Apa Itu Terra (LUNA)?
Daftar Konten
Pendahuluan
Apa saja yang dapat dilakukan oleh Terra?
Apa itu stablecoin Terra?
Bagaimana cara kerja TerraUSD (UST)?
Apa itu LUNA?
Reward staking dari LUNA
Bagaimana cara kerja mekanisme konsensus Delegated Proof of Stake Terra?
Apa itu Terra Station?
Apa itu Anchor Protocol (ANC)?
Penutup
Apa Itu Terra (LUNA)?
BerandaArtikel
Apa Itu Terra (LUNA)?

Apa Itu Terra (LUNA)?

Tingkat Menengah
Published Oct 13, 2021Updated May 13, 2022
8m

TL;DR

Terra adalah jaringan blockchain yang dibangun menggunakan Cosmos SDK yang mengkhususkan diri dalam pembuatan stablecoin. Daripada menggunakan fiat atau kripto dengan jaminan berlebih sebagai cadangan, setiap stablecoin Terra dapat dikonversi menjadi token asli jaringan ini, yaitu Terra.

LUNA memungkinkan para pemiliknya untuk membayar biaya jaringan, berpartisipasi dalam tata kelola, melakukan staking dalam mekanisme konsensus Delegated Proof of Stake Tendermint, dan mematok stablecoin.

Untuk mematok stablecoin seperti TerraUSD (UST), LUNA senilai satu USD dapat dikonversi dengan token UST pada rasio 1:1. Misalnya, jika harga UST adalah $0,98, para pelaku arbitrase akan melakukan swap 1 UST dengan USD senilai $1 dan menghasilkan 2 sen. Mekanisme ini meningkatkan permintaan UST dan juga mengurangi pasokannya ketika UST masuk burning. Kemudian, stablecoin tersebut akan kembali ke patokannya.

Ketika UST berada di atas $1, misalnya di $1,02, para pelaku arbitrase akan mengonversi LUNA senilai $1 menjadi 1 UST dan menghasilkan 2 sen. Pasokan UST akan naik dan permintaan untuk UST juga akan menurun, sehingga harga kembali ke patokannya.

Selain mengurangi volatilitas stablecoin, para validator dan delegator melakukan staking LUNA untuk mendapatkan reward. Kedua pelaku ini memiliki peran yang penting dalam menjaga keamanan jaringan dan mengonfirmasi transaksi.

Anda dapat membeli LUNA melalui Binance, lalu menyimpan, melakukan staking, atau berpartisipasi dalam tata kelola dengan Terra Station, yaitu dompet resmi dan dasbor untuk jaringan blockchain Terra.


Pendahuluan

Bagi pecinta stablecoin, kini terdapat beberapa pilihan terkait tempat untuk berinvestasi. Dan tidak hanya ada stablecoin dengan cadangan fiat juga. Terdapat beragam metode dan jaringan yang bereksperimen dengan cara menjaga patokan stablecoin. Terra adalah salah satu proyek yang mengembangkan pendekatan unik terhadap stablecoin dan alat yang dapat digunakan oleh pengembang untuk membuat token patokan sendiri.


Apa saja yang dapat dilakukan oleh Terra?

Terra adalah sebuah blockchain yang memungkinkan pengguna untuk membuat stablecoin yang dipatok ke mata uang fiat. Koin ini utamanya menggunakan mekanisme seigniorage jaringan. Jaringan ini didirikan oleh Do Kwon dan Daniel Shim dari Terraform labs pada tahun 2018 serta menggunakan Delegated-Proof-of-Stake (DPoS) Tendermint sebagai mekanisme konsensusnya. Terra menyediakan kemampuan smart contract untuk pembuatan berbagai jenis stablecoin.

