Apa Itu Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi (DeSci)?
Beranda
Artikel
Apa Itu Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi (DeSci)?

Apa Itu Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi (DeSci)?

Pemula
Diterbitkan Mar 12, 2024Diperbarui Apr 18, 2024
4m

Poin Utama

  • Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi (DeSci) adalah gerakan yang bertujuan membangun infrastruktur publik untuk penelitian ilmiah menggunakan teknologi Web3.

  • Dibandingkan dengan TradSci, DeSci memungkinkan lebih banyak sumber pendanaan, kolaborasi bebas sensor, dan akses terbuka ke data penelitian.

  • Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, DeSci berpotensi membuat ilmu pengetahuan lebih terdesentralisasi, transparan, dan mudah diakses.

Pendahuluan

Ilmu pengetahuan terdesentralisasi telah muncul sebagai gerakan yang memanfaatkan teknologi Web3 untuk meningkatkan penelitian ilmiah. Dalam artikel ini, kita akan membahas definisi ilmu pengetahuan terdesentralisasi, beberapa kegunaannya, dan perbedaannya dari ilmu pengetahuan tradisional.

Apa Itu Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi?

Ilmu pengetahuan terdesentralisasi (DeSci) adalah pendekatan penelitian ilmiah yang menggunakan teknologi terdesentralisasi untuk merevolusi ilmu pengetahuan tradisional (TradSci). Daripada mengandalkan institusi dan perantara tersentralisasi, DeSci menerapkan praktik desentralisasi untuk penciptaan dan distribusi pengetahuan.

Pada dasarnya, DeSci bertujuan untuk memperluas akses ke data ilmiah, mendorong proses peer review yang lebih transparan, dan memberi insentif kolaborasi internasional di antara para peneliti. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, DeSci dapat memastikan integritas dan kekekalan catatan ilmiah sambil menghilangkan hambatan untuk masuk.

Bagaimana Cara DeSci dapat Meningkatkan Praktik Ilmiah?

DeSci memanfaatkan teknologi Web3 untuk mengatasi masalah inti dari TradSci. Mari kita jelajahi beberapa metode utama yang digunakan oleh DeSci untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.

Distribusi dana

DeSci dapat merevolusi alokasi dana penelitian melalui mekanisme seperti donasi kuadrat dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO). Mekanisme tersebut mendorong distribusi sumber daya yang lebih adil.

Aksesibilitas

DeSci dapat meningkatkan aksesibilitas dengan memanfaatkan repositori penelitian berbasis blockchain. Hal ini dapat memastikan bahwa data dan publikasi ilmiah disimpan secara transparan pada buku besar terdesentralisasi, sehingga lebih mudah diakses. Smart contract dapat mengatur akses ke data yang biasanya memastikan bahwa distribusinya adil dan aman.

Reproduksibilitas

DeSci dapat menghadirkan insentif untuk reproduksibilitas, seperti reward token dan sistem reputasi. Smart contract dapat memfasilitasi proses peer review yang transparan dan dapat diverifikasi, sehingga memberikan insentif kepada peneliti untuk membuat karya ilmiah yang dapat direproduksi. Hal ini biasanya meningkatkan keandalan temuan ilmiah.

Kegunaan Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi

Penerbitan akademik

Beberapa platform DeSci dapat menyediakan repositori terdesentralisasi untuk publikasi akademik. Para peneliti dapat memublikasikan karya mereka secara langsung di platform ini, sehingga memungkinkan akses yang lebih luas ke pengetahuan ilmiah.

Pendanaan penelitian

Mekanisme pendanaan terdesentralisasi, yang difasilitasi oleh smart contract, dapat mendorong alokasi dana penelitian secara transparan. Ilmu pengetahuan terdesentralisasi dapat memanfaatkan jaringan terdesentralisasi untuk melakukan urun dana proyek penelitian dan memberikan reward kepada kontributor berdasarkan kualitas pekerjaan mereka.

Pembagian data dan kolaborasi

Platform DeSci dapat memfasilitasi pembagian data dan sumber daya penelitian yang aman dan transparan di kalangan para ilmuwan. Hal ini dapat berpotensi membantu peneliti melakukan tokenisasi dan monetisasi data mereka sambil memastikan hak kepemilikan.

Peer review

Sistem reputasi berbasis blockchain dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publikasi ilmiah. DeSci dapat memanfaatkan teknologi blockchain untuk membuat catatan yang kekal dari kontribusi peneliti dan kegiatan peer review, sehingga mempromosikan transparansi dan akuntabilitas dalam komunikasi keilmuan.

Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi vs. Ilmu Pengetahuan Tradisional

DeSci dan TradSci sama-sama memajukan pengetahuan dan menyelesaikan masalah dunia nyata, tetapi keduanya berbeda dalam beberapa aspek utama.

Transparansi dan kepercayaan

DeSci umumnya mempromosikan transparansi dan kepercayaan melalui teknologi blockchain demi memastikan integritas dan kekekalan catatan ilmiah. Sebaliknya, ilmu pengetahuan tradisional biasanya mengandalkan institusi tersentralisasi untuk memvalidasi temuan penelitian.

Aksesibilitas dan inklusivitas

Platform DeSci dapat mempromosikan akses terbuka ke data dan publikasi ilmiah, sehingga mendemokrasikan akses ke pengetahuan. Model penerbitan TradSci cenderung melibatkan biaya langganan dan hambatan akses yang sering kali membatasi distribusi temuan penelitian.

Kolaborasi dan inovasi

DeSci umumnya merangsang kolaborasi yang memungkinkan peneliti berinteraksi dan berbagi sumber daya menggunakan teknologi berbasis blockchain. Praktik ilmiah tradisional sering kali diisolasi oleh kerangka kerja kelembagaan yang berpotensi menghambat kolaborasi.

Pendanaan dan insentif

DeSci memanfaatkan mekanisme pendanaan terdesentralisasi untuk memberikan insentif atas kontribusi dan memberikan reward kepada peneliti berdasarkan kualitas pekerjaan mereka. Sebaliknya, pendanaan TradSci sering kali bergantung pada lembaga hibah dan anggaran institusional yang dapat mengakibatkan inefisiensi.

Penutup

Ilmu pengetahuan terdesentralisasi berpotensi mengubah ranah ilmiah dengan mendorong kolaborasi dan meningkatkan laju penemuan. Dengan merangkul teknologi terdesentralisasi, DeSci dapat mendemokrasikan akses ke pengetahuan, mempromosikan transparansi, dan mendorong inovasi di berbagai bidang penelitian.

Bacaan Lebih Lanjut

Penafian: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” untuk informasi umum dan tujuan pendidikan saja tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya ataupun dimaksudkan untuk menyarankan pembelian produk atau jasa tertentu. Anda sebaiknya mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Jika artikel merupakan kontribusi dari kontributor pihak ketiga, harap diperhatikan bahwa pandangan yang dinyatakan berasal dari kontributor pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy. Silakan baca penafian lengkap kami di sini untuk detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang mungkin Anda alami. Materi ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya. Untuk informasi selengkapnya, baca Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.