Bagaimana Cara Melakukan Mining Mata Uang Kripto?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu mining mata uang kripto?
Jenis mining mata uang kripto
Bagaimana cara melakukan mining kripto?
Apakah mining mata uang kripto layak dilakukan?
Penutup
Bagaimana Cara Melakukan Mining Mata Uang Kripto?
Beranda
Artikel
Bagaimana Cara Melakukan Mining Mata Uang Kripto?

Bagaimana Cara Melakukan Mining Mata Uang Kripto?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Oct 13, 2022Diperbarui Nov 24, 2022
11m


Ringkasan

Bitcoin dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining mata uang kripto. Ada banyak kemungkinan cara untuk melakukan mining mata uang kripto. Tindakan ini dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain. Anda dapat menggunakan komputer mining spesial atau bahkan perangkat yang ada di rumah, seperti PC. Meskipun siapa saja dapat menjadi miner, tidak semua orang mendapatkan laba darinya. Sebelum memulai mining, Anda harus belajar, memilih perangkat dan program yang benar, serta melakukan penyesuaian praktis.

Pendahuluan

Sebelum memulai mining kripto, seseorang harus melakukan sedikit penelitian. Hal ini dikarenakan berbagai protokol dapat memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak khusus. Meskipun mining menarik berbagai macam orang ke ekosistem kripto karena kemungkinan reward-nya tinggi, tindakan ini juga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam peran integral yang memungkinkan blockchain terdesentralisasi.

Mining mata uang kripto merupakan topik yang sangat teknis dan ada lebih dari satu cara untuk melakukannya. Artikel ini lebih akan membahasnya dan memberikan konsep yang lebih praktis tentangnya.

Apa itu mining mata uang kripto?

Jaringan blockchain menggunakan mining untuk membuat dan memvalidasi blok transaksi baru serta mengamankan jaringan. Dalam prosesnya, miner menggunakan sumber daya komputasi dalam jumlah besar untuk membuat unit mata uang kripto baru sehingga meningkatkan suplai beredar.

Bitcoin, Litecoin (LTC), dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining mata uang kripto. PoW menentukan cara jaringan blockchain mencapai konsensus di antara semua peserta yang terdistribusi tanpa perantara pihak ketiga. Selain itu, PoW menyelesaikan masalah pengeluaran ganda untuk mencegah peserta jaringan menggunakan dana yang sama lebih dari sekali.

PoW dirancang untuk mendorong partisipasi jaringan yang baik. Miner bersaing dengan menyelesaikan puzzle kriptografi yang kompleks dengan perangkat keras mining guna memenangkan hak untuk melakukan mining blok berikutnya. Miner pertama yang menemukan solusi valid dan mengonfirmasi blok transaksinya akan menerima reward. Oleh karena itu, proses ini memerlukan usaha dan mahal, tetapi juga menawarkan kompensasi.

Mining PoW juga membuat jaringan blockchain lebih terdesentralisasi. Blockchain dapat berfungsi sebagai buku besar terdesentralisasi karena komputer terdistribusi (node) yang begitu banyak di seluruh dunia mengelolanya. Dengan begitu, alih-alih memiliki satu database, sejumlah komputer yang saling terhubung tersebut menyimpan salinan data blockchain dan saling berkomunikasi untuk memastikan keabsahan di balik kondisi blockchain.

Namun, terdapat juga kemungkinan untuk mendisrupsi blockchain dengan serangan 51%. Meskipun sangat kecil kemungkinannya, khususnya untuk jaringan blockchain yang lebih besar, satu entitas atau organisasi dapat mengambil alih 50% daya komputasi jaringan berdasarkan teori. Jumlah daya mining tersebut akan memungkinkan penyerang untuk sengaja mengecualikan atau mengubah urutan transaksi, serta memungkinkan mereka untuk membalikkan transaksi mereka sendiri.

Potensi masalah lain dalam mining mata uang kripto berkaitan dengan keberlanjutan dan biayanya. Mining mata uang kripto memerlukan investasi yang besar, bukan hanya dalam perangkat keras melainkan juga dalam energi. Akibatnya, kebanyakan miner, khususnya yang melakukan mining bitcoin (BTC), mengonsumsi listrik dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, jika seorang miner tidak memiliki akses ke sejumlah alat mining dan listrik yang murah, mining cenderung tidak akan menghasilkan laba.

