Apa itu Bridge Blockchain?
Daftar Isi
Pendahuluan
Mengapa kita memerlukan bridge blockchain?  
Bagaimana cara kerja bridge blockchain? 
Apa saja jenis bridge blockchain yang tersedia? 
Manfaat bridge blockchain
Risiko bridge blockchain
Bagaimana masa depan bridge blockchain? 
Penutup
Apa itu Bridge Blockchain?
Beranda
Artikel
Apa itu Bridge Blockchain?

Apa itu Bridge Blockchain?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Jun 22, 2022Diperbarui Nov 11, 2022
7m

Ringkasan

Bridge blockchain adalah protokol yang menghubungkan dua blockchain untuk memungkinkan interoperabilitas di antara keduanya. Jika Anda memiliki bitcoin tetapi ingin berpartisipasi dalam aktivitas DeFi di jaringan Ethereum, bridge blockchain memungkinkan Anda untuk melakukannya tanpa menjual bitcoin. Bridge blockchain penting dalam mencapai interoperabilitas dalam bidang blockchain.

 

Pendahuluan

Untuk memahami bridge blockchain, Anda harus memahami blockchain terlebih dahulu. Bitcoin, Ethereum, dan BNB Smart Chain adalah beberapa ekosistem blockchain utama. Semuanya mengandalkan berbagai protokol konsensus, bahasa pemrograman, dan aturan sistem. 

Bridge blockchain adalah protokol yang menghubungkan dua blockchain yang berbeda dalam segi ekonomi dan teknologi untuk memungkinkan interaksi di antara keduanya. Protokol ini berfungsi seperti jembatan fisik yang menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya. Pulau-pulau diibaratkan seperti ekosistem blockchain yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, bridge blockchain memungkinkan interoperabilitas. Artinya, aset digital dan data yang ditampung dalam satu blockchain dapat berinteraksi dengan blockchain lainnya. Interoperabilitas merupakan landasan dari internet: Mesin di seluruh dunia menggunakan serangkaian protokol terbuka yang sama untuk saling berkomunikasi. Dalam bidang blockchain yang memiliki banyak protokol unik, bridge blockchain penting dalam memungkinkan kemudahan dalam pertukaran data dan nilai. 


Mengapa kita memerlukan bridge blockchain?  

Seiring bidang blockchain berkembang dan meluas, salah satu batasan yang paling signifikan adalah kurangnya kapasitas berbagai blockchain untuk bekerja sama. Setiap blockchain memiliki aturan, token, protokol, dan smart contract sendiri. Bridge blockchain membantu menembus batasan ini dan menyatukan ekosistem kripto yang terisolasi. Jaringan blockchain yang saling terhubung dapat memungkinkan token dan data dipertukarkan dengan lancar. 

Selain memungkinkan transfer secara cross-chain, bridge blockchain memberikan manfaat lain. Bridge blockchain memungkinkan pengguna untuk mengakses protokol baru di chain lain dan memungkinkan pengembang dari berbagai komunitas blockchain untuk berkolaborasi. Dengan kata lain, bridge blockchain merupakan komponen penting dari masa depan industri blockchain yang memiliki interoperabilitas.

 

Bagaimana cara kerja bridge blockchain? 

Kegunaan yang paling umum untuk bridge blockchain adalah transfer token. Misalnya, Anda ingin mentransfer bitcoin (BTC) ke jaringan Ethereum. Salah satu caranya adalah dengan menjual BTC, lalu membeli ether (ETH). Namun, tindakan ini akan menimbulkan biaya transaksi dan membuat Anda terdampak oleh volatilitas harga. 

Atau, Anda dapat mencapai tujuan ini dengan menggunakan bridge blockchain tanpa menjual kripto. Ketika Anda melakukan bridging 1 BTC ke dompet Ethereum, kontrak bridge blockchain akan mengunci BTC Anda dan membuat Wrapped BTC (WBTC), yaitu token ERC20 yang kompatibel dengan jaringan Ethereum, dalam jumlah yang setara. Jumlah BTC yang ingin dialihkan akan dikunci dalam sebuah smart contract dan jumlah token yang setara di jaringan blockchain tujuan akan diterbitkan atau dicetak. Wrapped token adalah versi token dari mata uang kripto lain. Patokannya adalah nilai aset yang diwakilinya dan biasanya dapat ditebus dengan aset terkait (unwrapping) kapan pun.

