Apa Itu Aplikasi Terdesentralisasi (DApp)?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu aplikasi terdesentralisasi (DApp)?
Bagaimana cara kerja DApp?
Manfaat DApp
Batasan DApp
Kegunaan DApp yang populer
Bagaimana cara terhubung ke DApp?
Menyetor BNB ke Trust Wallet
Menambahkan CAKE ke daftar Trust Wallet
Menghubungkan PancakeSwap melalui browser Trust Wallet
Menghubungkan PancakeSwap melalui browser desktop
Penutup
Apa Itu Aplikasi Terdesentralisasi (DApp)?
BerandaArtikel
Apa Itu Aplikasi Terdesentralisasi (DApp)?

Apa Itu Aplikasi Terdesentralisasi (DApp)?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Jun 17, 2022Diperbarui Sep 29, 2022
11m

Ringkasan

Aplikasi terdesentralisasi (DApp) adalah aplikasi yang berjalan di jaringan blockchain. Ada beragam DApp dengan berbagai kegunaan, seperti gaming, keuangan, media sosial, dan lainnya. 

Meskipun DApp dapat tampak menyerupai aplikasi seluler biasa di ponsel, sistem backend-nya berbeda. Alih-alih menggunakan sistem tersentralisasi, DApp mengandalkan smart contract pada jaringan yang terdistribusi untuk berfungsi. Hal ini membuatnya menjadi lebih transparan, terdesentralisasi, dan tahan terhadap serangan. Namun, muncul juga beberapa tantangan baru.


Pendahuluan

Sejak kemunculan Bitcoin (BTC) lebih dari satu dekade lalu, blockchain telah berkembang untuk menghadirkan fungsionalitas dan kegunaan baru selain untuk mata uang. Salah satu caranya adalah membangun aplikasi terdesentralisasi (DApp) untuk menggunakan teknologi blockchain guna meningkatkan berbagai sektor dan layanan tradisional. 


Apa itu aplikasi terdesentralisasi (DApp)?

Aplikasi terdesentralisasi (DApp) adalah aplikasi digital atau program dengan dukungan smart contract yang berjalan di blockchain daripada server tersentralisasi. DApp memiliki tampilan dan cara kerja yang serupa dengan aplikasi seluler biasa di ponsel serta menawarkan berbagai macam layanan dan fungsi mulai dari gaming hingga keuangan, media sosial, dan lainnya. 

Sesuai namanya, DApp berjalan di jaringan peer-to-peer terdesentralisasi. Salah satu laporan awal menunjukkan bahwa DApp memiliki fitur berikut:

  • Sumber terbuka:  Kode sumber DApp tersedia bagi masyarakat. Artinya, siapa pun dapat memverifikasi, menggunakan, menyalin, dan memodifikasinya. Tidak ada lagi entitas tunggal yang mengontrol mayoritas koin atau tokennya. Pengguna dapat mengusulkan dan melakukan voting terhadap perubahan pada DApp juga. 

  • Terdesentralisasi dan aman secara kriptografis: Untuk menjamin keamanan data, semua informasi DApp diamankan memakai kriptografi dan disimpan di blockchain publik terdesentralisasi yang dikelola oleh beberapa pengguna (atau node).

  • Sistem tokenisasi: DApp dapat diakses dengan token kriptografi. DApp dapat mengadopsi mata uang kripto seperti ETH atau menghasilkan token asli menggunakan algoritme konsensus, seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS). Token juga dapat digunakan untuk memberikan reward kepada para kontributor, seperti miner dan staker.

Berdasarkan definisi umum ini, blockchain Bitcoin dapat didefinisikan sebagai DApp dan mungkin merupakan DApp pertama yang pernah ada. Bitcoin memiliki sumber terbuka, semua datanya aktif di blockchain terdesentralisasinya, mengandalkan token kripto, dan menggunakan algoritme konsensus PoW. Hal yang sama berlaku pada blockchain lain dengan fitur-fitur di atas. 

Namun, kini istilah “DApp” umumnya berarti semua aplikasi yang memiliki fungsionalitas smart contract dan berjalan di jaringan blockchain. Blockchain Bitcoin tidak mendukung smart contract, sehingga kebanyakan orang tidak menganggapnya sebagai DApp. 

Per bulan Juni 2022, sebagian besar DApp ada di jaringan Ethereum. Jaringan ini menawarkan infrastruktur yang kuat bagi pengembang DApp untuk memperluas kegunaan yang ada. Namun, seiring DApp semakin berkembang, para pengembang mulai membangunnya di blockchain lain, termasuk BNB Smart Chain (BSC)Solana (SOL)Polygon (MATIC)Avalanche (AVAX), EOS, dll.


