Apa Itu Mining Mata Uang Kripto?
Daftar Konten
Pendahuluan
Bagaimana cara kerja mining?
Apakah semua mata uang kripto dapat masuk mining?
Proof of Work (PoW)
Berbagai macam metode mining mata uang kripto
Mining CPU
Mining GPU
Mining ASIC
Pool mining
Penutup
Apa Itu Mining Mata Uang Kripto?
BerandaArtikel
Apa Itu Mining Mata Uang Kripto?

Apa Itu Mining Mata Uang Kripto?

Pemula
Published Dec 6, 2018Updated Mar 22, 2022
8m

TL;DR

Mining mata uang kripto adalah proses memverifikasi dan memvalidasi transaksi blockchain. Ini juga merupakan proses yang membuat unit mata uang kripto baru. Pekerjaan yang dilakukan oleh para miner memerlukan sumber daya komputasional yang intensif, tetapi inilah yang membuat jaringan blockchain tetap aman. Miner yang jujur dan berhasil diberi reward dengan mata uang kripto yang baru saja dibuat plus biaya transaksi atas pekerjaan mereka.


Pendahuluan

Mining adalah proses ketika transaksi mata uang kripto di antara pengguna diverifikasi dan ditambahkan ke buku besar publik blockchain. Operasi mining juga berfungsi untuk memperkenalkan koin baru ke pasokan beredar yang ada.

Mining merupakan salah satu elemen utama yang memungkinkan blockchain Bitcoin berfungsi sebagai buku besar yang terdistribusi. Semua transaksi dicatat dalam jaringan peer-to-peer tanpa memerlukan otoritas sentral. Dalam artikel ini, kami akan membahas mining yang terjadi di jaringan Bitcoin, tetapi prosesnya serupa dalam altcoin yang mengadopsi mekanisme mining yang sama.


Bagaimana cara kerja mining?

Ketika dibuat, transaksi blockchain baru akan dikirim ke pool yang disebut pool memori. Tugas seorang miner adalah untuk memverifikasi validitas transaksi yang tertunda ini, lalu mengaturnya ke dalam blok. Anda dapat menganggap blok sebagai sebuah halaman dari buku besar blockchain. Di dalamnya, beberapa transaksi dicatat (bersama dengan data lainnya).
Lebih khusus lagi, node mining bertanggung jawab untuk mengumpulkan transaksi yang belum dikonfirmasi dari pool memori, lalu merakitnya menjadi blok kandidat. Kemudian, miner akan mencoba untuk mengonversi blok kandidat ini menjadi blok valid yang dikonfirmasi. Namun, untuk melakukannya, mereka harus menemukan solusi terhadap soal matematika yang rumit. Hal ini memerlukan sumber daya komputasional yang banyak, tetapi setiap blok yang berhasil masuk mining akan memberikan reward blok, yang terdiri dari mata uang kripto yang baru dibuat plus biaya transaksi, kepada miner. Mari kita dalami proses mining.


Langkah 1 - Hashing transaksi

Langkah pertama untuk melakukan mining sebuah blok adalah mengambil transaksi yang tertunda dari pool memori, lalu mengirimnya satu per satu melalui fungsi hashing. Setiap kali kita mengirim potongan data melalui fungsi hashing, kita akan menghasilkan output dengan ukuran tetap yang disebut hash. Sehubungan dengan mining, hash dari setiap transaksi terdiri dari string angka dan huruf yang berfungsi sebagai pengenal. Hash transaksi mewakili semua informasi yang tercakup dalam transaksi tersebut.
Selain melakukan hashing dan listing setiap transaksi secara terpisah, miner juga menambahkan transaksi khusus untuk mengirim reward blok ke diri sendiri. Transaksi ini disebut sebagai transaksi coinbase yang menciptakan koin baru. Dalam sebagian besar kasus, transaksi coinbase adalah yang pertama dicatat dalam sebuah blok baru, lalu diikuti dengan semua transaksi tertunda yang ingin divalidasi.

Langkah 2 - Membuat Pohon Merkle

Setelah setiap transaksi melalui hashing, hash tersebut kemudian disusun menjadi sesuatu yang disebut Pohon Merkle. Pohon Merkle, yang disebut juga sebagai pohon hash, dibentuk dengan menyusun hash transaksi menjadi pasangan, lalu melakukan hashing terhadapnya. Kemudian, output hashing baru tersebut disusun menjadi pasangan, lalu melalui hashing sekali lagi. Proses ini diulang hingga terbentuk satu hash. Hash terakhir ini disebut juga sebagai hash akar (atau akar Merkle) dan pada dasarnya merupakan hash yang mewakili semua hash sebelumnya yang digunakan untuk menghasilkannya.

