Apa Itu Interoperabilitas Cross-Chain?
Beranda
Artikel
Apa Itu Interoperabilitas Cross-Chain?

Apa Itu Interoperabilitas Cross-Chain?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Mar 13, 2023Diperbarui Oct 24, 2023
7m

Artikel ini merupakan kiriman dari komunitas. Artikel ini merupakan kontribusi dari Derek Yoo, CEO dari PureStake, yaitu tim pengembangan platform Moonbeam untuk aplikasi yang terhubung secara cross-chain.

Pandangan dalam artikel ini berasal dari kontributor/penulis dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy.

TL;DR 

Interoperabilitas cross-chain memungkinkan aplikasi untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi pada berbagai jaringan blockchain. Hal ini memungkinkan pentransferan data dan nilai di antara sistem yang berbeda, sehingga memberikan konektivitas yang meningkat dan integrasi yang mulus. 

Apa Itu Interoperabilitas dalam Blockchain? 

Interoperabilitas dalam konteks blockchain adalah kemampuan sebuah blockchain untuk bertukar data secara bebas dengan blockchain lain. Interoperabilitas cross-chain memungkinkan smart contract pada berbagai chain untuk saling berkomunikasi tanpa harus mengirim token sebenarnya di antara chain.

Misalnya, aset, layanan, dan transaksi dicatat pada sebuah blockchain sebagai dokumentasi. Apa pun aktivitas yang berlangsung pada satu blockchain dapat direpresentasikan di blockchain lain dengan solusi interoperabilitas yang tepat. Artinya, aplikasi dapat berfungsi dengan aset atau layanan apa pun terlepas dari blockchain yang menjadi wadahnya.

Mengapa Interoperabilitas Penting? 

Saat ini, blockchain berada dalam posisi yang serupa dengan internet masa awal: ada banyak ekosistem terisolasi yang tidak dapat bertukar informasi. 

Kurangnya interoperabilitas dan konektivitas menimbulkan hambatan yang signifikan untuk adopsi teknologi blockchain yang lebih luas, karena hal tersebut mencegah arus data dan nilai yang mulus pada berbagai jaringan. 

Dari sudut pandang pengembang, setiap penerapan merupakan instans terisolasi dan independen yang membuat kontrak backend tidak saling terhubung ataupun saling mengetahui. Misalnya, sebuah DApp bursa terdesentralisasi (DEX) mungkin perlu diterapkan pada jaringan Ethereum, BNB Chain, dan Polygon secara terpisah. Hal ini menyebabkan setiap versi dari DApp tersebut terisolasi. 

Sebagai seorang pengguna, pendekatan multipenerapan dapat memunculkan beberapa tantangan. Pendekatan ini tidak memungkinkan pentransferan token yang mulus dari satu blockchain ke blockchain lain. Hal ini biasanya dilakukan dalam sebuah proses yang menghancurkan aset pada blockchain sumber dan mencetaknya lagi di blockchain tujuan menggunakan bridge pihak ketiga. Proses ini dapat memerlukan waktu yang lama dan dapat membingungkan, sehingga menyebabkan data island yang terfragmentasi dan pengalaman pengguna buruk. Risiko keamanan terkait memiliki aset di beberapa blockchain juga dapat menjadi signifikan, sehingga menimbulkan peluang peretasan dan potensi hilangnya dana.

Solusi Interoperabilitas Cross-Chain 

Konektivitas cross-chain makin meningkat seiring pengembang membuat solusi yang memudahkan penghubungan dan pentransferan data dan nilai pada berbagai jaringan. Hal ini dapat membuka peluang baru untuk aplikasi blockchain yang lebih ramah pengguna dan saling terhubung.

Ada berbagai pendekatan dalam meningkatkan interoperabilitas cross-chain. Kami telah mendaftarkan beberapa contoh untuk menampilkan berbagai macam solusi. 

Chainlink sedang mengembangkan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) yang merupakan standar sumber terbuka untuk memungkinkan komunikasi cross-chain, termasuk olah pesan dan transfer token. Tujuan CCIP adalah memungkinkan koneksi yang universal di antara ratusan jaringan blockchain menggunakan antarmuka yang terstandardisasi. CCIP berpotensi mengurangi kompleksitas membangun aplikasi dan layanan cross-chain.

Wormhole

Protokol Wormhole adalah protokol interoperabilitas generik yang memungkinkan transfer token dan pesan di antara berbagai jaringan blockchain. Pesan pada chain sumber diteliti oleh jaringan guardian (wali) yang memverifikasi dan memfasilitasi transfer ke chain target.  Pengembang yang menggunakan Wormhole dapat membangun aplikasi terdesentralisasi cross-chain yang disebut xDapp.

LayerZero

LayerZero adalah protokol interoperabilitas omnichain untuk pesan ringan yang dikirim di antara blockchain. Protokol ini menyediakan pengiriman pesan yang aman dan andal dengan sifat trustless yang dapat dikonfigurasi. 

Ultra-light node (ULN/node ultraringan) milik LayerZero adalah smart contract yang menyediakan header blok chain lain yang telah melalui bridging untuk meningkatkan efisiensi. ULN hanya terpicu berdasarkan permintaan. Smart contract berkomunikasi dengan oracle dan relayer (perelai) melalui endpoint LayerZero. Desain ini memungkinkan komunikasi cross-chain yang ringan dan efisien.

