Apa Itu Livepeer (LPT)?
Daftar Isi
Pendahuluan  
Bagaimana cara kerja Livepeer?  
Bagaimana cara membeli LPT di Binance?  
Penutup
Apa Itu Livepeer (LPT)?
BerandaArtikel
Apa Itu Livepeer (LPT)?

Apa Itu Livepeer (LPT)?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Aug 17, 2022Diperbarui Sep 23, 2022
4m


Ringkasan  

Livepeer adalah protokol video terdesentralisasi yang dibangun pada blockchain Ethereum. Livepeer dirancang agar siapa pun dapat mengintegrasikan konten video ke dalam aplikasi secara mulus dan terdesentralisasi dengan biaya yang lebih murah dibanding solusi tradisional. Desentralisasi pemrosesan video dicapai dengan mendistribusikan proses transcoding kepada jaringan operator node. Transcoding merupakan langkah penting dalam memastikan penyampaian konten video yang mulus kepada pengguna akhir. Proses ini mencakup pengambilan file video raw dan konversi ke kondisi yang optimal bagi setiap pengguna akhir berdasarkan faktor seperti ukuran layar perangkat atau koneksi internet.

Livepeer memproses konten video dengan andal dan murah menggunakan teknologi blockchain yang memanfaatkan teori game, insentif ekonomi kripto, dan smart contract untuk mendorong interaksi positif di antara pemangku kepentingan. Aset aslinya, yaitu Livepeer token (LPT), digunakan untuk mengoordinasikan dan mendistribusikan tugas pemrosesan video di antara peserta jaringan dengan aman dan andal. 

Pendahuluan  

Seiring meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial, khususnya di tengah masa pandemi baru-baru ini, serta pertumbuhan ekonomi kreator yang pesat, konten berbasis video menggunakan lebih dari 82% bandwith internet pada tahun 2021. 

Jaringan Livepeer, yang dijalankan oleh ribuan node terdistribusi, memberi pengembang aplikasi dan kreator akses ke arsitektur enkode yang aman, berkualitas tinggi, dan terjangkau tanpa biaya tinggi. Sejak didirikan pada tahun 2017, jaringan Livepeer telah memproses lebih dari 150 juta menit video.

Bagaimana cara kerja Livepeer?  

Livepeer, yang dibangun di Ethereum, pada dasarnya adalah jaringan yang menghubungkan orang yang membutuhkan pemrosesan video dengan pemasok yang menyediakan layanan ini. Livepeer menggunakan token aslinya, yaitu LPT, untuk mendorong peserta jaringan menjaga proses transcoding video ini tetap andal, aman, dan terjangkau dibandingkan dengan solusi tersentralisasi saat ini.

Ada dua pemangku kepentingan dalam jaringan Livepeer: orchestrator dan delegator. 

Orchestrator

Siapa pun yang memiliki peralatan mining video dapat melakukan staking terhadap LPT mereka dan melakukan pemrosesan video di jaringan Livepeer. Sebagai imbalan dari layanan tersebut, mereka menerima bagian dari biaya pemrosesan video dalam bentuk LPT dan ETH. Peserta jaringan ini disebut orchestrator. 

Delegator

Orang yang tidak memiliki alat mining video ataupun pengalaman pemrosesan video masih dapat berpartisipasi dalam jaringan ini dengan mendelegasikan atau memberikan LPT kepada operator node dengan alat dan keahlian yang tepat untuk memproses video melalui Livepeer Explorer. Peserta jaringan ini disebut delegator.

Apa itu LPT?

Aset asli jaringan ini, yaitu Livepeer token (LPT), adalah token ERC-20 yang digunakan untuk memberikan keamanan, mendistribusikan tugas pemrosesan video di antara peserta jaringan, dan memberikan insentif terhadap partisipasi aktif mereka dalam berbagai peran di jaringan Livepeer. Makin banyak token LPT yang diberikan untuk fungsionalitas jaringan, jaringan tersebut akan makin stabil, aman, dan kuat.  

Orchestrator mendapatkan alokasi pekerjaan berdasarkan jumlah staking LPT, baik milik mereka maupun delegator, beserta dengan lokasi geografis dan keandalan mereka. Karena makin banyak token yang didelegasikan menghasilkan lebih banyak pekerjaan dan makin banyak pekerjaan berarti lebih banyak reward, para orchestrator bersaing untuk menarik sebanyak mungkin delegator.

Pada akhir setiap putaran (di akhir setiap hari), protokol Livepeer mencetak token Livepeer baru berdasarkan tingkat inflasi yang ditentukan. Livepeer adalah protokol “berbasis staking”. Artinya, reward dialokasikan kepada setiap pengguna yang berpartisipasi sesuai kontribusi mereka. Peserta yang berpartisipasi dengan aktif dalam suatu putaran, baik dengan menjalankan node maupun dengan melakukan staking token, akan menerima jumlah reward yang diberikan secara proporsional. Pengguna yang tidak berpartisipasi dengan aktif dalam suatu putaran tidak akan menerima reward ini. 

Orchestrator juga mendapatkan manfaat tambahan: mereka menerima sebagian dari reward delegator sebagai komisi untuk menjalankan infrastruktur terdesentralisasi. 

Dengan sistem ini, peserta aktif dapat meningkatkan jumlah staking dalam jaringan. Sementara itu, hak transcoding dari pengguna yang tidak aktif akan mengecil jika mereka tidak berpartisipasi dalam suatu putaran. Dengan kata lain, staking LPT yang lebih besar menghasilkan lebih banyak alokasi pekerjaan yang pada akhirnya menghasilkan lebih banyak reward. 

Tingkat inflasi yang digunakan untuk menentukan ukuran reward yang diberikan juga memotivasi pengguna untuk menjadi lebih aktif. Persentase LPT baru dalam setiap putaran kompensasi ditentukan oleh jumlah total LPT yang diberikan agar jaringan berhasil berfungsi. Makin tinggi proporsi ini, makin rendah tingkat inflasi dan makin besar nilai yang dimiliki oleh token. Oleh karena itu, pemilik token tentu termotivasi untuk melakukan staking lebih banyak agar menghasilkan lebih tinggi.

Bagaimana cara membeli LPT di Binance?  

Anda dapat membeli LPT di bursa mata uang kripto, seperti Binance. 

1. Masuk ke akun Binance Anda, lalu klik [Perdagangan] -> [Spot]. 

2. Ketik “LPT” di bilah pencarian untuk melihat pasangan dagang yang tersedia. Kita akan menggunakan LPT/BUSD sebagai contoh.

3. Buka kotak [Spot], lalu masukkan jumlah LPT yang ingin dibeli. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan Market order. Klik [Buy LPT] (Beli LPT) untuk mengonfirmasi order, lalu LPT yang dibeli akan dikreditkan ke Dompet Spot Anda.

Penutup

Livepeer dirancang sebagai solusi untuk mendelegasikan tugas pemrosesan video kepada pihak yang dapat dipercaya. Dengan protokol video terdesentralisasi, proyek dan perusahaan Web3 dapat menghindari biaya pemrosesan video yang tinggi dan penyensoran untuk menyediakan konten video yang lebih baik kepada audiens mereka.