Kegunaan Blockchain: Game
HomeArticles

Kegunaan Blockchain: Game

Pemula
6d ago
5m

Daftar isi


Ekosistem blockchain berkembang dengan kecepatan tinggi, menghasilkan dampak yang terus meningkat setiap hari. Walaupun teknologi ini kebanyakan digunakan dalam jaringan mata uang kripto, ini juga memungkinkan digunakan untuk menghasilkan solusi-solusi inovatif dalam indutri yang lebih luas.

Di Binance Academy, Anda dapat menemukan berbagai jenis artikel yang mendiskusikan kegunaan blockchain. Contoh-contoh penting seperti kesehatanpemerintahanrantai pasokanIoT, dan amal.

Tetapi apakah Anda tahu bahwa teknologi blockchain juga sedang mengubah industri game?


Industri game saat ini

Saat ini mayoritas game online mengikuti model sentralisasi. Ini berarti bahwa semua data yang terlibat disimpan pada server yang sepenuhnya dikendalikan oleh administrator game.

Biasanya, data meliputi informasi akun dan riwayat server - yang merekam dan menyimpan semua kegiatan dan aset-aset in-game yang dikumpulkan oleh pemain (seperti barang koleksi, item, dan uang virtual).

Karena database dimiliki oleh perusahaan tunggal, para pemain tidak memiliki kepemilikan nyata dari akun dan item-item mereka. Juga, server tersentralisasi memiliki banyak batasan dan kerentanan, yang mungkin meliputi:

  • Kerusakan server karena masalah teknis
  • Penyusupan sistem oleh peretas
  • Penutupan game
  • Larangan akun yang tidak semestinya
  • Kurangnya transparansi dalam hal mekanisme dan tarif game
  • Manipulasi ekonomi game oleh pengembang dan administrator

Dengan kata lain, kekuasaan ada di tangan perusahaan game. Tapi untungnya, teknologi blockchain mampu menghapuskan atau memitigasi kebanyakan dari masalah-masalah ini.


Bagaimana cara kerjanya?

Sebagai database terdistribusi, sistem yang berbasis blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi dan mengamankan semua jenis data digital, termasuk riwayat in-game, item-item digital, dan aset-aset yang ditokenisasi. Ide utamanya adalah untuk mengambil alih kekuasaan dari perusahaan game dan memberikannya kembali kepada para pemain.

Dengan begini, setiap pemain dapat memiliki kendali penuh atas akun dan aset digital mereka, dan mereka bebas untuk menukarkan aset-aset ini setiap saat. Ada beberapa metode berbeda dalam pengembangan dan pemeliharaan game blockchain.


Bagaimana blockchain berdampak terhadap dunia game?

Bagian ini memperkenalkan beberapa cara paling umum di mana teknologi blockchain dapat berdampak pada industri game.


Kepemilikan nyata

Sebagaimana telah disebutkan, game berbasis blockchain memungkinkan para pemain untuk memiliki kepemilikan permanen dan kendali penuh atas aset-aset in-game mereka. Biasanya, setiap aset diwakili oleh sebuah non-fungible token (NFT) yang unik, seperti token-token ERC-721.

Aset-aset ini adalah kartu in-game, skin, perlengkapan, dan karakter. Tetapi apapun jenis asetnya, semuanya dapat ditautkan ke token-token blockchain, yang dikelola oleh sebuah jaringan terdistribusi.


Pasar terdesentralisasi

Perusahaan game memiliki kekuatan untuk memanipulasi drop rate dan ekonomi game mereka. Mereka juga dapat mengunci atau mengikat item-item in-game, sehingga tidak dapat diperdagangkan.

Sebaliknya, game yang dibangun di atas jaringan blockchain memungkinkan terciptanya pasar desentralisasi. Ini membuat para pemain tidak harus mempercayai pemain lainnya, sementara juga memberikan sifat tahan sensor. Semua pemain dapat dengan bebas untuk membeli, menjual, dan menukarkan aset-aset in-game mereka dengan cara peer-to-peer.


Merampingkan pembayaran

Blockchain dan smart contracts memiliki kemampuan untuk mengurangi biaya dan mempercepat transaksi keuangan. Juga dapat mempermudah semua jenis pembayaran, tidak hanya untuk pertukaran di antara para pemain (peer-to-peer) tetapi juga di antara pemain dan pengembang.

