Apa Itu Initial Exchange Offering (IEO)?
Daftar Konten
Pengantar
Apa itu IEO?
Bagaimana IEO direncanakan?
Mengapa proyek-proyek blockchain mengadakan IEO
IEO vs. ICO
Risiko dan peluang IEO
Konklusi
Apa Itu Initial Exchange Offering (IEO)?
BerandaArtikel
Apa Itu Initial Exchange Offering (IEO)?

Apa Itu Initial Exchange Offering (IEO)?

Pemula
Published Dec 22, 2020Updated Oct 19, 2021
6m

TL;DR

IEO sering dilakukan ketika proyek kripto yang baru ingin meluncurkan produk mata uang kripto atau blockchain, tetapi membutuhkan modal investasi yang lumayan besar untuk memulainya.

IEO berbeda dari Initial Coin Offering (ICO), karena IEO dilakukan dengan bantuan bursa kripto seperti Binance. Proyek dapat mengumpulkan dana dengan bantuan basis pelanggan bursa, dan meluncurkan trading untuk token mereka segera setelahnya.

 

Pengantar

Terdapat ribuan proyek mata uang kripto dan blockchain yang ada atau sedang dikembangkan. Sebagian besar proyek memerlukan semacam insentif keuangan agar pengembang dan kontributor tetap terlibat. Tidak semua proyek bisa terus-menerus mengandalkan sumbangan atau kontribusi dari pemegang aset yang dermawan. Pendanaan eksternal akan dibutuhkan cepat atau lambat.

Bagi pengembang, ada berbagai cara untuk mengumpulkan modal. Mencoba mendapatkan pendanaan dari pemodal ventura atau venture capitalist (VC) mungkin akan memakan waktu. Mencetak koin dari sebuah proyek sebelum peluncuran – dikenal sebagai "pre-mine" – dan menyimpannya di dalam perbendaharaan juga sangat mungkin, tetapi ini sering kali menuai kritik dari komunitas.

IEO menjadi opsi yang menarik, dengan asumsi pengembang memiliki rencana kerja yang matang dan berdedikasi untuk menyukseskan visi proyek.

 

Apa itu IEO?

Seperti namanya, Penawaran Bursa Awal atau Initial Exchange Offering (IEO) menggunakan bursa mata uang kripto untuk mengumpulkan dana bagi proyek baru. Merupakan hal yang umum untuk memperdagangkan aset-aset di platform ini, tetapi itu biasanya hanya terjadi jika pengembang telah mengumpulkan uang untuk memulai proyek mereka.

Dengan IEO, calon investor dapat membeli aset ini sebelum tersedia di pasar. Dengan bantuan bursa yang memfasilitasi penjualan token, pengguna terdaftar yang memberikan informasi KYC mereka akan dapat membeli token sebelum diperdagangkan di pasar terbuka. 

Karena IEO difasilitasi oleh bursa, startup yang memilih jalur ini harus serius dengan rencana kerjanya. Dalam kebanyakan kasus, proposal IEO ditinjau secara ketat oleh bursa yang terlibat. Dalam beberapa hal, bursa mempertaruhkan reputasi untuk setiap IEO yang ditawarkan.

 

Bagaimana IEO direncanakan?

Meskipun teknologi blockchain relatif baru, sebenarnya sudah ada ribuan perusahaan dan startup kripto. Banyak di antaranya yang bersaing untuk mendapatkan calon investor melalui kegiatan ICO atau IEO. 

Ketika pengembang proyek kripto memutuskan untuk mengadakan IEO, prosedur rumit harus diikuti sebelum dolar pertama berhasil masuk pundi-pundi.

Bagi tim proyek, beberapa persyaratan harus dipenuhi. Memiliki model bisnis yang kuat, anggota tim yang berpengalaman, use case yang layak terhadap teknologi, dan menyediakan whitepaper sangatlah penting. Merencanakan IEO mirip dengan menyatakan bahwa mereka berkomitmen pada kesuksesan proyek dalam jangka panjang.

Selain itu, mereka perlu menentukan apakah IEO akan memiliki hard cap atau soft cap. Hard cap memastikan jumlah maksimal uang yang dapat diinvestasikan. Soft cap menetapkan tujuan awal yang akan dicapai, tetapi jika telah tercapai, tetap memungkinkan untuk menerima aliran investasi.
Setelah keputusan tersebut dibuat, sekarang saatnya memilih platform bursa untuk mengadakan IEO. Binance Launchpad telah membantu lusinan proyek memenuhi kebutuhan modal investasi mereka. Beberapa contoh termasuk BitTorrent (BTT), Band Protocol (BAND), Axie Infinity (AXS), Alpha Finance Lab (ALPHA), dan WazirX (WRX). Bursa lain juga telah menyiapkan platform IEO mereka sendiri, masing-masing dengan manfaat, persyaratan, dan kekurangannya.


