Panduan Analisis Fundamental Mata Uang Kripto
Daftar Konten
Pendahuluan
Apa itu analisis fundamental (FA)?
Permasalahan dalam analisis fundamental kripto
Metrik on-chain
Metrik proyek
Metrik finansial
Indikator, metrik, dan alat analisis fundamental
Menggabungkan metrik dan membuat indikator FA
Indikator dan metrik FA utama
Rasio Network Value to Transactions (NVT/Nilai Jaringan per Transaksi)
Rasio Market Value to Realized Value (MVRV/Nilai Pasar per Nilai Terealisasi)
Model stock-to-flow (saham per arus)
Contoh alat Analisis Fundamental
Baserank
Crypto Fees
Glassnode Studio
Penutup
Panduan Analisis Fundamental Mata Uang Kripto
BerandaArtikel
Panduan Analisis Fundamental Mata Uang Kripto

Panduan Analisis Fundamental Mata Uang Kripto

Tingkat Menengah
Published Sep 21, 2020Updated Sep 9, 2021
19m

TL;DR

Analisis fundamental kripto mengharuskan Anda menyelam lebih dalam ke informasi yang tersedia mengenai suatu aset keuangan. Misalnya, Anda akan mengamati penggunaannya, jumlah orang yang menggunakannya, atau tim di balik proyek tersebut.

Tujuannya adalah untuk mengambil kesimpulan apakah aset tersebut dinilai terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued). Pada tahap ini, Anda dapat menggunakan wawasan Anda untuk menyesuaikan posisi perdagangan.


Pendahuluan

Memperdagangkan aset yang volatil seperti mata uang kripto memerlukan keterampilan tertentu. Memilih strategi, memahami dunia perdagangan yang luas, serta menguasai analisis teknis dan fundamental merupakan praktik yang memerlukan pengalaman.
Terkait dengan analisis teknis, keahlian tertentu dapat berasal dari pasar keuangan lama. Kebanyakan pedagang kripto menggunakan indikator teknis yang sama dengan perdagangan Valas, saham, dan komoditas. Alat seperti RSI, MACD, dan Bollinger Bands bertujuan untuk memprediksi perilaku pasar terlepas dari aset yang diperdagangkan. Dengan begitu, alat analisis teknis ini juga sangat populer di bidang mata uang kripto.

Dalam analisis fundamental mata uang kripto, meskipun pendekatannya mirip dengan yang digunakan di pasar lama, Anda tidak dapat benar-benar menggunakan alat uji-coba untuk menilai suatu aset. Untuk melakukan FA yang tepat dalam kripto, kita perlu memahami dari mana aset tersebut memperoleh nilai.

Dalam artikel ini, kita akan mencoba mengidentifikasi metrik yang dapat digunakan untuk menyusun indikator Anda sendiri.


Apa itu analisis fundamental (FA)?

Analisis fundamental (FA) merupakan pendekatan yang digunakan oleh investor untuk menetapkan "nilai intrinsik" suatu aset atau bisnis. Dengan melihat sejumlah faktor internal dan eksternal, tujuan utamanya adalah untuk menentukan apakah aset atau bisnis tersebut dinilai terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued). Kemudian informasi itu dapat dimanfaatkan secara strategis untuk memasuki atau keluar dari posisi.

Analisis teknis juga memiliki data perdagangan yang bernilai, tetapi memberikan wawasan yang berbeda. Pengguna TA dapat memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan kinerja aset di masa lalu. Hal ini dicapai dengan mengidentifikasi pola candlestick dan mempelajari indikator yang penting.
Analis fundamental tradisional umumnya melihat metrik bisnis untuk mengetahui hal yang dianggap sebagai nilai sebenarnya. Indikator yang digunakan mencakup laba per saham (besarnya laba yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan untuk setiap saham yang beredar) atau rasio price-to-book/harga per buku (cara investor menilai perusahaan terhadap nilai bukunya). Mereka mungkin melakukannya untuk beberapa bisnis yang spesifik, misalnya untuk mengetahui posisi investasi yang prospektif dibandingkan yang lain.
Untuk pendahuluan yang lebih komprehensif mengenai analisis fundamental, baca Apa Itu Analisis Fundamental?