Bagaimana cara kerja DApp?

DApp adalah aplikasi yang didukung oleh smart contract. Kode backend-nya berjalan di jaringan peer-to-peer terdistribusi. Smart contract berfungsi sebagai serangkaian aturan tertentu yang dilaksanakan oleh kode komputer. Ketika persyaratan tertentu terpenuhi, semua node jaringan akan mengeksekusi tugas yang ditentukan oleh kontrak tersebut.

Setelah diterapkan pada blockchain, smart contract akan sulit untuk diubah kodenya atau dihancurkan. Oleh karena itu, meskipun tim di balik DApp tersebut sudah bubar, pengguna masih dapat mengaksesnya. 


Manfaat DApp

Meskipun antarmuka DApp dan aplikasi tradisional dapat tampak serupa, DApp menawarkan beberapa manfaat lain dibandingkan dengan kembarannya yang tersentralisasi. Aplikasi web menyimpan data di server tersentralisasi. Satu server yang dibobol dapat mematikan seluruh jaringan aplikasi tersebut, sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara atau secara permanen. Sistem tersentralisasi juga dapat mengalami kebocoran atau pencurian data, sehingga membahayakan pengguna jenis perusahaan dan individu.

Sebaliknya, DApp dibangun pada jaringan terdistribusi tanpa otoritas sentral. Tanpa adanya titik tunggal kegagalan, DApp menjadi tidak begitu rentan terhadap serangan sehingga para pelaku kejahatan sulit membajak jaringan. Jaringan P2P juga dapat memastikan bahwa DApp terus berfungsi dengan waktu henti yang minim, meskipun beberapa komputer atau bagian dari jaringan mengalami malafungsi. 

Sifat terdesentralisasi dari DApp juga berarti bahwa pengguna memiliki lebih banyak kontrol terhadap informasi yang diberikan. Karena tidak ada perusahaan yang mengontrol data pribadi pengguna, mereka tidak perlu memberikan identitas dunia nyata untuk berinteraksi dengan DApp. Sebaliknya, mereka dapat menggunakan dompet kripto untuk terhubung ke DApp dan mengontrol informasi yang dibagikan dengan sepenuhnya.  

Manfaat lain dari DApp adalah pengembang dapat mengintegrasikan mata uang kripto dengan mudah ke fungsionalitas dasar mereka dengan memanfaatkan smart contract. Misalnya, DApp di Ethereum dapat mengadopsi ETH sebagai pembayaran tanpa mengintegrasikan penyedia layanan pembayaran pihak ketiga.  


Batasan DApp

DApp berpotensi menjadi bagian penting dari masa depan yang bebas sensor, tetapi setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan. Aplikasi terdesentralisasi masih berada dalam tahap pengembangan awal dan industri masih belum mengatasi batasan seperti skalabilitas, modifikasi kode, dan basis pengguna yang rendah. 

DApp memerlukan daya komputasi yang signifikan untuk dapat dioperasikan, sehingga jaringan yang dipakai untuk beroperasi dapat mengalami kelebihan muatan. Misalnya, untuk mencapai keamanan, integritas, transparansi, dan keandalan yang diinginkan oleh Ethereum, setiap validator harus menjalankan dan menyimpan setiap transaksi yang dieksekusi di jaringan tersebut. Hal ini dapat memperburuk laju transaksi per detik (TPS) serta menyebabkan kepadatan jaringan dan inflasi biaya gas

Melakukan modifikasi pada sebuah DApp juga merupakan hal yang menantang. Untuk meningkatkan pengalaman dan keamanan pengguna, DApp cenderung akan memerlukan perubahan kontinu untuk memperbaiki bug, memperbarui antarmuka pengguna, dan menambahkan fungsionalitas baru. Namun, karena DApp diterapkan pada blockchain, modifikasi terhadap kode backend sulit untuk dilakukan. Diperlukan konsensus mayoritas dari node jaringan untuk menyetujui setiap perubahan atau peningkatan yang memerlukan waktu lama untuk diterapkan.

Melimpahnya DApp di pasar membuatnya sulit untuk menonjol dan menarik banyak pengguna. Agar dapat beroperasi secara efisien, sebuah DApp harus mencapai efek jaringan — makin banyak pengguna yang dimiliki oleh sebuah DApp, efektivitasnya dalam menyediakan layanan akan makin meningkat. Jumlah pengguna yang besar juga dapat membuat DApp lebih aman dan melindunginya dari peretas yang ingin mengutak-atik kode sumber terbuka.


