Apa Itu Ethereum 2.0 dan Mengapa Itu Penting?
Apa Itu Ethereum 2.0 dan Mengapa Itu Penting?
BerandaArtikel

Apa Itu Ethereum 2.0 dan Mengapa Itu Penting?

Pemula
1w ago
5m

TL;DR

Ethereum 2.0 adalah peningkatan yang telah lama ditunggu-tunggu di jaringan Ethereum (ETH), menjanjikan kemajuan signifikan pada fungsionalitasnya, dan peningkatan jaringan secara keseluruhan. Beberapa peningkatan yang lebih penting di antaranya peralihan ke Proof of Stake (PoS), shard chain, dan blockchain baru di intinya yang disebut beacon chain. Semua ini dan lebih banyak lagi akan dilakukan secara bertahap dengan roadmap yang direncanakan dengan cermat.

Tapi ini hanya puncak dari gunung es. Dengan Ethereum menjadi salah satu mata uang kripto paling populer di planet ini, ada detail penting yang wajib Anda ketahui mengenai Ethereum 2.0 yang sebenarnya dan bagaimana pengaruhnya terhadap jagat kripto secara keseluruhan.


Pengantar

Sejak Ethereum dirilis, perkembangan teknologi baru dalam wujud aplikasi terdesentralisasi (Dapp) dan blockchain lainnya semakin berkembang pesat. Lebih penting lagi, banyak dari teknologi-teknologi ini dibangun di atas jaringan Ethereum. Coba sebutkan beberapa inovasi utama dari Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) – sebagian besar berjalan di atas Ethereum.
Sayangnya, masalah skalabilitas mulai muncul. Seiring jumlah transaksi meningkat di jaringan Ethereum, begitu pula biaya untuk melakukan transaksi-transaksi tersebut (yang dibayarkan dalam Gas). Jika Ethereum diharapkan menjadi platform yang membawa ke generasi Internet berikutnya, maka ekonominya harus masuk akal. Jika tidak, akan tidak praktis untuk digunakan.

Di sinilah Ethereum 2.0 berperan. Usulan peningkatan ETH 2.0 di jaringan Ethereum dimaksudkan terutama untuk mengatasi masalah skalabilitas. Perbaikan ini akan menciptakan perbedaan besar dengan versi Ethereum yang ada, yang semuanya akan diluncurkan melalui roadmap yang direncanakan dengan hati-hati.


Apa Itu Ethereum 2.0?

Ethereum 2.0 (alias Eth2 atau "Serenity”) adalah peningkatan yang telah lama ditunggu-tunggu di jaringan Ethereum, yang menjanjikan, antara lain, skalabilitas jaringan. Melalui penerapan beberapa penyempurnaan, kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas harus ditingkatkan tanpa mengorbankan keamanan dan sifat desentralisasinya.

Ethereum versi ini sudah diperbincangkan sejak lama, tetapi butuh beberapa tahun untuk diluncurkan. Alasan utamanya, mengembangkan kapasitas blockchain dengan cara yang aman dan terdesentralisasi merupakan tugas yang sangat menantang.

Untungnya, Ethereum 2.0 ditujukan untuk menyelesaikan masalah ini melalui penerapan beberapa fitur yang sangat penting. Fitur-fitur baru ini menciptakan beberapa perbedaan utama antara Ethereum yang kita kenal sekarang dengan Ethereum yang akan datang.


Perbedaan Antara Ethereum dan Ethereum 2.0

Perbedaan terbesar antara Ethereum dan Ethereum 2.0 terletak pada penggunaan mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS), shard chain, dan beacon chain. Mari kita lihat lebih dekat.


Proof of Stake

Proof of Work (PoW) adalah cara Ethereum (dan banyak blockchain lainnya) untuk menjaga jaringan tetap aman dan mutakhir dengan memberi penghargaan kepada penambang dalam membuat dan memvalidasi blok di blockchain. Sayangnya, PoW tidak dapat dikembangkan kapasitasnya karena menuntut peningkatan jumlah daya komputasi seiring pertumbuhan blockchain.
Proof of Stake (PoS) memecahkan masalah ini dengan mengganti daya komputasi dengan “skin in the game”. Artinya, selama Anda memiliki minimum 32 ETH, Anda dapat menguncinya (yaitu dengan melakukan staking), menjadi validator, dan mendapatkan bayaran dengan mengonfirmasi transaksi. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai cara kerja PoS dan staking, lihat Penjelasan mengenai Proof of Stake.


