Penjelasan mengenai Delegated Proof of Stake
Penjelasan mengenai Delegated Proof of Stake
BerandaArtikel
Penjelasan mengenai Delegated Proof of Stake

Penjelasan mengenai Delegated Proof of Stake

Tingkat Menengah
Diterbitkan Nov 27, 2018Diperbarui Aug 30, 2022
5m

Algoritme konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) dianggap oleh kebanyakan orang sebagai versi yang lebih efisien dan demokratis dari mekanisme PoS.

PoS dan DPoS sama-sama digunakan sebagai alternatif dari algoritme konsensus Proof of Work, karena sistem PoW memerlukan banyak sumber daya eksternal. Algoritme Proof of Work menggunakan sejumlah besar pekerjaan komputasional untuk mengamankan buku besar terdistribusi yang bersifat kekal, terdesentralisasi, dan transparan. Sebaliknya, PoS dan DPoS memerlukan sumber daya yang lebih sedikit dan dirancang untuk lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk memahami cara kerja Delegated Proof of Stake, kita harus memahami dasar-dasar algoritme Proof of Work dan Proof of Stake yang mendahuluinya.


Proof of Work (PoW)

Sebagian besar sistem mata uang kripto berjalan pada buku besar terdistribusi yang disebut blockchain dan Proof of Work adalah algoritme konsensus pertama yang digunakan. PoW diterapkan sebagai komponen inti dari protokol Bitcoin yang bertanggung jawab dalam menghasilkan blok baru dan menjaga jaringan tetap aman (melalui proses mining). Bitcoin diusulkan sebagai alternatif dari sistem moneter global tradisional yang tersentralisasi dan tidak efisien. PoW menghadirkan protokol konsensus yang layak agar pengiriman uang yang dipimpin oleh otoritas sentral tidak diperlukan lagi. PoW menyediakan penyelesaian pembayaran terdesentralisasi secara real-time pada jaringan ekonomi peer-to-peer, sehingga pihak penengah tidak diperlukan lagi dan keseluruhan biaya transaksi menurun.

Beserta dengan jenis-jenis lain dari node, sistem Proof of Work dikelola oleh jaringan node mining yang menggunakan perangkat keras khusus (ASIC) untuk menyelesaikan masalah kriptografi yang rumit. Sebuah blok baru rata-rata ditambang setiap 10 menit. Miner hanya dapat menambahkan blok baru ke dalam blockchain jika dia berhasil menemukan solusi untuk blok tersebut. Dengan kata lain, miner hanya mampu melakukannya setelah menyelesaikan proof of work. Sebagai imbalannya, dia akan menerima reward berupa koin yang baru dibuat dan semua biaya transaksi untuk blok tersebut. Namun, hal ini membebankan biaya yang tinggi karena memerlukan banyak energi dan percobaan. Selain itu, perangkat keras ASIC cukup mahal. 

Selain upaya untuk mengelola sistem, penerapan sistem PoW masih dipertanyakan, khususnya dalam hal skalabilitas (jumlah transaksi per detik yang sangat terbatas). Namun, blockchain PoW dianggap sebagai yang paling aman dan andal, serta tetap menjadi standar untuk solusi toleransi kesalahan.


Proof of Stake (PoS)

Algoritme konsensus Proof of Stake adalah alternatif yang paling umum dari Proof of Work. Sistem PoS dirancang untuk mengatasi beberapa inefisiensi dan masalah yang umumnya muncul pada blockchain berbasis PoW. PoS khususnya mengatasi biaya terkait dengan mining  PoW (konsumsi daya dan perangkat keras). Pada dasarnya, blockchain Proof of Stake diamankan secara deterministik. Tidak ada mining dalam sistem ini dan validasi blok baru tergantung pada jumlah koin yang masuk staking. Makin banyak koin staking yang dimiliki seseorang, makin tinggi kesempatan untuk terpilih sebagai validator blok (disebut juga sebagai minter atau forger).