Permasalahan dalam analisis fundamental kripto

Jaringan mata uang kripto tidak dapat dinilai dengan sudut pandang yang sama seperti bisnis tradisional. Penawaran terdesentralisasi seperti Bitcoin (BTC) justru lebih menyerupai komoditas. Namun, indikator FA tradisional tidak dapat memberikan banyak informasi bahkan dengan mata uang kripto yang lebih tersentralisasi (seperti yang diterbitkan oleh organisasi).

Jadi, kita perlu mengalihkan perhatikan ke berbagai kerangka kerja. Langkah pertama dalam proses tersebut adalah mengidentifikasi metrik yang kuat. Maksudnya, metrik yang tidak mudah dipermainkan. Misalnya, pengikut Twitter atau pengguna Telegram/Reddit mungkin bukan merupakan metrik yang bagus karena mudah untuk membuat akun palsu atau membeli engagement di media sosial.

Penting untuk diperhatikan bahwa tidak ada satu ukuran yang dapat memberikan gambaran penuh mengenai jaringan yang dinilai. Kita dapat melihat jumlah alamat yang aktif di sebuah blockchain dan melihat adanya kenaikan yang tajam. Namun, hal tersebut tidak begitu bermakna. Kenaikan tersebut mungkin saja berasal dari seorang pelaku yang mentransfer uangnya bolak-balik kepada dirinya sendiri dengan alamat baru setiap kalinya.
Di bagian berikutnya, kita akan mendalami tiga kategori metrik FA kripto: metrik on-chain, metrik proyek, dan metrik keuangan. Daftar ini tidaklah lengkap, tetapi dapat memberikan landasan yang memadai untuk pembuatan indikator selanjutnya.


Metrik on-chain


Metrik on-chain adalah metrik yang dapat diamati dengan melihat pada data yang diberikan oleh blockchain. Kita dapat melakukannya sendiri dengan menjalankan node untuk jaringan yang diinginkan, lalu mengekspor datanya, namun tindakan ini dapat menghabiskan waktu dan menjadi mahal. Terutama, saat kita hanya mempertimbangkan investasi tersebut dan tidak ingin menghabiskan waktu atau sumber daya untuk upayanya.
Solusi yang lebih mudah adalah mengambil informasi dari situs web atau API yang dirancang khusus untuk tujuan menginformasikan keputusan investasi. Misalnya, analisis on-chain untuk Bitcoin dari CoinMarketCap memberikan banyak sekali informasi. Sumber lainnya meliputi Diagram Data dari Coinmetrics atau laporan proyek dari Penelitian Binance.


Jumlah transaksi

Jumlah transaksi juga merupakan ukuran yang baik untuk aktivitas yang terjadi di sebuah jaringan. Dengan mengukur jumlah untuk periode yang ditentukan (atau dengan menggunakan rata-rata pergerakan), kita dapat melihat perubahan aktivitas seiring waktu.

Perhatikan bahwa metrik ini harus diperlakukan dengan hati-hati. Dalam alamat aktif, kita tidak dapat memastikan bahwa yang mentransfer dana antar dompet bukan hanya satu pihak, yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas on-chain.


Nilai transaksi

Berbeda dengan jumlah transaksi, nilai transaksi memberi tahu besarnya nilai yang ditransaksikan dalam sebuah periode. Misalnya, jika sepuluh transaksi Ethereum yang masing-masing bernilai $50 dikirim pada hari yang sama, maka dapat dikatakan bahwa volume transaksi hariannya adalah $500. Kita dapat mengukurnya dalam mata uang fiat seperti USD atau mengukurnya dalam satuan asli dari protokol (ETH).


Alamat aktif

Alamat aktif adalah alamat blockchain yang aktif dalam periode tertentu. Pendekatan untuk menghitung ini bervariasi, tetapi metode yang populer adalah dengan menghitung pengirim dan penerima setiap transaksi selama periode yang ditentukan (misalnya, hari, minggu, atau bulan). Beberapa orang juga memeriksa jumlah alamat unik secara kumulatif, artinya mereka melacak totalnya dari waktu ke waktu.


