Apa Itu Standar Token?
Daftar Isi
Pendahuluan
Mengapa Harus Menggunakan Standar Token?
Standar Token Umum dalam Kripto dan DeFi
Batasan Standar Token
Penutup
Bacaan Lebih Lanjut
Apa Itu Standar Token?
Beranda
Artikel
Apa Itu Standar Token?

Apa Itu Standar Token?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Jan 13, 2023Diperbarui Jan 30, 2023
5m

Ringkasan

Standar token adalah serangkai aturan dan konvensi untuk mengatur cara kerja token kripto. Standar yang populer meliputi ERC-20, BEP-20, ERC-721, dan ERC-1155.

Pendahuluan

Meskipun ada puluhan ribu mata uang kripto, Anda mungkin terkejut saat mengetahui bahwa sebagian besar di antaranya dibangun dengan cetak biru yang sama. Cetak biru tersebut, yaitu standar token, mendefinisikan sejumlah fungsionalitas dan karakteristik utama dari token blockchain.

Mengapa Harus Menggunakan Standar Token?

Interoperabilitas

Standar token memastikan bahwa semua produk yang dibangun menggunakan standar tersebut dapat berinteraksi atau bekerja bersama-sama. Jika sebuah proyek menerbitkan token yang dibangun berdasarkan standar token, maka token baru tersebut akan tetap kompatibel dengan platform dan aplikasi yang sudah ada seperti dompet. Misalnya, aset ERC-20 memiliki interoperabilitas dengan produk dan layanan lain yang dikembangkan menggunakan standar token yang sama.

Ini juga alasan Anda dapat memperdagangkan token ERC-20 yang satu dengan yang lainnya. Tanpa standar token, Anda akan jauh lebih sulit dalam memperdagangkan beberapa mata uang kripto. Anda juga harus membuat dompet tertentu untuk token tertentu daripada menggunakan sebuah dompet yang dapat menyimpan berbagai mata yang kripto.

Komposabilitas

Dalam pemrograman, memiliki sistem dengan komposabilitas membuat pengembang dapat menggunakan kembali komponen yang ada untuk membuat produk baru. Hal ini berlaku pada pembuatan token juga – dengan menggunakan standar token, waktu yang dihabiskan untuk fungsionalitas dasar menjadi lebih singkat, sehingga pengembang memiliki lebih banyak waktu untuk bereksperimen dan berinovasi.

Efisiensi

Standar token juga memfasilitasi interaksi antara smart contract. Setelah mengikuti standar token dan menyebarkan token, smart contract dapat digunakan untuk memantau token yang dibuat.

Standar token seperti ERC-20 dan BEP-20 dilengkapi dengan fungsi penting, termasuk pengambilan alamat dan saldo token, sehingga smart contract dapat memantau token secara lebih efisien. Misalnya, untuk memeriksa token ERC-20, pengembang dapat menggunakan antarmuka yang disebut Contract Application Binary Interface (ABI) untuk melacak transfer token dan data lainnya.

Standar Token Umum dalam Kripto dan DeFi

BEP-20

BEP-20 adalah standar token pada BNB Smart Chain (BSC). Dengan dikembangkan sebagai spesifikasi teknis untuk BSC, standar ini memungkinkan pengembang meluncurkan beragam token, termasuk peggy coin, token utilitas, stablecoin, dan lainnya. Standar BEP-20 juga menghadirkan fitur seperti blacklisting, pencetakan, dan penjedaan burning token.

Berikut adalah fungsi utama standar token BEP-20:

  1. TotalSupply: mendefinisikan total suplai token dari sebuah token BEP-20 tertentu.

  2. BalanceOf: mendefinisikan saldo token.

  3. Transfer: memungkinkan pengguna mentransfer kepemilikan token kepada orang lain.

  4. TransferFrom: memungkinkan token ditransfer ke orang lain atas nama pengguna melalui smart contract.

  5. Approve: mendefinisikan limit terhadap jumlah token yang dapat ditarik oleh sebuah smart contract.

  6. Allowance: mendefinisikan alamat eksternal yang memiliki izin untuk membelanjakan token.

ERC-20

Pada tahun 2015, Fabian Vogelsteller mengusulkan ERC-20, yaitu standar token yang nantinya akan menjadi garis besar utama bagi para pengembang untuk merancang token sendiri, termasuk token virtual, token staking, dan mata uang virtual.

