Sejarah Singkat Dominasi Bitcoin
Beranda
Artikel
Sejarah Singkat Dominasi Bitcoin

Sejarah Singkat Dominasi Bitcoin

Pemula
Diterbitkan Oct 19, 2022Diperbarui Jun 9, 2023
6m

Ringkasan

Dominasi Bitcoin mengacu pada pangsa BTC sebagai mata uang kripto asli dibanding keseluruhan kapitalisasi pasar kripto. Selama periode waktu tertentu sejak diluncurkan di tahun 2009, bitcoin merupakan satu-satunya aset digital yang ada. Pada saat itu, bitcoin jelas-jelas menguasai seluruh kapitalisasi pasar kripto. Namun, seiring waktu, mulai ada perubahan. Pada tahun 2013, muncul gelombang pertama altcoin yang menambah nilai baru terhadap rumus kapitalisasi pasar kripto. 2015 adalah tahun kelahiran Ethereum, saingan terberat Bitcoin yang menghasilkan mata uang ether. Kemudian pada tahun 2017, lonjakan ICO menyebabkan dominasi BTC makin menipis dan mencapai rekor terendah, tetapi pulih ke atas 50% dalam beberapa bulan. Saat ini, dominasi BTC menghadapi persaingan berat dari berbagai token DeFi, NFT, dan metaverse, serta lebih dari 20.000 kripto selain bitcoin.

Pendahuluan

Bitcoin, mata uang kripto pertama di dunia, diluncurkan ke publik pada tahun 2009 oleh seorang atau sekelompok pengembang anonim yang disebut Satoshi Nakamoto. Sejak saat itu, terlepas dari kompetisi yang muncul, bitcoin tetap menjadi mata uang kripto terbesar dan paling bernilai di dunia. Teknologi dasarnya juga telah menginspirasi pengembangan ribuan kripto baru yang secara kolektif disebut sebagai koin alternatif, atau altcoin

Posisi Bitcoin terhadap aset digital lainnya terus memainkan peran penting dan menunjukkan kondisi keseluruhan pasar kripto. Untuk mengukur kapitalisasi pasar bitcoin sehubungan dengan pasar kripto yang lebih luas, pedagang dan analis menggunakan rasio yang disebut sebagai dominasi bitcoin atau dominasi BTC.

Apa itu Dominasi BTC?

Dominasi BTC adalah pangsa bitcoin dalam nilai keseluruhan pasar kripto. Nilai ini didapat dari kapitalisasi pasar BTC dibagi total kapitalisasi pasar mata uang kripto. 

Mengapa nilai ini penting? Secara historis, para pedagang telah menggunakan dominasi BTC untuk membantu memahami apakah altcoin sedang dalam tren naik atau turun dibanding bitcoin. Misalnya, salah satu teori yang populer menyatakan bahwa pasar kripto sedang mengarah ke bull market jika altcoin sedang mengalami tren naik. Pada tahun 2017, penurunan dominasi BTC yang signifikan menandakan bahwa harga altcoin naik (bukan harga BTC turun). Hal ini bertepatan dengan seluruh pasar yang memasuki fase bull.

Dari Satu Mata Uang Kripto Menjadi Ribuan

Pada tahun 2011, altcoin pertama, yaitu litecoin, terbentuk. Pada tahun 2013 yang dijuluki sebagai “tahun bitcoin” oleh majalah Forbes, jumlah altcoin baru yang masuk ke pasar mulai meningkat pesat. Pada bulan Mei 2013, pasar kripto memiliki setidaknya sepuluh token, termasuk litecoin (LTC) dan XRP dari Ripple

Harga bitcoin naik seiring makin banyaknya investor yang berinvestasi aset digital untuk pertama kali. Meskipun ada beberapa pendatang baru yang ikut bersaing, dominasi BTC tetap berada di sekitar 95% selama masa tersebut. 

Kelahiran Ethereum

Pada tahun 2015, Vitalik Buterin beserta tim pengembang meluncurkan jaringan Ethereum (ETH). Jaringan ini dipandang sebagai blockchain pesaing Bitcoin yang memungkinkan lebih banyak kegunaan selain layanan keuangan seperti transfer uang. Bitcoin tidak terpengaruh oleh persaingan dengan token asli Ethereum, yaitu ether (ETH), dan terus meraih pangsa pasar kripto sebesar 90-95%. Perubahan mulai muncul pada tahun 2017 dengan awal mula lonjakan penawaran koin perdana (ICO).

