Apa Itu BNB Greenfield?
Beranda
Artikel
Apa Itu BNB Greenfield?

Apa Itu BNB Greenfield?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Mar 3, 2023Diperbarui Nov 6, 2023
8m

Ringkasan

Pada bulan Februari 2023, berlangsung perilisan whitepaper BNB Greenfield yang memperkenalkan paradigma struktural dan ekonomi baru untuk data di era Web3. BNB Greenfield menggunakan BNB sebagai token asli dan merupakan blockchain ketiga dalam ekosistem BNB Chain setelah BNB Beacon Chain dan BNB Smart Chain.

Singkatnya, BNB Greenfield menyediakan infrastruktur penyimpanan terdesentralisasi di dalam ekosistem BNB Chain yang lebih luas agar pengguna dan aplikasi terdesentralisasi (DApp) dapat membuat, menyimpan, dan bertukar data yang mereka miliki sepenuhnya. Hasilnya adalah ekonomi berbasis data baru yang kini memungkinkan semua peserta dalam ekosistem BNB Chain untuk memiliki, menggunakan, dan memonetisasi data.

Pendahuluan

Web3 adalah visi masa depan dari Internet yang membuat pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap data dan pengalaman online mereka. Teknologi blockchain telah berperan besar dalam peralihan ke Web3 ini. Blockchain telah memungkinkan transaksi peer-to-peer (P2P) tanpa memerlukan pihak ketiga tepercaya, serta pembuatan DApp yang menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan perjanjian. 

Transparansi dan kepemilikan data adalah langkah berikutnya dalam membuka potensi penuh dari Web3. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan yang makin meningkat untuk penyimpanan terdesentralisasi yang memungkinkan data disimpan dan diakses secara terdistribusi daripada di satu server tersentralisasi. BNB Greenfield memenuhi kebutuhan ini melalui rencana untuk pembuatan sistem penyimpanan data terdesentralisasi serta seluruh ekonomi untuk melengkapinya.

Apa Itu Penyimpanan Data Terdesentralisasi?

Penyimpanan data terdesentralisasi adalah cara menyimpan data pada jaringan komputer terdistribusi daripada di satu lokasi sentral. Data dibagi dan disebarkan pada beberapa komputer atau node untuk disimpan di jaringan. Masing-masing node memberikan ruang penyimpanan. Hal ini memungkinkan penyimpanan sejumlah besar data tanpa mengandalkan server sentral atau entitas pengontrol tunggal. 

Di sisi lain, penyimpanan data tersentralisasi sudah populer selama beberapa tahun. Prosesnya mencakup penyimpanan data di sebuah server tunggal (atau kluster server di lokasi yang sama) dan semuanya dikelola oleh penyedia tertentu. Misalnya, penyimpanan cloud biasanya tersentralisasi, karena data disimpan di server yang dikontrol oleh satu perusahaan, seperti Amazon atau Google.

Pendukung penyimpanan data tersentralisasi berpendapat bahwa cara ini memungkinkan manajemen dan akses yang mudah, karena semua data disimpan di satu tempat. Selain itu, entitas tersentralisasi yang memiliki kontrol bertanggung jawab memastikan keamanan yang sesuai telah disediakan dan terdapat proses untuk mencadangkan dan memulihkan data jika perlu.

Namun, struktur penyimpanan data tersentralisasi juga memiliki kelemahan. Karena semuanya berada di satu tempat, peretas dapat menargetkan titik tunggal kegagalan. Selain itu, masalah terkait server sentral dapat menyebabkan semua data di dalamnya tidak dapat diakses. Penyimpanan data terdesentralisasi dapat mengatasi masalah ini.

Keunggulan Penyimpanan Data Terdesentralisasi

Penyimpanan data terdesentralisasi memiliki sejumlah manfaat dibandingkan penyimpanan data tersentralisasi:

  1. Keamanan yang lebih baik. Hal ini dimungkinkan dengan penyebaran data pada beberapa node daripada di server tunggal, sehingga sangat menyulitkan peretas untuk menyusup penyimpanan data dan mendapatkan informasi.