Biaya dibayar

Mungkin hal yang lebih penting bagi aset kripto dibandingkan yang lain adalah biaya yang dibayarkan yang dapat memberitahukan permintaan untuk ruang blok. Kita dapat menganggapnya sebagai bid pada sebuah lelang: pengguna saling bersaing agar transaksinya disertakan tepat waktu. Pengguna yang mengajukan bid lebih tinggi akan dipercepat proses konfirmasi (mining) transaksinya, sedangkan yang menawar lebih rendah harus menunggu lebih lama.
Untuk mata uang kripto dengan jadwal emisi yang menurun, metrik ini menarik untuk dipelajari. Blockchain Proof of Work (PoW) utama menawarkan reward blok. Dalam beberapa blockchain, reward ini terdiri dari subsidi blok dan biaya transaksi. Subsidi blok menurun secara berkala (dalam peristiwa seperti Bitcoin halving).

Karena biaya penambangan cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tetapi subsidi blok perlahan berkurang, masuk akal jika biaya transaksi perlu dinaikkan. Jika tidak, miner akan mengalami kerugian dan mulai meninggalkan jaringan. Ini akan memiliki efek tidak langsung pada keamanan chain.


Hash rate dan jumlah dalam staking

Berbagai blockchain saat ini menggunakan banyak algoritme konsensus yang berbeda, masing-masing dengan mekanismenya sendiri. Mengingat bahwa hal ini memainkan peran integral dalam mengamankan jaringan, maka mengamatinya lebih dalam terbukti bermanfaat dalam analisis fundamental.

Hash rate (laju hash) sering kali digunakan sebagai ukuran kesehatan jaringan dalam mata uang kripto Proof of Work. Makin tinggi laju hash, makin sulit untuk memasang serangan 51% dengan berhasil. Namun, kenaikan seiring waktu juga dapat menunjukkan minat yang berkembang dalam mining yang kemungkinan disebabkan oleh overhead yang murah dan laba yang lebih tinggi. Sebaliknya, penurunan dalam laju hash menunjukkan bahwa para miner menjadi offline ("kapitulasi miner") karena mengamankan jaringan tidak lagi menguntungkan bagi mereka.

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi keseluruhan biaya penambangan di antaranya harga aset saat ini, jumlah transaksi yang diproses, dan biaya yang dibayarkan. Tentu saja, biaya langsung penambangan (listrik, daya komputasi) juga menjadi pertimbangan penting.

Staking (misalnya, dalam Proof of Stake) adalah konsep lain yang berkaitan dengan teori permainan yang serupa dengan mining PoW. Namun, mekanismenya berfungsi secara berbeda. Konsep dasarnya adalah pengguna melakukan staking kepemilikannya untuk berpartisipasi dalam validasi blok. Dengan begitu, kita dapat melihat jumlah yang masuk staking pada waktu tertentu untuk mengukur minat (atau kurangnya minat).


Metrik proyek


Jika metrik on-chain berkaitan dengan data blockchain yang dapat diamati, metrik proyek melibatkan pendekatan kualitatif yang memperhatikan faktor-faktor seperti kinerja tim (jika ada), whitepaper, dan rencana mendatang.


Whitepaper

Sangat disarankan agar Anda membaca whitepaper proyek apa pun sebelum berinvestasi. Whitepaper adalah dokumen teknis yang memberikan gambaran umum mengenai proyek mata uang kripto. Whitepaper yang baik harus menentukan tujuan jaringan, dan idealnya memberikan wawasan mengenai:

  • Teknologi yang digunakan (apakah berupa sumber terbuka?)
  • (Beberapa) kasus penggunaan yang ingin dipenuhi
  • Roadmap dalam peningkatan dan fitur-fitur baru
  • Skema distribusi persediaan dan permintaan untuk koin atau token

Sebaiknya kaji ulang informasi ini dengan diskusi mengenai proyek dimaksud. Bagaimana pendapat orang lain? Apakah terdapat kecurigaan? Apakah tujuan-tujuannya tampak realistis?


Tim

Jika terdapat tim khusus di balik jaringan mata uang kripto, maka rekam jejak anggotanya dapat mengungkapkan apakah tim tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mewujudkan proyek. Apakah para anggota memiliki pengalaman sukses di industri sebelumnya? Apakah keahlian mereka memadai untuk mencapai target yang diproyeksikan? Apakah mereka pernah terlibat dalam proyek yang dipertanyakan atau penipuan?
Jika tidak ada tim, seperti apa komunitas pengembangnya? Jika proyek memiliki GitHub publik, periksa untuk mengetahui banyaknya kontributor yang ada dan banyaknya aktivitas yang dilakukan. Sebuah koin dengan pengembangan yang konstan mungkin lebih menarik dibandingkan koin dengan repositori yang belum diperbarui selama dua tahun.


