Apa Itu Solana (SOL)?
Daftar Konten
Pendahuluan
Bagaimana cara kerja Solana?
Apa itu Proof of History?
Fitur utama Solana
Apa itu token SOL?
Bagaimana cara menyimpan SOL?
Penutup
Apa Itu Solana (SOL)?
BerandaArtikel
Apa Itu Solana (SOL)?

Apa Itu Solana (SOL)?

Tingkat Menengah
Published May 27, 2021Updated Aug 30, 2021
5m

TL;DR

Solana adalah jaringan blockchain yang berfokus pada transaksi yang cepat dan keluaran yang tinggi. Solana menggunakan metode unik dalam mengurutkan transaksi guna meningkatkan kecepatannya. Pengguna dapat membayar biaya transaksi dan berinteraksi dengan smart contract menggunakan SOL, yaitu mata uang kripto asli milik jaringan.

Pendahuluan

Skalabilitas merupakan salah satu tantangan terbesar sehubungan dengan teknologi blockchain. Seiring perkembangannya, jaringan ini sering kali mengalami batasan terkait dengan kecepatan transaksi dan waktu konfirmasi. Solana bertujuan untuk mengatasi batasan ini tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Didirikan tahun 2017 oleh Anatoly Yakovenko dari Solana Labs, blockchain Solana mengadopsi metode baru untuk memverifikasi transaksi. Bitcoin, Ethereum, dan banyak proyek lainnya mengalami masalah skalabilitas dan kecepatan. Dengan menggunakan metode yang disebut sebagai Proof of History (PoH), blockchain Solana mampu menangani ribuan transaksi per detik.


Bagaimana cara kerja Solana?

Solana adalah blockchain Proof of Stake generasi ketiga. Blockhain ini telah menerapkan cara unik dalam membuat sistem trustless untuk menentukan waktu transaksi yang disebut Proof of History.
Melacak urutan transaksi sangat penting dalam bidang mata uang kripto. Bitcoin melakukan hal ini dengan membundel transaksi ke dalam blok dengan satu tanda waktu. Setiap node harus memvalidasi blok tersebut secara bersepakat dengan node lainnya. Proses ini menambah panjang waktu tunggu secara signifikan bagi node untuk mengonfirmasi blok di seluruh jaringan. Solana mengambil pendekatan yang berbeda. Mari kita lihat lebih dalam.

Apa itu Proof of History?

Semua acara dan transaksi Solana masuk hashing menggunakan fungsi hash SHA256. Fungsi ini mengambil masukan lalu memproduksi keluaran unik yang sangat sulit diprediksi. Solana mengambil keluaran sebuah transaksi lalu menggunakannya sebagai masukan untuk hash berikutnya. Urutan transaksi kini sudah termasuk dalam keluaran yang masuk hashing.

Proses hashing ini menciptakan rantai yang panjang dan tidak terputus dari transaksi yang masuk hashing. Fitur ini menghasilkan urutan transaksi yang jelas dan dapat diverifikasi yang ditambahkan ke sebuah blok oleh seorang validator tanpa memerlukan tanda waktu konvensional. Hashing juga memerlukan beberapa waktu tertentu agar selesai, yang berarti validator dapat memverifikasi lamanya waktu yang sudah berlalu dengan mudah.

Proof of History berbeda dari proses yang digunakan Bitcoin sebagai bagian dari mekanisme konsensus Proof of Work. Blok di Bitcoin merupakan kelompok besar dari transaksi yang belum diurutkan. Setiap miner BTC menambahkan waktu dan tanggal ke blok yang masuk mining berdasarkan jam lokal. Waktunya dapat berbeda menurut node lain atau bahkan salah. Kemudian, node harus mencari tahu apakah tanda waktu tersebut valid.

Dengan mengurutkan transaksi dalam rantai hash, para validator memproses dan mengirimkan informasi yang lebih sedikit dalam setiap blok. Menggunakan versi hashing keadaan terkini dari transaksi sangat mengurangi waktu untuk mengonfirmasi sebuah blok baru.

Penting untuk memahami bahwa Proof of History bukan merupakan mekanisme konsensus. Proof of History adalah sebuah cara untuk mengoptimalkan waktu yang dihabiskan dalam mengonfirmasi urutan transaksi. Jika digabungkan dengan proof of stake, pemilihan validator berikutnya untuk sebuah blok menjadi jauh lebih mudah. Node memerlukan waktu yang lebih singkat untuk memvalidasi urutan transaksi, yang berarti jaringan akan memilih validator yang baru dengan lebih cepat.