Kegunaan DApp yang populer

DApp menawarkan pendekatan yang baru untuk bisnis di berbagai industri untuk mencapai lebih banyak pengguna. Beberapa kegunaan DApp yang populer mencakup GameFi, keuangan terdesentralisasi (DeFi), hiburan, dan tata kelola.


GameFi

Popularitas DApp GameFi makin meningkat. Ini terlihat jelas dengan kemunculan Axie Infinity, yaitu game play-to-earn di blockchain Ethereum. Berdasarkan DappRadar, aktivitas gaming blockchain dalam Q1 tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 2.000% dari tahun 2021. Terdapat 1,22 juta dompet aktif unik (UAW) pada bulan Maret 2022 dan lebih dari 50% aktivitas tersebut berasal dari DApp gaming. 

Berbeda dengan video game biasa, sebagian besar DApp gaming memberikan kontrol penuh kepada pemainnya terhadap aset dalam game mereka. DApp ini juga menawarkan peluang kepada pemain untuk memonetisasi item tersebut di luar game. Misalnya, Axie Infinity memiliki karakter game, lahan virtual, dan item gaming dalam bentuk NFT. Pemain dapat menyimpannya di dompet kripto, mentransfernya ke alamat Ethereum lain, atau memperdagangkannya dengan pemain lain di marketplace NFT. Di dalam ekosistem, pemain dapat saling bersaing untuk mengumpulkan token ERC-20 yang dapat diperdagangkan di bursa. Biasanya, main lama mereka bermain, makin banyak reward dalam game yang dapat diperoleh. 


DeFi dan DEX

Industri keuangan pada umumnya mengandalkan institusi keuangan untuk berfungsi sebagai perantara. Melalui DApp, siapa pun dapat menggunakan layanan keuangan tanpa otoritas sentral dan mempertahankan kontrol penuh terhadap aset mereka. DeFi juga menguntungkan individu dengan penghasilan rendah dengan menawarkan akses ke serangkaian layanan keuangan dengan biaya yang jauh lebih rendah. 

Pemberian dan pengambilan pinjaman merupakan jenis layanan keuangan paling populer yang disediakan oleh aplikasi terdesentralisasi. DApp DeFi menawarkan penyelesaian transaksi instan, pemeriksaan kredit yang minim hingga tidak ada sama sekali, dan kemampuan untuk menggunakan aset digital sebagai jaminan. Pengguna dapat memiliki lebih banyak fleksibilitas di marketplace pinjaman DApp. Misalnya, pemberi pinjaman memiliki lebih banyak kontrol terhadap pinjaman dengan memilih token yang akan dipinjamkan dan bursanya. Pengguna juga berpotensi mendapatkan 100% bunga yang diperoleh dari pinjaman, karena mereka tidak harus membayar biaya perantara. 

Bursa terdesentralisasi (DEX) adalah contoh lain yang penting dari DApp keuangan. Platform ini memfasilitasi perdagangan peer-to-peer dengan menghilangkan perantara, seperti bursa kripto tersentralisasi. Pengguna tidak harus menyerahkan kustodi terhadap dana mereka. Daripada mentransfer aset ke bursa, mereka memperdagangkannya dengan pengguna lain secara langsung dengan bantuan smart contract. Order dieksekusi secara on-chain dan langsung di antara dompet pengguna. Karena DEX tidak begitu memerlukan pemeliharaan, biaya perdagangan biasanya lebih rendah dibandingkan dengan bursa tersentralisasi. Beberapa DEX yang populer mencakup UniswapSushiSwap, dan PancakeSwap


Hiburan

Hiburan adalah bagian yang melekat dalam kehidupan kita. Dengan DApp, aktivitas sehari-hari yang dinikmati masyarakat dapat diubah menjadi pengalaman digital yang juga menghasilkan insentif ekonomi. Misalnya, Audius, yaitu platform streaming musik terdesentralisasi berbasis blockchain, menghilangkan perantara yang ada di industri musik pada umumnya untuk menghubungkan artis dan penggemar secara langsung. Platform ini memungkinkan para kurator musik untuk memonetisasi konten mereka dengan lebih baik dan memproduksi rekaman abadi dari hasil karya mereka di blockchain.

DApp juga menangani masalah yang dialami oleh pengguna platform media sosial. Raksasa media sosial tersentralisasi seperti Twitter dan Facebook sering kali menuai kritik karena menyensor posting dan menyalahgunakan data pengguna. Dengan DApp sosial terdesentralisasi seperti Steemit, komunitas dapat berinteraksi dengan bebas dan menyatakan pendapat dengan batasan dan sensor yang lebih sedikit sambil menikmati kontrol yang lebih besar terhadap informasi pribadi mereka. 


