12 Pola Candlestick Populer dalam Analisis Teknikal
HomeArticles

12 Pola Candlestick Populer dalam Analisis Teknikal

Tingkat Menengah
2w ago
7m

Daftar isi


Pengantar

Grafik candlestick adalah salah satu alat teknis yang paling umum digunakan untuk menganalisis pola harga. Grafik ini sudah digunakan oleh pedagang dan investor selama berabad-abad untuk menemukan pola yang dapat menunjukkan ke mana arah harga. Artikel ini akan membahas beberapa pola candlestick paling terkenal dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi.

Jika Anda ingin membiasakan diri membaca grafik candlestick, silakan menuju Panduan mengenai Grafik Candlestick bagi Pemula.


Bagaimana menggunakan pola candlestick

Terdapat pola candlestick yang tak terhitung jumlahnya yang dapat digunakan pedagang untuk mengidentifikasi area yang menarik pada grafik. Dapat digunakan untuk perdagangan harian, swing trading, dan juga perdagangan posisi jangka panjang. Beberapa pola dapat memberikan gambaran mengenai keseimbangan antara pembeli dan penjual, dan pola yang lain mungkin menunjukkan reversal/pembalikan, kontinuasi, atau indecision/keragu-raguan.

Penting untuk dicatat bahwa pola candlestick tidak selalu merupakan sinyal beli atau jual, melainkan cara untuk melihat struktur pasar dan indikasi peluang yang akan datang. Karena itu, selalu berguna untuk melihat pola dalam konteks. Konteksnya dapat berupa pola teknis pada grafik, dan juga lingkungan pasar yang lebih luas dan faktor lainnya.

Singkatnya, seperti alat analisis pasar lainnya, pola candlestick sangat berguna ketika digunakan dalam kombinasi dengan teknik lain. Teknik lain di antaranya Metode WyckoffTeori Gelombang Elliott, dan Teori Dow. Juga dapat mencakup indikator analisis teknikal (TA), seperti Trend LinesMoving AveragesRelative Strength Index (RSI)RSI StochasticBollinger BandAwan IchimokuParabola SAR, atau MACD.


Pola bullish reversal

Hammer 

Candlestick dengan wick bawah yang panjang di bagian bawah downtrend, di mana wick bawah setidaknya dua kali ukuran body.

Hammer menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual tinggi, bull mendorong harga kembali mendekati open. Hammer dapat berwarna merah atau hijau, tetapi hammer hijau menunjukkan reaksi bull yang lebih kuat.


Pola candlestick bullish reversal - Hammer


Inverted hammer

Juga disebut dengan inverse hammer, mirip seperti hammer, tetapi dengan wick panjang di atas body, bukan di bawah. Wick setidaknya memiliki panjang dua kali ukuran body. 

Inverted hammer terjadi di bagian bawah downtrend dan mungkin mengindikasikan adanya potensi reversal ke atas. Wick atas menunjukkan bahwa harga menghentikan pergerakan turun yang berkelanjutan, walaupun penjual pada akhirnya berhasil mendorongnya ke bawah mendekati open. Dengan begini, inverted hammer dapat menunjukkan bahwa pembeli segera akan menguasai pasar. 


Pola candlestick bullish reversal - Inverted hammer


Three white soldiers

Pola three white soldiers terdiri dari tiga kandil hijau berturut-turut di mana posisi open berada di dalam body kandil sebelumnya, dan posisi close melebihi high kandil sebelumnya. 

Idealnya, kandil ini tidak boleh memiliki wick bawah yang panjang, menunjukkan bahwa tekanan beli terus-menerus mendorong harga naik. Ukuran kandil dan panjang wick dapat digunakan untuk menilai kemungkinan kontinuasi atau kemungkinan retracement.


Pola candlestick bullish reversal - Three white soldiers


Bullish harami

Bullish harami adalah kandil merah yang panjang di samping kandil hijau yang lebih kecil yang keseluruhan posisinya ada di dalam body kandil sebelumnya.

Bullish harami dapat dibuka selama dua hari atau lebih, dan ini merupakan pola yang menunjukkan bahwa momentum penjualan melambat dan mungkin akan segera berakhir.


Pola candlestick bullish reversal - Bullish Harami



Anda ingin memiliki mata uang kripto? Beli Bitcoin di Binance!



Pola bearish reversal

Hanging man

Hanging man setara dengan hammer, hanya saja ini bearish. Biasanya terbentuk di akhir uptrend dengan body kecil dan wick bawah yang panjang. 

Wick bawah mengindikasikan bahwa ada aksi jual besar-besaran, tetapi bull berhasil mengambil kembali kendali dan menaikkan harga. Harap diingat, setelah tren naik yang berkepanjangan, aksi jual dapat bertindak sebagai peringatan bahwa bull mungkin akan segera kehilangan kendali pasar.


Pola candlestick bearish reversal - Hanging man


Shooting star

Shooting star terbentuk dari kandil dengan wick atas yang panjang, tidak memiliki wick bawah (atau ada tetapi sangat kecil), dan body kecil yang biasanya berada di dekat low. Shooting star memiliki bentuk yang mirip dengan inverted hammer, tetapi terbentuk di akhir uptrend.