ERC-20 adalah standar token untuk mengembangkan aset yang mengikuti aturan umum dan dapat saling dipertukarkan (dengan kata lain, fungible). Jadi, jika Anda membuat 1.000 unit token ERC-20, masing-masing unit akan memiliki fungsionalitas yang sama. 

Standar BEP-20 sangat mirip dengan ERC-20. Namun, perhatikan bahwa masing-masing merupakan bagian dari jaringan blockchain yang berbeda. Standar token ERC-20 digunakan pada blockchain Ethereum, sedangkan BEP-20 terdapat pada Binance Smart Chain (BSC).

ERC-721

Tahukah Anda bahwa sebagian besar dari non-fungible token (NFT) pada Ethereum menggunakan standar token yang sama, yaitu ERC-721? Baik itu NFT edisi terbatas maupun Proof of Attendance Protocol (POAP), NFT Anda cenderung dibuat dengan cetak biru yang sama. Lalu, apa yang membuat NFT unik? Berdasarkan salah satu pedomannya, untuk menjadi token ERC-721, aset harus memiliki tokenId yang bersifat unik secara global.

Fungsionalitas ERC-721 meliputi transfer token, saldo terkini, total suplai, dan bersifat unik secara global, seperti yang sudah disebutkan.

ERC-1155

Seiring dengan evolusi standar token, muncul satu pedoman yang mencakup kebutuhan industri untuk memiliki beberapa jenis token. ERC-1155 adalah standar multitoken yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis aset digital, termasuk token utilitas seperti BNB dan NFT.

Di antara fitur-fitur lainnya, ERC-1155 menawarkan fungsionalitas batch token, termasuk:

  1. Transfer batch: beberapa aset dapat ditransfer sekaligus.

  2. Saldo batch: saldo beberapa aset dapat diperoleh dalam satu langkah.

  3. Persetujuan batch: semua token dapat disetujui ke sebuah alamat.

  4. Dukungan NFT: token diperlakukan sebagai NFT jika suplainya hanya 1.

Batasan Standar Token

Token yang dibuat dengan standar yang sama memiliki fungsionalitas dasar yang selaras dan dapat saling berinteraksi dengan baik. Namun, token dengan standar yang berbeda tidak dapat melakukannya. Karena ada berbagai aturan yang mengatur standar token dalam industri ini, tidak heran jika token tidak selalu kompatibel satu sama lain. Artinya, token yang dikembangkan menggunakan standar berbeda mungkin tidak ada pada platform yang sama, atau token tidak dapat berkomunikasi atau diperdagangkan satu sama lain. Jika Anda memiliki beberapa mata uang kripto, Anda mungkin pernah merasa kesal karena tidak dapat menggunakan BTC di Ethereum. Untuk mengatasi batasan ini, industri menghadirkan token dengan genre baru yang disebut wrapped token.

Wrapped token

Wrapped token adalah mata uang kripto yang dipatok ke nilai mata uang kripto lain. Biasanya, aset aslinya ditaruh dalam brankas digital yang disebut wrapper. Kemudian, versi wrapped dari aset tersebut dibuat di blockchain lain seperti sebuah avatar.

Penutup

Standar token serupa dengan cetak biru untuk merancang dan meluncurkan token berbasis blockchain. Saat ini, terdapat beberapa standar token di industri. Solusi yang inovatif seperti bridge blockchain dan mekanisme wrapping dapat membantu memperlancar masalah inkompatibilitas di antara token-token tersebut.

Bacaan Lebih Lanjut