Proyek ini telah terbukti populer di pasar Asia untuk e-commerce dan memiliki basis pengguna yang besar di Korea Selatan. Misalnya, pengguna taksi di Mongolia dapat membayar beberapa pengemudi dalam stablecoin Terra MNT yang dipatok ke tugrik Mongolia. Token yang dicetak di platform ini disebut sebagai mata uang Terra dan ada bersamaan dengan token asli jaringan, yaitu LUNA, untuk tata kelola dan utilitas. Terra dan LUNA memiliki hubungan yang saling melengkapi.

Terra sudah memiliki stablecoin yang dipatok antara lain ke Dolar AS, Won Korea Selatan, dan Euro. Dalam waktu yang singkat, proyek ini telah meraih popularitas yang luas dengan stablecoin yang dicetak pada platform tersebut. Pada saat penulisan artikel ini, TerraUSD telah berhasil menjadi stablecoin keempat terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.


Apa itu stablecoin Terra?

Stablecoin di jaringan Terra menggunakan metode yang berbeda dalam mempertahankan keseimbangan harga daripada stablecoin dengan cadangan fiat dan stablecoin dengan cadangan kripto yang dijamin. Stablecoin yang dijamin biasanya memungkinkan pemiliknya untuk menukar stablecoin dengan fiat dalam jumlah setara atau sejumlah kripto. Hal ini berlaku pada BUSD yang mempertahankan cadangan dolar AS yang diaudit. Hal yang sama juga berlaku untuk DAI yang dicadangkan oleh mata uang kripto dengan jaminan berlebih.

Namun, stablecoin Terra menggunakan metode algoritmik untuk mengontrol pasokannya dan mempertahankan patokan. Pada dasarnya, setiap stablecoin dicadangkan dan dapat ditukarkan dengan token tata kelola dan utilitas, yaitu LUNA. Terra berfungsi sebagai mitra pengimbang bagi siapa pun yang ingin melakukan swap terhadap stablecoin mereka dengan LUNA dan sebaliknya yang memengaruhi pasokan kedua token tersebut.


Bagaimana cara kerja TerraUSD (UST)?

Bayangkan Anda ingin mencetak TerraUSD (UST) senilai $100 yang setara dengan 100 UST di harga patokan. Untuk mencetak UST, Anda harus mengonversi token LUNA dalam jumlah uang yang setara. Kemudian, Terra akan melakukan burning terhadap token LUNA yang Anda pasok. Jadi, jika harga LUNA adalah $50 per koin, maka algoritmenya akan mengharuskan Anda untuk melakukan burning 2 LUNA guna mencetak 100 UST. Sebelumnya, Terra hanya melakukan burning sebagian dari token yang diberikan, tetapi dengan adanya pembaruan Columbus-5, 100% menjadi masuk burning.

Anda juga dapat mencetak LUNA dengan stablecoin Terra. Mencetak LUNA senilai $100 (2 LUNA) juga memerlukan burning 100 UST. Meskipun harga pasar UST tidak $1 per token, tarif konversi untuk mencetak akan memperlakukan 1 UST setara dengan $1. Mekanisme penukaran ini memberikan stabilitas harga kepada UST.

Mari kita lihat sebuah contoh guna mengetahui dengan persis mengenai cara kerja algoritme ini untuk mencoba dan menjaga agar harga stabil:

1. Harga 1 UST turun ke $0,98, yaitu 2 sen lebih rendah daripada nilai patokan yang dimaksudkan. Namun, untuk semua konversi antara stablecoin Terra dan LUNA, 1 UST dianggap bernilai $1.

2. Seorang pelaku arbitrase menyadari perbedaan harga ini dan melihat peluang untuk menghasilkan laba. Mereka melanjutkan dengan membeli 100 UST seharga $98, lalu mengonversinya menjadi LUNA senilai $100 di Terra Station Market Module.

3. Pelaku arbitrase itu dapat menyimpan LUNA senilai $100 tersebut atau mengonversinya menjadi fiat dan mencairkan labanya. Meskipun $2 tidak tampak terlalu besar, laba yang makin besar dapat diraih dengan skala yang lebih besar. Perbedaan antara harga mencetak token dan nilainya ini disebut sebagai seigniorage.

