Apa Itu Uniswap dan Bagaimana Cara Kerjanya?
HomeArticles

Apa Itu Uniswap dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Tingkat Menengah
1mo ago
9m

TL;DR

Uniswap merupakan sekumpulan program komputer yang dijalankan di blockchain Ethereum, memungkinkan dilakukannya pertukaran token terdesentralisasi. Platform ini bekerja dengan bantuan unicorn (seperti yang terlihat dari logonya).

Pedagang bisa menukar token Ethereum di Uniswap tanpa harus mempercayakan dana ke pihak mana pun. Sementara itu, siapa pun bisa meminjamkan kripto ke tempat penyimpanan khusus yang disebut pool likuiditas. Sebagai imbalan karena telah menyediakan uang ke dalam pool ini, Anda mendapatkan penghasilan dari biaya.

Bagaimana unicorn ajaib ini mengonversi satu token ke token yang lain? Apa yang Anda perlukan untuk menggunakan Uniswap? Silakan lanjutkan membaca.


Konten

Pengantar

Bursa tersantraliasi sudah menjadi tulang punggung pasar mata uang kripto selama bertahun-tahun. Menawarkan waktu penyelesaian yang cepat, volume perdagangan tinggi, dan likuiditas yang terus meningkat. Namun, di sisi lain, ada dunia paralel yang sedang dibangun di dalam protokol yang bersifat trustlessBursa terdesentralisasi (DEX) tidak memerlukan perantara atau kustodian dalam memfasilitasi perdagangan. 

Karena keterbatasan inheren teknologi blockchain, merupakan tantangan tersendiri untuk membangun DEX yang harus bersaing dengan lawan-lawannya yang tersentralisasi. Sebagian besar DEX masih ketinggalan dalam hal kinerja dan pengalaman pengguna.

Banyak pengembang yang terus memikirkan cara baru untuk membangun DEX. Salah satu pelopornya adalah Uniswap. Cara kerja Uniswap mungkin sedikit lebih sulit untuk dipahami daripada DEX yang lebih tradisional. Namun, kita akan segera melihat bahwa model ini menawarkan beberapa manfaat menarik. 

Sebagai hasil dari inovasinya, Uniswap merupakan salah satu proyek paling sukses, menjadi bagian dari gerakan Keuangan Terdesentralisasi (DeFi).

Mari kita lihat apa itu Uniswap, cara kerjanya, dan bagaimana Anda dapat menukar token di dalamnya hanya dengan menggunakan Ethereum wallet.


Apa itu Uniswap?

Uniswap merupakan protokol bursa terdesentralisasi yang dibangun di atas Ethereum. Lebih tepatnya, merupakan protokol likuiditas otomatis. Tidak ada order book atau pihak terpusat yang diperlukan untuk melakukan perdagangan. Uniswap memungkinkan pengguna untuk berdagang tanpa perantara, dengan tingkat desentralisasi dan tahan sensor yang tinggi.

Uniswap adalah perangkat lunak open-source. Anda dapat memeriksanya sendiri di GitHub Uniswap.

O.K., tapi bagaimana perdagangan bisa berhasil tanpa order book? Nah, Uniswap bekerja dengan model yang melibatkan penyedia likuiditas yang membuat pool likuiditas. Sistem ini menyediakan mekanisme penentuan harga yang terdesentralisasi, yang pada dasarnya memperlancar kedalaman order book. Kita akan membahas cara kerjanya secara lebih detail. Untuk saat ini, kita cukup mengetahui bahwa pengguna dapat dengan mudah menukar token ERC-20 dengan token ERC-20 yang lain tanpa membutuhkan order book.

Karena protokol Uniswap terdesentralisasi, tidak ada proses listing. Intinya, token ERC-20 dapat diluncurkan selama ada pool likuiditas tersedia bagi pedagang. Akibatnya, Uniswap tidak membebankan biaya listing. Dalam artian lainnya, protokol Uniswap bertindak sebagai semacam barang publik.

Protokol Uniswap diciptakan oleh Hayden Adams pada tahun 2018. Namun teknologi dasar yang menginspirasi penerapannya pertama kali diperkenalkan oleh salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.


Bagaimana cara kerja Uniswap?

