Apa Itu Curve Finance dalam DeFi?
Daftar Konten
Pengantar
Apa itu Curve Finance?
Bagaimana cara kerja Curve Finance?
Apa itu token CRV?
Risiko Curve Finance
Swerve Finance
Konklusi
Apa Itu Curve Finance dalam DeFi?
BerandaArtikel
Apa Itu Curve Finance dalam DeFi?

Apa Itu Curve Finance dalam DeFi?

Tingkat Menengah
Published Nov 25, 2020Updated Oct 20, 2021
5m

TL;DR

Curve Finance merupakan bursa terdesentralisasi (DEX) yang berjalan di Ethereum. Dirancang khusus untuk membantu pertukaran di antara sesama stablecoin. Yang Anda butuhkan hanyalah wallet Ethereum dan sejumlah dana. Anda dapat menukar berbagai stablecoin dengan biaya dan slippage yang rendah.

Anda bisa menganggap Curve sebagai "Uniswap untuk stablecoin". Berkat formula harganya yang khusus, platform ini juga cocok untuk melakukan pertukaran berbagai versi koin yang ditokenkan.


Pengantar

Pembuat pasar otomatis atau automated market maker(AMM) memiliki dampak besar pada dunia kripto. Protokol likuiditas seperti Uniswap, Balancer, dan PancakeSwap memungkinkan siapa saja menjadi pembuat pasar dan mendapatkan bayaran dari biaya trading di berbagai pasangan pasar.

Bisakah AMM bersaing dengan bursa tersentralisasi? Mungkin. Ada satu segmen di mana AMM sudah menunjukkan potensi besar – perdagangan stablecoin. Curve Finance berada di urutan depan dalam segmen ini.


Apa itu Curve Finance?

Curve Finance (https://curve.fi) merupakan protokol pembuat pasar otomatis yang dirancang untuk pertukaran berbagai stablecoin dengan biaya dan slippage rendah. Merupakan agregator likuiditas terdesentralisasi di mana siapa pun dapat menambahkan aset ke berbagai pool likuiditas dan mendapatkan bayaran dari biaya trading yang terjadi.
Jika Anda sudah membaca artikel AMM kami, Anda mungkin sudah tahu bahwa AMM bekerja dengan algoritme harga, bukan dengan order book. Berkat cara kerja rumus harga di Curve, platfrom ini bisa sangat berguna untuk bertukar token yang selalu dalam kisaran harga yang relatif sama.
Artinya, ini tidak hanya cocok untuk bertukar antara stablecoin, tetapi juga berbagai versi koin yang ditokenkan. Dengan demikian, Curve merupakan salah satu cara terbaik untuk menukarkan berbagai versi Bitcoin yang ditokenkan, seperti WBTC, renBTC, dan sBTC.
Pada saat penulisan, terdapat 17 pool Curve yang tersedia untuk ditukar dengan berbagai stablecoin dan aset. Ini, tentu saja, terus berubah berdasarkan permintaan pasar dan lanskap DeFi yang selalu bergerak. Beberapa stablecoin paling populer yang tersedia di antaranya USDT, USDC, DAI, BUSD, TUSD, sUSD, dan lain-lain.
Tidak ada informasi resmi mengenai tim Curve, tetapi sebagian besar kontribusi GitHub dibuat oleh Michael Egorov, CTO dari perusahaan keamanan komputer dan jaringan bernama NuCypher.


Bagaimana cara kerja Curve Finance?

Seperti disebutkan sebelumnya, aset diberi harga sesuai dengan rumus harga, tidak dengan order book. Rumus yang digunakan oleh Curve dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran yang terjadi dalam kisaran yang hampir sama.

Misalnya, kita tahu bahwa 1 USDT harus sama dengan 1 USDC, yang kira-kira sama dengan 1 BUSD, dan seterusnya. Namun, jika Anda ingin mengonversi 100 juta dolar USDT ke USDC, lalu mengonversinya menjadi BUSD, akan terdapat slippage. Formula Curve dirancang untuk meminimalkan slippage ini sebisa mungkin.

