Apa itu Wrapped Token?
Apa itu Wrapped Token?
BerandaArtikel

Apa itu Wrapped Token?

Tingkat Menengah
4d ago
5m

TL;DR

Wrapped token adalah token mata uang kripto yang dipatok pada nilai kripto lain. Istilah yang digunakan adalah wrapped token (token bungkusan) karena aset aslinya dimasukkan ke dalam pembungkus, yaitu sejenis lemari besi digital yang memungkinkan versi bungkusannya dibuat di blockchain lain.

Apa gunanya? Blockchain yang berbeda menawarkan fungsionalitas yang berbeda juga. Selain itu, blockchain tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Blockchain Bitcoin tidak mengetahui hal yang terjadi pada blockchain Ethereum. Namun, akan ada jembatan di antara berbagai blockchain dengan wrapped token.


Pendahuluan

Apakah Anda pernah merasa kesal karena tidak dapat menggunakan BTC di Ethereum? Atau ETH di Binance Smart Chain? Koin yang ada pada sebuah blockchain tertentu tidak dapat ditransfer ke blockchain lainnya dengan begitu saja.

Wrapped token adalah cara untuk mengatasi batasan ini dan menggunakan aset asing di sebuah blockchain.


Apa itu wrapped token?

Wrapped token adalah versi token dari mata uang kripto lainnya. Nilainya dipatok pada aset yang diwakili dan umumnya dapat ditukar (unwrapping) kapan saja. Selain itu, token ini biasanya mewakili aset yang pada dasarnya tidak berasal dari blockchain yang menjadi tempat penerbitannya.

Wrapped token dapat dianggap seperti  stablecoin yang memperoleh nilainya dari aset lain. Dalam kasus stablecoin, aset tersebut biasanya adalah mata uang fiat. Dalam kasus wrapped token, aset tersebut biasanya berasal dari blockchain lain.
Karena blockchain merupakan sistem yang istimewa, belum ada cara yang sempurna untuk memindahkan informasi di antara satu sama lain. Wrapped token meningkatkan interoperabilitas di antara berbagai blockchain – intinya, token dasar mampu melakukan cross-chain (lintas chain).
Perlu diperhatikan bahwa jika Anda adalah seorang pengguna biasa, Anda tidak perlu khawatir mengenai proses wrapping dan unwrapping. Anda cukup memperdagangkan wrapped token ini seperti mata uang kripto lainnya. Misalnya, pasar WBTC/BTC di Binance.


Bagaimana cara kerja wrapped token?

Mari kita gunakan Wrapped Bitcoin (WBTC) sebagai contoh, yaitu versi token dari Bitcoin di Ethereum. WBTC adalah sebuah token ERC-20 yang seharusnya memiliki patokan satu banding satu dengan nilai Bitcoin yang memungkinkan Anda untuk menggunakan BTC secara efektif di jaringan Ethereum.
Umumnya, wrapped token memerlukan kustodian – sebuah entitas yang memiliki jumlah aset yang setara dengan jumlah wrapped. Kustodian ini dapat berupa merchant,  dompet multisig, DAO, atau bahkan smart contract. Jadi, dalam kasus WBTC, kustodian harus memiliki 1 BTC untuk setiap 1 WBTC yang dicetak. Bukti cadangan ini ada secara on-chain. 
Namun, bagaimana cara kerja proses wrapping? Merchant akan mengirim BTC ke kustodian untuk dicetak. Kemudian, kustodian tersebut akan mencetak WBTC di Ethereum sesuai dengan jumlah BTC yang dikirim. Ketika WBTC perlu ditukar kembali menjadi BTC, merchant akan membuat permintaan burn ke kustodian dan BTC akan dilepas dari cadangan. Kustodian dapat dianggap sebagai wrapper dan unwrapper. Dalam kasus WBTC, penambahan serta penghapusan kustodian dan merchant dilakukan oleh DAO.
Meskipun beberapa orang dalam komunitas menganggap Tether (USDT) sebagai wrapped token, kenyataannya tidak begitu. Umumnya, USDT diperdagangkan satu banding satu dengan USD, tetapi Tether tidak memiliki jumlah fisik yang tepat dari USD untuk setiap USDT yang beredar dalam cadangan mereka. Cadangan ini justru terbentuk dari uang tunai dan setara kas, aset, dan piutang dari pinjaman lainnya di dunia nyata. Namun, konsepnya memang sangat mirip. Setiap token USDT bertindak sebagai sejenis wrapped token dari USD fiat.