Jenis mining mata uang kripto

Miner menerima reward blok saat berhasil memvalidasi blok. Makin besar daya komputasi yang dikontribusikan oleh miner ke jaringan, makin besar kemungkinan untuk memvalidasi blok berikutnya. Meskipun begitu, karena makin banyak miner ikut terlibat, validasi blok mulai memerlukan lebih banyak daya komputasi. Oleh karena itu, mining dapat menjadi terlalu mahal bagi miner individu.

Ada lebih dari satu cara untuk melakukan mining mata uang kripto. Jadi, mari kita bahas beberapa cara utama satu per satu agar Anda dapat memilih cara yang tepat, baik saat Anda berencana untuk melakukan mining secara individual maupun sebagai kelompok.

Mining ASIC

Sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC) adalah komputer yang dirancang untuk satu tujuan. Beberapa alat mining ASIC dapat sepenuhnya dikhususkan untuk mining mata uang kripto.

Ingat bahwa model ASIC baru dapat membuat desain yang lebih lama segera menjadi tidak menguntungkan. Selain itu, mata uang kripto yang tahan ASIC tidak dapat ditambang menggunakan miner ASIC.

Mining GPU

Berbeda dengan ASIC, unit pemrosesan grafis dapat mencapai lebih dari satu tujuan. Umumnya, tugasnya dalam sebuah komputer adalah memproses gambar dan mengeluarkannya pada layar. Mining GPU menawarkan titik masuk yang mudah ke mining mata uang kripto, karena pengguna dapat melakukannya dengan perangkat keras yang lebih terjangkau dan tersedia seperti laptop standar. Meskipun Anda masih dapat melakukan mining sejumlah altcoin dengan GPU, efisiensinya bergantung pada kesulitan dan algoritme mining.

Mining CPU

Unit pemrosesan pusat (CPU) adalah komponen utama yang mengoperasikan komputer. Mining CPU memungkinkan Anda untuk menggunakan daya yang tidak digunakan dari komputer untuk melakukan mining mata uang kripto. Bitcoin pun awalnya ditambang menggunakan CPU. Namun, kini CPU tidak lagi menjadi cara yang paling efisien untuk mining mata uang kripto karena kendala dayanya.

Pool mining

Pool mining adalah sekelompok miner yang bersatu untuk menggabungkan daya komputasi mereka (disebut juga sebagai daya hashing atau tingkat hash). Karena peluang dalam menemukan blok baru meningkat, mereka dapat memperoleh lebih banyak secara kolektif dan berbagi reward. Kebanyakan miner bergabung dengan pool mining untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Solo mining

Solo mining adalah kebalikan dari pool mining karena tidak memerlukan peserta lain. Dalam solo mining, seorang miner mengeksekusi proses mining sendirian. Namun, khususnya dalam mata uang kripto utama, miner makin sulit berhasil karena naiknya persaingan dari daya pemrosesan gabungan yang besar dari pool mining.

Mining cloud

Dalam cloud mining, pekerjaan komputasi didapatkan dari farm cloud mining. Cloud mining biasanya mengharuskan Anda membayar orang lain untuk melakukan mining atas nama Anda. Oleh karena itu, jenis ini dapat membuat proses mining lebih mudah untuk dimulai karena tidak diperlukan perangkat keras khusus untuk melakukan mining mata uang kripto. Selain itu, para miner menyewa daya komputasi dari perusahaan yang dapat berlokasi di mana pun di dunia. Artinya, tidak ada tagihan listrik atau masalah penyimpanan. Namun, pilihan ini bisa sangat berisiko karena tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan imbal hasil dari investasi Anda. Kebanyakan dari layanan ini bahkan ternyata merupakan penipuan.

Bagaimana cara melakukan mining kripto?

Mining berpotensi untuk menjadi sumber pendapatan pasif. Anda dapat mengikuti panduan gambaran umum langkah demi langkah untuk mulai melakukan mining sendiri. Namun, ingat bahwa ada berbagai pendekatan dan teknik untuk mining. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut mungkin tidak efektif untuk beberapa metode mining dan metode lain mungkin memerlukan langkah tambahan.

