Apa Itu Jaringan Lapisan 2 Bitcoin?
Beranda
Artikel
Apa Itu Jaringan Lapisan 2 Bitcoin?

Apa Itu Jaringan Lapisan 2 Bitcoin?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Feb 16, 2024Diperbarui Apr 8, 2024
6m

Poin Utama

  • Jaringan Lapisan 2 Bitcoin mengatasi tantangan skalabilitas, meningkatkan kecepatan transaksi, dan mengurangi biaya. Contoh protokol Lapisan 2 Bitcoin meliputi Lightning Network, Rootstock, Stacks, dan Liquid Network.

  • Lapisan 2 sering kali menggunakan mekanisme penskalaan, seperti state channel, sidechain, dan blockchain rollup.

  • Selain skalabilitas, solusi Lapisan 2 juga menghadirkan keterprograman yang ditingkatkan demi mendorong layanan keuangan yang lebih terdesentralisasi dan layanan Web3 lainnya di blockchain Bitcoin.

Pendahuluan

Sebagai pionir, Bitcoin telah memosisikan diri sebagai mata uang kripto terbesar dan terpopuler. Namun, terlepas dari keberhasilannya, popularitas Bitcoin yang makin meningkat menghadirkan tantangan tertentu, terutama masalah skalabilitas. Sebagai tanggapan terhadap tantangan ini, komunitas kripto telah menghadirkan jaringan Lapisan 2 Bitcoin, yaitu sebuah kelas protokol yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas, mengurangi biaya transaksi, dan membuka kemungkinan baru bagi ekosistem Bitcoin.

Apa Itu Bitcoin Lapisan 2?

Bitcoin Lapisan 2 adalah protokol yang dibangun di atas blockchain Bitcoin. Protokol ini biasanya dirancang untuk mengatasi masalah kinerja atau batasan lain dari main chain. Protokol Lapisan 2 memproses transaksi dari blockchain utama sehingga memberikan keunggulan seperti skalabilitas yang ditingkatkan, keterprograman yang ditingkatkan, dan kemampuan yang diperluas untuk mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi.

Mengapa Harus Bitcoin Lapisan 2?

Desain awal Bitcoin sebagai sistem pembayaran yang terdesentralisasi dan aman menghadapi batasan dalam segi skalabilitas. Waktu pembuatan blok rata-rata sepanjang 10 menit dan throughput sebanyak tujuh transaksi per detik (TPS) terbukti tidak cukup selama periode volume transaksi tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan biaya dan keterlambatan. 

Bahasa pembuatan skrip blockchain Bitcoin yang terbatas juga membatasi kemampuannya untuk mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApp) yang kompleks. Konsep jaringan Lapisan 2 Bitcoin muncul untuk mengatasi tantangan ini. 

Bitcoin Lapisan 2: Cara Kerjanya

Solusi Lapisan 2 beroperasi berdasarkan prinsip pemrosesan off-chain yang memungkinkan transaksi berlangsung di luar blockchain utama, sehingga mengurangi beban pada Lapisan 1. Dengan membuat saluran off-chain, pengguna dapat melakukan beberapa transaksi tanpa perlu menambahkan setiap transaksi secara langsung ke blockchain. Pendekatan off-chain ini bukan hanya meningkatkan throughput transaksi, melainkan juga meminimalkan biaya sehingga transaksi mikro dan transaksi point-of-sale menjadi lebih praktis.

Terdapat beberapa mekanisme yang mendukung fungsionalitas jaringan Bitcoin Lapisan 2, termasuk state channel, rollup chain, dan sidechain.

1. State channel

Solusi Lapisan 2 seperti Lightning Network memanfaatkan state channel untuk memungkinkan pengguna membuat saluran terenkripsi ujung ke ujung untuk mengirim dan menerima pembayaran. Transaksi dalam saluran ini terjadi secara off-chain dengan hanya saldo pembukaan dan penutupan yang dilaporkan ke jaringan utama, sehingga mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi.

2. Blockchain rollup 

Blockchain rollup (optimistic dan zk-rollup) menggabungkan beberapa transaksi off-chain menjadi satu potongan data yang kemudian ditambahkan ke blockchain utama. Pendekatan ini meningkatkan skalabilitas dan dapat meningkatkan throughput transaksi secara signifikan.

3. Sidechain

Sebagai blockchain independen dengan mekanisme konsensus sendiri, sidechain terhubung ke Lapisan 1 melalui bridge dua arah. Koneksi ini memungkinkan transfer aset di antara chain, mendukung solusi Lapisan 2 tambahan, dan memperluas kemampuan jaringan Bitcoin.

Contoh Solusi Lapisan 2 Bitcoin

Beberapa solusi Lapisan 2 telah muncul di dalam ekosistem Bitcoin yang masing-masing berkontribusi terhadap skalabilitas dan menghadirkan fungsionalitas baru.

