Apa Itu Bitcoin Cash (BCH)?
Daftar Konten
Pendahuluan
Skalabilitas blockchain
Bagaimana cara kerja BCH?
Fitur utama BCH
Pembayaran sehari-hari
Cara menyimpan Bitcoin Cash (BCH)
Bitcoin SV
Penutup
Apa Itu Bitcoin Cash (BCH)?
BerandaArtikel
Apa Itu Bitcoin Cash (BCH)?

Apa Itu Bitcoin Cash (BCH)?

Pemula
Published Jun 16, 2021Updated Aug 30, 2021
5m


Pendahuluan

Saat politik masuk ke dalam bidang blockchain, hard fork dapat mendesak proyek baru. Bitcoin Cash (BCH) dibuat oleh sekelompok pengembang, investor, pengusaha, dan miner yang tidak puas dengan rencana pengembangan Bitcoin. Bitcoin Cash yang dibuat pada bulan Agustus 2017 merupakan sistem tunai elektronik peer-to-peer yang berfokus pada skalabilitas yang ditingkatkan dan biaya transaksi yang rendah. Proyek ini juga disebut dengan Bitcoin ABC (Adjustable Blocksize Cap/Batas Ukuran Blok yang Dapat Disesuaikan).


Skalabilitas blockchain

Tahun 2017, Bitcoin mengalami waktu konfirmasi transaksi panjang dan biaya transaksi meningkat, sehingga menyimpang dari janji awal sebagai pembayaran hampir instan dengan biaya sangat rendah. Sebelum Bitcoin Cash dibuat, ada perdebatan sengit dalam komunitas Bitcoin mengenai dampak peningkatan limit ukuran blok.

Karena Bitcoin terdesentralisasi, perubahan yang diajukan terhadap protokol memerlukan persetujuan yang menyeluruh. Oleh karena itu, semua node jaringan perlu mencapai konsensus saat membuat perubahan dan pembaruan terhadap perangkat lunak Bitcoin.

Bitcoin Cash disajikan sebagai mata uang kripto yang lebih dapat diskalakan dengan biaya transaksi yang lebih rendah dan waktu konfirmasi yang lebih singkat. Komunitas BCH berpendapat bahwa proyek ini lebih sesuai dengan proposal mata uang elektronik peer-to-peer dari Satoshi Nakamoto. Hal ini terutama karena altcoin tersebut menawarkan sistem pembayaran yang lebih cepat dan murah yang mungkin lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari daripada Bitcoin.
Tidak lama setelah forking Bitcoin Cash, blockchain Bitcoin asli mendapatkan peningkatan soft fork yang telah lama dinantikan untuk menerapkan teknologi yang disebut SegWit (Segregated Witness). Peningkatan tersebut dibuat pada tahun 2015 oleh pengembang Bitcoin, Pieter Wuille. Implementasinya dilakukan di jaringan Bitcoin untuk mengatasi kemacetan jaringan dan masalah skalabilitas lainnya.

Soft Fork SegWit direncanakan sebelum hard fork BCH, tetapi pendukung Bitcoin Cash meyakini bahwa SegWit merupakan alternatif yang lebih rendah dalam meningkatkan limit ukuran blok. Forking Bitcoin Cash dari Bitcoin didukung oleh beberapa anggota terkemuka dalam industri blockchain, termasuk Jihan Wu (co-founder Bitmain) dan Roger Ver (CEO Bitcoin.com).


Bagaimana cara kerja BCH?

Bitcoin Cash merupakan forking langsung dari kode sumber Bitcoin asli, sehingga ada banyak kemiripan. Kedua jaringan menjalankan mekanisme konsensus Proof of Work dan terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dan berkontribusi. Selain itu, alamat apa pun yang memiliki BTC sebelum forking akan menerima jumlah BCH yang sama setelah forking (string alamat yang sama, tetapi di jaringan yang berbeda).
Serupa dengan Bitcoin, BCH juga memiliki waktu blok target selama 10 menit dan pasokan maksimal sebesar 21 juta koin. Tingkat emisi BCH mengalami halving setiap 210.000 blok (sekitar setiap empat tahun). Reward blok saat ini adalah 6,25 BCH per blok.

Tidak seperti Bitcoin, Bitcoin Cash memiliki limit ukuran blok yang ditingkatkan, sehingga memungkinkan lebih banyak transaksi dimasukkan dalam setiap blok. Limit ukuran blok awalnya ditingkatkan dari 1 MB menjadi 8 MB, kemudian ditingkatkan lagi pada tahun 2018 menjadi 32 MB.

Namun, dalam praktiknya, ukuran blok rata-rata BCH hanya melampaui 1 MB beberapa kali sejak tahun 2017. Kita dapat melihat perbandingan antara ukuran blok rata-rata BTC dan BCH di BitInfoCharts.com.


Bitcoin dan Bitcoin Cash sama-sama menyesuaikan kesulitan mining melalui difficulty adjustment algorithm (DAA/algoritme penyesuaian kesulitan). Namun, Bitcoin menyesuaikan kesulitan setiap 2016 blok sedangkan kesulitan mining Bitcoin Cash disesuaikan setelah setiap blok.

