Ethereum dengan Proof-of-Stake: Hal yang Perlu Diketahui oleh Hodler Ethereum
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa alasan di balik perpindahan Ethereum ke Proof of Stake?
Mengapa Proof of Stake?
Jalan menuju Ethereum PoS 
Apa yang akan terjadi dengan ETH saya?
Harapan dari pengguna dan komunitas
Penutup
Ethereum dengan Proof-of-Stake: Hal yang Perlu Diketahui oleh Hodler Ethereum
Beranda
Artikel
Ethereum dengan Proof-of-Stake: Hal yang Perlu Diketahui oleh Hodler Ethereum

Ethereum dengan Proof-of-Stake: Hal yang Perlu Diketahui oleh Hodler Ethereum

Tingkat Menengah
Diterbitkan Sep 7, 2022Diperbarui Dec 23, 2022
6m

Ringkasan

Merge Ethereum adalah bagian dari transisi Ethereum dari blockchain Proof of Work ke Proof of Stake. Umumnya, Proof of Stake menawarkan sejumlah manfaat dari segi skalabilitas dan keberlanjutan. 

Seiring dengan peralihan Ethereum ke struktur hasil sharding, status mainnet asli akan ditransfer. Artinya, pemilik ETH tidak perlu melakukan apa pun terhadap koin mereka dan harus waspada terhadap penipu yang membujuk mereka untuk “mentransfer” token. 

Pendahuluan

Perpindahan Ethereum ke mekanisme konsensus Proof of Stake ini memunculkan pertanyaan bagi kebanyakan HODLer: Apa yang harus saya lakukan dengan ETH saya? Wajar jika pertanyaan ini muncul karena keamanan dana mungkin saja terancam jika Anda tidak paham tentang Merge. Pertama-tama, mari kita lihat alasan di balik perpindahan Ethereum ke Proof of Stake (PoS).

Apa alasan di balik perpindahan Ethereum ke Proof of Stake?

Sejak kehadirannya, Ethereum (ETH) telah menggunakan sistem yang sama dengan Bitcoin (BTC) untuk menghasilkan konsensus terkait blok transaksi baru: Proof of Work (PoW). Mekanisme konsensus ini memungkinkan miner untuk mencapai kesepakatan tanpa otoritas sentral, meskipun ada pelaku kejahatan yang berusaha menyerang. 

Proof of Work, sebagaimana diterapkan oleh Satoshi Nakamoto di jaringan Bitcoin, menghasilkan metode yang efektif dan andal dalam mencapai konsensus untuk jaringan terdesentralisasi. Hingga saat ini, jaringan Bitcoin masih belum berhasil diserang.

Namun, PoW tidak disukai oleh beberapa pengembang dan pengguna. PoW sering kali dinilai:

  1. Boros energi. PoW mencegah pelaku kejahatan dalam melakukan serangan berskala besar karena besarnya biaya energi yang perlu dikeluarkan. Meskipun ini merupakan salah satu cara untuk mengamankan jaringan, staking kini dianggap sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan.

  2. Tidak efisien untuk smart contract. Penggunaan smart contract dapat memerlukan interaksi jaringan dalam jumlah besar. Semua ini harus ditambahkan ke blok dan dikonfirmasi ke jaringan. PoW sering mengalami waktu blok yang lebih lama dan biaya transaksi yang lebih tinggi, sehingga interaksi dengan smart contract sering menjadi lebih lambat dan lebih mahal.

  3. Sulit ditambang secara mandiri. Menjadi miner di sistem PoW yang populer akan cukup sulit bagi satu orang karena industri mining sering kali didominasi oleh segelintir pool mining yang besar. Hal ini dapat menyebabkan sentralisasi kekuatan mining, sehingga miner individu atau pool yang lebih kecil sulit bersaing.

  4. Sulit diskalakan. Seiring jaringan menjadi makin populer, jumlah transaksi yang tertunda akan meningkat. Jaringan PoW akan memiliki ukuran blok terbatas dengan jumlah transaksi yang juga terbatas. Periode lalu lintas tinggi dapat membuat pengguna menunggu beberapa jam dan bahkan beberapa hari hingga transaksi mereka ditambahkan ke blok dan diproses.

Dengan Ethereum 2.0, jaringan akan beralih ke PoS dan aktivitas mining koin tidak lagi diperlukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan skalabilitas Ethereum serta memberikan manfaat tambahan bagi pengguna.

Mengapa Proof of Stake?