Sharding

Siapa pun yang ingin mengakses jaringan Ethereum harus melakukannya melalui node. Node menyimpan salinan seluruh jaringan, yang berarti node tersebut harus mengunduh, menghitung, menyimpan, dan memproses setiap transaksi sejak awal keberadaan Ethereum. Meskipun Anda sebagai pengguna tidak perlu menjalankan node untuk bertransaksi, namun, hal ini tetap akan memperlambat semua proses transaksi.

Shard chain sama seperti blockchain lainnya, perbedaannya, shard chain hanya berisi subset tertentu dari satu blockchain yang utuh. Ini bisa membantu node dengan hanya mengelola sepotong atau pecahan (shard) dari jaringan, sehingga akan meningkatkan throughput transaksi dan kapasitas Ethereum secara keseluruhan.


Beacon chain

Dengan shard chain yang bekerja secara paralel, harus ada yang memastikan semuanya tetap sinkron satu sama lain. Nah, beacon chain mengendalikannya dengan menyediakan konsensus ke semua shard chain yang berjalan secara paralel.

Beacon chain merupakan blockchain baru yang memainkan peran sentral dalam Ethereum 2.0. Tanpanya, berbagi informasi antar shard tidak akan mungkin dilakukan, dan skalabilitas tidak akan ada. Untuk alasan ini, telah dinyatakan bahwa beacon chain akan menjadi fitur pertama yang diluncurkan dalam Ethereum 2.0.


Menuju Ethereum 2.0

Peluncuran Ethereum 2.0 tidak akan hadir sekaligus. Sebaliknya, peningkatan akan dirilis dalam tiga fase, yang masing-masing dilengkapi dengan fitur berbeda untuk memastikan kesuksesan Ethereum baru.

Fase 0

Fase pertama, atau fase 0, akan didedikasikan untuk merilis beacon chain karena ini merupakan pusat dari fungsi shard chain. Sebelum shard chain muncul, beacon chain akan mulai menerima validator (yaitu staker) melalui kontrak setoran satu arah.

Penting untuk diperhatikan bahwa semua validator terdaftar yang melakukan staking ETH tidak akan dapat melakukan “unstake” sampai shard chain diterapkan sepenuhnya. Artinya ETH dari para validator akan dikunci hingga fase selanjutnya.

Fase 0 direncanakan untuk diluncurkan dalam tahun 2020.


Fase 1/1.5

Fase berikutnya sebenarnya merupakan gabungan dari dua fase: fase 1 dan fase 1.5. Fase 1 akan memperkenalkan shard chain, yang memungkinkan validator membuat blok di blockchain melalui PoS. Fase 1.5 adalah periode di mana mainnet Ethereum secara resmi akan memperkenalkan shard chain dan mulai beralih dari PoW ke PoS.

Fase 1/1.5 direncanakan untuk diluncurkan dalam tahun 2021.


Fase 2

Fase terakhir adalah fase 2, di mana Ethereum 2.0 akan mendukung shard yang terbentuk sepenuhnya dan menjadi jaringan resmi Ethereum. Shard chain juga akan dapat bekerja dengan smart contract, memungkinkan pengembang Dapps dan teknologi lain untuk berintegrasi secara mulus ke Ethereum 2.0.

Fase 2 direncanakan untuk diluncurkan dalam tahun 2021 atau setelahnya.


Konklusi

Ethereum 2.0 merupakan peningkatan penting di jaringan Ethereum karena sejumlah alasan, terutama dalam hal skalabilitas. Tanpa fitur-fitur PoS baru, shard chain, dan beacon chain, Ethereum pada akhirnya tidak akan berkelanjutan dan tidak lagi menjadi platform smart contract terkemuka di dunia kripto.

Peluncuran Eth2 akan membutuhkan waktu, dan bahkan mungkin lebih lama dari yang diperkirakan. Kabar baiknya, proses sudah berjalan dengan baik dan pengembang Ethereum berdedikasi dalam mengerjakannya.

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai Ethereum 2.0 dan aset-aset digital? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, di mana komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.