Tata kelola

DApp dapat memberdayakan pengguna untuk memiliki peran yang lebih besar dalam tata kelola organisasi online dengan menghadirkan mekanisme pengambilan keputusan yang lebih berpusat pada komunitas. Dengan bantuan smart contract, pengguna yang memiliki token tata kelola dari proyek blockchain tertentu dapat membuat proposal bagi komunitas sebagai bahan voting dan melakukan voting terhadap proposal orang lain secara anonim. 

Salah satu model tata kelola terdesentralisasi adalah Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO). DAO dapat dianggap sebagai DApp yang otonom sepenuhnya yang menggunakan smart contract untuk mengambil keputusan tanpa otoritas sentral. DAO tidak memiliki hierarki. DAO merupakan mekanisme ekonomi yang menyelaraskan kepentingan organisasi dengan kepentingan masing-masing anggota DAO.


Bagaimana cara terhubung ke DApp?

Untuk berinteraksi dengan DApp, Anda memerlukan dompet ekstensi browser yang kompatibel terlebih dahulu, seperti MetaMaskTrust Wallet, atau Binance Chain Wallet. Hanya diperlukan beberapa menit untuk mengaturnya. Beberapa dompet bahkan menawarkan versi seluler agar mudah diakses.

Mari kita gunakan Trust Wallet sebagai contoh untuk mengetahui cara menghubungkannya ke PancakeSwap di BNB Smart Chain (BSC). Jika Anda belum memiliki Trust Wallet, kunjungi artikel Academy ini untuk mengetahui cara menginstalnya di smartphone Anda. 


Menyetor BNB ke Trust Wallet

Untuk menggunakan DApp di BSC, Anda memerlukan BNB untuk membayar biaya transaksi. Misalnya, Anda dapat menarik BNB dari Dompet Spot Binance. 

Buka Trust Wallet Anda, lalu ketuk [BNB Smart Chain]. Jangan klik [BNB Beacon Chain]. Opsi ini ditujukan untuk BNB BEP-2 di BNB Beacon Chain dan tidak dapat digunakan untuk membayar biaya transaksi di BSC.


Ketuk [Receive] (Terima) untuk melihat alamat setoran BNB Anda. Kemudian, Anda dapat menyalin dan menempelkan alamat ini ke dompet penarikan atau memindai kode QR untuk melakukan transfer.


Setelah transaksi dikonfirmasi di blockchain, Anda akan melihat jumlah BNB di halaman utama Trust Wallet. 


Menambahkan CAKE ke daftar Trust Wallet

Daftar token default Trust Wallet tidak mencakup token DApp seperti PancakeSwap (CAKE). Agar CAKE muncul di dompet, Anda harus menambahkannya ke daftar terlebih dahulu.

Ketuk [Add Tokens] (Tambah Token), lalu cari “PancakeSwap”. Anda akan melihat CAKE di berbagai blockchain. Karena kita menggunakan BSC, ketuk pengalih pada tombol di samping [BEP-20 CAKE].


Anda kini akan melihat CAKE di daftar token Trust Wallet. 


Langkah berikutnya adalah menghubungkan Trust Wallet ke PancakeSwap. Anda dapat menghubungkannya melalui browser seluler internal di Trust Wallet atau desktop. 


Menghubungkan PancakeSwap melalui browser Trust Wallet

1. Ketuk [Browser] dari halaman utama Trust Wallet, lalu buka situs web PancakeSwap


2. Anda akan diminta untuk menghubungkan Trust Wallet. Ketuk [Connect] (Hubungkan).


Menghubungkan PancakeSwap melalui browser desktop

1. Buka situs web PancakeSwap, lalu klik [Connect Wallet] (Hubungkan Dompet). 


2. Klik ikon [Trust Wallet], maka Anda akan melihat kode QR pada layar. 


3. Buka aplikasi Trust Wallet, lalu buka [Settings] (Pengaturan) - [WalletConnect]. 


4. Ketuk [New Connection] (Koneksi Baru), lalu pindai kode QR. 


5. Anda akan diminta untuk mengizinkan koneksi pada aplikasi. Ketuk [Connect] (Hubungkan).



Penutup

DApp memperluas fungsionalitas Web dengan menyempurnakan aplikasi konvensional menggunakan teknologi blockchain. Aplikasi terdesentralisasi dapat memberikan lebih banyak kegunaan yang inovatif kepada pasar di waktu mendatang. Berdasarkan laporan DappRadar, DApp mencapai hampir 2,4 juta pengguna aktif harian pada Q1 tahun 2022 dan minat pengguna diperkirakan akan terus meningkat. Namun, pengembang DApp dan jaringan blockchain yang digunakan belum mengatasi batasan yang ada sebelum benar-benar mencapai adopsi massal.