Fitur utama Solana

Berdasarkan blog mereka, tim Solana telah mengembangkan delapan fitur teknis inti untuk membantu blockchain mencocokkan kemampuan sebuah sistem tersentralisasi. Proof of History mungkin merupakan fitur paling menonjol, tetapi terdapat juga:
  • Tower BFT — Practical Byzantine Fault Tolerance versi dioptimalkan dengan PoH
  • Turbine — protokol propagasi blok

  • Gulf Stream — Protokol penerusan transaksi dengan mempool lebih sedikit

  • Sealevel — Waktu pelaksanaan smart contract secara paralel

  • Pipelining — Unit Pemrosesan Transaksi untuk optimisasi validasi

  • Cloudbreak — Database Akun yang Diskalakan Secara Horizontal

  • Archivers — Penyimpanan buku besar terdistribusi

Semua fitur ini menghasilkan jaringan berkinerja tinggi dengan waktu blok 400 ms yang mengoperasikan ribuan transaksi per detik. Sebagai perbandingan, waktu blok Bitcoin adalah sekitar 10 menit dan Ethereum sekitar 15 detik.
Pemilik SOL dapat melakukan staking atas token mereka sebagai bagian dari mekanisme konsensus PoS blockchain. Dengan dompet kripto yang kompatibel, Anda kini dapat melakukan staking terhadap token dengan validator yang memproses transaksi jaringan. Kemudian, validator yang berhasil akan membagikan beberapa reward kepada orang yang telah melakukan staking. Mekanisme reward ini mendorong para validator dan delegator untuk bertindak sesuai kepentingan jaringan. Per bulan Mei 2021, Solana memiliki sekitar 900 validator, sehingga menjadi jaringan yang cukup terdesentralisasi.

Apa itu token SOL?

SOL adalah mata uang kripto asli milik Solana yang berfungsi sebagai token utilitas. Pengguna memerlukan SOL untuk membayar biaya transaksi saat mentransfer atau berinteraksi dengan smart contract. Jaringan melakukan burning SOL sebagai bagian dari model deflasinya. Para pemilik SOL juga dapat menjadi validator jaringan. Seperti Ethereum, Solana mengizinkan pengembang untuk membangun smart contract dan membuat proyek berdasarkan blockchain ini.

SOL menggunakan protokol SPL. SPL adalah standar token blockchain Solana yang mirip dengan ERC20 di Ethereum. Token SOL memiliki dua kegunaan:

  1. Membayar biaya transaksi yang muncul saat menggunakan jaringan atau smart contract.

  2. Staking token sebagai bagian dari mekanisme konsensus Proof of Stake.

DApp yang dibangun di Solana juga menciptakan kegunaan SOL baru. Misalnya, Chainvote membuat aplikasi voting DeFi (decentralized finance/keuangan terdesentralisasi) untuk tata kelola perusahaan dengan menggunakan token SOL untuk melakukan voting. Harga Solana mengalami kenaikan hampir 30 kali lipat dalam dua kuartal pertama di tahun 2021, sehingga menjadi pilihan yang populer di kalangan investor dan spekulator.


Bagaimana cara menyimpan SOL?

Anda dapat menyimpan token SOL di dompet kripto sollet.io (dikembangkan oleh Serum Academy), Trust Wallet untuk perangkat seluler, dan dompet lainnya yang mendukung SPL. Jika ingin melakukan staking SOL, Anda memerlukan dompet yang mendukung staking. Anda dapat menggunakan dompet SolFlare atau menggunakan alat baris perintah Solana. Dompet Anda akan memungkinkan Anda untuk membuat akun staking dan mendelegasikan token SOL ke seorang validator.

Penutup

Sebagai proyek yang relatif baru, Solana telah memberikan manfaat yang telah dijanjikannya dalam hal kecepatan dan skalabilitas. Harga tokennya juga telah berkembang dengan baik, sehingga menarik minat para investor. Namun, adopsi dan penggunaan jaringannya sendiri masih dalam tahap awal.

Sampai kita melihat lalu lintas padat dan lebih banyak kasus penggunaan Solana, kita tidak akan mengetahui apakah kecepatannya membuat banyak perbedaan dalam dunia mata uang kripto. Memiliki jaringan cepat adalah hal bagus, tetapi manfaatnya hanya akan terasa ketika orang mulai lebih menggunakannya dan kegunaannya bertambah.