-limit order menggabungkan stop order dan limit order. Stop order menambahkan harga pemicu bagi bursa untuk memasang limit order. Mari kita lihat cara kerjanya.


Bagaimana cara kerja stop-limit order?

Cara terbaik untuk memahami stop-limit order adalah dengan menguraikannya menjadi beberapa bagian. Harga stop berfungsi sebagai pemicu untuk memasang limit order. Ketika mencapai harga stop, pasar akan membuat limit order dengan harga khusus (harga limit).

Meskipun harga stop dan limit dapat menjadi sama, hal ini tidak wajib. Bahkan, akan lebih aman jika Anda mengatur harga stop (harga pemicu) sedikit lebih tinggi daripada harga limit untuk order jual. Untuk order beli, Anda dapat mengatur harga stop sedikit lebih rendah daripada harga limit. Hal ini meningkatkan peluang limit order terpenuhi setelah terpicu.


Contoh stop-limit order beli dan jual

Stop-limit beli

Bayangkan bahwa BNB saat berada di harga $300 (BUSD) dan Anda ingin membeli saat harganya mulai memasuki tren bullish. Namun, Anda tidak ingin membayar terlalu banyak untuk BNB tersebut jika harganya mulai meningkat dengan cepat. Jadi, Anda perlu membatasi harga yang bersedia untuk dibayarkan.

Misalkan bahwa analisis teknis memberi tahu bahwa tren naik dapat dimulai jika pasar menembus di atas $310. Anda memutuskan untuk menggunakan stop-limit order beli untuk membuka posisi apabila terjadi breakout. Anda mengatur harga stop di $310 dan harga limit di $315. Segera setelah BNB mencapai $310, limit order untuk membeli BNB di $315 akan dipasang. Perhatikan bahwa $315 adalah harga limit Anda, sehingga jika pasar naik terlalu cepat di atasnya, order Anda mungkin tidak terpenuhi seluruhnya.

Stop-limit jual

Bayangkan Anda membeli BNB di harga $285 (BUSD) dan kini berada di $300. Untuk mencegah kerugian, Anda memutuskan untuk menggunakan stop-limit order guna menjual BNB jika harganya turun kembali ke harga masuk. Anda mengatur stop-limit order jual dengan harga stop di $289 dan harga limit di $285 (harga saat membeli BNB). Jika harga mencapai $289, limit order untuk menjual BNB di harga $285 akan dipasang.


Kapan harus menggunakan stop-limit order?

Stop-limit order merupakan pilihan yang baik jika Anda ingin membeli atau menjual aset, tetapi bukan berarti tidak ada pengorbanan. Hanya menggunakan stop-loss order biasa (yang memicu market order) dapat menyebabkan Anda kehilangan laba atau membayar lebih dari yang direncanakan, khususnya jika sebuah aset bersifat volatil atau memiliki likuiditas rendah. Stop-loss order akan terpenuhi di harga pasar yang tersedia, yang dapat memberikan harga yang tidak Anda sukai.

Dengan stop-limit order jual, harga akan dijamin tidak berbeda dari yang Anda atur. Stop-limit order memungkinkan Anda mengambil laba ketika pasar meningkat atau membeli aset ketika pasar menurun. Meskipun limit order tidak dijamin akan terpenuhi, Anda akan selalu mendapatkan harga yang diinginkan atau lebih baik.


Bagaimana cara memasang stop-limit order di Binance?

Misalkan Anda baru saja membeli lima BTC di $31.820,50 (BUSD) karena Anda yakin bahwa harganya akan mulai segera naik.


Dalam situasi ini, Anda sebaiknya mengatur stop-limit order jual untuk menghilangkan kerugian jika asumsi Anda salah dan harga mulai turun. Untuk melakukannya, masuk ke akun Binance Anda lalu buka pasar BTC/BUSD. Kemudian, klik tab [Stop-limit] lalu atur harga stop dan limit beserta dengan jumlah BTC yang akan dijual.

Jika Anda meyakini bahwa $31.820 adalah tingkat support yang andal, Anda dapat mengatur stop-limit order sedikit di bawah harga ini (apabila harga jatuh). Dalam contoh ini, kita akan memasang stop-limit order untuk 5 BTC dengan harga stop di $31.790 dan harga limit di $31.700. Mari kita dalami langkah demi langkah.