Namun, bagaimana hal ini akhirnya menstabilkan harga pada $1? Pertama, kenaikan pembelian UST oleh para pelaku arbitrase meningkatkan harga UST. Selain itu, Terra melakukan burning terhadap UST selama penukaran ke LUNA, sehingga mengurangi pasokannya dan berkontribusi terhadap kenaikan harga UST. Setelah 1 UST mencapai $1, peluang arbitrase akan tertutup.

Proses yang sama berlaku secara terbalik ketika harga UST di atas $1. Mari kita lihat contoh lainnya.

1. Harga 1 UST naik ke $1,02 yang juga memberikan cara untuk meraih laba kepada para pelaku arbitrase.

2. Para pelaku arbitrase membeli LUNA senilai $100, lalu mengonversinya ke UST senilai $102 di Terra Station Market Module. Kemudian, Terra melakukan burning terhadap LUNA dan mencetak UST dalam prosesnya, sehingga meningkatkan pasokan.

3. Kemudian, para pelaku arbitrase menjual UST tersebut di pasar terbuka untuk meraih laba. Tekanan penjualan pada UST ini membuat harga UST kembali ke patokan.

Token LUNA merupakan bagian integral bagi stablecoin algoritmik Terra karena menyerap volatilitas permintaan stablecoin tersebut. Dengan kebijakan moneter yang elastis, LUNA mengontrol pasokan mata uang Terra dengan saksama. Dibandingkan dengan proyek yang memiliki jaminan berlebih seperti MakerDAO, model Terra sangat dapat diskalakan dan lebih terjangkau.


Apa itu LUNA?

LUNA adalah mata uang kripto Terra yang memiliki empat macam peran di protokol Terra:

1. Metode untuk membayar biaya transaksi dalam sistem gasnya (token utilitas).

2. Cara untuk berpartisipasi dalam sistem tata kelola platform. Dengan melakukan staking atas token LUNA, Anda dapat membuat dan melakukan voting terhadap proposal dengan perubahan terkait protokol Terra.

3. Mekanisme untuk menyerap fluktuasi permintaan terhadap stablecoin yang dicetak di Terra untuk mempertahankan patokan harga.

4. Token untuk melakukan staking dalam mekanisme konsensus DPoS di balik para validator yang memproses transaksi jaringan.

LUNA memiliki pasokan target maksimum sebesar satu miliar token. Jika jaringan melampaui satu miliar LUNA, Terra akan melakukan burning LUNA hingga pasokannya kembali ke tingkat keseimbangannya.


Reward staking dari LUNA

Para pemilik token LUNA dapat melakukan staking terhadap token mereka di mekanisme konsensus ekosistem Terra. Dengan melakukan staking LUNA, pengguna dapat menerima reward yang diambil langsung dari biaya swap di protokol Terra. Pengguna membayar biaya ini setiap kali mereka beralih di antara LUNA dan stablecoin Terra.
Sebelum pembaruan Columbus-5, reward juga diambil dari sebagian masing-masing seigniorage swap. Secara teori, sistem yang baru akan memberikan hasil staking sekitar 7-9%. Reward ini memberikan insentif kepada pengguna dan validator yang berpartisipasi dalam sistem DPoS Tendermint. Jika Anda familier dengan mining di jaringan Bitcoin, prinsipnya serupa.


Bagaimana cara kerja mekanisme konsensus Delegated Proof of Stake Terra?

Blockchain Terra dibangun menggunakan SDK Cosmos, sehingga DPoS Tendermint menjadi pilihan yang sesuai. Mekanisme konsensus ini adalah bagian dari rangkaian teknologi Cosmos dan merupakan alternatif yang ramah lingkungan dari Proof of Work.

Per bulan Oktober 2021, Terra menggunakan sekelompok berisi hingga 130 validator untuk memproses transaksi. Pengguna (atau delegator) melakukan staking terhadap token mereka di belakang seorang validator. Sebagai gantinya, validator mengamankan jaringan dengan memproses transaksi yang serupa dengan pekerjaan seorang miner di Bitcoin. Delegator akan melakukan staking terhadap token LUNA di belakang seorang validator yang diyakini akan memproses transaksi jaringan secara efektif dan jujur. Setiap validator juga dapat mengatur persentase khusus dari reward yang akan didistribusikan kepada delegatornya.

