Apa Itu Chainlink (LINK)?
Apa Itu Chainlink (LINK)?
BerandaArtikel

Apa Itu Chainlink (LINK)?

Pemula
Published Nov 20, 2020Updated Jul 22, 2021
5m

TL;DR

Chainlink telah menjadi salah satu proyek yang paling umum digunakan di dunia kripto. Platformnya menawarkan layanan oracle terdesentralisasi yang dapat menyediakan data eksternal ke smart contract di Ethereum. Dengan kata lain, Chainlink menghubungkan blockchain dengan dunia nyata.

Anda bisa membayangkan Chainlink sebagai komite orang bijak yang selalu mencari cara untuk menentukan hal yang paling mendekati kebenaran. Namun, mengapa komite ini bisa dianggap lebih terpercaya dibanding yang lain? Mari kita lihat.

 

Pengantar 

Smart contract mengotomatiskan persetujuan di blockchain. Mengevaluasi informasi, dan jika kondisi tertentu terpicu, eksekusi akan dilakukan. Namun, hal ini menimbulkan satu masalah.

Blockchain sebenarnya tidak memiliki cara yang baik dalam mengakses data eksternal. Sukarnya menghubungkan data off-chain dan on-chain merupakah tantangan besar yang dihadapi smart contract.

Chainlink mencoba memecahkan masalah ini dengan menyediakan layanan oracle terdesentralisasi. Singkatnya, oracle merupakan perangkat lunak yang menerjemahkan data eksternal ke bahasa yang dapat dimengerti smart contract (dan sebaliknya). Jika Anda tertarik membaca lebih lanjut, lihat artikel kami,Penjelasan mengenai Oracle Blockchain.

Tapi apa yang membuat Chainlink berbeda dari oracle blockchain lainnya? Mari kita cari tahu. 

 

Apa itu Chainlink?

Chainlink merupakan jaringan oracle terdesentralisasi berbasis blockchain yang memungkinkan smart contract terhubung ke sumber data eksternal. Data dapat mencakup API, sistem internal, atau jenis data eksternal lainnya. LINK adalah token ERC-20 yang digunakan untuk membayar layanan oracle ini di jaringan.

Jadi apa yang membuat Chainlink terdesentralisasi? Pertama, kita perlu memahami apa itu oracle tersentralisasi. Tidak sulit untuk menebak – penyedia tunggal informasi eksternal untuk smart contract. Hanya satu sumber, ini bisa menimbulkan masalah besar. Bagaimana jika oracle memberikan data yang salah? Semua sistem yang mengandalkan data tersebut akan gagal. Keadaan ini sering disebut “masalah oracle” – inilah yang coba dipecahkan Chainlink.


Bagaimana cara kerja Chainlink?

Chainlink menggunakan jaringan node dalam upaya memberikan data yang dapat dipercaya dan diandalkan ke smart contract.

Misalkan, smart contract membutuhkan data dari dunia nyata, dan mengajukan permintaan untuk itu. Protokol Chainlink mendaftarkan kegiatan ini dan meneruskannya ke node Chainlink untuk mengambil penawaran atau “bid” berdasarkan permintaan.

Apa yang membuat proses ini menarik dan dapat diandalkan adalah bagaimana Chainlink dapat memvalidasi data dari berbagai sumber. Karena sistem reputasi internal, Chainlink dapat menentukan sumber mana yang dapat dipercaya dengan akurasi tinggi. Ini bisa meningkatkan akurasi hasil dan melindungi smart contract dari semua jenis serangan.

Jadi, apa hubungannya dengan LINK? Nah, smart contract yang meminta data membayar operator node Chainlink dalam LINK sebagai imbalan atas jasa. Harga ditentukan oleh operator node berdasarkan kondisi pasar untuk data tersebut.

Operator node juga melakukan staking di jaringan untuk memastikan komitmen jangka panjang dalam proyek tersebut. Mirip dengan model cryptoeconomic Bitcoin, operator node Chainlink diberi insentif jika bertindak jujur.