Pesaing

Whitepaper yang kuat seharusnya memberikan gambaran mengenai use case yang ditargetkan aset kripto. Pada tahap ini, penting untuk mengidentifikasi proyek pesaing, serta juga infrastruktur lama yang ingin diganti.

Idealnya, analisis fundamental terhadap kedua hal ini harus sama ketatnya. Suatu aset mungkin terlihat menarik, tetapi dengan indikator yang sama, jika diterapkan pada aset kripto lain yang serupa, bisa saja menunjukkan bahwa aset yang kita amati lebih lemah daripada yang lain.


Tokenomic dan distribusi awal

Beberapa proyek membuat token sebagai solusi yang mencari masalah. Bukan berarti bahwa proyek itu sendiri tidak layak, tetapi token yang terkait mungkin tidak begitu berguna dalam konteks ini. Dengan begitu, penting untuk menentukan apakah token memiliki utilitas yang nyata. Perlu ditentukan juga apakah utilitas tersebut merupakan sesuatu yang akan diakui oleh pasar yang lebih luas dan besarnya nilai yang akan diberikan kepada utilitas tersebut.
Faktor penting lain yang harus dipertimbangkan adalah cara dana didistribusikan di awal. Apakah melalui ICO atau IEO, atau apakah pengguna bisa mendapatkannya dengan melakukan mining? Jika melalui ICO atau IEO, whitepaper harus menguraikan jumlah yang disimpan untuk penemu dan tim serta jumlah yang akan tersedia bagi investor. Jika diperoleh melalui mining, kita dapat melihat bukti premining (mining di jaringan sebelum diumumkan) dari kreator aset tersebut.
Berfokus pada distribusi dapat memberikan pemahaman terkait risiko yang ada. Misalnya, jika sebagian besar persediaan dimiliki oleh beberapa pihak saja, kita dapat menyimpulkan bahwa ini merupakan investasi yang berisiko karena pihak tersebut akhirnya dapat memanipulasi pasar.


Metrik finansial


Informasi mengenai bagaimana aset saat ini diperdagangkan, di mana aset diperdagangkan sebelumnya, likuiditas, dll. Semuanya dapat berguna dalam analisis fundamental. Namun, metrik menarik lainnya yang mungkin termasuk dalam kategori ini adalah metrik yang menyangkut ekonomi dan insentif dari protokol aset kripto.


Kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar (atau nilai jaringan) dihitung dengan mengalikan pasokan beredar dengan harga saat ini. Intinya, nilai ini mewakili hipotesis biaya untuk membeli setiap unit yang tersedia dari aset kripto tersebut (dengan asumsi tanpa slippage).

Jika diartikan secara harfiah, kapitalisasi pasar bisa menyesatkan. Secara teori, akan mudah untuk menerbitkan token yang tidak berguna dengan pasokan sepuluh juta unit. Jika satu unit token diperdagangkan seharga $1, kapitalisasi pasarnya adalah $10 juta. Penilaian ini jelas tidak dapat diandalkan – tanpa proposisi nilai yang kuat, kecil kemungkinan pasar yang lebih luas akan tertarik dengan token tersebut.

Perlu diperhatikan, mustahil untuk menentukan banyaknya unit yang beredar untuk mata uang kripto atau token tertentu dengan tepat. Koin dapat masuk burning, kunci bisa hilang, dan dana dapat terlupakan. Hal yang kita lihat adalah perkiraan yang mencoba untuk menyaring koin yang tidak lagi beredar.

Meskipun demikian, kapitalisasi pasar digunakan secara luas untuk mengetahui potensi pertumbuhan jaringan. Beberapa investor kripto melihat koin "berkapitalisasi kecil" lebih mungkin tumbuh jika dibandingkan dengan yang "berkapitalisasi besar". Sedangkan yang lain percaya kapitalisasi besar memiliki efek jaringan yang lebih kuat, dan, oleh karena itu, memiliki peluang lebih baik daripada aset yang berkapitalisasi kecil.


