Apa Itu Scalping dalam Perdagangan Kripto?
Daftar Konten
Pengantar
Apa itu scalping?
Bagaimana pedagang scalping menghasilkan uang?
Strategi perdagangan scalping
Apakah scalping cocok untuk saya?
Konklusi
Apa Itu Scalping dalam Perdagangan Kripto?
BerandaArtikel
Apa Itu Scalping dalam Perdagangan Kripto?

Apa Itu Scalping dalam Perdagangan Kripto?

Pemula
Published Aug 19, 2020Updated Nov 25, 2021
7m

TL;DR

Scalping adalah gaya perdagangan bagi pecandu adrenalin. Apakah Anda suka menatap chart 1 menit? Apakah Anda ingin masuk dan keluar dari perdagangan lebih cepat daripada para investor ketika mereka membuka laporan keuangan? Jika ya, scalping mungkin merupakan strategi yang cocok untuk Anda.

Pedagang scalping bertujuan memanen laba dari pergerakan kecil harga. Sasarannya bukanlah untuk menghasilkan banyak laba dari setiap perdagangan, tetapi mendapatkan laba kecil berulang kali. Jika dilakukan dengan baik, sedikit demi sedikit akun perdagangan akan mengembang. Pedagang scalping sering menggunakan leverage dan stop-loss yang sempit.

Anda ingin mempelajari bagaimana para pedagang scalping mempraktikkan keahlian mereka? Lanjutkan membaca.


Pengantar

Scalping (atau scalp trading) merupakan strategi perdagangan jangka pendek yang sering digunakan. Faktanya, cara ini adalah salah satu strategi perdagangan harian yang paling umum. Melibatkan jangka waktu yang lebih pendek, pengambilan keputusan yang cepat, serta analisis teknikal dan alat charting yang andal. Tidak heran, banyak pedagang harian profesional mengalokasikan sebagian dari akun perdagangan mereka dalam scalping.
Karena strategi scalping dapat digunakan di berbagai jenis pasar keuangan, tidak heran jika para scalper banyak ditemui di pasar saham, Forex, dan mata uang kripto
Jika Anda benar-benar baru dalam perdagangan, pastikan untuk memeriksa Panduan Lengkap Berdagang Kripto bagi Pemula. Dalam artikel tersebut, kami menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui mengenai perdagangan. Setelah Anda memahami berbagai strategi perdagangan, Anda dapat kembali ke artikel ini dan mempelajari lebih lanjut mengenai scalping.

Mari kita bahas semua yang perlu Anda ketahui mengenai scalping kripto dan beberapa strategi scalping yang paling umum.


Apa itu scalping?

Scalping adalah strategi perdagangan dengan tujuan mendapatkan laba dari pergerakan harga yang relatif kecil. Pedagang scalping tidak mencari target keuntungan besar-besaran. Justru sebaliknya, memanen laba dari perubahan harga kecil, berulang kali.

Dengan demikian, pedagang scalping bisa melakukan banyak perdagangan dalam waktu singkat, mencari pergerakan harga kecil dan inefisiensi pasar. Idenya adalah bahwa dengan menumpuk keuntungan kecil sedikit demi sedikit, lama kelamaan akan mencacapi jumlah yang signifikan.

Dengan kerangka waktu yang singkat, scalper akan sangat bergantung pada analisis teknikal untuk menghasilkan ide perdagangan. Karena sebagian besar peristiwa fundamental terjadi dalam periode waktu yang lebih lama, pedagang jarang menyibukkan diri dengan analisis fundamental. Namun, narasi fundamental bisa membuat perbedaan besar saat memutuskan aset mana yang akan diperdagangkan. Saham atau koin dengan peningkatan minat karena beberapa berita atau peristiwa fundamental umumnya akan memiliki volume tinggi dan likuiditas yang baik – setidaknya dalam satu periode. Di sinilah saatnya scalper masuk dan menghasilkan laba dari peningkatan volatilitas.
Singkatnya, pedagang scalping lebih mengeksploitasi ledakan volatilitas jangka pendek daripada pergerakan harga yang lebih besar. Ini merupakan strategi yang mungkin tidak ideal bagi semua orang, karena memerlukan pemahaman lanjutan mengenai mekanisme pasar dan pengambilan keputusan yang cepat (sering kali dalam tekanan).