Chainlink dan DeFi

Sejak Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) populer, terlihat semakin banyak minat terhadap layanan oracle berkualitas tinggi. Bagaimanapun, sebagian besar proyek DeFi harus menggunakan smart contract, dan membutuhkan data eksternal agar berjalan dengan baik.

Dengan layanan oracle tersentralisasi, platform DeFi berisiko rentan terhadap berbagai serangan, termasuk serangan pinjaman kilat atau flash loan melalui manipulasi oracle. Beberapa insiden seperti ini telah terjadi, dan kemungkinan besar akan terus terjadi jika oracle tersentralisasi masih umum digunakan.

Banyak orang mungkin cenderung berpikir bahwa Chainlink dapat menyelesaikan semua masalah ini – sepertinya tidak benar. Meskipun berbagai proyek seperti Synthetix, Aave, dan lainnya mengandalkan teknologi Chainlink, jenis risiko baru juga bermunculan. Jika terlalu banyak platform yang mengandalkan layanan oracle yang sama, semua akan mengalami gangguan jika Chainlink tiba-tiba berhenti berfungsi.

Kelihatannya memang kejadian ini mustahil terjadi. Chainlink merupakan layanan oracle terdesentralisasi yang seharusnya tidak memiliki single point of failure. Meski begitu, pada September 2020, node Chainlink mengalami “serangan spam” di mana penyerang berpotensi menghabiskan hingga 700 ETH dari wallet operator node. Serangan itu dengan cepat dapat diatasi, tetapi insiden tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua sistem sepenuhnya tahan terhadap aktivitas berbahaya.


Pasokan dan penerbitan LINK

LINK memiliki pasokan maksimum 1 miliar token. 35% terjual selama ICO pada tahun 2017. Sekitar 300 juta berada di tangan perusahaan yang mendirikan proyek tersebut.

Berbeda dengan kebanyakan aset kripto lainnya, LINK tidak memiliki proses mining atau staking yang meningkatkan pasokan beredar.


Cara menyimpan LINK

LINK tidak memiliki blockchain asli milik sendiri, melainkan berada di blockchain Ethereum. Token LINK mengikuti standar ERC-667, yang merupakan perpanjangan dari standar ERC-20. Singkatnya, Anda dapat menyimpan LINK di wallet yang mendukung standar tersebut, seperti Trust Wallet atau MetaMask.

 

Apa manfaat LINK?

Seperti yang telah disebutkan, operator node Chainlink dapat melakukan staking LINK sebagai cara untuk memberikan penawaran atau bid kepada pembeli data yang dituju. Operator node yang "memenangkan" penawaran harus memberikan informasi ke smart contract yang membuat permintaan. Semua pembayaran ke operator node dilakukan dalam token LINK.

Pendekatan ini memberi insentif kepada operator node untuk terus mengakumulasi. Mengapa? Memiliki lebih banyak token berarti akses ke kontrak data semakin lebih besar pula. Jika operator node memutuskan untuk melanggar aturan, token LINK mereka akan hilang.

 

 

Siapa saja yang termasuk LINK Marines?

Tidak jarang proyek kripto memberikan nama panggilan kepada anggota komunitas mereka. Chainlink adalah salah satu contoh yang paling awal dan paling sukses dengan fenomena ini. Anggota komunitasnya disebut “LINK Marines”.

Jenis kreasi komunitas ini menjadi taktik pemasaran yang semakin efektif di dunia mata uang kripto. Pendukung intinya bisa menciptakan banyak enggagement dan menarik perhatian media sosial ke proyek tersebut.

 

Konklusi

Teknologi Chainlink telah terbukti menjadi salah satu pilar terpenting DeFi dan ekosistem kripto yang lebih luas. Meskipun hal ini bisa menimbulkan risiko terhadap dunia DeFi di Ethereum, sumber data eksternal tepercaya adalah salah satu bagian terpenting dalam membangun ekosistem produk on-chain yang sehat.

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai Jaringan Chainlink dan LINK? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, tempat komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.