Likuiditas dan volume

Likuiditas adalah ukuran kemudahan aset untuk dibeli atau dijual. Aset yang likuid adalah yang tidak sulit untuk dijual dengan harga perdagangannya. Konsep terkaitnya adalah pasar likuid yang merupakan pasar kompetitif yang penuh dengan ask dan bid (sehingga menimbulkan sebaran bid-ask yang lebih ketat).

Masalah yang mungkin kita hadapi dengan pasar yang tidak likuid adalah kita tidak dapat menjual aset dengan harga yang "wajar". Artinya tidak ada pembeli yang mau melakukan perdagangan, yang memaksa kita untuk memilih di antara dua opsi: turunkan permintaan atau tunggu likuiditas meningkat.

Volume perdagangan adalah indikator yang dapat membantu kita menentukan likuiditas. Indikator ini dapat diukur dengan beberapa cara dan berfungsi untuk menunjukkan besarnya nilai yang telah diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, diagram menampilkan volume perdagangan harian (didenominasikan dalam satuan aslinya atau dalam dolar).

Mengenal likuiditas dapat membantu proses analisis fundamental. Pada akhirnya, likuditas akan bertindak sebagai indikator minat pasar dalam berinvestasi.


Mekanisme pasokan

Bagi beberapa orang, mekanisme persediaan sebuah koin atau token merupakan salah satu karakteristik yang paling menarik dari sudut pandang investasi. Memang, model seperti rasio Stock-to-Flow (S2F) makin populer di kalangan pendukung Bitcoin.
Pasokan maksimum, pasokan beredar, dan laju inflasi dapat menginformasikan keputusan. Beberapa koin mengurangi jumlah unit baru yang diproduksi seiring waktu, sehingga menjadi lebih menarik bagi investor yang meyakini bahwa permintaan unit baru akan melampaui ketersediaannya. 
Di sisi lain, investor yang lain mungkin melihat bahwa batas yang diberlakukan secara kaku dapat merugikan dalam jangka panjang. Kekhawatiran tersebut mungkin dikarenakan hilangnya insentif atas penggunaan koin/token karena pengguna lebih memilih untuk menimbunnya. Kritik lainnya adalah pihak yang mengadopsi lebih awal akan menerima reward yang tidak proporsional, sedangkan kebijakan inflasi yang stabil akan lebih adil bagi para pemula.


Indikator, metrik, dan alat analisis fundamental

Kita sudah mendefinisikan metrik sebagai data kuantitatif dan terkadang kualitatif yang digunakan dalam analisis dasar. Namun, metrik-metrik ini sering kali tidak memberi gambaran yang menyeluruh jika dilihat secara terpisah. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai fundamental sebuah koin, kita juga harus melihat indikator.

Indikator sering kali menggabungkan beberapa metrik menggunakan rumus statistik agar lebih mudah untuk menganalisis hubungan. Namun, masih terdapat banyak tumpang tindih antara sebuah metrik dan sebuah indikator, sehingga definisinya menjadi cukup luas. 

Meskipun jumlah dompet yang aktif merupakan data yang bernilai, kita dapat menggabungkannya dengan data lain untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam. Anda dapat mengambilnya sebagai persentase total dompet atau membagi kapitalisasi pasar sebuah koin dengan jumlah dompet yang aktif. Perhitungan ini akan menghasilkan jumlah rata-rata yang dimiliki per dompet yang aktif. Keduanya akan memungkinkan Anda untuk menarik kesimpulan mengenai aktivitas jaringan dan kepercayaan diri pengguna dalam memiliki aset. Kita akan membahasnya lebih dalam di bagian berikutnya.

Alat-alat analisis fundamental mempermudah proses mengumpulkan semua metrik dan indikator tersebut. Meskipun Anda dapat melihat data mentah di pencari blockchain, sebuah agregator atau dasbor memungkinkan penggunaan waktu dengan lebih efisien. Beberapa alat memungkinkan Anda untuk membuat indikator sendiri dengan metrik pilihan Anda.