Karena tidak memiliki order book, Uniswap meninggalkan arsitektur tradisional bursa digital. Protokol ini bekerja dengan desain yang disebut Constant Product Market Maker, yang merupakan varian dari model yang dikenal dengan Automated Market Maker (AMM) atau market maker otomatis.

Market maker otomatis adalah smart contract yang menyimpan cadangan likuiditas (atau kumpulan/pool likuiditas) yang dapat ditukarkan ke pedagang. Cadangan ini didanai oleh penyedia likuiditas. Siapa pun bisa menjadi penyedia likuiditas, dengan menyetor nilai setara dengan dua token ke pool. Sebagai imbalannya, pedagang membayar biaya ke pool, yang kemudian didistribusikan ke penyedia likuiditas sesuai dengan proporsi masing-masing. Mari kita selami cara kerjanya lebih detail. 

Penyedia likuiditas menciptakan pasar dengan menyetorkan nilai setara dua token. Bisa berupa ETH dan token ERC-20, atau dua token ERC-20. Pool biasanya terdiri dari stablecoin seperti DAI, USDC, atau USDT, tetapi ini bukanlah keharusan. Sebagai gantinya, penyedia likuiditas akan mendapatkan “token likuiditas”, yang mewakili bagian mereka masing-masing dari seluruh pool likuiditas. Token likuiditas ini dapat ditebus nantinya dengan bagian yang mereka wakili di pool.

Jadi, coba bayangkan pool likuiditas ETH/USDT. Kita menyebut porsi ETH sebagai pool x dan porsi USDT sebagai y. Uniswap mengambil kedua porsi ini dan mengalikannya untuk menghitung total likuiditas di dalam pool. Sebut saja k. Gagasan utama di balik Uniswap adalah bahwa k harus selalu konstan, yang berarti total likuiditas di dalam pool tersebut selalu konstan. Jadi, rumus total likuiditas di dalam pool adalah: 

x * y = k

Jadi, apa yang terjadi jika seseorang ingin melakukan perdagangan?

Misalkan Alice membeli 1 ETH seharga 300 USDT menggunakan pool likuiditas ETH/USDT. Akibat transaksi yang terjadi, ia meningkatkan porsi USDT dan mengurangi porsi ETH di dalam pool. Ini secara efektif akan menyebabkan harga ETH naik. Mengapa? Lebih sedikit ETH di dalam pool setelah transaksi, dan kita tahu bahwa total likuiditas (k) harus tetap konstan. Mekanisme inilah yang menentukan harga. Pada akhirnya, harga yang dibayarkan untuk ETH ini didasarkan pada seberapa besar perdagangan yang dilakukan menggeser rasio antara x dan y.

Perlu dicatat bahwa model ini tidak berskala linier. Akibatnya, semakin besar order, semakin besar pergeseran keseimbangan antara x dan y. Ini berarti bahwa order yang lebih besar akan lebih mahal secara eksponensial dibandingkan dengan order yang lebih kecil, menyebabkan slippage yang semakin besar. Ini juga berarti bahwa semakin besar pool likuiditas, semakin mudah untuk memproses order dalam jumlah besar. Mengapa? Karena pergeseran antara x dan y lebih kecil.


Apa itu kerugian tidak permanen?

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, penyedia likuiditas mendapatkan biaya karena telah menyediakan likuiditas kepada para pedagang yang bertukar token. Apakah ada hal lain yang harus diperhatikan oleh penyedia likuiditas? Ada. Terdapat efek yang disebut kerugian tidak permanen atau impermanent loss.

Misalkan Alice menyetor 1 ETH dan 100 USDT ke dalam pool Uniswap. Karena pasangan token harus memiliki nilai yang setara, ini berarti harga ETH 100 USDT. Pada saat yang sama, ada total 10 ETH dan 1.000 USDT di dalam pool – sisanya didanai oleh penyedia likuiditas lain seperti Alice. Ini berarti Alice memiliki 10% bagian dari pool. Total likuiditas (k), dalam hal ini, adalah 10.000.

Apa yang terjadi jika harga ETH naik menjadi 400 USDT? Ingat, total likuiditas di pool harus tetap konstan. Jika ETH sekarang 400 USDT, itu berarti rasio antara berapa banyak ETH dan berapa banyak USDT di dalam pool telah berubah. Faktanya, sekarang ada 5 ETH dan 2.000 USDT di dalam pool. Mengapa? Pedagang arbitrase akan menambahkan USDT ke dalam pool dan menghapus ETH sampai rasio mencerminkan harga yang akurat. Inilah mengapa sangat penting untuk memahami bahwa k konstan.

