Apa Itu Node?
Apa Itu Node?
BerandaArtikel
Apa Itu Node?

Apa Itu Node?

Pemula
Diterbitkan Nov 29, 2018Diperbarui Sep 9, 2022
5m

Definisi node dapat bervariasi berdasarkan konteksnya. Dalam konteks jaringan komputer atau telekomunikasi, node dapat berfungsi sebagai titik distribusi ulang atau sebagai endpoint komunikasi. Biasanya, node terdiri dari perangkat jaringan fisik. Namun, ada beberapa situasi tertentu di mana node virtual digunakan.

Node jaringan adalah titik yang memungkinkan pesan untuk dibuat, diterima, atau dikirim. Di artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis node Bitcoin: node penuh, supernode, node miner, dan klien SPV.


Node Bitcoin

Dalam konteks blockchain sebagai sistem terdistribusi, jaringan node komputer adalah komponen yang memungkinkan Bitcoin digunakan sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) terdesentralisasi. Dengan begitu, Bitcoin dirancang untuk menjadi tahan terhadap sensor dan tidak memerlukan perantara untuk diperjualbelikan dari satu pengguna ke pengguna lain (seberapa pun jauhnya mereka di dunia).

Oleh karena itu, node blockchain berfungsi sebagai titik komunikasi yang dapat menjalankan berbagai fungsi. Komputer atau perangkat yang terhubung ke antarmuka Bitcoin dapat dianggap sebagai node, karena saling berkomunikasi. Node ini juga dapat mengirim informasi mengenai transaksi dan blok dalam jaringan komputer yang terdistribusi menggunakan protokol peer-to-peer Bitcoin. Namun, setiap node komputer didefinisikan sesuai fungsi khususnya. Oleh karena itu, ada berbagai jenis node Bitcoin.

 

Full node

Node penuh (full node) adalah node yang benar-benar mendukung dan memberikan keamanan untuk Bitcoin. Node ini sangat diperlukan oleh jaringan. Node ini juga dapat dianggap sebagai node yang memvalidasi sepenuhnya, karena terlibat dalam proses verifikasi transaksi dan blok berdasarkan aturan konsensus sistem. Selain itu, node penuh dapat merelai transaksi dan blok baru ke blockchain. 

Biasanya, node penuh mengunduh salinan blockchain Bitcoin dengan setiap blok dan transaksi, tetapi ini bukan persyaratan agar node disebut "node penuh" (sebagai gantinya, salinan blockchain yang dikurangi dapat digunakan).

Node Bitcoin penuh dapat ditetapkan melalui berbagai implementasi perangkat lunak, tetapi alternatif yang paling banyak digunakan dan populer adalah Bitcoin Core. Berikut adalah persyaratan minimum untuk menjalankan node penuh Bitcoin Core:

  • Desktop atau laptop dengan Windows, Mac OS X, atau Linux versi terbaru.

  • Ruang disk kosong sebesar 200 GB.

  • Memori (RAM) sebesar 2 GB.

  • Koneksi internet berkecepatan tinggi dengan kecepatan unggahan setidaknya sebesar 50 kB/detik.

  • Koneksi tak terukur atau koneksi dengan batas pengunggahan yang tinggi. Node penuh online dapat mencapai atau melampaui penggunaan pengunggahan sebesar 200 GB/bulan dan penggunaan pengunduhan sebesar 20 GB/bulan. Anda juga harus mengunduh ~200 GB saat memulai node penuh pertama Anda.

  • Node penuh Anda harus berjalan setidaknya selama 6 jam sehari. Akan lebih baik jika Anda menjalankannya secara kontinu (24/7).

Kebanyakan organisasi dan pengguna sukarelawan menjalankan node Bitcoin penuh sebagai cara untuk membantu ekosistem Bitcoin. Per tahun 2018, ada sekitar 9.700 node publik yang berjalan di jaringan Bitcoin. Perlu diketahui bahwa jumlah ini hanya mencakup node publik, yaitu node Bitcoin yang terlihat dan dapat diakses (alias listening node). 

Selain node publik, ada banyak node tersembunyi lainnya yang tidak terlihat (non-listening node). Node ini biasanya beroperasi di balik sebuah firewall, melalui protokol tersembunyi seperti Tor, atau memang karena dikonfigurasi untuk tidak "mendengarkan" koneksi.