Dari sudut pandang pengguna, proses ini memerlukan beberapa langkah. Misalnya, untuk menggunakan Binance Bridge, Anda harus memilih chain yang diinginkan sebagai asal bridging terlebih dahulu, lalu menentukan jumlahnya. Kemudian, Anda akan menyetor kripto tersebut ke alamat yang dihasilkan oleh Binance Bridge. Setelah kripto dikirim ke alamat selama jangka waktu tersebut, Binance Bridge akan mengirimkan wrapped token dalam jumlah yang setara kepada Anda di blockchain lain. Jika Anda ingin mengonversi kembali dana, cukup lalui proses sebaliknya.

 

Apa saja jenis bridge blockchain yang tersedia? 

Bridge blockchain dapat dikategorikan berdasarkan fungsi, mekanisme, dan level sentralisasi. 

Bridge kustodian vs. non-kustodian

Salah satu kategorisasi yang umum adalah dengan membagi bridge blockchain menjadi dua jenis: kustodian (tersentralisasi) dan nonkustodian (terdesentralisasi). 

Bridge kustodian mengharuskan pengguna memercayai entitas sentral untuk mengoperasikan sistem dengan benar dan aman. Pengguna harus melakukan penelitian yang ekstensif untuk memastikan bahwa entitas ini tepercaya. 

Bridge nonkustodian beroperasi secara terdesentralisasi dengan mengandalkan smart contract untuk mengelola proses penguncian dan pencetakan kripto, sehingga pengguna tidak perlu memercayai operator bridge. Dalam kasus ini, keamanan sistem menjadi sebaik kode dasarnya.

Bridge blockchain berdasarkan fungsi

Klasifikasi lainnya didasarkan pada fungsi bridge blockchain. Beberapa contohnya adalah bridge wrapped asset dan bridge sidechain.

Bridge wrapped asset memungkinkan interoperabilitas kripto. Misalnya, memindahkan bitcoin ke jaringan Ethereum dengan melakukan wrapping BTC menjadi Wrapped BTC (WBTC), yaitu token ERC20 yang kompatibel dengan jaringan Ethereum. Bridge sidechain menghubungkan blockchain induk dengan sidechain anaknya, sehingga memungkinkan interoperabilitas di antara keduanya. Bridge ini diperlukan karena induk dan sidechain mungkin memiliki mekanisme konsensus yang berbeda. Salah satu contohnya adalah xDai Bridge yang menghubungkan mainnet Ethereum dengan Gnosis Chain (sebelumnya blockchain xDai), yaitu sidechain pembayaran stabil berbasis Ethereum. xDai diamankan oleh serangkaian validator yang berbeda dengan validator yang mengelola jaringan Ethereum. xDai Bridge memungkinkan transfer nilai yang mudah di antara kedua chain tersebut.

Bridge blockchain berdasarkan mekanisme 

Terdapat bridge searah dan bridge dua arah. Bridge searah berarti pengguna hanya dapat melakukan bridging aset ke satu blockchain tujuan, tetapi tidak untuk kembali ke blockchain aslinya. Bridge dua arah memungkinkan bridging aset dari kedua arah. 

 

Manfaat bridge blockchain

Manfaat terpenting dari bridge blockchain adalah kemampuan untuk meningkatkan interoperabilitas. 
Bridge ini memungkinkan penukaran token, aset, dan data di berbagai blockchain, baik di antara  protokol lapisan 1 dan lapisan 2 maupun berbagai sidechain. Misalnya, WBTC memungkinkan pengguna bitcoin untuk menjelajahi aplikasi terdesentralisasi (dapp) dan layanan DeFi dari ekosistem Ethereum. Sektor blockchain dengan interoperabilitas penting bagi keberhasilan masa depan industri ini.