1. Lightning Network

Lightning Network diluncurkan pada tahun 2018 dan menggunakan state channel untuk memungkinkan transaksi mikro di atas Bitcoin Lapisan 1. Blockchain ini memfasilitasi transaksi yang cepat dan murah dengan melakukan beberapa transaksi secara off-chain serta menyelesaikan saldo pembukaan dan penutupan di blockchain utama.

2. Rootstock (RSK)

Dengan beroperasi sebagai sidechain, Rootstock memelopori smart contract pada blockchain Bitcoin. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengirim Bitcoin ke jaringan Rootstock yang membuatnya menjadi smart Bitcoin (RBTC) yang terkunci di dompet RSK pengguna, sehingga memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.

3. Protokol Stacks

Blockchain Lapisan 2 ini (sebelumnya Blockstack) memungkinkan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Bitcoin. Stacks menggunakan mikroblok untuk meraih kecepatan dan mekanisme Proof-of-Transfer (PoX) yang mengikat transaksi ke blockchain Bitcoin.

4. Liquid Network

Liquid Network adalah sidechain Bitcoin Lapisan 2 yang memungkinkan penggunanya untuk memindahkan bitcoin mereka bolak-balik menggunakan mekanisme patokan dua arah. Ketika ditransfer ke Liquid Network, BTC akan dikonversi menjadi Liquid BTC (L-BTC) dengan rasio 1:1. Sidechain ini juga mendukung penerbitan token dan aset digital lainnya.

Kegunaan Bitcoin Lapisan 2 Melampaui Skalabilitas

Solusi Bitcoin Lapisan 2 bukan hanya mengatasi masalah skalabilitas, melainkan juga membuka pintu untuk kegunaan dan fungsi baru dalam ekosistem Bitcoin.

1. Keterprograman yang ditingkatkan: Solusi Lapisan 2 menghadirkan fungsionalitas smart contract yang kompleks ke jaringan Bitcoin, sehingga memungkinkan pengembangan layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), non-fungible token (NFT), dan aplikasi Web3 lainnya.

2. DeFi Bitcoin: Solusi Lapisan 2 seperti Lightning Network dan Stacks memfasilitasi pertumbuhan keuangan terdesentralisasi pada blockchain Bitcoin, sehingga memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam manajemen aset, atomic swap, pengambilan pinjaman, pemberian pinjaman, dan perdagangan.

3. Mengatasi trilema blockchain: Bitcoin Lapisan 2 berkontribusi dalam mengatasi trilema blockchain dengan menyeimbangkan desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas. Jaringan Bitcoin memprioritaskan desentralisasi dan keamanan, sedangkan solusi Lapisan 2 mengatasi masalah skalabilitas.

Kemunculan Jaringan Bitcoin Lapisan 2

Baru-baru ini, signifikansi jaringan Bitcoin Lapisan 2 telah meraih momentum dengan perkembangan besar yang menunjukkan adopsi dan integrasi yang meluas. Misalnya, Binance mengumumkan penyelesaian integrasi Lightning Network pada tahun 2023 yang memungkinkan pengguna memanfaatkan solusi penskalaan lapisan 2 untuk penarikan dan penyetoran Bitcoin. Langkah ini menekankan makin pentingnya solusi Lapisan 2 dalam ekosistem kripto yang lebih luas.

Di masa mendatang, solusi Bitcoin Lapisan 2 menjanjikan potensi yang sangat besar seiring dengan perkembangan bidang ini. Komunitas kripto telah menyaksikan pertumbuhan dan inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam ekosistem Bitcoin. Jaringan Lapisan 2 berperan penting dalam mendorong kemajuan ini.

Penutup

Munculnya jaringan Lapisan 2 Bitcoin telah berhasil mengatasi tantangan skalabilitas yang dihadapi oleh Bitcoin dengan memberikan solusi yang meningkatkan kecepatan transaksi, mengurangi biaya, dan membuka kemampuan baru. Selain peningkatan skalabilitas, solusi Bitcoin Lapisan 2 menghadirkan keterprograman yang ditingkatkan untuk membuka jalan bagi layanan DeFi, manajemen aset, dan lainnya di blockchain Bitcoin.

Bacaan Lebih Lanjut


Penafian: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” untuk informasi umum dan tujuan pendidikan saja tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya ataupun dimaksudkan untuk menyarankan pembelian produk atau jasa tertentu. Anda sebaiknya mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Jika artikel merupakan kontribusi dari kontributor pihak ketiga, harap diperhatikan bahwa pandangan yang dinyatakan berasal dari kontributor pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy. Silakan baca penafian lengkap kami di sini untuk detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang mungkin Anda alami. Materi ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya. Untuk informasi selengkapnya, baca Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.