Demam ICO 

Penawaran koin perdana (ICO), yaitu metode penggalangan dana yang populer untuk proyek kripto tahap awal, menjadi tren yang menonjol mulai tahun 2017 hingga 2018. Ada sekitar 2.000 ICO unik selama periode tersebut dengan lebih dari $10 miliar yang digalang secara kumulatif. Dana mulai mengalir dari bitcoin ke berbagai altcoin baru yang muncul pada saat tersebut. Beberapa investor percaya pada kegunaan yang menarik tetapi belum terbukti, sedangkan investor lain lebih tertarik dengan potensi laba dari perubahan harga yang signifikan. 

Masuknya kompetisi altcoin membuat dominasi bitcoin mengalami penurunan yang signifikan untuk pertama kali dengan rekor terendah sekitar 37% pada bulan Januari 2018. 

Crypto winter 2018

Meskipun menarik perhatian yang cukup besar terhadap kripto, lonjakan ICO hanya berlangsung sejenak. Investor menyadari bahwa kebanyakan proyek ICO kekurangan fundamental inti atau memiliki praktik bisnis yang dipertanyakan. Beberapa proyek bahkan menjadi target pengawasan regulasi oleh AS dan otoritas lain. Kenaikan sentimen negatif ini akhirnya menguasai industri, sehingga seluruh pasar kripto mengalami periode penurunan harga dan stagnasi yang berkepanjangan.

Pemulihan Bitcoin

Dengan penurunan nilai pada kebanyakan altcoin dan kekecewaan umum para investor terhadap ICO, dominasi BTC perlahan kembali naik ke atas 50% pada bulan-bulan terakhir tahun 2018. 

Pada tahun 2019, harga bitcoin mengalami sedikit kenaikan dan diperdagangkan dengan harga sekitar $7.000 pada akhir tahun, sedangkan dominasi BTC meraih puncak sebesar 70% pada bulan September. Namun, aset digital ini tetap relatif stagnan hingga pandemi COVID-19 muncul pada tahun 2020.

Pasar COVID

Mulai tahun 2020, setelah periode penurunan singkat akibat COVID, pasar kripto memasuki bull run yang memecahkan rekor. Dominasi BTC juga mencapai 72% pada bulan Januari 2021. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2017. Setelah itu, terjadi penurunan 39% pada pertengahan tahun 2021. 

Selama masa pandemi, banyak orang yang bosan dan terjebak di rumah beralih ke day trading dan berinvestasi untuk menghabiskan waktu. Sementara itu, untuk mengimbangi penurunan ekonomi akibat pandemi, pemerintah di seluruh dunia mengeluarkan bantuan tunai untuk menstimulasi perekonomian. Pedagang ritel menginvestasikan sebagian besar dari dana tersebut dalam saham, valas, atau pasar kripto untuk pertama kali.

Kini, mengikuti semua perhatian media pada kripto selama paruh kedua tahun 2020, altcoin menjadi pilihan yang menarik, meskipun berisiko, bagi investor ritel, khususnya pemula yang ingin mencari keuntungan cepat. Misalnya, harga shiba inu (SHIB) naik lebih dari 40 juta persen pada tahun 2021. 

Selain itu, pertumbuhan yang pesat dalam inovasi seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan NFT, yang terdapat di blockchain seperti Ethereum dan Solana (SOL), menyebabkan bitcoin kehilangan lebih banyak pangsa pasar. Misalnya, harga Solana naik dari $1,50 ke rekor tertinggi sebesar $250 pada tahun 2021 setelah teknologi dasarnya diminati oleh banyak institusi dan investor ritel. 

Sejak saat itu, dominasi BTC kesulitan meraih angka di atas 50%. Beberapa berpendapat bahwa pertumbuhan yang lambat dalam dominasi BTC baru-baru ini disebabkan oleh ETH 2.0 (peralihan Ethereum ke proof-of-stake) dan bear market yang sedang berlangsung. 

Penutup

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan pasar altcoin telah melemahkan pangsa pasar bitcoin. Berbeda dengan tahun-tahun awal ketika hanya ada sedikit pesaing, bitcoin kini bersaing dengan token DeFi, sektor NFT yang makin populer, dan ribuan mata uang kripto lainnya. 

Meskipun demikian, bitcoin masih menjadi mata uang kripto terdepan dalam segi kapitalisasi pasar. Dominasi BTC tampaknya tidak akan hilang dalam waktu dekat. Bagi pemula, kebanyakan investor melihat bitcoin sebagai penyimpan nilai karena suplainya yang terbatas. Oleh karena itu, bitcoin dijuluki sebagai “emas digital”.

Namun, hal yang paling penting adalah status bitcoin sebagai kripto pertama di industri telah memberikan keunggulan kompetitif bagi pasar aset digital. Namun, sejarah menunjukkan bahwa jika ada hal yang lebih baik, maka keunggulan sebagai pionir tidak akan bertahan lama. Waktu akan menjawab apakah akan ada mata uang kripto lain yang mendominasi pasar kripto seperti bitcoin sejauh ini.