Sistem PoW mengandalkan investasi eksternal (konsumsi daya dan perangkat keras), sedangkan blockchain Proof of Stake diamankan melalui investasi internal (mata uang kripto itu sendiri).

Selain itu, sistem PoS membuat serangan terhadap blockchain menjadi lebih mahal, karena serangan yang berhasil mengharuskan kepemilikan setidaknya sebesar 51% dari total koin yang ada. Serangan yang gagal akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Terlepas dari keunggulan dan pendapat yang mendukung PoS, sistem ini masih berada dalam tahap awal dan belum diuji pada skala yang lebih besar.


Delegated Proof of Stake (DPoS)

Algoritme konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) dikembangkan oleh Daniel Larimer pada tahun 2014. Bitshares, Steem, Ark, dan Lisk adalah beberapa proyek mata uang kripto yang menggunakan algoritme konsensus DPoS.

Blockchain berbasis DPoS menghitung dengan sistem voting. Para pemangku kepentingan mengalihdayakan pekerjaan mereka ke pihak ketiga. Dengan kata lain, mereka dapat memilih beberapa delegasi yang akan mengamankan jaringan atas nama mereka. Para delegasi ini dapat disebut juga sebagai saksi dan mereka bertanggung jawab dalam mencapai konsensus selama pembuatan dan validasi blok baru. Kekuatan voting bersifat proporsional terhadap jumlah koin yang dimiliki oleh setiap pengguna. Sistem voting bervariasi dari satu proyek ke proyek lain. Namun, umumnya setiap delegasi menyajikan proposal terpisah saat meminta voting. Biasanya, reward yang dikumpulkan oleh para delegasi dibagikan secara proporsional dengan pemilih masing-masing.

Dengan demikian, algoritme DPoS menciptakan sistem voting yang langsung bergantung pada reputasi delegasi. Jika node yang terpilih berperilaku buruk atau tidak bekerja dengan efisien, dia akan segera dikeluarkan dan diganti oleh node lain.

Dalam hal kinerja, blockchain DPoS bersifat lebih mudah diskalakan karena mampu memproses lebih banyak transaksi per detik (TPS) dibandingkan dengan PoW dan PoS.


DPoS vs PoS

Meskipun PoS dan DPoS serupa dalam hal kepemilikan, DPoS memberikan sistem voting demokratis baru yang digunakan untuk memilih produsen blok. Karena sistem DPoS dikelola oleh para pemilih, delegasi termotivasi untuk bersikap jujur dan efisien atau mereka akan tersingkir. Selain itu, blockchain DPoS cenderung lebih cepat dalam hal transaksi per detik dibandingkan dengan PoS.


DPoS vs PoW

PoS mencoba untuk mengatasi kekurangan PoW, sedangkan DPoS berusaha untuk mengefisienkan proses produksi blok. Oleh karena itu, sistem DPoS mampu memproses sejumlah besar transaksi blockchain dengan cepat. Sekarang, DPoS tidak digunakan dengan cara yang sama seperti PoW atau PoS. PoW masih dianggap sebagai algoritme konsensus yang paling aman. Dengan begitu, sebagian besar pengiriman uang terjadi di PoW. PoS lebih cepat daripada PoW dan berpotensi memiliki lebih banyak kegunaan. DPoS membatasi penggunaan staking pada pemilihan produsen blok. Berbeda dengan sistem berbasis kompetisi dari PoW, produksi blok sebenarnya telah ditentukan. Setiap saksi mendapatkan giliran dalam produksi blok. Beberapa orang mengeklaim bahwa DPoS harus dianggap sebagai sistem Proof of Authority. 

DPoS sangat berbeda dari PoW dan bahkan PoS. Penggabungan voting pemangku kepentingannya berfungsi sebagai cara untuk menentukan serta memotivasi para delegasi (atau saksi) yang jujur dan efisien. Namun, produksi blok sebenarnya cukup berbeda dari sistem PoS. Dalam sebagian besar kasus, sistem ini memberikan kinerja yang lebih tinggi dalam hal transaksi per detik.