Satu hal yang perlu diperhatikan di sini adalah jika aset tidak berada dalam kisaran harga yang sama, rumus Curve tidak akan berfungsi secara efisien lagi. Namun, sistem tidak harus memperhitungkannya. Lagi pula, jika USDT bernilai $ 0,7, berarti di luar Curve pun ada yang salah. Sistem tidak dapat memperbaiki hal-hal di luar kendalinya, jadi, selama token mempertahankan nilai patokannya, rumus tersebut melakukan tugas dengan sangat baik.

Hal ini menyebabkan slippage yang sangat rendah bahkan untuk ukuran besar. Faktanya, sebaran atau spread di Curve bisa bersaing dengan beberapa bursa tersentralisasi dan platform OTC yang memiliki likuiditas terbaik.

Ada asumsi berbeda tentang kepercayaan dan risikonya, sehingga likuiditas dan eksekusi tidak diperhitungkan secara menyeluruh. Tapi tentu menarik melihat persaingan antara dunia tersentralisasi dan terdesentralisasi dalam bidang ini.


Apa itu token CRV?

CRV merupakan token tata kelola di CurveDAO, decentralized autonomous organization (DAO) yang menjalankan protokol. CRV secara terus-menerus didistribusikan ke penyedia likuiditas di protokol, dengan tarif yang menurun per tahun.

Per November 2020, setiap trading di platform dikenakan biaya 0,04% yang langsung dialokasikan ke penyedia likuiditas.



Risiko Curve Finance

Curve telah diaudit oleh Trail of Bits. Oke, jadi proyek sudah diaudit, artinya benar-benar aman digunakan, bukan? Tidak juga! Risiko selalu ada saat menggunakan smart contract mana pun, tidak peduli berapa banyak audit yang telah dilakukan. Karena itu, selalu disarankan agar menyetorkan dana sejumlah yang Anda sanggup.

Seperti protokol AMM lainnya, Anda juga harus memperhitungkan kerugian tidak permanen. Jika Anda tidak tahu apa itu, baca artikel kami yang membahasnya sebelum menambahkan likuiditas ke Curve. Singkatnya, kerugian tidak permanen adalah kerugian dalam nilai dolar yang bisa saja terjadi kepada penyedia likuiditas saat menyediakan likuiditas ke dalam AMM.
Di balik layar, pool likuiditas juga dapat dipasok ke Compound atau yearn.finance untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi penyedia likuiditas. Selain itu, berkat keajaiban komposabilitas, pengguna tidak hanya dapat melakukan trading di Curve, tetapi juga di smart contract lainnya. Ini akan menimbulkan risiko tambahan, karena banyak dari protokol DeFi ini akan bergantung satu sama lain. Jika salah satu rusak, kita mungkin akan melihat efek berantai yang merusak di seluruh ekosistem DeFi.


Swerve Finance

Sama halnya dengan SushiSwap dari Uniswap, Curve Finance juga memiliki hard fork yang cukup populer – Swerve Finance. 

Swerve mempromosikan diri sebagai peluncuran yang adil atau "fair launch", yang berarti tidak ada alokasi token tata Kelola (SWRV) ke tim atau pendiri. Token SWRV didistribusikan dengan acara liquidity mining, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan farming. Karena itu, Swerve mengklaim sebagai fork dari Curve yang 100% dimiliki dan dikendalikan oleh komunitas.


Konklusi

Curve merupakan salah satu AMM paling populer yang berjalan di Ethereum. Memfasilitasi trading stablecoin bervolume tinggi dengan slippage rendah dan spread ketat secara non-kustodian.
Hal lain yang menempatkan Curve Finance sebagai inti dunia DeFi adalah bagaimana protokol blockchain yang lain sangat bergantung pada platform ini. Komposabilitas antara berbagai aplikasi terdesentralisasi memang memiliki risiko, tetapi itu juga salah satu keuntungan terkuat yang ditawarkan DeFi.
Anda masih memiliki pertanyaan mengenai Curve dan Decentralized Finance? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, tempat komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.