Apa Itu Average True Range?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu Average True Range? 
Bagaimana cara menghitung Average True Range?
Mengapa pedagang kripto menggunakan Average True Range?
Apa saja kelemahan menggunakan Average True Range?
Penutup 
Apa Itu Average True Range?
Beranda
Artikel
Apa Itu Average True Range?

Apa Itu Average True Range?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Sep 21, 2022Diperbarui Dec 23, 2022
4m

Ringkasan

Average True Range (ATR) adalah indikator analisis teknis yang umum digunakan untuk memperkirakan volatilitas pasar selama jangka waktu tertentu. Sebagai alat untuk menentukan volatilitas, ATR diciptakan oleh analis teknis J. Welles Wilder Jr. dalam bukunya yang berjudul "New Concepts in Technical Trading Systems" yang diterbitkan pada tahun 1978. 

Dalam periode 14 hari, ATR dapat digunakan untuk menghitung dan memberikan estimasi volatilitas harga pada berbagai 'true range' guna menentukan rata-rata. Meskipun memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai alat bantu bagi pedagang untuk menentukan harga stop-loss, ATR memiliki beberapa batasan.

Pendahuluan

Trading dikenal karena volatilitasnya, khususnya dalam dunia kripto. Pedagang sering kali memanfaatkan pergerakan harga ini dan mencoba untuk memprediksinya. Salah satu metode yang digunakan adalah analisis teknis dan indikator volatilitas harga, seperti Average True Range (ATR). Bagi kebanyakan pedagang, alat ini layak ditambahkan sebagai bagian dari analisis teknis mereka. 

Apa itu Average True Range? 

ATR diciptakan oleh analis teknis J. Welles Wilder Jr. pada tahun 1978 sebagai alat untuk mengukur volatilitas. Sejak saat itu, ATR telah menjadi salah satu bentuk indikator volatilitas teknis yang paling dikenal. 

ATR kini menjadi bagian signifikan dari indikator lain yang mengidentifikasi pergerakan arah pasar, seperti Average Directional Movement Index (ADX) dan Average Directional Movement Index Rating (ADXR). Dengan ATR, pedagang mencoba untuk menentukan periode berdagang yang optimal di tengah swing yang volatil.

Indikator ini menghitung harga aset rata-rata pasar dalam rentang 14 hari. ATR tidak memberikan informasi tren atau arah harga, tetapi menawarkan pandangan mengenai volatilitas harga selama periode tersebut. ATR yang tinggi menandakan volatilitas harga yang tinggi selama jangka waktu tertentu, sedangkan ATR yang rendah menandakan volatilitas harga yang rendah. 

Volatilitas harga rendah atau tinggi adalah faktor yang dipertimbangkan oleh pedagang saat menentukan apakah mereka ingin membeli atau menjual aset selama periode tersebut. Penting untuk diperhatikan bahwa ATR hanya memperkirakan volatilitas harga dan hanya boleh digunakan sebagai alat bantu.

Bagaimana cara menghitung Average True Range?

Untuk menghitung ATR, Anda harus menemukan rentang sebenarnya atau TR terbesar dari periode tertentu. Artinya, Anda menghitung tiga rentang berbeda dan memilih yang terbesar dari antara ketiganya:

  1. Titik tertinggi periode dikurangi dengan titik terendah periode

  2. Nilai absolut (mengabaikan tanda negatif) titik tertinggi periode dikurangi harga penutupan sebelumnya

  3. Nilai absolut titik terendah periode dikurangi harga penutupan sebelumnya

Periode dapat bervariasi tergantung pada periode yang menjadi fokus pedagang. Misalnya, dalam kripto, periode bisa jadi 24 jam, sedangkan untuk saham, periodenya bisa dalam satu hari perdagangan. Untuk menentukan rentang sebenarnya rata-rata selama periode tertentu (biasanya 14 hari), rentang sebenarnya dihitung untuk setiap periode dan dijumlahkan, lalu rata-rata sederhana diperoleh. 

Menentukan ATR dari periode tersebut memungkinkan pedagang untuk mempelajari volatilitas harga aset pada waktu tersebut. Biasanya, pedagang akan melihat ATR ditampilkan sebagai garis pada diagram mereka. Di bawah ini, Anda dapat melihat bahwa garis ATR meningkat seiring volatilitas meningkat (pada arah harga mana pun).

Mengapa pedagang kripto menggunakan Average True Range?

Pedagang mata uang kripto sering kali menggunakan ATR untuk memperkirakan volatilitas harga selama periode tertentu. ATR berguna khususnya dalam kripto, karena pasar kripto mengalami volatilitas tinggi. Salah satu strategi yang umum digunakan adalah dengan menggunakan ATR untuk mengatur take-profit order dan stop-loss order.

Saat menggunakan ATR dengan cara ini, Anda dapat menghindari kebisingan pasar (market noise). Jika Anda mencoba tren dengan jangka waktu panjang untuk berdagang, Anda tidak ingin volatilitas harian menutup posisi Anda terlalu awal.

Metode umumnya adalah mengalikan ATR dengan 1,5 atau 2, lalu menggunakan angka ini untuk mengatur stop-loss di bawah harga masuk Anda. Volatilitas harian tidak boleh mencapai harga pemicu stop-loss Anda. Jika terjadi, maka ini merupakan indikator bagus yang menandakan bahwa pasar bergerak turun secara signifikan.

Apa saja kelemahan menggunakan Average True Range?

ATR memberikan manfaat kepada penggunanya dengan adaptabilitas dan deteksi perubahan harganya. Namun, ATR memiliki dua kelemahan utama:

1. ATR sering kali ditafsirkan secara berbeda-beda. Hal ini dapat menjadi kelemahan, karena tidak ada satu nilai ATR yang dapat menentukan dengan jelas apakah sebuah tren akan berbalik atau tidak. 

2. Karena hanya mengukur volatilitas harga, ATR tidak memberitahukan perubahan arah harga aset kepada pedagang. Salah satu contohnya adalah ketika ada kenaikan yang tiba-tiba dalam ATR, beberapa pedagang meyakini bahwa hal ini mengonfirmasi adanya tren naik atau turun, yang bisa saja keliru.

Penutup 

ATR merupakan komponen penting dalam rangkaian alat trading untuk memahami pola volatilitas. Karena volatilitas adalah pertimbangan utama dalam perdagangan kripto, ATR sangat cocok untuk aset kripto digital. Kekuatannya terletak pada kesederhanaannya. Namun, perhatikan juga batasannya jika Anda menggunakan alat ini dalam aktivitas perdagangan.