Menggabungkan metrik dan membuat indikator FA

Setelah memahami perbedaan antara metrik dan indikator, mari kita bahas cara menggabungkan metrik untuk memahami kesehatan finansial aset yang ditangani dengan lebih baik. Mengapa harus melakukannya? Seperti yang telah diuraikan di bagian sebelumnya, terdapat kekurangan dalam setiap metrik. Selain itu, jika Anda hanya melihat sekumpulan angka untuk setiap proyek mata uang kripto, maka ada banyak informasi penting yang terlewat. Pertimbangkan skenario berikut:


Koin A

Koin B

Kapitalisasi Pasar

$100.000.000

5.000.000

Jumlah transaksi (6bulan)

20.000.000

40.000.000

Rerata nilai transaksi (6bulan)

$50

$100

Alamat aktif (6bulan)

30.000

2.000


Secara terpisah, alamat aktif tidak memberikan informasi yang bernilai saat membandingkan kedua penawaran. Kita bisa saja mengatakan bahwa Koin A memiliki alamat aktif yang lebih banyak selama enam bulan terakhir dibandingkan dengan Koin B, tetapi hal tersebut sama sekali bukan merupakan analisis yang komprehensif. Bagaimana hubungan angka ini dengan kapitalisasi pasar? Bagaimana hubungannya dengan jumlah transaksi?
Pendekatan yang lebih bijaksana adalah membuat sejenis rasio yang dapat diterapkan ke beberapa statistik Koin A, lalu membandingkannya dengan rasio sama yang digunakan pada Koin B. Dengan cara tersebut, kita tidak membandingkan setiap metrik masing-masing koin dengan begitu saja. Sebaliknya, kita dapat membuat standar untuk menilai koin secara independen. 
Misalnya, kita mungkin memutuskan bahwa hubungan antara kapitalisasi pasar dan jumlah transaksi memiliki informasi yang lebih berguna daripada kapitalisasi pasar saja. Dalam kasus tersebut, kita dapat membagi kapitalisasi pasar dengan jumlah transaksi. Untuk Koin A, kita mendapatkan rasio sebesar 5 dan untuk Koin B, rasionya adalah sebesar 0,125.
Berdasarkan rasio ini saja, kita mungkin berpendapat bahwa Koin B lebih bernilai secara intrinsik daripada Koin A, karena hasil perhitungannya lebih rendah. Hal tersebut berarti terdapat transaksi dalam jumlah yang jauh lebih tinggi sehubungan dengan kapitalisasi pasar pada Koin B. Oleh karena itu, tampaknya Koin B memiliki utilitas yang lebih besar, atau Koin A mengalami overvalue (nilai berlebih). 
Kedua pengamatan tersebut tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi. Ini hanyalah contoh cara memperoleh potongan kecil dari gambaran yang lebih besar. Tanpa memahami tujuan proyek dan fungsi koin, Anda tidak dapat menentukan apakah jumlah transaksi yang lebih kecil pada Koin A merupakan perkembangan yang positif atau negatif.
Rasio serupa yang meraih popularitas dalam pasar mata uang kripto adalah rasio NVT. Rasio network value-to-transaction (nilai jaringan per transaksi) yang diciptakan oleh analis Willy Woo telah disebut sebagai "rasio harga per laba untuk dunia kripto". Sederhananya, rasio ini membagi kapitalisasi pasar (atau nilai jaringan) dengan jumlah yang ditransaksikan (umumnya pada diagram harian).

Kita hanya menyinggung sedikit dari jenis-jenis indikator yang tersedia. Analisis fundamental adalah tentang mengembangkan sistem yang dapat digunakan untuk menilai proyek secara keseluruhan. Semakin banyak penelitian berkualitas yang dilakukan, semakin banyak data yang harus diolah.


Indikator dan metrik FA utama

Terdapat sejumlah besar indikator dan metrik yang tersedia untuk dipilih. Bagi pemula, mulailah dengan beberapa pilihan yang paling populer terlebih dahulu. Setiap indikator hanya menyampaikan sepotong informasi, jadi gunakan beberapa dalam analisis Anda.


Rasio Network Value to Transactions (NVT/Nilai Jaringan per Transaksi)

Jika Anda pernah mendengar rasio price-to-earning (harga berbanding penghasilan) yang digunakan untuk menganalisis saham, maka indikator nilai transaksi jaringan (harian) memberikan analisis yang serupa. Rasio ini dihitung dengan membagi kapitalisasi pasar sebuah koin dengan volume transaksi hariannya. 