Wrapped token di Ethereum

Wrapped token di Ethereum merupakan token dari blockchain lain yang dibuat agar sesuai dengan standar ERC-20. Hal ini berarti bahwa Anda dapat menggunakan aset yang bukan berasal dari Ethereum di Ethereum. Tentu saja, proses wrapping dan unwrapping token di Ethereum memerlukan gas.

Implementasi token ini dapat menjadi sangat berbeda. Kami menulis mengenai hal ini secara lebih mendetail dalam artikel Bitcoin berbentuk token kami. 
Contoh lain yang menarik dari wrapped token di Ethereum adalah wrapped ether (WETH). Singkatnya – ETH (ether) diperlukan untuk membayar transaksi di jaringan Ethereum, sedangkan ERC-20 adalah standar teknis untuk menerbitkan token di Ethereum. Misalnya, Basic Attention Token (BAT) dan OmiseGO (OMG) adalah token ERC-20.
Namun, karena ETH dikembangkan sebelum standar ERC-20, ETH tidak sesuai dengan standar tersebut. Hal ini menjadi masalah, karena sebagian besar DApp mengharuskan Anda untuk mengonversi antara ether dan token ERC-20. Hal ini menjadi alasan dibuatnya wrapped ether (WETH). Token ini merupakan versi bungkusan dari ether yang sesuai dengan standar ERC-20. Pada dasarnya, WETH merupakan versi token dari ether di Ethereum!


Wrapped token di Binance Smart Chain (BSC)

Sama seperti wrapped token di Ethereum, Anda dapat membungkus Bitcoin dan sebagian besar kripto lainnya untuk digunakan di Binance Smart Chain (BSC).


 Binance Bridge memungkinkan Anda untuk membungkus aset kripto Anda (BTC, ETH, XRP, USDT, BCH, DOT, dan masih banyak lagi) untuk digunakan di Binance Smart Chain dalam bentuk token BEP-20. Setelah membawa aset BSC, Anda dapat memperdagangkan atau menggunakannya dalam berbagai aplikasi farming hasil.
Proses wrapping dan unwrapping memerlukan gas. Namun, dengan BSC, biaya gas akan lebih rendah secara signifikan dibanding blockchain lain. Anda dapat membaca selengkapnya tentang Binance Bridge di artikel mendetail kami.


Manfaat menggunakan wrapped token

Meskipun sebagian besar blockchain memiliki standar tokennya sendiri (ERC-20 untuk Ethereum atau BEP-20 untuk BSC), standar ini tidak dapat digunakan di beberapa chain sekaligus. Wrapped token memungkinkan token asing untuk digunakan di sebuah blockchain tertentu.

Selain itu, wrapped token dapat meningkatkan efisiensi modal dan likuiditas, baik untuk bursa tersentralisasi maupun terdesentralisasi. Kemampuan untuk membungkus aset menganggur dan menggunakannya di chain lain menciptakan koneksi yang lebih kuat di antara likuiditas yang awalnya terisolasi.

Terakhir, manfaat utamanya adalah terkait waktu transaksi dan biaya. Meskipun Bitcoin memiliki beberapa properti yang luar biasa, properti tersebut bukanlah yang paling cepat dan terkadang dapat menjadi mahal untuk digunakan. Masalah ini dapat dimitigasi dengan menggunakan versi bungkusan di sebuah blockchain dengan waktu transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah.



Batasan menggunakan wrapped token

Sebagian besar implementasi wrapped token untuk saat ini memerlukan trust dalam kustodian yang memiliki dana. Untuk teknologi yang tersedia saat ini, wrapped token tidak dapat digunakan untuk transaksi true cross-chain– token ini biasanya harus melalui kustodian. 

Namun, beberapa pilihan yang lebih terdesentralisasi sedang dikerjakan dan mungkin tersedia di waktu mendatang untuk pencetakan dan penukaran wrapped token tanpa badan trust sepenuhnya.

Proses pencetakan juga dapat menjadi mahal akibat biaya gas yang tinggi dan dapat menghasilkan selisih.


Penutup

Wrapped token membantu membuat jembatan yang lebih kuat di antara berbagai blockchain. Wrapped token adalah bentuk token dari sebuah aset yang berasal dari blockchain lain.

Hal ini membantu interoperabilitas dalam mata uang kripto dan ekosistem Decentralized Finance (DeFi). Wrapped token membuka peluang agar modal menjadi lebih efisien dan aplikasi dapat berbagi likuiditas satu sama lain dengan mudah.
Apakah Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai wrapped token? Kunjungi platform tanya jawab kami, Ask Academy, yaitu tempat komunitas Binance akan menjawab pertanyaan Anda.