Penjelasan mengenai Tingkat Bunga
Penjelasan mengenai Tingkat Bunga
BerandaArtikel

Penjelasan mengenai Tingkat Bunga

Pemula
1w ago
5m

TL;DR

Tidak masuk akal untuk meminjamkan uang secara gratis. Jika Alice ingin meminjam $10.000 dari Bob, Bob akan membutuhkan insentif finansial untuk meminjamkannya. Insentif muncul dalam bentuk bunga – semacam biaya yang ditambahkan ke dalam jumlah yang dipinjam Alice.

Tingkat bunga sangat memengaruhi perekonomian yang lebih luas, karena naik atau turunnya sangat berdampak pada perilaku masyarakat. Pada umumnya:

  • Tingkat bunga yang lebih tinggi menarik masyarakat untuk menabung karena bank membayar lebih banyak untuk menyimpan uang. Meminjam uang kurang menarik karena Anda perlu membayar jumlah yang lebih tinggi atas kredit yang Anda ambil.
  • Tingkat bunga yang lebih rendah menarik untuk meminjam dan membelanjakan uang – uang Anda tidak akan menghasilkan banyak jika hanya didiamkan. Terlebih lagi, Anda tidak perlu membayar dalam jumlah besar jika Anda meminjam.


Pengantar

Seperti yang telah kita lihat dalam artikel Bagaimana Ekonomi Bekerja?, kredit memainkan peran penting dalam ekonomi global. Intinya, kredit adalah pelumas dalam transaksi keuangan – setiap orang dapat memanfaatkan modal yang tidak mereka miliki dan membayarnya kembali di kemudian hari. Bisnis dapat menggunakan kredit untuk membeli sumber daya, menggunakan sumber daya tersebut untuk menghasilkan laba, kemudian membayarkan kembali pinjamannya. Konsumen dapat mengambil pinjaman untuk membeli barang, kemudian mengembalikan pinjaman tersebut dalam jumlah yang lebih kecil secara bertahap dari waktu ke waktu.

Tentu saja, perlu ada insentif finansial bagi pemberi pinjaman untuk menawarkan kredit. Seringkali, insentif ini berbentuk bunga. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari tingkat bunga dan cara kerjanya.


Apa itu tingkat bunga?

Bunga adalah pembayaran yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman oleh peminjam. Jika Alice meminjam uang dari Bob, Bob mungkin mengatakan ’Anda bisa memiliki $10.000 ini, tetapi nanti kembalikan dengan bunga 5%.’ Artinya, Alice harus membayar kembali $10.000 (pokok) awal ditambah 5% dari jumlah pokok tersebut pada akhir periode. Oleh karena itu, pembayaran totalnya kepada Bob menjadi $10.500.

Jadi, tingkat bunga adalah persentase bunga yang terutang per periode. Jika 5% per tahun, maka Alice akan berutang $10.500 di tahun pertama. Dari sana, hal yang mungkin terjadi:

  • tingkat bunga sederhana – tahun-tahun berikutnya dikenakan 5% dari pokok

atau 

  • tingkat bunga majemuk – 5% dari $10.500 di tahun pertama, kemudian 5% dari $10.500 + $525 = $11.025 di tahun kedua, dan seterusnya.


Mengapa tingkat bunga penting?

Kecuali jika Anda bertransaksi secara eksklusif dalam mata uang kripto, uang tunai, dan koin emas, tingkat bunga memengaruhi Anda, sama seperti kebanyakan orang. Meskipun Anda, entah bagaimana, menemukan cara untuk membayar semua barang dalam Dogecoin, Anda masih akan merasakan pengaruh tingkat bunga, karena signifikansinya dalam perekonomian yang lebih luas.
Contohnya saja bank komersial –  seluruh model bisnisnya (fractional reserve banking) hanya berputar-putar pada proses meminjam dan meminjamkan uang. Saat Anda menyetor uang, Anda bertindak sebagai pemberi pinjaman. Anda menerima bunga dari bank karena mereka meminjamkan dana Anda kepada orang lain. Sebaliknya, saat Anda meminjam uang, Anda membayar bunga ke bank.

