Apa Itu DAO Investasi?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu DAO investasi?
Apa itu DAO?
Bagaimana cara kerja DAO investasi?
Dari mana DAO investasi mendapatkan dananya?
Apakah DAO investasi legal?
Risiko DAO investasi
VC tradisional vs. DAO investasi
Penutup
Apa Itu DAO Investasi?
Beranda
Artikel
Apa Itu DAO Investasi?

Apa Itu DAO Investasi?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Jul 5, 2022Diperbarui Nov 18, 2022
7m

Ringkasan

DAO investasi adalah organisasi terdesentralisasi yang menginvestasikan dana sebagai sebuah kelompok. Siapa pun yang memiliki token tata kelola DAO investasi dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Makin banyak token yang dimiliki, makin besar kekuatan voting Anda. DAO investasi mendanai perbendaharaannya melalui penjualan token, penerbitan NFT, dan penyediaan layanan yang menghasilkan pendapatan. Legalitas DAO investasi akan bergantung pada hukum di yurisdiksi Anda.

Pendahuluan

Dengan kemampuan terdesentralisasi, blockchain telah mengubah cara kita berinvestasi. Para pengusaha dan startup tidak lagi harus mengandalkan perusahaan modal ventura, pendanaan modal benih (seed funding), dan metode penggalangan dana tradisional. Membuat token sendiri dan menggunakan metode on-chain untuk menjual token proyek Anda kini relatif mudah. 

Bukan hanya penggalang dana, investor pun juga mengalami perubahan signifikan. Dengan DAO investasi, kini ada pendekatan baru untuk mendanai proyek yang mudah diakses bahkan oleh investor terkecil sekali pun.

Apa itu DAO investasi?

DAO investasi memungkinkan anggotanya untuk memutuskan kapan dan di mana mereka berinvestasi. Investasi bisa dialokasikan untuk real estat, sarana investasi DeFi, atau aset lain yang dijadikan pilihan investasi oleh DAO tersebut. DAO investasi menggunakan model Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO) untuk melakukan demokratisasi dan desentralisasi terhadap seluruh proses investasi. 

Model tradisional menyerahkan kekuatan investasi ke tangan segelintir kelompok kecil pengelola uang seperti VC, kantor keluarga, serta hedge fund. Sebaliknya, DAO investasi menawarkan kemampuan untuk mengambil keputusan terkait investasi bagi siapa pun yang memiliki token tata kelolanya. Daripada menggunakan keahlian sekelompok kecil individu, model ini memprioritaskan opini orang banyak saat mengambil keputusan investasi.

Apa itu DAO?

Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO) adalah sebuah organisasi yang dikelola oleh smart contract, yaitu potongan kode yang dieksekusi sendiri dan berjalan pada sebuah blockchain. Anggota DAO berunding dan mengambil keputusan yang kemudian dieksekusi menggunakan smart contract tersebut. Pada dasarnya, DAO dapat terus berfungsi tanpa dikelola oleh manusia. Meskipun anggota DAO kehilangan minat atau menelantarkan proyeknya, kerangka kerja DAO masih akan aktif karena sifatnya yang tidak dapat diubah.

Cara paling umum untuk DAO dalam mengambil keputusan adalah melalui mekanisme voting berdasarkan token tata kelola. Makin banyak token tata kelola yang dimiliki, makin besar kekuatan voting yang dimiliki. Beberapa DAO memungkinkan setiap anggota untuk membuat proposal, sedangkan yang lain membatasi hak ini ke kelompok tertentu. DAO digunakan secara umum untuk mengelola proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), blockchain, dan protokol lain dalam dunia kripto.

Bagaimana cara kerja DAO investasi?

DAO investasi biasanya memiliki tujuan atau prinsip umum sebagai dasar operasional. Beberapa DAO berinvestasi dalam segmen industri tertentu, misalnya protokol GameFi atau DeFi. Keputusan investasi diambil berdasarkan prinsip tersebut menggunakan mekanisme proposal.

Pemilik token tata kelola DAO investasi memiliki kemampuan untuk membuat proposal. Beberapa DAO akan membatasi kemampuan ini kepada pemilik token dalam jumlah tertentu atau subkelompok lainnya. Hal ini bisa dirancang untuk menghentikan spam atau agar membatasi keputusan investasi hanya untuk para anggota dengan jumlah staking yang cukup.

Setelah proposal dibuat, pengguna akan melakukan staking token atau menggunakan mekanisme snapshot untuk menggunakan hak voting mereka. Snapshot melihat jumlah token tata kelola dalam setiap dompet, lalu mendistribusikan hak voting berdasarkan jumlah tersebut tanpa mengunci token. Hal ini membantu mencegah pengguna mengubah voting dengan membeli lebih banyak token setelah mereka melihat sebuah proposal. Setelah voting berakhir, keputusan diterapkan berdasarkan hasilnya.

Laba dari investasi didistribusikan melalui airdrop kepada pemilik token tata kelola atau melalui mekanisme staking. Dengan melakukan staking token tata kelola, Anda kemudian akan menerima bagian dari reward yang bisa ditarik dari smart contract.  

DAO investasi sering kali menjalankan saluran komunitas yang aktif di Discord dan Telegram untuk membantu mengelola, menginformasikan, dan memfasilitasi proposal mereka. Keberhasilan DAO bergantung pada komunitasnya. Jadi, DAO perlu mempertahankan keanggotaan yang sehat dan aktif.

Dari mana DAO investasi mendapatkan dananya?