 

Game multi-semesta

Dengan menautkan data in-game dan item-item ke token blockchain, para pemain dapat menukarkan aset mereka di antara game-game yang berbeda. Ini juga memungkinkan untuk mendaur ulang aset digital mereka sambil mempermainkan game yang berbeda.

Karena item game diwakili menggunakan token digital, para pemain dapat menukarkan token-token ini ke pasar game yang lain, yang ada dalam blockchain yang sama.


Arena bermain yang fair

Tergantung pada implementasinya, blockchain memungkinkan terciptanya server game yang open-source, terdistribusi, dan transparan. Dengan begitu, mekanisme game hanya dapat diubah jika mayoritas jaringan memilihnya.

Selain itu, sifat bawaan terdistribusi dari blockchain mencegah peretas dan penipu untuk menggangu game karena tidak ada single point of failure.


Game tak terbatas

Ketika game berada dalam server tersentralisasi, pengembang dapat mengabaikan dan menutup game kapan saja. Dengan blockchain, para pemain dapat terus memainkan game meskipun pengembang sudah tidak ada.

Sepanjang jaringan blockchain tetap berjalan, game akan tetap hidup. Pada beberapa kasus, pengambang baru mengambil alih untuk melanjutkan perkembangan proyek.


Keterbatasan

Walaupun teknologi blockchain membuka cakrawala baru dalam lingkungan game, tetap saja masih ada tantangan-tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Skalabilitas. Blockchain cenderung lebih lambat dibandingkan jaringan tersentralisasi, yang membuatnya sulit untuk diadopsi dalam skala global.
  • Kurangnya adopsi. Walaupun terdapat ratusan game blockchain tersedia, permintaan masih sangat rendah. Kebayakan game memiliki jumlah pemain yang sangat sedikit.
  • Sentralisasi. Tidak semua game berbasis blockchain sepenuhnya terdesentralisasi. Beberapa memang menggunakan token ERC-721 atau token dari blockchain lain tetapi sesungguhnya dijalankan pada server tersentralisasi.
  • Kesederhanaan.  Ada beberapa yang lebih baik, tetapi kebanyakan game blockchain terlalu sederhana untuk merarik perhatian para pemain yang menghargai gambar berkualitas atau menginginkan pengalaman bermain yang rumit.
  • Hambatan masuk. Mengumpulkan dana untuk memulai dan mengelola game blockchain memang agak menantang. Kurangnya adopsi, bersamaan dengan masalah skalabilitas dapat menghambat pekerjaan para pengembang.
  • Kompetisi. Game blockchain sering dikembangkan oleh group independen yang kecil (game indie). Tim ini mungkin akan menemukan kesulitan dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan game besar dari dunia tersentralisasi.

Untungnya, berbagai solusi sedang dikembangkan. Beberapa tim sedang menguji Ethereum PlasmaLightning Network, dan Layer 2 lainnya untuk mengatasi masalah skalabilitas.


Contoh game blockchain

Jika dibandingkan dengan industri game tradisional, game blockchain masih sangat baru dan relatif kecil. Namun, telah ada ratusan DApps dan game dibangun di atas jaringan blockchain.

Kebanyakan game dijalankan di atas blockchain Ethereum, tetapi terdapat juga daftar proyek yang berkembang pada jaringan lainnya, seperti EOS, Enjin, Loom, TRON, ONT, NEO, VeChain, dan IOST. Sedikit contoh game berbasis blockchain meliputi:

  • Decentraland (platform realitas virtual)
  • Cryptokitties
  • Gods Unchained
  • My Crypto Heroes
  • Cheeze Wizards
  • Crypto Space Commander
  • Mythereum
  • Axie Infinity
  • HyperSnakes
  • EOS Dynasty
  • EOS Knights
  • Beyond the Void
  • CryptoZombies
  • Relentless
  • HyperDragons Go
  • CryptoWars

Penutup

Sangat jelas bahwa teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam industri game. Blockchain memberikan kemajuan signifikan bagi para pemain dan pengembang, khususnya dalam hal desentralisasi, transparansi, dan interoperabilitas. 

Jika pengembang dapat mengatasi batasan-batasan besar yang ada, blockchain kemungkinan akan mengubah dunia game ke arah yang lebih baik, dan kita akan melihat bidang baru dalam dunia hiburan yang memberikan kebebasan kepada para pemain.