Selain itu, perhatikan bahwa mining tidak selalu mudah atau menguntungkan, karena terdapat pengaruh fluktuasi harga kripto dan perubahan biaya energi. Mining mengharuskan Anda mengonfigurasi perangkat mining dengan benar dan menuntut sejumlah pengeluaran selain dari investasi awal agar dapat terus beroperasi. 

1. Pilih kripto Anda

Mata uang kripto memiliki kesulitan yang berbeda-beda. Kesulitan adalah usaha yang diperlukan oleh jaringan untuk melakukan mining sebuah blok. Makin banyak miner yang bergabung dalam jaringan, makin tinggi persaingannya, sehingga hashing makin sulit. Sebaliknya, jika miner meninggalkan jaringan, kesulitan hashing akan menurun, sehingga mining blok baru makin mudah dilakukan.

Mata uang kripto terbesar memiliki syarat yang sangat sulit untuk dipenuhi, sehingga miner individu makin sulit untuk menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, miner bitcoin menggunakan ASIC yang kuat dan pool mining untuk meningkatkan peluang mendapatkan reward.

Praktik umum lainnya adalah melakukan mining mata uang Proof of Work (PoW) selain dari bitcoin, seperti Dogecoin dan Ethereum Classic. Jaringan altcoin mungkin tidak begitu padat dan menawarkan peluang yang lebih besar bagi miner kecil. Altcoin mungkin juga menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi karena potensinya belum terungkap. Selain itu, para miner dapat menggunakan alternatif mining yang lebih hemat energi karena tidak memerlukan daya komputasi yang begitu besar.

Namun, harap diperhatikan bahwa mining altcoin dapat menjadi lebih volatil. Dalam kondisi terburuknya, protokol dapat diretas atau ditinggalkan, sehingga token menjadi tidak bernilai. Selain itu, Anda mungkin harus memperbarui alat mining dan mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan rencana awal akibat popularitas mata uang tertentu yang meningkat. Misalnya, awalnya miner dapat menggunakan laptop untuk melakukan mining bitcoin. Kini, laptop saja tidak cakup

2. Pilih perlengkapan mining Anda

Mining mata uang kripto bisa dianggap sebagai sebuah kompetisi. Dalam kompetisi mining, miner diuntungkan dari perangkat keras mining yang kuat karena kemungkinan untuk melakukan mining blok berikutnya meningkat. Seperti yang disebutkan, miner ASIC dibuat untuk memenuhi satu tujuan tertentu sehingga sering kali menjadi pilihan terbaik untuk mining mata uang kripto. Di sisi lain, GPU juga masih dapat digunakan dalam sejumlah jaringan, tetapi efisiensinya bergantung pada kesulitan mining dan algoritme mata uang kripto.

Terdapat juga sejumlah mata uang kripto yang memerlukan alat mining yang dirancang khusus. Misalnya, miner kripto Helium menggunakan teknologi radio. Perangkat tersebut dipasang di sebuah tempat dengan pandangan tak terbatas untuk memberikan jangkauan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, selalu pastikan jenis perangkat keras yang diperlukan untuk mata uang kripto yang ingin ditambang.

3. Atur dompet kripto

Anda juga memerlukan dompet kripto guna menyimpan kunci untuk mata uang kripto yang didapatkan dari usaha mining. Setelah mendapatkan sesuatu dari proses mining, perangkat lunak mining akan memindahkan reward ke alamat dompet kripto yang Anda tentukan. Misalnya, Anda dapat menggunakan Trust Wallet untuk menyimpan kripto dengan aman dan terhubung ke ribuan proyek pada berbagai blockchain. 

4. Konfigurasikan perangkat mining Anda

Mining mata uang kripto mengharuskan Anda mengunduh perangkat lunak mining khusus. Cara terbaik untuk mengakses perangkat lunak ini adalah dari situs web mata uang kripto yang ingin ditambang. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki perangkat lunak yang tepat untuk mata uang kripto tertentu dan menghindari program palsu.

Sebagian besar perangkat lunak mining bersifat gratis untuk diunduh dan digunakan. Selain itu, sejumlah mata uang kripto memiliki beberapa pilihan perangkat lunak dan sering kali tersedia untuk berbagai sistem operasi. Praktik terbaiknya adalah selalu melakukan penelitian sendiri (DYOR) sebelum memilih perangkat lunak mining untuk memahami perbedaannya.