  2. Ketangguhan yang meningkat. Berbeda dengan sistem tersentralisasi, penyimpanan terdesentralisasi tidak memiliki titik tunggal kegagalan karena data berada di beberapa node. Jadi, meskipun satu node tidak aktif, pengguna masih dapat mengakses data dari node lain di jaringan.

  3. Kebebasan pengguna dan kontrol. Penyimpanan terdesentralisasi membuat pengguna mengontrol data sendiri serta cara menggunakan dan mengakses data tersebut. Dengan cara ini, data tidak akan terpengaruh oleh kebijakan penyedia tersentralisasi yang dapat mengubah ketentuan sewaktu-waktu.

  4. Privasi yang lebih tinggi. Dampak lain dari membuat pengguna mengontrol data sendiri adalah privasi yang meningkat secara signifikan. Berbeda dengan entitas tersentralisasi, siapa pun yang ingin menyimpan data dalam sistem terdesentralisasi tidak perlu mengirim informasi pribadi.

  5. Efisiensi pasar. Penggunaan ekonomi berbasis token di dalam sistem penyimpanan terdesentralisasi dapat mendorong individu untuk memberikan sumber daya penyimpanan yang tersedia guna mendapatkan reward. Hasilnya, hal ini memastikan ekosistem yang lebih berkelanjutan dan terdesentralisasi.

Apa Itu BNB Greenfield?

Desentralisasi adalah salah satu karakteristik utama dari teknologi blockchain Web3. Prinsip desain utamanya adalah tidak ada satu orang atau organisasi yang memiliki kontrol. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan aman tanpa harus mengandalkan pihak ketiga untuk mempertahankan trust (kepercayaan). 

Teknologi ini juga memungkinkan smart contract untuk mengotomatiskan interaksi tersebut, sehingga memungkinkan pembuatan DApp yang mendukung berbagai produk — mulai dari layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga game (GameFi) dan lainnya.

BNB Chain adalah jaringan blockchain terdistribusi. Pengembang dan inovator dapat membangun DApp di atasnya sebagai bagian dari peralihan ke Web3. Pada saat penulisan artikel ini (Februari 2023), BNB Chain merupakan blockchain smart contract terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi dan pengguna aktif harian.

Pada tanggal 1 Februari 2023, BNB Chain mengumumkan perilisan whitepaper BNB Greenfield. Ringkasnya, BNB Greenfield menyediakan infrastruktur penyimpanan terdesentralisasi di dalam ekosistem BNB Chain yang lebih luas. Konsepnya adalah membantu pengguna dan DApp untuk membuat, menyimpan, dan bertukar data dengan kepemilikan penuh, serta membentuk ekonomi data baru.

Bagaimana Cara Kerja BNB Greenfield?

BNB Greenfield adalah blockchain berbasis penyimpanan yang berinteraksi dengan jaringan penyedia penyimpanan (SP) terdistribusi. Pengguna mengunggah data mereka dengan akses unik dan izin penggunaan. SP menyimpan data tersebut secara off-chain dengan kelimpahan dan cadangan yang cukup, sedangkan metadata buku besar BNB pengguna disimpan di blockchain BNB Greenfield.

Dengan cross-chain bridge asali, semua aspek data yang disimpan dalam ekosistem BNB Greenfield dapat ditransfer dengan mudah ke BNB Smart Chain agar dapat digunakan di ekosistem DApp BNB Chain yang ada serta DApp BNB Greenfield generasi baru. DApp dapat membantu pengguna berinteraksi dengan ekosistem Greenfield atau berfungsi sebagai produk Web3 yang memanfaatkan data yang tersedia. 

Kemampuan untuk mengonfigurasi izin secara unik pada data dalam lingkungan yang mendukung smart contract asali memungkinkan sejumlah model bisnis potensial yang akan menguntungkan pengguna dan peserta BNB Greenfield lainnya.

Potensi Kegunaan

Berikut adalah segelintir kemungkinan yang dapat dihadirkan oleh BNB Greenfield untuk membuat gelombang baru DApp.

  1. Hosting situs web. Karena BNB Greenfield menyediakan API dan menggunakan konsep yang sangat mirip dengan Amazon S3, pengguna dapat menyebarkan situs web mereka melalui BNB Greenfield dan mengelola pembayaran dengan BNB secara mudah.