Hyperlane

Hyperlane adalah protokol chain delegated proof of stake (PoS) yang memvalidasi dan mengamankan komunikasi cross-chain melalui metode konsensus yang dapat dikonfigurasi. Dalam jaringan Hyperlane, setiap validator bertanggung jawab memvalidasi setiap chain yang terhubung dengan Hyperlane guna memastikan bahwa komunikasi cross-chain aman dan akurat.

Inter-Blockchain Communication

Inter-Blockchain Communication (IBC) adalah protokol standar untuk interaksi blockchain dalam Cosmos Network yang dirancang untuk memungkinkan interoperabilitas di antara berbagai blockchain. IBC mendefinisikan serangkaian fungsi minimal yang ditentukan dalam Interchain Standards (ICS) yang mendefinisikan cara blockchain dapat saling berkomunikasi dan bertukar data.

Salah satu contohnya adalah Osmosis, yaitu DEX yang memungkinkan pengguna untuk melakukan swap token di antara berbagai blockchain. Osmosis memanfaatkan protokol IBC memungkinkan swap token yang mulus dari berbagai chain, sehingga pemilik token diuntungkan secara langsung dari interoperabilitas yang ditawarkan oleh IBC.

Avalanche Warp Messaging

Avalanche Warp Messaging (AWM) dirancang untuk menjadi fleksibel dan memungkinkan pengembang untuk membuat spesifikasi pesan sendiri guna mendukung komunikasi. Spesifikasi AWM itu sendiri memerlukan serangkaian byte, yaitu indeks pengguna yang berpartisipasi dalam BLS Multi-Signature, dan BLS Multi-Signature. AWM memudahkan pengembang untuk membangun DApp pada jaringan Avalanche.

BTC Relay

BTC Relay adalah relai chain yang akan diterapkan dalam kondisi live. BTC Relay memungkinkan pengiriman header blok Bitcoin ke Ethereum. Dengan melakukannya, BTC Relay menyediakan cara untuk memverifikasi penyertaan transaksi Bitcoin pada blockchain Ethereum, sehingga menciptakan trustless bridge di antara kedua jaringan.

Cross-Consensus Message Format

Cross-Consensus Message Format (XCM) memungkinkan berbagai sistem konsensus untuk saling berkomunikasi pada Polkadot. Dengan keberhasilan merger XCM versi 3, pengembang dapat membangun aplikasi yang memungkinkan bridge, penguncian cross-chain, penukaran, NFT, penerapan syarat, pelacakan konteks, dan lainnya. 

Misalnya, Moonbeam XCM SDK utamanya mendukung transfer token XCM sehingga memungkinkan pengembang untuk berinteraksi dengan jaringan Polkadot menggunakan XCM.

Axelar

Axelar menawarkan solusi untuk komunikasi cross-chain melalui penggunaan protokol General Message Passing yang memungkinkan pengguna untuk membangun aplikasi terdesentralisasi yang dapat beroperasi pada beberapa jaringan blockchain. Axelar juga menyediakan komunikasi antarchain melalui delegated PoS (dPoS) bagi pengguna yang melakukan bridging token.

Misalnya, aplikasi bridging Axelar bernama Satellite menghubungkan BUSD berbasis Ethereum ke Cosmos untuk memungkinkan interoperabilitas di antara kedua ekosistem.

Manfaat dan Batasan Interoperabilitas

Manfaat interoperabilitas blockchain tampak jelas. Pengguna dapat berpotensi melakukan transaksi pada berbagai jaringan blockchain secara mulus tanpa memerlukan perantara tersentralisasi. Interoperabilitas juga mengurangi fragmentasi, meningkatkan interoperabilitas di dalam ekosistem blockchain yang lebih luas, serta membuka batasan dan model bisnis baru.

Namun, ada beberapa batasan pada solusi ini. Blockchain yang berbeda mungkin memiliki solusi keamanan, algoritma konsensus, dan bahasa pemrograman yang berbeda sehingga dapat menambah kompleksitas teknis. Solusi ini dapat berpotensi meningkatkan kemungkinan serangan dan menghadirkan tantangan tata kelola baru di antara berbagai jaringan blockchain. 

Penutup

Solusi interoperabilitas cross-chain berpotensi meningkatkan efisiensi dan fungsionalitas jaringan blockchain secara signifikan dengan memungkinkan komunikasi, data, dan transfer nilai di antara berbagai jaringan. 

Pengembangan interoperabilitas cross-chain di masa mendatang diharapkan dapat mendorong inovasi yang lebih besar di antara berbagai jaringan blockchain dan kemungkinan baru untuk aplikasi blockchain. Hal ini dapat menghasilkan ekosistem blockchain yang lebih terhubung dan ramah pengguna.

Namun, untuk penggunaan umum, berbagai solusi interoperabilitas cross-chain harus mencapai stabilitas dan keamanan yang lebih tinggi. Belum ada kejelasan terkait solusi yang akan memberikan alat paling efisien, stabil, dan aman.  

Bacaan Lebih Lanjut:

Penafian dan Peringatan Risiko: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” untuk informasi umum dan tujuan pendidikan saja tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya ataupun dimaksudkan untuk menyarankan pembelian produk atau jasa tertentu. Anda sebaiknya mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Jika artikel merupakan kontribusi dari kontributor pihak ketiga, harap diperhatikan bahwa pandangan yang dinyatakan berasal dari kontributor pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy. Silakan baca penafian lengkap kami di sini untuk detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang mungkin Anda alami. Materi ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya. Untuk informasi selengkapnya, baca Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.