Kita menggunakan volume transaksi harian sebagai pengganti nilai dasar dan inheren sebuah koin. Konsep ini berfungsi dengan asumsi bahwa makin banyak volume yang bergerak di sistem, makin besar nilai yang dimiliki proyek tersebut. Jika kapitalisasi pasar sebuah koin meningkat sedangkan volume transaksi hariannya lambat, maka pasar mungkin memasuki area bubble (gelembung). Harga meningkat tanpa ada kenaikan yang seimbang dalam nilai dasarnya. Sebaliknya, harga sebuah koin atau token dapat menjadi stabil sedangkan volume transaksi hariannya meningkat. Skenario ini dapat menandakan kemungkinan peluang untuk membeli.

Makin tinggi nilai rasionya, makin mungkin gelembung akan terjadi. Titik ini biasanya terlihat ketika rasio NVT di atas 90-95. Rasio yang menurun menandakan bahwa kripto menjadi tidak begitu mengalami overvalue (kelebihan nilai). 


Rasio Market Value to Realized Value (MVRV/Nilai Pasar per Nilai Terealisasi)

Sebelum mendalami statistik ini, kita perlu memahami makna nilai terealisasi untuk sebuah aset kripto. Nilai pasar yang disebut juga sebagai kapitalisasi pasar merupakan pasokan total koin dikali dengan harga pasar saat ini. Di sisi lain, nilai terealisasi memperhitungkan koin yang hilang dalam dompet yang tidak dapat diakses. 

Koin yang tersimpan dalam dompet dinilai menggunakan harga pasar pada saat pergerakan terakhir. Misalnya, Bitcoin yang hilang dalam sebuah dompet sejak bulan Februari 2016 hanya akan dinilai sekitar $400.

Untuk mendapatkan indikator MVRV, kita cukup membagi kapitalisasi pasar dengan kapitalisasi yang terealisasi. Jika kapitalisasi pasar jauh lebih tinggi daripada kapitalisasi yang terealisasi, kita akan mendapatkan rasio yang relatif tinggi. Rasio di atas 3,7 menandakan bahwa aksi jual dapat terjadi karena pedagang mengambil laba akibat koin mengalami overvalue. 

Angka ini menunjukkan bahwa koin tersebut mungkin mengalami overvalue. Hal ini terjadi sebelum dua aksi jual Bitcoin besar pada tahun 2014 (MVRV sekitar 6) dan tahun 2018 (MVRV sekitar 5). Jika nilainya terlalu rendah dan di bawah 1, maka pasar mengalami undervalue. Situasi ini merupakan titik yang baik untuk membeli karena tekanan membeli meningkat dan menaikkan harga.


Model stock-to-flow (saham per arus)

Indikator stock-to-flow (saham per arus) merupakan indikator yang populer untuk harga sebuah mata uang kripto, khususnya dengan pasokan terbatas. Model ini menganggap setiap mata uang kripto sebagai sumber daya yang tetap dan terbatas, mirip dengan logam atau batu berharga. Karena terdapat pasokan yang terbatas tanpa adanya sumber baru, investor menggunakan aset ini sebagai penyimpan nilai.

Kita menghitung indikator ini dengan mengambil total pasokan global yang beredar lalu membaginya dengan jumlah yang dihasilkan per tahun. Untuk Bitcoin, Anda dapat melakukannya dengan angka peredaran yang mudah ditemukan dan data koin yang baru saja masuk mining. Imbal hasil yang menurun dari mining menyebabkan rasio yang lebih tinggi. Hal ini mencerminkan kelangkaannya, sehingga aset menjadi lebih bernilai. Karena Bitcoin melalui peristiwa halving reward secara berkala, hal ini tercermin dalam arus koin baru ke dalam pasar.


Seperti yang terlihat, saham per arus telah menjadi indikator yang cukup baik untuk harga Bitcoin. Harga Bitcoin telah disandingkan pada rata-rata rasio selama 365 hari dan menunjukkan kecocokan. Namun, model ini memiliki beberapa kekurangan. 