  2. Penyimpanan cloud pribadi. Dengan kunci privat, pengguna dapat membuat drive jaringan sendiri menggunakan BNB Greenfield untuk mengunggah dan mengunduh file terenkripsi, foto, dan video milik mereka melalui desktop dan perangkat seluler.

  3. Penyimpanan data blockchain. L1 berisi data historis sebesar puluhan terabyte yang sebagian besar tidak aktif. BNB Greenfield dapat digunakan untuk menyimpan data ini, sehingga mengurangi latensi L1 dan meningkatkan ketersediaan data, serta mengirim data yang tidak aktif ke L1 saat diperlukan. Greenfield juga dapat digunakan sebagai opsi yang lebih murah untuk menyimpan data transaksi rollup L2.

  4. Penerbitan. Penulis dapat menyimpan karya mereka di BNB Greenfield dan melakukan mirroring terhadapnya ke BNB Smart Chain agar dapat menjualnya dengan memberikan izin baca kepada alamat pembeli setelah menerima pembayaran.

  5. Media sosial. BNB Greenfield menyediakan infrastruktur bagi influencer media sosial dan opinion leader (pemimpin opini) utama untuk memiliki konten dan data sendiri sepenuhnya. Dengan membayar biaya, DApp dapat menggunakan data ini dan menerbitkannya ke khalayak publik melalui jaringan sosial terdesentralisasi.

  6. Pasar data pribadi. Berikut adalah masalah yang mungkin paling sulit diatasi saat ini: cara memiliki data Anda — seperti tampilan halaman, pendaftaran, klik, data perilaku, dan lainnya — dan tidak mengizinkan platform (biasanya monopoli besar tersentralisasi) untuk salah mengelola atau bahkan menyalahgunakannya.

BNB Greenfield akan memungkinkan aplikasi menyimpan data pribadi Anda yang terenkripsi dalam akun pribadi Anda dan hanya mengizinkan aplikasi lain untuk menggunakannya jika Anda mengizinkannya. Bahkan, Anda dapat mengenakan biaya atas penggunaan data Anda.

Membangun BNB Greenfield dan Testnet

Per bulan Februari 2023, tim pengembang inti BNB Chain telah aktif berinteraksi dengan Amazon Web Services (AWS), NodeReal, dan Blockdaemon. Di saat yang sama, tim ini sudah mulai membangun BNB Greenfield dengan rencana untuk membuat testnet dalam beberapa bulan ke depan. 

BNB Greenfield dibangun sedemikian rupa agar inklusif bagi komunitas Web2 dan Web3. API dirancang untuk berfungsi serupa dengan sistem penyimpanan cloud yang populer. Meskipun dibayarkan dalam bentuk BNB, biaya akan dikenakan dalam bentuk USD untuk memberikan pemahaman yang konsisten kepada pengguna terkait struktur biaya BNB Greenfield.

Penutup: BNB Greenfield dan Masa Depan Web3

Berdasarkan daftar kegunaan tersebut, kehadiran BNB Greenfield berpotensi membuka serangkai gelombang baru model bisnis Web3 yang baru, inovatif, dan transparan untuk DApp.

Transparansi dan kepemilikan data adalah langkah berikutnya dalam membuka potensi penuh dari Web3. BNB Greenfield akan terus mengembangkan kemitraan garis depan dengan komunitas Web3 yang lebih luas ini demi menguntungkan pengguna generasi berikutnya.

Peluncuran whitepaper BNB Greenfield pada bulan Februari 2023 hanyalah langkah awal dalam perjalanan menuju independensi data, kepemilikan, dan peluang yang lebih besar bagi pengguna, pembangun, dan komunitas Web3 yang lebih luas.

Bacaan Lebih Lanjut

Penafian dan Peringatan Risiko: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” untuk informasi umum dan tujuan pendidikan saja tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan ataupun dimaksudkan untuk menyarankan pembelian produk atau jasa tertentu. Silakan baca penafian lengkap kami di sini untuk detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang mungkin Anda alami. Bukan nasihat keuangan. Untuk informasi selengkapnya, baca Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.