Keunggulan lain dari bridge blockchain adalah untuk meningkatkan skalabilitas. Beberapa bridge blockchain dapat menangani sejumlah besar transaksi, sehingga meningkatkan efisiensi. Misalnya, Ethereum-Polygon Bridge adalah bridge dua arah terdesentralisasi yang berfungsi sebagai solusi penskalaan untuk jaringan Ethereum. Hasilnya, pengguna diuntungkan dengan transaksi yang lebih cepat dan biaya transaksi yang lebih rendah.

 

Risiko bridge blockchain

Di saat yang sama, bridge blockchain memiliki beberapa batasan. Penyerang telah mengeksploitasi kerentanan smart contract dari beberapa bridge blockchain. Sejumlah besar kripto telah disalahgunakan oleh pelaku kejahatan dari bridge cross-chain. 

Bridge kustodian dapat membuat pengguna rentan terhadap risiko kustodian. Secara teoretis, entitas tersentralisasi di balik bridge kustodian dapat mencuri dana pengguna. Saat menggunakan bridge kustodian, pilih merek yang sudah mapan dengan rekam jejak jangka panjang. 

Potensi batasan teknis lainnya adalah bottleneck laju transaksi. Bottleneck kapasitas throughput satu chain dapat menghambat interoperabilitas blockchain skala besar. 

Sebuah bridge dapat mengurangi kepadatan pada jaringan yang sibuk, tetapi memindahkan aset ke chain lain tidak menyelesaikan masalah skalabilitas karena pengguna tidak selalu memiliki akses ke rangkaian dapp dan layanan yang sama. Misalnya, beberapa dapp Ethereum tidak tersedia di Polygon Bridge yang membatasi efektivitas penskalaannya. 

Terakhir, bridge blockchain dapat membuat protokol dasar rentan terhadap risiko yang berkaitan dengan perbedaan trust (kepercayaan). Karena bridge blockchain menghubungkan berbagai blockchain, keseluruhan keamanan jaringan yang saling terhubung akan bergantung pada koneksi terlemahnya. 

 

Bagaimana masa depan bridge blockchain? 

Internet merupakan sistem yang revolusioner salah satunya karena interoperabilitasnya yang tinggi. Bridge blockchain penting dalam meningkatkan interoperabilitas dan adopsi massal industri blockchain. Bridge telah memunculkan beberapa inovasi penting yang memungkinkan pengguna untuk menukar aset di antara berbagai protokol blockchain. Bridge blockchain telah bertumbuh secara signifikan dalam segi jumlah bridge, pengguna, dan total volume transaksi.  

Kebutuhan terhadap bridge blockchain cenderung akan terus meningkat seiring internet bergerak menuju Web3. Inovasi di masa depan dapat memberikan skalabilitas dan efisiensi yang lebih baik bagi pengguna dan pengembang. Mungkin akan ada solusi inovatif untuk mengatasi risiko keamanan yang berkaitan dengan bridge. Bridge blockchain merupakan bagian integral dalam membangun bidang blockchain yang memiliki interoperabilitas, terbuka, dan terdesentralisasi. 


Penutup

Pengembangan industri blockchain didorong oleh inovasi yang terus-menerus. Terdapat protokol pionir seperti jaringan Bitcoin dan Ethereum yang diikuti dengan sejumlah blockchain lapisan 1 dan lapisan 2 alternatif. Jumlah koin dan token kripto telah bertumbuh secara signifikan. 

Aturan dan teknologi yang terpisah memerlukan bridge blockchain agar dapat saling terhubung. Ekosistem blockchain yang ditautkan dengan bridge akan mengalami peningkatan kepaduan dan interoperabilitas, sehingga membuka peluang untuk skalabilitas dan efisiensi yang lebih baik. Dengan banyaknya serangan terhadap bridge cross-chain, pencarian untuk rancangan bridge yang lebih aman dan kokoh terus berlanjut.