Jadi, Alice memutuskan untuk menarik dananya dan mendapatkan 10% dari pool sesuai bagiannya. Hasilnya, ia mendapat 0,5 ETH dan 200 USDT, dengan total 400 USDT. Sepertinya Alice mendapat untung besar. Tapi tunggu dulu, apa yang terjadi jika ia justru tidak menaruh dana ke dalam pool? Ia akan memiliki 1 ETH dan 100 USDT, dengan total 500 USDT.

Faktanya, Alice akan lebih beruntung hanya dengan HODLing daripada menyetor ke dalam pool Uniswap. Dalam kasus ini, kerugian tidak permanen pada dasarnya adalah biaya peluang untuk mengumpulkan token yang naik harganya. Dapat diartikan begini: Dengan menyetorkan dana ke Uniswap untuk mendapatkan bayaran dari biaya, Alice mungkin akan kehilangan peluang lain.

Perhatikan bahwa efek ini berlaku terlepas dari arah perubahan harga sejak saat penyetoran. Apa maksudnya? Jika harga ETH menurun dibandingkan dengan harga saat penyetoran, kerugian juga dapat diperbesar. Jika Anda menginginkan penjelasan yang lebih teknis mengenai ini, lihat artikel Pintail yang membahasnya.

Namun, mengapa kerugian itu tidak permanen? Jika harga token yang dikumpulkan ke dalam pool kembali ke harga yang sama saat disetorkan, maka efek rugi dimitigasi. Selain itu, karena penyedia likuiditas mendapatkan biaya, kerugian dapat diimbangi dengan pendapatan seiring waktu. Meski begitu, penyedia likuiditas perlu menyadari hal ini sebelum menambahkan dana ke dalam pool.


Bagaimana Uniswap menghasilkan uang?

Uniswap tidak menghasilkan uang. Uniswap merupakan protokol terdesentralisasi yang tidak memiliki token asli. Semua biaya masuk ke penyedia likuiditas, dan tidak ada pendiri yang mendapatkan uang dari perdagangan yang terjadi di protokol.

Saat ini, biaya transaksi yang dibayarkan kepada penyedia likuiditas sebesar 0,3% per perdagangan. Secara default, uang ini langsung ditambahkan ke pool likuiditas, tetapi penyedia likuiditas dapat menebusnya kapan saja. Biaya tersebut didistribusikan sesuai dengan bagian pool masing-masing.

Sebagian dari biaya mungkin didedikasikan untuk pengembangan Uniswap di masa depan. Tim Uniswap telah menggunakan protokol dengan versi yang lebih baik, disebut Uniswap v2.


➟ Ingin memiliki mata uang kripto? Beli Bitcoin di Binance!


Cara menggunakan Uniswap

Uniswap merupakan protokol open-source, artinya siapa pun dapat membuat aplikasi front-end sendiri. Namun, yang paling umum digunakan adalah https://app.uniswap.org atau https://uniswap.exchange.

  1. Masuk ke antarmuka Uniswap.
  2. Hubungkan wallet. Anda dapat menggunakan MetaMask, Trust Wallet, atau wallet Ethereum lain yang didukung.
  3. Pilih token yang ingin Anda tukarkan.
  4. Pilih token yang ingin Anda dapatkan.
  5. Klik Swap.
  6. Lihat transaksi di jendela pop-up.
  7. Konfirmasi permintaan transaksi di dalam wallet Anda.
  8. Tunggu hingga transaksi dikonfirmasi di blockchain Ethereum. Anda dapat memantau statusnya di https://etherscan.io/.


Konklusi

Uniswap merupakan protokol bursa inovatif yang dibangun di atas Ethereum. Memungkinkan siapa pun yang memiliki wallet Ethereum untuk saling bertukar token tanpa melibatkan pihak pusat. 

Meskipun dengan keterbatasan, teknologi ini tampaknya memiliki beberapa implikasi menarik untuk masa depan pertukaran token yang bersifat trustless. Setelah solusi skalabilitas Ethereum 2.0 diluncurkan di jaringan nantinya, Uniswap kemungkinan besar juga akan menerima manfaatnya.

Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai pertukaran token dan DeFi? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, tempat di mana komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.