Ini menunjukkan bahwa pasar mencapai titik tertinggi, tetapi kemudian penjual mengambil kendali dan mendorong harga kembali turun. Banyak pedagang lebih memilih untuk menunggu beberapa kandil berikutnya untuk konfirmasi pola.


Pola candlestick bearish reversal - Shooting Star


Three black crows

Three black crows atau tiga gagak hitam terbuat dari tiga kandil merah berturut-turut yang dibuka di dalam body kandil sebelumnya, dan ditutup di bawah low kandil sebelumnya.

Setara dengan three white soldiers, tetapi ini bearish. Idealnya, kandil ini tidak memiliki wick atas yang panjang, mengindikasikan tekanan jual berkelanjutan yang mendorong penurunan harga. Ukuran kandil dan panjang wick dapat digunakan untuk menilai peluang kontinuitas.


Pola candlestick bearish reversal - Three black crows


Bearish harami

Bearish harami adalah kandil hijau yang panjang diikuti oleh kandil merah yang lebih kecil yang keseluruhan posisinya ada di dalam body kandil sebelumnya.

Bearish harami bisa terbentuk selama dua hari atau lebih, muncul di akhir uptrend, dan dapat menunjukkan bahwa tekanan beli menurun.


Pola candlestick bearish reversal - Bearish Harami


Dark cloud cover

Pola dark cloud cover terdiri dari kandil merah yang posisi opennya berada di atas close kandil hijau sebelumnya, dan kemudian ditutup di bawah titik tengah kandil tersebut.

Sering kali ini disertai dengan volume tinggi, yang menunjukkan bahwa momentum mungkin bergeser dari sisi atas ke sisi bawah. Kemungkinan pedagang akan menunggu kandil merah ketiga untuk konfirmasi pola.


Pola candlestick bearish reversal - Dark Could Cover


Pola kontinuasi

Metode rising three

Pola ini terjadi dalam tren naik, di mana tiga kandil merah berturut-turut dengan body kecil diikuti oleh kelanjutan tren naik. Idealnya, kandil merah tidak boleh melanggar range candlestick sebelumnya. 

Kontinuitas dikonfirmasi dengan satu kandil hijau dengan body yang besar, menunjukkan bahwa bull kembali mengambil kendali arah tren.


pola candlestick kontinuasi - Metode rising three


Metode falling three

Kebalikan metode rising three, menunjukkan adanya kelanjutan downtrend.


pola candlestick kontinuasi - Metode falling three


Doji

Doji terbentuk ketika open dan close berada pada posisi yang sama (atau sangat dekat satu sama lain). Harga dapat bergerak di atas dan di bawah open tetapi akhirnya ditutup pada atau dekat dengan open. Dengan demikian, Doji dapat menunjukkan titik keraguan antara kekuatan beli dan jual. Namun, interpretasi Doji sangat tergantung pada konteks.

Berdasarkan di mana garis open/close jatuh, Doji dapat digambarkan sebagai:


Gravestone Doji – Kandil bearish reversal dengan wick atas yang panjang dan open/close dekat dengan low. 


Pola candlestick Doji - Gravestone Doji


Long-legged Doji – Kandil indecisive/keraguan dengan kedua wick bawah dan atas, dan open/close berada dekat titik tengah.


Pola candlestick Doji - Long Legged Doji


Dragonfly Doji – Baik kandil bullish atau bearish (tergantung pada konteksnya) dengan wick bawah yang panjang dan open/close berada di dekat high.


Pola candlestick Doji - Dragonfly Doji


Menurut definisi asli Doji, open dan close harus persis sama. Jadi, bagaimana jika open dan close tidak sama, tetapi sangat dekat satu sama lain? Ini disebut spinning top. Namun, karena pasar mata uang kripto sangat fluktuatif, Doji yang tepat jarang terjadi. Karena itu, istilah spinning top dan Doji sering digunakan untuk menunjukkan keadaan yang sama.


Pola candlestick berdasarkan price gap

Ada banyak pola kandil yang menggunakan price gap. Price gap atau kesenjangan harga terbentuk ketika aset keuangan dibuka di atas atau di bawah harga penutupan sebelumnya, yang menciptakan celah di antara kedua kandil. Karena pasar mata uang kripto dibuka sepanjang waktu, pola berdasarkan jenis kesenjangan harga ini tidak ada. Meski begitu, price gap masih dapat terjadi di pasar yang tidak likuid. Namun, karena ini terjadi terutama karena likuiditas rendah dan sebaran antara bid dan ask yang tinggi, mungkin tidak ada gunanya untuk menindaklanjuti pola ini.


Penutup

Pola candlestick sangat penting bagi setiap pedagang untuk setidaknya terbiasa, walaupun mungkin beberapa orang tidak menganggapnya sebagai strategi berdagang.

Meskipun pola-pola ini dapat berguna untuk menganalisis pasar, penting untuk diingat bahwa semuanya tidak didasarkan pada prinsip atau hukum ilmiah apa pun. Sebaliknyanya, pola-pola ini menyampaikan dan memvisualisasikan kekuatan pembelian dan penjualan yang pada akhirnya mendorong pasar.