Di masa lalu, Bitcoin Cash juga menerapkan algoritma emergency difficulty adjustment (EDA/penyesuaian kesulitan darurat) untuk mengurangi kesulitan mining dan memberi insentif kepada miner jika bergabung dengan jaringan. Namun, algoritm ini kemudian dihapus karena tidak stabil. Implementasi EDA merupakan salah satu alasan blockchain BCH menjadi ribuan blok di depan Bitcoin.

Pada tahun 2019, Bitcoin Cash mengimplementasikan teknologi yang disebut Schnorr Signatures, yaitu sebuah algoritma alternatif yang mengubah cara tanda tangan digital digunakan. Skema Schnorr Signatures bersifat sederhana dan aman serta memungkinkan privasi dan skalabilitas yang ditingkatkan daripada skema ECDSA yang saat ini digunakan Bitcoin.


Fitur utama BCH

  • Kode sumber BCH didasarkan pada protokol Bitcoin asli.
  • Pasokannya dibatasi sebesar 21 juta.
  • Sebagai forking dari Bitcoin, BCH juga menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) untuk menerbitkan koin baru.
  • Ukuran blok yang ditingkatkan dari 1 MB ke 32 MB.
  • Komunitas berpendapat bahwa etos BCH lebih sesuai dengan rencana awal Satoshi.
  • Kesulitan mining BCH disesuaikan setelah setiap blok melalui algoritma penyesuaian kesulitan (DAA).
  • BCH tidak mengimplementasikan SegWit.
  • BCH mengimplementasikan Schnorr Signatures pada tahun 2019.
  • Pengembangan smart contract menjadi bawaan dalam pembaruan mendatang.


Pembayaran sehari-hari

Komunitas Bitcoin Cash berpendapat bahwa BCH dirancang untuk digunakan sebagai uang. Anda dapat menggunakannya untuk mengirim dan menerima uang dengan cepat dari dan ke siapa pun dengan dompet BCH, baik itu individu maupun bisnis. Dengan waktu transaksi yang cepat dan biaya yang rendah, BCH dapat menjadi lebih cocok untuk digunakan sehari-hari daripada Bitcoin, khususnya saat melakukan pembayaran kecil.

Meskipun ada toko dan merchant yang menerima pembayaran Bitcoin Cash, sepertinya penggunaannya masih belum luas. Per bulan Juni 2021, Peta Bitcoin.com menandai ribuan toko yang menerima BCH, namun sebagian besar darinya saat ini tidak menyebutkan atau memberikan pilihan pembayaran tersebut, sehingga mengesankan bahwa peta tersebut tidak akurat atau sudah lama.


Cara menyimpan Bitcoin Cash (BCH)

Kami menyarankan untuk menggunakan Trust Wallet. Ada ratusan dompet kripto lainnya yang mendukung BCH, seperti dompet perangkat keras Ledger, Trezor, dan Cobo Vault. Anda juga dapat menyimpan BCH di dompet desktop seperti Electrum Cash.

Beberapa pendukung Bitcoin Cash menyarankan penggunaan dompet Bitcoin.com atau Coinomi untuk menyimpan BCH. Kedua dompet perangkat lunak ini tersedia di Windows, Mac, Linux, Android, dan iOS.

Penting untuk mengingat bahwa BTC dan BCH beroperasi di jaringan blockchain yang berbeda. Anda tidak dapat mengirim Bitcoin ke alamat dompet Bitcoin Cash dan sebaliknya.


Bitcoin SV

Pada tahun 2018, sebagian dari komunitas Bitcoin Cash melakukan forking protokol untuk membuat mata uang kripto lain yang disebut Bitcoin Satoshi Vision (disebut juga sebagai Bitcoin SV atau BSV) yang memiliki limit ukuran blok yang lebih besar lagi, yaitu 2 GB.

Hard fork yang kontroversial ini didukung oleh Craig S. Wright dan Calvin Ayre. Peristiwa ini dikenal sebagai Hash War. Namun, BSV gagal mendapatkan dukungan yang kuat dari komunitas kripto. Kurangnya dukungan dan adopsi kemungkinan berkaitan dengan klaim palsu dari Craig S. Wright terkait penemu Bitcoin, Satoshi Nakamoto.


Penutup

Dari ribuan proyek mata uang kripto yang merupakan forking dari Bitcoin, BCH adalah salah satu yang berhasil bertahan cukup relevan. Meskipun belum mencapai posisi puncak dan ketenaran seperti Bitcoin, Anda masih dapat menemukan toko yang menerima BCH sebagai pembayaran, khususnya karena biaya transaksi yang lebih rendah dan waktu konfirmasi yang lebih cepat.

Namun, ukuran blok yang lebih besar juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan jaringan dan dengan begitu, Bitcoin masih dianggap sebagai jaringan blockchain yang paling aman. Selain itu, Bitcoin tetap menjadi mata uang kripto yang paling populer, yang berarti BCH memiliki likuiditas pasar dan adopsi yang lebih rendah daripada BTC.