Listening node (supernode)

Pada dasarnya, listening node atau super node adalah node penuh yang terlihat oleh publik. Node ini berkomunikasi dan memberikan informasi kepada node lain yang memutuskan untuk menetapkan koneksi dengannya. Oleh karena itu, supernode merupakan titik distribusi ulang yang berfungsi sebagai sumber data sekaligus sebagai jembatan komunikasi. 

Supernode yang andal biasanya berjalan selama 24/7 dan memiliki beberapa koneksi, serta mengirimkan riwayat blockchain dan data transaksi ke beberapa node di seluruh dunia. Alhasil, supernode kemungkinan akan memerlukan daya komputasional yang lebih besar dan koneksi internet yang lebih baik dibandingkan dengan node penuh yang tersembunyi.


Node miner

Agar dapat melakukan mining Bitcoin dalam situasi yang kompetitif pada saat ini, seseorang harus berinvestasi dalam perangkat keras dan program mining khusus. Program (perangkat lunak) mining ini tidak berkaitan langsung dengan Bitcoin Core dan dieksekusi secara paralel untuk melakukan mining blok Bitcoin. Seorang miner dapat memilih untuk bekerja sendiri (miner solo) atau secara berkelompok (miner gabungan). 

Node penuh miner solo menggunakan salinan blockchain miliknya sendiri, sedangkan miner gabungan bekerja sama dan setiap miner menyumbangkan sumber daya (kekuatan hashing). Dalam sebuah pool mining, hanya administrator pool yang harus menjalankan node penuh. Node ini dapat disebut sebagai node penuh miner gabungan.


Klien ringan atau SPV

Klien ringan, atau disebut juga sebagai klien Simplified Payment Verification (SPV), adalah node yang menggunakan jaringan Bitcoin tetapi tidak benar-benar berfungsi sebagai node penuh. Oleh karena itu, klien SPV tidak berkontribusi terhadap keamanan jaringan karena tidak menyimpan salinan blockchain dan tidak berpartisipasi dalam proses verifikasi dan validasi transaksi. 

Singkatnya, melalui metode SPV, pengguna dapat memeriksa apakah transaksi tertentu termasuk atau tidak dalam sebuah blok tanpa harus mengunduh seluruh data blok. Dengan begitu, klien SPV mengandalkan informasi yang diberikan oleh node penuh lainnya (supernode). Klien ringan berfungsi sebagai endpoint komunikasi dan digunakan oleh berbagai dompet mata uang kripto.


Node klien vs. mining

Harap diperhatikan bahwa menjalankan node penuh tidak sama dengan menjalankan node mining penuh. Miner harus berinvestasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak mining yang mahal, sedangkan siapa pun dapat menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya. 

Sebelum mencoba melakukan mining blok, seorang miner harus mengumpulkan transaksi tertunda yang sebelumnya dianggap valid oleh node penuh. Berikutnya, miner membuat blok kandidat (dengan sekelompok transaksi) dan mencoba melakukan mining blok tersebut. Jika miner berhasil menemukan solusi yang valid untuk blok kandidatnya, dia akan menyiarkannya ke jaringan agar node penuh lainnya dapat memverifikasi validitas blok tersebut. Oleh karena itu, aturan konsensus ditentukan dan diamankan oleh jaringan node validator yang terdistribusi, bukan oleh para miner.


Penutup

Node Bitcoin saling berkomunikasi melalui protokol jaringan P2P Bitcoin. Dengan melakukan ini, mereka menjamin integritas sistem. Node yang berperilaku buruk atau mencoba untuk menyebarkan informasi keliru akan segera dikenali oleh node yang jujur dan diputuskan dari jaringan.

Meskipun menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya tidak memberikan keuntungan secara finansial, tindakan ini sangat disarankan karena memberikan kepercayaan, keamanan, dan privasi kepada pengguna. Node penuh memastikan bahwa aturan dipatuhi. Node ini melindungi blockchain dari serangan dan penipuan (seperti double spending). Selain itu, node penuh tidak harus memercayai node lain. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memiliki kontrol penuh terhadap uangnya.