Mengapa proyek-proyek blockchain mengadakan IEO

Mengumpulkan dana untuk proyek kripto atau blockchain baru bisa sangat menyulitkan. Mirip dengan industri lainnya, ada banyak persaingan yang mencoba menarik investor. Tidak semua orang berhasil menarik modal investasi melalui cara tradisional.

IEO bisa sangat berguna karena menjangkau para holder kripto yang sudah ada. Mengingat bagaimana bursa membantu memberikan kredibilitas terhadap penggalangan dana proyek, ada unsur kepercayaan yang terlibat. Bagaimanapun, bursa ini mempertaruhkan reputasi mereka dengan memfasilitasi IEO. Meski begitu, setiap orang tetap harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat komitmen finansial.

Bagi proyek yang ingin mengumpulkan uang dengan bantuan bursa, IEO adalah opsi yang dapat diandalkan. Sebagian besar Initial Exchange Offering terjual dengan sangat cepat, tergantung pada visi dan use case proyek. Token proyek juga akan di-list di bursa setelah penjualan berakhir.

 

 

IEO vs. ICO

Di atas kertas, konsep IEO mungkin tampak mirip dengan ICO. Selama gelembung ICO 2017-2018 di Ethereum, ICO diadakan setiap hari. Banyak proyek berhasil mengumpulkan jutaan dolar, meskipun terdapat juga banyak yang menyesatkan, serta penipuan yang dilakukan secara langsung. Dengan tidak adanya pihak yang secara terbuka "memeriksa" ICO, konsep tersebut akhirnya berkembang menjadi IEO, yang dianggap lebih kredibel oleh banyak orang. Banyak ICO ditemukan melanggar undang-undang sekuritas AS, yang mengakibatkan berbagai tuntutan hukum dan pengembalian dana investor.

Berpartisipasi dalam ICO membawa lebih banyak risiko. Para investor harus mengirim bitcoin atau ether ke smart contract atau situs web dan berharap mereka akan menerima token. Siapa pun dengan sedikit pengetahuan dasar mengenai smart contract dan keterampilan mengembangkan web bisa membuat situs web yang berkilau dengan roadmap yang tampak menjanjikan dan mulai menggalang dana. Ini jauh dari ideal dan membawa risiko besar bagi siapa pun yang berinvestasi di ICO.

IEO mengurangi risiko tersebut secara signifikan. Investor mengirim uang melalui wallet bursa, tidak mengirimkannya ke proyek secara langsung. Proyek yang tidak jujur atau tim dengan sedikit naluri bisnis tidak akan dapat menjalankan IEO yang berhasil, karena persyaratan yang sangat ketat.

Selain itu, IEO memiliki risiko yang lebih rendah dan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan dengan ICO. Token dijamin akan di-list di bursa yang mengadakan penjualan. Bagi investor, ini mempermudah untuk keluar dari posisi, jika mereka merasa perlu untuk melakukannya.

 

Risiko dan peluang IEO

Meskipun setiap IEO diperiksa oleh bursa yang terlibat, tidak ada investasi yang tanpa risiko. Ada kemungkinan proyek yang menggalang dana tidak sanggup mewujudkan visinya. Ini bisa dan sering kali akan memengaruhi harga token, terlepas dari berapa harganya selama IEO.

Dengan demikian, IEO juga dapat menghadirkan peluang investasi yang menguntungkan. Mampu membeli token yang akan datang lebih awal, dengan mengetahui bahwa aset tersebut akan di-list di pasar dengan likuiditas yang baik, dapat menciptakan beberapa peluang. Namun, tidak semua token IEO akan naik nilainya begitu diperdagangkan di pasar.

 

Konklusi

Frekuensi IEO yang lebih rendah telah membantu menyingkirkan beberapa proyek yang kurang berpotensi di lingkungan kripto dan blockchain. Memang, tidak ada metode yang sempurna, namun, IEO setidaknya berada di jalur yang benar.

Tetapi dengan adanya IEO, bukan berarti setiap orang harus berinvestasi dalam penawaran ini. Anda disarankan untuk melakukan uji tuntas sendiri setiap saat, terlepas dari bagaimana perusahaan dan proyek bertujuan untuk mengumpulkan dana. Ada peluang laba jika Anda terlibat dalam IEO, tetapi risikonya juga tidak dapat diabaikan. 

 

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai penggalangan dana dan mata uang digital? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, di mana komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.