Misalnya, emas saat ini memiliki rasio saham per arus sekitar 60. Artinya, diperlukan 60 tahun untuk melakukan mining pasokan emas saat ini pada arus saat ini. Bitcoin kira-kira akan sesuai perkiraan jika memiliki rasio sebesar 1600 dalam sekitar 20 tahun, sehingga menetapkan prediksi harga dan kapitalisasi pasar yang lebih tinggi dari kekayaan dunia saat ini. 

Model saham per arus juga mengalami kesulitan saat deflasi terjadi, karena hal ini dapat menandakan harga minus. Karena orang kehilangan kunci ke dompet mereka dan tidak ada bitcoin yang dihasilkan lagi, kita akan mendapatkan rasio negatif. Rasio saham per arus akan menuju nilai tak terbatas, kemudian menjadi minus jika kita menampilkannya dalam grafik.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai model ini, baca panduan Bitcoin dan Model Saham Per Arus kami.


Contoh alat Analisis Fundamental

Baserank

Baserank adalah platform penelitian untuk aset kripto yang mengumpulkan informasi dan tinjauan dari para analis dan investor. Kripto menerima skor keseluruhan mulai 0 hingga 100 setelah mengambil rata-rata dari setiap skor tinjauan. Meskipun terdapat beberapa tinjauan premium untuk pelanggan, pengguna gratis masih dapat melihat ringkasan tinjauan komprehensif yang diuraikan ke dalam beberapa bagian, termasuk tim, utilitas, dan risiko investasi. Jika Anda kekurangan waktu dan memerlukan ringkasan cepat untuk sebuah proyek atau koin, agregator seperti Baserank cocok untuk tugas tersebut. Namun, Anda harus selalu meninjau lebih dalam ke proyek yang diminati sebelum berinvestasi.


Crypto Fees

Seperti yang bisa ditebak dari namanya, alat ini menunjukkan biaya setiap jaringan selama 24 jam atau tujuh hari terakhir. Metrik ini mudah digunakan saat menganalisis lalu lintas dan penggunaan jaringan blockchain. Jaringan dengan biaya tinggi umumnya memiliki permintaan yang besar.

Namun, Anda tidak boleh mengambil metrik ini dengan begitu saja. Beberapa blockchain dibangun dengan mengutamakan biaya rendah, sehingga sulit untuk dibandingkan dengan jaringan lain. Dalam kasus tersebut, praktik terbaiknya adalah melihat angkanya bersama dengan jumlah transaksi atau metrik lain. Misalnya, koin dengan kapitalisasi pasar yang besar seperti Dogecoin atau Cardano memiliki nilai rendah dalam keseluruhan diagramnya akibat biaya transaksi yang rendah.


Glassnode Studio

Glassnode Studio menawarkan dasbor yang menampilkan beragam metrik dan data on-chain. Seperti sebagian besar alat yang ditawarkan, alat ini berbasis langganan. Namun, jumlah data on-chain gratis yang ditawarkan cocok bagi investor amatir dan cukup mendalam. Jauh lebih mudah untuk menemukan semua informasi di satu tempat daripada mengumpulkannya sendiri menggunakan pencari blockchain. Kekuatan utama Glassnode adalah jumlah kategori dan subkategori metrik yang banyak untuk ditelusuri. Namun, jika Anda tertarik dengan proyek Binance Smart Chain, alat ini menjadi sangat terbatas.

Bagi siapa pun yang ingin menggabungkan metriknya dengan analisis teknis, Glassnode Studio juga memiliki TradingView internal dengan semua alat pemetaannya. Investor dan pedagang sering menggabungkan beberapa jenis analisis saat mengambil keputusan. Kemampuan untuk melakukan semuanya di satu tempat merupakan sebuah keunggulan.


Penutup

Jika dilakukan dengan benar, analisis fundamental dapat memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai mata uang kripto melalui cara yang tidak dapat Anda lakukan dengan analisis teknikal. Mampu memisahkan harga pasar dari nilai jaringan yang "sebenarnya" adalah skill yang luar biasa. Tentu saja, ada hal-hal yang diungkapkan oleh TA kepada kita yang tidak dapat diprediksi dengan FA. Itulah mengapa banyak pedagang menggunakan kombinasi keduanya saat ini.

Seperti banyak strategi lainnya, tidak ada satu pedoman FA yang cocok untuk semua. Semoga artikel ini membantu Anda memahami beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum masuk atau keluar dari posisi perdagangan kripto.