Langkah 3 - Menemukan header blok (hash blok) yang valid

Sebuah header blok berfungsi sebagai pengenal untuk setiap blok terpisah. Artinya, setiap blok memiliki hash yang unik. Saat membuat blok baru, miner menggabungkan hash dari blok sebelumnya dengan hash akar dari blok kandidat mereka untuk menghasilkan hash blok baru. Namun, selain dari dua elemen ini, mereka juga harus menambahkan nomor arbitrer yang disebut nonce.

Jadi, saat mencoba untuk memvalidasi blok kandidat, seorang miner harus menggabungkan hash akar, hash blok sebelumnya, dan nonce, lalu mengirim semuanya melalui fungsi hashing. Tujuannya adalah untuk membuat hash yang dianggap valid.

Hash akar dan hash blok sebelumnya tidak dapat diubah. Jadi, miner harus mengubah nilai nonce beberapa kali hingga hash yang valid ditemukan.

Agar dianggap valid, output (hash blok) harus kurang dari nilai target tertentu yang ditentukan oleh protokol. Dalam mining Bitcoin, hash blok harus dimulai dengan angka nol tertentu. Inilah yang disebut dengan kesulitan mining.

Langkah 4 - Menyiarkan blok yang masuk mining

Seperti yang sudah kita lihat, miner harus melakukan hashing terhadap header blok berulang kali dengan berbagai nilai nonce. Mereka mengulangi pekerjaan ini hingga menemukan hash blok yang valid. Kemudian, miner yang menemukannya akan menyiarkan blok ini ke jaringan. Semua node lain akan memeriksa apakah blok dan hash tersebut valid. Jika iya, mereka akan menambahkan blok baru tersebut ke dalam salinan blockchain mereka.

Pada titik ini, blok kandidat telah menjadi blok yang dikonfirmasi dan semua miner melanjutkan dengan mining blok berikutnya. Semua miner yang tidak dapat menemukan hash yang valid tepat pada waktunya akan membuang blok kandidat mereka dan lomba mining akan dimulai lagi.


Penyesuaian kesulitan mining

Kesulitan mining disesuaikan secara berkala oleh protokol untuk memastikan bahwa laju pembuatan blok baru tetap konstan. Hal ini membuat penerbitan koin baru menjadi stabil dan dapat diprediksi. Kesulitan disesuaikan secara proporsional terhadap jumlah daya komputasional (laju hashing) yang ditujukan untuk jaringan tersebut.

Dengan begitu, setiap kali miner baru bergabung di jaringan dan persaingan meningkat, kesulitan hashing akan meningkat, sehingga waktu blok rata-rata tidak menurun. Sebaliknya, jika kebanyakan miner memutuskan untuk meninggalkan jaringan, kesulitan hashing akan menurun, sehingga mining blok baru makin sulit untuk dilakukan. Penyesuaian ini membuat waktu blok tetap konstan, terlepas dari total daya hashing jaringan.


Bagaimana jika dua blok masuk mining di saat yang sama?

Terkadang, dua miner menyiarkan blok yang valid di saat yang sama dan akhirnya terdapat dua blok yang bersaing di jaringan. Kemudian, miner mulai melakukan mining blok berikutnya berdasarkan blok yang mereka terima terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan jaringan terpecah (untuk sementara) menjadi dua macam versi blockchain.

Persaingan di antara blok ini akan terus berlanjut hingga blok berikutnya masuk mining di atas salah satu blok yang bersaing. Ketika blok baru masuk mining, blok mana pun yang datang sebelumnya akan dianggap sebagai pemenang. Blok yang ditinggalkan disebut blok yatim piatu atau blok basi, sehingga semua miner yang mengambil blok ini akan beralih kembali ke melakukan mining chain blok pemenang.


Apakah semua mata uang kripto dapat masuk mining?

Bitcoin adalah contoh yang paling populer dan mapan dari mata uang kripto yang dapat masuk mining, tetapi tidak semua mata uang kripto dapat masuk mining. Mining Bitcoin didasarkan pada algoritme konsensus yang disebut Proof of Work (PoW).


Proof of Work (PoW)

Proof of Work (PoW) adalah mekanisme konsensus blockchain asli yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto. Mekanisme ini diperkenalkan dalam whitepaper Bitcoin pada tahun 2008. Singkatnya, PoW menentukan cara jaringan blockchain mencapai konsensus di semua peserta yang terdistribusi tanpa penengah pihak ketiga. Hal ini dicapai dengan memerlukan daya komputasi yang signifikan untuk mendisinsentifkan pelaku kejahatan.
Seperti yang telah kita lihat, transaksi di jaringan PoW diverifikasi oleh miner. Guna memenangkan hak untuk melakukan mining blok berikutnya, para miner bersaing dengan menyelesaikan puzzle kriptografis yang rumit dengan perangkat keras mining khusus. Kemudian, miner pertama yang menemukan solusi valid dapat menyiarkan blok transaksi ke blockchain, lalu menerima reward blok.