Bank komersial tidak memiliki banyak fleksibilitas dalam hal menetapkan tingkat bunga – itu semua diatur oleh entitas yang disebut bank sentral. Seperti US Federal Reserve, People’s Bank of China, atau Bank of England. Tugas bank sentral adalah mengotak-atik perekonomian agar tetap sehat. Salah satu fungsi yang mereka lakukan untuk tujuan ini adalah menaikkan atau menurunkan tingkat bunga.

Coba pikirkan: jika tingkat bunga tinggi, Anda akan menerima lebih banyak bunga dalam meminjamkan uang Anda. Di sisi lain, akan lebih mahal bagi Anda untuk meminjam, karena Anda akan berutang lebih banyak. Sebaliknya, tidak terlalu menguntungkan untuk meminjamkan ketika tingkat bunga rendah, tetapi meminjam akan menjadi menarik.

Pada akhirnya, langkah-langkah ini mengontrol perilaku konsumen. Menurunkan tingkat bunga umumnya dilakukan untuk merangsang pengeluaran jika sedang melambat, karena ini bisa mendorong masyarakat dan bisnis untuk meminjam. Kemudian, dengan lebih banyak kredit yang tersedia, setiap orang diharapkan akan membelanjakannya.

Menurunkan tingkat bunga mungkin merupakan langkah jangka pendek yang baik untuk memulihkan perekonomian, tetapi juga menyebabkan inflasi. Ada lebih banyak kredit yang tersedia, tetapi jumlah sumber daya tetap sama. Dengan kata lain, permintaan barang meningkat, tetapi pasokannya tidak. Secara alami, harga mulai naik hingga keseimbangan tercapai.

Pada titik ini, tingkat bunga yang tinggi bisa dijadikan sebagai tindakan balasan. Menetapkan tingkat yang tinggi memotong jumlah kredit yang beredar, karena setiap orang mulai membayar utang mereka. Karena bank menawarkan tingkat bunga yang lumayan tinggi pada tahap ini, masyarakat malah akan menabung uang mereka untuk mendapatkan bunga. Dengan lebih sedikit permintaan barang, inflasi menurun – tetapi pertumbuhan ekonomi melambat.



Apa itu tingkat bunga negatif?

Seringkali, para ekonom dan pakar berbicara mengenai tingkat bunga negatif. Seperti yang dapat Anda bayangkan, ini adalah tingkat bunga di bawah nol yang mengharuskan Anda membayar untuk meminjamkan uang – atau bahkan untuk menyimpannya di bank. Ini berdampak pada mahalnya kegiatan memijamkan uang bagi bank. Bahkan, menabung pun akan ikut-ikutan mahal.

Ini mungkin tampak seperti konsep yang gila. Pemberi pinjaman adalah pihak yang menanggung risiko jika peminjam tidak dapat membayar kembali pinjaman, mengapa mereka malahan harus membayar? 

Ini mungkin alasan mengapa tingkat bunga negatif merupakan upaya terakhir untuk memperbaiki ekonomi yang sedang kesulitan. Idenya berasal dari ketakutan bahwa masyarakat mungkin lebih suka menyimpan uang mereka selama penurunan ekonomi, lebih suka menunggu sampai pulih untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi apa pun. 

Jika tingkat bunga negatif, perilaku tersebut tidak masuk akal –  meminjam dan membelanjakan tampaknya adalah pilihan yang paling bisa diterima. Inilah sebabnya mengapa tingkat bunga negatif dianggap sebagai ukuran yang valid oleh beberapa orang dalam kondisi ekonomi yang luar biasa.


Konklusi

Jika dilihat dari luar, tingkat bunga tampaknya merupakan konsep yang relatif mudah dipahami. 

Namun demikian, ini adalah bagian integral dari ekonomi modern – seperti yang telah kita lihat, menyesuaikan tingkat bunga dapat mengubah perilaku masyarakat dan bisnis secara mendasar. Inilah sebabnya mengapa bank sentral mengambil peran proaktif dalam menggunakannya untuk menjaga perekonomian negara pada jalurnya.

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai tingkat bunga dan ekonomi pada umumnya? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, tempat komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.