Bagaimana pedagang scalping menghasilkan uang?

Jadi, apa saja faktor teknis yang dipertimbangkan oleh para scalper? Volume perdagangan, aksi harga, level support dan resistance, serta pola chart candlestick biasanya digunakan untuk mengidentifikasi pengaturan perdagangan. Beberapa indikator teknikal yang paling umum adalah moving average, Relative Strength Index (RSI), Bollinger Bands, VWAP, dan alat Fibonacci Retracement
Banyak pedagang scalping yang menggunakan analisis order book, profil volume, minat terbuka, dan indikator kompleks lainnya. Selain itu, banyak juga yang membuat indikator buatan sendiri untuk mencari keunggulan di pasar. Seperti strategi perdagangan lainnya, menemukan keunggulan unik di pasar adalah yang terpenting untuk kesuksesan.

Scalping adalah tentang menemukan peluang kecil di pasar dan memanfaatkannya. Karena strategi ini bisa berubah menjadi tidak menguntungkan jika diketahui oleh masyarakat umum, sah-sah saja jika pedagang scalping sangat tertutup mengenai rangkaian perdagangan mereka. Inilah mengapa penting untuk membuat dan menguji strategi Anda sendiri.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, scalper biasanya berdagang dalam kerangka waktu singkat. Melibatkan chart intraday, yang bisa berupa chart 1 jam, 15 menit, 5 menit, atau bahkan 1 menit. Beberapa pedagang bahkan mungkin mengamati kerangka waktu kurang dari satu menit.

Namun, dengan kerangka waktu ini, kita mulai memasuki dunia bot perdagangan frekuensi tinggi, yang mungkin tidak masuk akal untuk dilihat manusia. Mesin dapat memproses banyak data dengan cepat, sedangkan sebagian besar manusia tidak bisa mengamati chart 15 detik dengan efektif.

Ada hal lainnya yang perlu dipertimbangkan. Kita tahu bahwa sinyal dan level dalam jangka waktu panjang umumnya lebih dapat diandalkan daripada sinyal dengan jangka waktu singkat. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar pedagang scalping masih akan melihat struktur pasar dalam kerangka waktu yang panjang terlebih dahulu. Mengapa? Mereka akan menguraikan level-level penting pada kerangka waktu panjang, kemudian mengamati lebih dekat untuk mencari pengaturan perdagangan scalping. Ini menunjukkan bahwa mengamati struktur pasar pada kerangka waktu yang panjang bisa sangat membantu, bahkan ketika menyangkut perdagangan jangka pendek.

Meski begitu, strategi perdagangan dan investasi bisa sangat berbeda antara satu pedagang dengan pedagang yang lain. Tidak ada aturan ketat mengenai scalping, tetapi ada panduan yang dapat dipertimbangkan saat menetapkan aturan Anda sendiri.



Strategi perdagangan scalping

Kita bisa membagi pedagang scalping ke dalam dua jenis – pedagang scalping diskresioner dan sistematis

Para pedagang diskresioner membuat keputusan perdagangan “di tempat”, saat pasar terbuka di hadapan mereka. Mereka bisa saja memiliki atau tidak memiliki seperangkat persyaratan khusus kapan harus masuk atau keluar, tetapi keputusan didasarkan pada kondisi yang ada. Dengan kata lain, pedagang diskresioner dapat mempertimbangkan banyak faktor berbeda, namun, aturannya tidak terlalu kaku, dan mereka lebih mengandalkan intuisi dan firasat.

Jenis pedagang sistematis mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka memiliki sistem perdagangan yang terdefinisi dengan baik, yang pada dasarnya memicu titik masuk dan keluar. Jika kondisi tertentu dari serangkaian aturan terpenuhi, mereka akan masuk atau keluar dari perdagangan. Perdagangan sistematis merupakan pendekatan yang lebih didorong oleh data, berbeda dengan perdagangan diskresioner. Pedagang sistematis tidak terlalu mengandalkan intuisi, melainkan lebih banyak bergantung pada data dan algoritme.