Saat mengeklik [Sell BTC] (Jual BTC), jendela konfirmasi akan muncul. Pastikan bahwa semuanya sudah benar, lalu tekan [Place Order] (Pasang Order) untuk mengonfirmasi. Setelah memasang stop-limit order, Anda akan melihat pesan konfirmasi. Anda juga dapat menggulir ke bawah untuk melihat dan mengelola order yang terbuka.


Perhatikan bahwa stop-limit order hanya akan dipasang jika dan ketika harga stop tercapai. Limit order hanya akan terpenuhi jika harga pasar mencapai harga limit. Jika limit order terpicu (oleh harga stop) tetapi harga pasar tidak mencapai harga yang diatur, maka limit order akan tetap terbuka.

Terkadang, Anda mungkin berada dalam situasi di mana harga turun terlalu cepat dan stop-limit order terlewati tanpa terpenuhi. Dalam kasus ini, Anda mungkin perlu beralih ke market order untuk keluar dari perdagangan dengan cepat.


Keunggulan menggunakan stop-limit order

Stop-limit order memungkinkan Anda untuk menyesuaikan dan merencanakan perdagangan Anda. Kita tidak selalu dapat memeriksa harga, khususnya dalam pasar kripto 24/7. Keunggulan lainnya adalah stop-limit order memungkinkan Anda mengatur jumlah yang sesuai untuk laba yang ingin diambil. Tanpa limit, order Anda akan terpenuhi pada harga pasar berapa pun besarnya. Beberapa pedagang lebih suka menyimpan daripada menjual dalam keadaan apa pun.


Kelemahan menggunakan stop-limit order

Stop-limit order memiliki kelemahan yang sama dengan limit order, terutama karena tidak ada jaminan bahwa order akan dieksekusi. Limit order hanya akan mulai dipenuhi saat mencapai harga yang ditentukan atau lebih baik. Namun, harga tersebut mungkin tidak akan pernah tercapai. Meskipun Anda dapat membuat celah antara harga limit dan stop, celah tersebut terkadang mungkin tidak cukup. Aset yang sangat volatil dapat melampaui sebaran yang Anda pasang di order.

Likuiditas juga dapat menjadi masalah jika tidak ada cukup taker untuk mengisi order Anda. Jika Anda khawatir order hanya terisi sebagian, pertimbangkan untuk menggunakan fill or kill. Pilihan ini menetapkan bahwa order Anda hanya akan dieksekusi jika dapat terpenuhi sepenuhnya. Namun, perhatikan bahwa makin banyak syarat yang ditambahkan, order tersebut akan makin sulit dieksekusi.


Strategi untuk memasang stop-limit order

Setelah mempelajari stop-limit order, apa cara terbaik untuk menggunakannya? Berikut adalah beberapa strategi perdagangan dasar untuk meningkatkan efektivitas stop-limit order dan menghindari beberapa kelemahannya.  

1. Pelajari volatilitas aset yang dipilih untuk memasang stop-limit order. Kita sudah menyarankan untuk mengatur sebaran yang kecil di antara stop order dan limit order untuk meningkatkan peluang limit order terpenuhi. Namun, jika aset yang diperdagangkan bersifat volatil, Anda mungkin perlu mengatur sebaran sedikit lebih besar. 
2. Pikirkan likuiditas aset yang diperdagangkan. Stop-limit order sangat berguna saat memperdagangkan aset dengan sebaran bid-ask besar atau likuiditas rendah (untuk menghindari harga yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh slippage).
3. Gunakan analisis teknis untuk menentukan tingkat harga. Mengatur harga stop di sebuah tingkat support atau resistance adalah ide yang baik. Salah satu cara untuk menentukan tingkat ini adalah melalui analisis teknis. Misalnya, Anda dapat menggunakan stop-limit order beli dengan harga stop sedikit di bawah tingkat resistance yang penting untuk memanfaatkan breakout. Atau, stop-limit order jual sedikit di bawah tingkat support untuk memastikan Anda keluar sebelum pasar jatuh lebih jauh lagi.
Jika tidak yakin dengan definisi tingkat support dan resistance, baca Penjelasan Dasar-Dasar Support dan Resistance.


Penutup

Stop-limit order merupakan alat ampuh yang dapat memberikan lebih banyak kemampuan berdagang daripada market order. Terdapat juga manfaat tambahan, yaitu tidak perlu berdagang aktif agar order selesai. Dengan menggabungkan beberapa stop-limit order, Anda menjadi mudah dalam mengelola kepemilikan saat harga turun atau naik.