Ada beberapa cara bagi DAO investasi untuk meningkatkan perbendaharaannya. Metode yang paling umum adalah penjualan token tata kelola. DAO baru akan mencetak token dan menawarkannya ke pasar menggunakan salah satu dari berbagai mekanisme penjualan yang tersedia. Investor akan membelinya demi spekulasi, hak voting, atau keduanya. 

DAO yang didirikan oleh para investor yang berpengalaman dengan strategi investasi yang solid cenderung akan menarik komunitas besar calon anggota DAO. Setelah menjual token tata kelola mereka dengan mata uang kripto seperti bitcoin (BTC), ether (ETH), BUSD, atau stablecoin lainnya, DAO kemudian akan menyimpan dananya dalam perbendaharaan. Mereka juga bisa menyimpan sejumlah token tata kelola dalam perbendaharaan untuk dijual pada waktu mendatang.

Metode lainnya yang populer adalah penerbitan dan penjualan non-fungible token, atau NFT. NFT tersebut dapat murni berupa barang koleksi atau menawarkan sejumlah utilitas lainnya juga. Misalnya, DAO dapat menerbitkan NFT yang memberikan hak tata kelola tambahan.

Terakhir, beberapa DAO investasi sudah memiliki dana perbendaharaan dan aset digital dari keberhasilan sebelumnya. Misalnya, proyek DeFi mungkin sudah memiliki pendapatan dari layanan yang ditawarkannya. Kemudian, DAO-nya dapat memutuskan untuk menginvestasikan uang tersebut. Namun, DAO investasi yang kami bahas di sini biasanya adalah yang hanya berurusan dengan investasi.

Apakah DAO investasi legal?

Jawabannya akan bergantung pada yurisdiksi Anda. Mungkin tidak ada peraturan khusus terkait DAO investasi di wilayah Anda, sehingga statusnya sulit untuk ditentukan. Untuk mendapatkan gambaran umumnya, Anda sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu apakah token DAO investasi tersebut telah teregulasi. Token tersebut bisa dikategorikan sebagai sekuritas di negara Anda dan perlu lisensi khusus. Token tersebut bisa juga termasuk dalam kategori peraturan kripto lainnya.

Konsep berinvestasi bersama-sama secara kolektif bukanlah hal baru. Sejumlah negara sudah memiliki regulasi untuk klub investasi. Misalnya, IRS memiliki persyaratan khusus untuk kelompok yang berinvestasi secara kolektif untuk berbagi laba. Peraturan serupa untuk DAO investasi akan bergantung pada masing-masing regulator.

Risiko DAO investasi

Meskipun berhasil melakukan desentralisasi kekuatan berdasarkan kepemilikan token, DAO investasi masih mengandung risiko. Selalu ada risiko saat menyimpan kripto. DAO investasi juga mengandung risiko tertentu:

1. Kegagalan smart contract - Smart contract yang menjalankan DAO mungkin gagal akibat peretasan, eksploitasi, atau kode yang bermasalah. Hal ini dapat merusak mekanisme yang diperlukan untuk berjalan secara efisien dan mengelola dana DAO.

2. Keputusan investasi yang buruk - DAO investasi dapat berinvestasi dalam proyek yang menghasilkan ROI (pengembalian investasi) negatif. Lagi pula, tidak ada jaminan bahwa keputusan mayoritas adalah selalu yang terbaik.

3. Pengelolaan dana yang buruk - DAO investasi harus mengelola perbendaharaannya dengan baik. Jika mereka tidak mendiversifikasi portofolio atau mengelolanya dengan baik, maka dana investasi DAO tersebut bisa sangat terancam. 

VC tradisional vs. DAO investasi

Ada berbagai keunggulan dan kelemahan saat membandingkan VC dan DAO. Meskipun DAO investasi telah memperluas industri yang dikenal tertutup, statusnya yang masih tidak jelas menyulitkan para investor dan proyek dalam menggalang dana. Akibat persyaratan yang ketat dalam investasi tradisional, sebagian besar DAO investasi hanya akan dapat mengelola proyek kripto dalam praktiknya.

Namun, DAO investasi memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan terkait dengan Web3. Perusahaan VC tradisional telah menunjukkan minat yang besar terhadap potensi Web3, tetapi biasanya meminta pengembalian yang tinggi dari investasi dan keahlian mereka. Namun, VC tidak memahami Web3 dan teknologi blockchain sebaik saingannya yang terdesentralisasi. Oleh karena itu, pendanaan dari DAO investasi dapat memberikan prinsip yang sama, keahlian dari banyak orang, dan kesepakatan yang lebih adil.

Untuk industri yang lebih tradisional, nilai tambah yang dapat diberikan oleh VC sangat besar. Perusahaan ini sering kali memiliki jaringan yang sudah mapan dan serangkaian layanan pendukung. Hal yang terpenting adalah mereka juga memiliki dukungan hukum dan peraturan yang diperlukan untuk beroperasi dengan tenang.

Penutup

DAO investasi telah menjadi topik hangat sejak crypto boom terakhir pada periode 2020/2021. Konsep di balik perombakan model VC lama menarik bagi investor kecil dan penggemar blockchain. Perkembangan hubungan antara VC dan DAO masih belum terlihat jelas, karena konsep DAO masih berada dalam tahap awal. Seperti biasa, jika Anda ingin bereksperimen dengan DAO investasi, pahami betul risikonya dan kesesuaiannya dengan strategi portofolio Anda.