Jumlah kripto dalam sebuah reward blok bervariasi di berbagai macam blockchain. Misalnya, di blockchain Bitcoin, miner bisa mendapatkan reward blok sebesar 6,25 BTC per bulan Desember 2021. Jumlah BTC dalam sebuah reward blok berkurang sebanyak setengah setiap 210.000 blok (sekitar setiap empat tahun) karena mekanisme halving.


Berbagai macam metode mining mata uang kripto

Tidak ada metode tunggal untuk melakukan mining mata uang kripto. Peralatan dan prosesnya berubah seiring munculnya perangkat keras dan algoritme konsensus yang baru. Biasanya, miner menggunakan unit komputer khusus untuk menyelesaikan persamaan kriptografis yang rumit. Mari kita lihat cara kerja dari beberapa metode mining yang paling umum.


Mining CPU

Mining Unit Pemrosesan Pusat (CPU) mencakup penggunaan CPU komputer untuk melakukan fungsi hashing yang diperlukan oleh PoW. Di masa awal Bitcoin, biaya dan batasan masuk untuk mining masih rendah. Kesulitan mining dapat ditangani oleh CPU biasa, sehingga siapa pun dapat mencoba untuk melakukan mining BTC dan mata uang kripto lainnya.

Namun, seiring makin banyaknya orang yang mulai melakukan mining dan meningkatnya laju hashing jaringan, mining yang menguntungkan menjadi makin sulit. Selain itu, kemunculan perangkat keras khusus dengan daya komputasional yang lebih besar akhirnya membuat mining CPU hampir mustahil dilakukan. Saat ini, mining CPU tidak lagi merupakan pilihan yang layak, karena semua miner menggunakan perangkat keras khusus.


Mining GPU

Unit Pemrosesan Grafis (GPU) dirancang untuk memproses berbagai macam aplikasi secara paralel. Meskipun biasanya digunakan untuk video game atau rendering gambar, GPU juga dapat digunakan untuk mining.

GPU relatif murah dan lebih fleksibel daripada perangkat keras mining ASIC yang populer. Anda dapat melakukan mining beberapa altcoin dengan GPU, tetapi efisiensinya bergantung pada kesulitan mining dan algoritme.


Mining ASIC

Sirkuit Terintegrasi Khusus Aplikasi (ASIC) dirancang untuk mencapai satu tujuan tertentu. Dalam kripto, ASIC adalah perangkat keras khusus yang dikembangkan untuk mining. Mining ASIC sangat efisien, tetapi mahal.

Mining adalah sebuah kompetisi. Untuk melakukan mining yang menguntungkan, Anda memerlukan perangkat keras mining yang bersaing. Karena para miner ASIC berada di ujung tombak teknologi mining, biaya satu unitnya jauh lebih tinggi daripada CPU atau GPU. Selain itu, kemajuan yang berkelanjutan dalam teknologi ASIC cepat membuat model ASIC yang lama menjadi tidak menguntungkan, sehingga sering kali perlu diganti. Hal ini membuat mining ASIC menjadi salah satu cara yang paling mahal untuk melakukan mining, meskipun tanpa memperhitungkan biaya listrik.


Pool mining

Karena reward blok diberikan kepada miner pertama yang berhasil, kemungkinan menemukan hash yang benar sangatlah kecil. Miner dengan persentase daya mining yang kecil memiliki kesempatan yang sangat kecil dalam menemukan blok berikutnya sendiri. Pool mining menawarkan solusi untuk masalah ini.

Pool mining adalah kelompok pemenang yang mengumpulkan sumber daya (daya hashing) mereka untuk meningkatkan kemungkinan memenangkan reward blok. Ketika pool tersebut berhasil menemukan sebuah blok, para miner akan membagi reward sama rata dengan semua orang dalam pool tersebut berdasarkan jumlah pekerjaan yang dikontribusikan.

Pool mining dapat menguntungkan miner individu dalam segi perangkat keras dan biaya listrik, tetapi dominasinya dalam mining menimbulkan kekhawatiran terhadap serangan 51% di jaringan.


Penutup

Mining mata uang kripto adalah bagian penting dari Bitcoin dan blockchain PoW lainnya. Aktivitas ini merupakan salah satu hal yang membuat jaringan tetap aman dan penerbitan koin baru tetap stabil. Mining memiliki beberapa keuntungan dan kelemahan. Hal yang paling jelas adalah potensi penghasilan yang didapatkan dari reward blok. Namun, laba mining dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk biaya listrik dan harga pasar. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan menghasilkan laba. Jadi, sebelum terjun ke mining kripto, Anda sebaiknya melakukan DYOR dan mengevaluasi semua potensi risikonya.