Validator juga harus mengunci LUNA dalam jumlah yang ditentukan selama setidaknya 21 hari. Proses ini disebut dengan bonding. Delegator juga mengalami masa penguncian selama 21 hari dan berisiko kehilangan staking jika validator berperilaku buruk.

Misalnya, validator dapat memproses transaksi pembelanjaan ganda atau menyertakan transaksi palsu. Dalam kasus ini, validator dapat kehilangan reward atau bahkan kehilangan staking awalnya (bond). “Pajak Terra” untuk transaksi dan airdrop menyediakan reward yang diberikan kepada delegator dan validator. Setiap bagian delegator akan bergantung pada jumlah yang masuk staking dan tarif komisi validator.


Apa itu Terra Station?

Terra Station adalah dompet kripto dan dasbor Terra resmi yang memungkinkan pemilik LUNA untuk mengakses dana, melakukan staking, dan berpartisipasi dalam tata kelola. Dompet ini tersedia dalam bentuk aplikasi untuk ponsel dan sebagai ekstensi browser.

1. Dasbor Terra Station menampilkan serangkaian data on-chain, termasuk volume transaksi, imbal hasil staking, dan jumlah akun yang aktif.

2. Dompet Terra Station bersifat nonkustodian. Artinya, hanya Anda yang memiliki akses ke kunci privat. Jika Anda membuka dompet Terra Station, pastikan untuk menyimpan seed phrase dalam tempat yang aman. Jika Anda kehilangannya, tidak ada cara untuk menarik dana Anda.

3. Portal tata kelola ini memungkinkan Anda untuk membuat proposal baru dan membawanya ke tahap voting dengan menyetor 512 LUNA. Pengguna lain dapat menyetor 512 LUNA untuk Anda jika Anda tidak memiliki dana. Ketika proposal baru dibuat, pemilik LUNA lain dapat melakukan staking terhadap token mereka untuk melakukan voting.

4. Bagian token staking memungkinkan Anda untuk mendelegasi, memeriksa reward, melakukan bonding LUNA sebagai validator, dan berpartisipasi dalam setiap tahap mekanisme konsensus DPoS.


Apa itu Anchor Protocol (ANC)?

Selain mengelola Terra, Terraform Labs juga mengembangkan dan mengelola Anchor Protocol, yaitu aplikasi terkemuka milik TVL di blockchain ini. Proyek ini diatur oleh komunitas dan menawarkan platform pinjam meminjam bagi pengguna Terra. Dengan Anchor Protocol, Anda bisa mendapatkan bunga, mengambil pinjaman, dan memberi pinjaman melalui jaminan berlebih. Anda bisa mendapatkan token Anchor Protocol, yaitu ANC, dengan beberapa cara:
  1. Anda dapat melakukan staking terhadap token LP Terraswap ANC-UST untuk menerima reward ANC. 
  2. Anda dapat melakukan staking ANC itu sendiri.
  3. Anda dapat meminjam stablecoin melalui Anchor Protocol.


Anda juga dapat menggunakan ANC sebagai bagian dari mekanisme tata kelola Anchor Protocol untuk membuat dan melakukan voting terhadap proposal. Anda dapat membeli ANC di Binance menggunakan metode sama yang diuraikan untuk LUNA di atas.


Penutup

Di masa mendatang, akan ada banyak peluang bagi Terra untuk memanfaatkan kompatibilitas cross-chain dengan blockchain Cosmos SDK lainnya. Karena stablecoin merupakan topik yang penting secara global terkait dengan peraturan dan adopsi mainstream dalam sistem pembayaran, Terra memiliki ruang untuk bertumbuh dan meningkatkan basis penggunanya di luar Asia.