Bagian berguna lainnya dalam menyiapkan perangkat mining adalah membuat strategi untuk memantau biaya listrik. Anda dapat memulai dengan memeriksa tagihan listrik sebelumnya dan mengevaluasi besarnya biaya mining. Sayangnya, konsumsi energi dari alat mining dapat menyebabkan uang yang dikeluarkan untuk listrik lebih besar dibandingkan nilai yang dihasilkan dari mining.

Selain itu, ingat bahwa alat mining membuat suara bising dan memanas. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menempatkannya di lokasi aman yang membuatnya cukup dingin dan beri tahu tetangga tentang kemungkinan adanya suara mendengung.

5. Coba ikuti pool mining

Pool mining dapat membantu para miner individu dalam segi biaya perangkat keras dan listrik. Karena reward blok diberikan kepada miner pertama yang berhasil, Anda memiliki kemungkinan yang sangat kecil dalam menebak hash yang benar. Misalnya, meskipun Anda menjalankan sejumlah ASIC bertenaga tinggi, Anda masih hanya menjadi bagian kecil dari total daya hashing Bitcoin.

Pool mining meningkatkan kumpulan daya mining, sehingga peluang menemukan blok berikutnya meningkat. Dengan kata lain, jika Anda menggabungkan daya hashing dengan pool mining, Anda bisa mendapatkan lebih banyak daripada melakukan mining sendirian.

Pool mining biasanya memiliki koordinator yang mengelola para miner agar mereka tidak cenderung membuat kesalahan. Misalnya, koordinator harus memastikan bahwa miner menggunakan berbagai nilai nonce untuk menghindari pemborosan daya hashing. Koordinator sering kali bertanggung jawab juga terhadap pembagian reward mining kepada setiap anggota pool.

Apakah mining mata uang kripto layak dilakukan?

Mining adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan orang saat mencoba untuk menghasilkan arus pendapatan pasif. Aktivitas ini akan menjadi mudah setelah miner mengatur fungsi-fungsi dengan benar dan terhubung ke jaringan.

Namun, hal ini tentu saja tidak akan bersifat pasif sepenuhnya karena akan ada tugas seperti pemeliharaan perangkat keras, pembaruan perangkat lunak, pembayaran tagihan listrik, dll.

Meskipun dapat bersifat pasif, mining tidak selalu menguntungkan. Misalnya, volatilitas mata uang kripto dasarnya dapat menghasilkan reward keseluruhan yang lebih kecil daripada biaya listrik miner.

Profitabilitas operasi mining bergantung pada ukuran dan lokasinya. Misalnya, farm mining mata uang kripto terbesar ditempatkan secara strategi di negara dengan biaya listrik terendah. Selain itu, beberapa tempat juga memiliki harga listrik yang volatil yang dapat mengganggu aktivitas mining.

Mungkin diperlukan beberapa waktu agar Anda mulai menghasilkan dari aktivitas mining karena investasi awal yang besar dalam perangkat keras mining. Jadi, periode mining pertama adalah untuk menutup biaya tersebut. Selain itu, seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, perangkat keras bisa menjadi tua dan tidak efisien, sehingga memunculkan beban tambahan. Oleh karena itu, mining mata uang kripto dapat memerlukan lebih banyak investasi dalam perangkat keras setelah investasi awal.

Beberapa orang memilih untuk melakukan mining mata uang kripto murni guna mendukung desentralisasi dan keamanan blockchain. Terkadang, mereka bahkan tidak berniat untuk menghasilkan laba.

Penutup

Mining adalah komponen penting untuk blockchain, karena aktivitas ini membantu jaringan sambil membuat dan memvalidasi blok transaksi baru. Siapa pun dapat memulai mining mata uang kripto, tetapi Anda harus mempertimbangkan biaya dan risikonya. 

Mining juga memerlukan pengetahuan teknis tertentu, khususnya saat memperoleh dan mengatur perlengkapan mining. Anda harus melakukan penelitian sendiri dan memahami detail mata uang kripto yang ingin ditambang. Anda juga harus menyiapkan dompet kripto untuk menerima potensi reward mining.

Namun, ingat bahwa ekosistem kripto berubah dengan cepat. Jadi, pantau perkembangan dan pembaruan proyek karena hal tersebut dapat mengubah proses mining mata uang kripto.