Faktanya, klasifikasi ini juga bisa diterapkan pada jenis pedagang lain. Namun, perbedaannya terlihat lebih jelas dalam strategi jangka pendek. Perdagangan diskresioner mungkin tidak bekerja secara konsisten pada kerangka waktu yang lebih panjang.

Beberapa scalper menggunakan strategi yang disebut trading range. Mereka menunggu kisaran harga terbentuk, dan berdagang dalam kisaran tersebut. Idenya adalah bahwa sampai kisaran tersebut ditembus, bagian bawah kisaran akan bertindak sebagai support, dan bagian atas kisaran akan bertindak sebagai resistance. Tentu saja ini bukan jaminan, tetapi masih bisa menjadi sistem scalping yang berhasil. Namun, pedagang scalping yang baik akan mempersiapkan diri terhadap breakout dari kisaran dengan menetapkan stop-loss.
Teknik scalping lainnya melibatkan eksploitasi sebaran bid-ask. Jika terdapat selisih yang cukup besar antara penawaran tertinggi dan permintaan terendah, scalper bisa mengambil laba dari sana. Dengan demikian, strategi semacam ini lebih cocok untuk perdagangan algoritmik atau kuantitatif. Mengapa? Nah, tidak seperti mesin, manusia tidak dapat diandalkan dalam menemukan inefisiensi kecil di pasar. Akibatnya, bidang ini disesaki dengan bot perdagangan. Manusia yang ingin mengadopsi strategi ini umumnya harus bersaing dengan algoritma.
Scalping juga umumnya menggunakan leverage. Karena target persentase relatif kecil, scalper biasanya ingin meningkatkan ukuran posisi. Inilah sebabnya mengapa para pedagang ini sering menggunakan platform perdagangan margin, kontrak futures, dan jenis produk keuangan lainnya yang menawarkan leverage. Namun, karena scalper bertujuan untuk mendapatkan laba dari pergerakan yang lebih kecil dengan posisi yang lebih besar, mereka harus mewaspadai slippage.


Apakah scalping cocok untuk saya?

Itu sepenuhnya tergantung pada gaya perdagangan mana yang cocok untuk Anda. Beberapa pedagang tidak suka membiarkan posisi terbuka saat mereka tidur, jadi mereka memilih strategi jangka pendek. Pedagang harian dan pedagang jangka pendek lainnya mungkin termasuk dalam kategori ini.

Di sisi lain, pedagang jangka panjang suka menguraikan keputusan dalam waktu yang lebih lama dan tidak keberatan membuka posisi selama berbulan-bulan. Mereka mungkin hanya menetapkan entri, target laba, dan stop-loss, kemudian sesekali memantau perdagangan. Swing trader mungkin termasuk dalam kategori ini.
Jadi, jika ingin memutuskan apakah Anda akan melakukan perdagangan scalping, Anda perlu menguraikan gaya perdagangan mana yang lebih cocok untuk Anda. Selain itu, Anda juga perlu menemukan strategi perdagangan yang sesuai dengan kepribadian dan profil risiko, sehingga Anda dapat menerapkannya secara konsisten dan menguntungkan.
Anda bisa mencoba berbagai strategi dan melihat mana yang berhasil dan mana yang tidak. Paper trading di testnet Binance Futures bisa menjadi cara yang baik untuk mengujinya. Dengan testnet, Anda dapat menguji strategi scalping tanpa mempertaruhkan dana yang sebenarnya.


Konklusi

Scalping merupakan strategi perdagangan jangka pendek yang umum digunakan dengan tujuan mendapatkan laba dari pergerakan harga yang kecil. Ini adalah teknik perdagangan yang menuntut kedisiplinan, pengetahuan mengenai pasar, dan pengambilan keputusan yang cepat.
Apakah scalping cocok untuk Anda? Jika Anda seorang pemula, Anda sebaiknya mencari strategi jangka panjang seperti swing trading atau beli dan hold. Jika Anda lebih berpengalaman, perdagangan scalping mungkin cocok untuk Anda. Namun terlepas dari apa yang Anda lakukan di pasar keuangan, selalu penting untuk mempertimbangkan prinsip manajemen risiko, seperti menggunakan stop loss dan menentukan ukuran posisi yang tepat.
Masih ingin belajar lebih banyak mengenai scalping? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, di mana pertanyaan Anda dijawab oleh komunitas Binance.