Proof of Stake telah terbukti menjadi pilihan paling populer untuk jaringan blockchain baru. PoS memiliki beberapa keunggulan jelas serta menjadi yang terbaik dalam segi aksesibilitas dan skalabilitas. Kelemahannya, meskipun ada beberapa, dinilai minim oleh sebagian besar orang dibandingkan dengan manfaatnya.

Manfaat

Kelemahan

Pengguna jaringan PoS pada umumnya dapat berpartisipasi dalam proses validasi hanya dengan token asli jaringan.

Kekuatan masih dapat tersentralisasi pada para pemilik token dalam jumlah besar. 

Intensitas energi lebih rendah. 

Merugikan industri mining yang menguntungkan.

Waktu dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

Bagi beberapa kritikus, PoS kurang aman dibanding penggunaan puzzle kriptografi untuk menghasilkan konsensus.

Jalan menuju Ethereum PoS 

Beralih ke PoS tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Selama beberapa tahun, Ethereum telah memulai transisi untuk beralih ke struktur baru hasil sharding. Perjalanannya dapat dibagi menjadi serangkaian fase. Perhatikan bahwa struktur Fase tidak lagi digunakan secara resmi oleh Ethereum, tetapi masih sering disebutkan oleh sejumlah media.

Peluncuran Beacon Chain (Fase 0)

Fase 0 akan mencakup peluncuran Beacon Chain Ethereum, yaitu blockchain PoS yang akan mengelola semua shard Ethereum. Lebih spesifiknya lagi, Beacon Chain akan mengelola validator dan proses staking, membuat komite validator, mengelola penghasilan konsensus, serta menjalankan operasi utama lainnya.

Pengantar sharding (Fase 1)

Fase 1 akan membagi blockchain Ethereum tunggal menjadi 64 blockchain hasil sharding. Kemudian, blockchain ini akan dikelola oleh Beacon Chain yang diluncurkan pada Fase 0. Namun, seiring waktu, Ethereum berkonsentrasi pada The Merge yang kini akan terjadi sebelum implementasi sharding.

The Merge (Fase 1.5)

Fase 1.5, atau dikenal juga sebagai The Merge, akan menjembatani status mainnet Ethereum ke sistem Proof of Stake baru. Smart contract dari mainnet Ethereum lama akan tersedia di jaringan Ethereum baru dan Beacon Chain akan menjadi penyelenggara resmi untuk produksi blok.

Fase 2

Fase 2 akan memungkinkan shard membuat transaksi dan smart contract baru. Artinya, shard akan berfungsi sepenuhnya. Fase 2 adalah fase terakhir dalam rencana yang telah ditentukan, karena Fase 3 akan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang muncul sejak peluncuran Ethereum 2.0

Apa yang akan terjadi dengan ETH saya?

Singkatnya, dana Anda akan aman dan Anda tidak perlu melakukan apa pun. Status lengkap Ethereum akan ditransfer ke Ethereum 2.0. Jika Anda memiliki BETH karena telah mengunci ETH dalam produk staking Ethereum 2.0 Binance, Anda akan segera dapat menebusnya dengan ETH setelah The Merge. Vitalik menyebutkan bahwa unlocking akan berlangsung sekitar enam bulan setelah The Merge. BETH adalah wrapped token dengan patokan 1:1 terhadap ETH yang didistribusikan kepada pengguna yang mengunci ETH mereka dengan Binance. Hal ini memberikan aset setara ETH yang likuid kepada staker untuk digunakan selama dana mereka terkunci. Pengguna akan dapat menukar kembali BETH dengan ETH, jika diinginkan.

Harapan dari pengguna dan komunitas

Perpindahan Ethereum ke PoS telah dinantikan oleh banyak orang. Karena hampir setiap blockchain baru kini menggunakan PoS, terdapat tekanan yang besar pada Ethereum untuk mengikuti tren yang sama. Jaringan ini juga akan terbebas dari keterbatasan sebelumnya dengan mekanisme konsensus barunya. Karena PoS lebih ramah lingkungan, Ethereum juga akan menghapus stigma terkait konsumsi energi. Secara keseluruhan, hal ini dapat membantu meningkatkan citra dunia blockchain pada umumnya.

Penutup

Pesan utama yang dapat ditangkap dari The Merge bagi para HODLer adalah Anda tidak perlu melakukan apa pun terhadap kepemilikan ETH Anda. Jadi, waspadai orang yang membujuk Anda untuk “mentransfer” atau melakukan “bridging” ETH ke jaringan yang baru. Selain fakta penting ini, perpindahan Ethereum ke Proof of Stake diprediksi akan memiliki berbagai manfaat bagi pengguna.