Apakah Mungkin Ada Lebih dari Satu Metaverse?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu metaverse?
Apa saja yang dapat dilakukan dalam metaverse?
Apakah hanya ada satu metaverse?
Jaringan metaverse masa depan
Penutup
Apakah Mungkin Ada Lebih dari Satu Metaverse?
BerandaArtikel
Apakah Mungkin Ada Lebih dari Satu Metaverse?

Apakah Mungkin Ada Lebih dari Satu Metaverse?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Sep 14, 2022Diperbarui Sep 29, 2022
5m

Ringkasan

Metaverse adalah ruang online imersif yang menghubungkan kehidupan digital dan dunia nyata penggunanya. Dengan menggabungkan teknologi seperti realitas berimbuh (AR), realitas virtual (VR), dan blockchain, metaverse menawarkan cara digital yang baru untuk bekerja, bersosialisasi, dan bersantai. 

Proyek seperti Decentraland dan SecondLive sudah bereksperimen dengan game play-to-earn dan aplikasi blockchain lainnya, sehingga memungkinkan komunitas untuk berkumpul, bekerja, dan mencapai tujuan bersama. Selain itu, raksasa teknologi sedang membangun metaverse sendiri untuk mengikuti tren yang ada.

Meskipun akan ada banyak metaverse, semuanya akan diuntungkan jika dapat saling terhubung. Teknologi blockchain menawarkan cara unik untuk mencapai interoperabilitas metaverse. Hal ini berpotensi memungkinkan pengguna untuk memindahkan mata uang kripto, item, dan aset digital lainnya di antara berbagai metaverse.

Pendahuluan

Metaverse adalah salah satu dunia yang banyak orang bayangkan saat membahas masa depan teknologi, mata uang kripto, dan Internet. Metaverse masih belum hadir sepenuhnya, tetapi proyek kecil dan perusahaan global tampak berupaya untuk membangun masa depan ruang digital.

Apa itu metaverse?

Metaverse adalah konsep semesta virtual yang terhubung dan dapat dijelajahi dengan avatar 3D. Anda dapat menganggapnya sebagai evolusi berikutnya dari Internet dengan lebih banyak pengalaman online yang imersif dan interaktif.

Metaverse menggabungkan teknologi seperti realitas berimbuh (AR), realitas virtual (VR), dan blockchain. AR memungkinkan pengguna untuk mengubah elemen visual digital menjadi dunia nyata menggunakan kamera, sedangkan VR menghasilkan lingkungan virtual buatan komputer yang dijelajahi oleh pengguna melalui headset VR. Sementara itu, teknologi blockchain memungkinkan karakteristik seperti bukti kepemilikan digital, kolektibilitas digital, dan transfer nilai.

Platform NFT seperti  Marketplace NFT Binance juga berkontribusi terhadap pengembangan metaverse game dengan menghubungkan proyek game dan komunitas kripto. Selain itu, BNB Smart Chain (BSC) yang digerakkan oleh komunitas mewadahi berbagai proyek metaverse. Fortnite juga mengembangkan platform metaverse yang telah menghubungkan lebih dari 350 juta pemain di dunia virtualnya.

Meskipun masih berada dalam tahap pengembangan, metaverse kemungkinan akan melampaui platform game. Misalnya, aplikasi yang bergerak di bidang identitas digital, remote working, dan tata kelola terdesentralisasi adalah beberapa sektor potensial yang dapat diuntungkan dari metaverse.

Apa saja yang dapat dilakukan dalam metaverse?

Metaverse menciptakan ruang virtual bersama yang menggabungkan fisik dan digital. Misalnya, bisnis dapat mulai menggunakannya untuk mengadakan pertemuan melalui headset VR atau menandatangani kontrak tanpa harus ada di tempat yang sama secara fisik.

Anda juga dapat berbelanja melalui interaksi dengan lorong virtual, memamerkan koleksi NFT ke teman virtual, dan mengunjungi pameran seni tanpa meninggalkan rumah.

Game play-to-earn seperti Axie Infinity dan alat pekerjaan seperti Gather.town sudah membuktikan potensi yang ditawarkan dunia virtual. Keduanya mengundang pengguna untuk bersenang-senang, bertemu orang, bertransaksi menggunakan mata uang digital, dan bahkan mencari nafkah.

Di sisi lain, Decentraland adalah dunia digital online yang berhasil mencampur elemen sosial dengan mata uang kripto dan NFT. NFT di dalamnya digunakan untuk merepresentasikan berbagai hal mulai dari koleksi skin hingga real estat virtual. Misalnya, pemain dapat menggunakan mata uang kripto asli milik Decentraland, yaitu MANA, untuk membeli sebidang lahan berukuran 16x16 yang diterbitkan sebagai NFT (non-fungible token) di blockchain Ethereum.

Terakhir, metaverse memungkinkan avatar diri kita untuk saling berkumpul bersama. Misalnya, Fortnite mengadakan konser Astronomical virtual dari Travis Scott dengan lebih dari 12 juta pendengar di seluruh dunia. Dibandingkan dengan konser biasa, para gamer dapat berinteraksi dengan rapper ternama itu dengan avatar mereka dan menikmati visual animasi 3D.

Apakah hanya ada satu metaverse?

Konsep metaverse mengindikasikan bahwa ada satu dunia virtual terintegrasi yang dihuni banyak orang. Namun, seperti yang kita lihat, mungkin terdapat beberapa metaverse yang terpisah satu sama lain.

Oleh karena itu, setiap metaverse memiliki fungsi tertentu dalam kumpulan metaverse. Sama halnya dengan masing-masing platform media sosial yang menyediakan layanan tertentu kepada penggunanya, metaverse menawarkan kemungkinan virtual yang berbeda. Demikian juga dengan contoh-contoh sebelumnya. Satu metaverse mungkin berfokus pada game, sedangkan yang lain berfokus pada pertemuan atau konser.

Proyek metaverse kripto seperti Axie Infinity, Decentraland, dan SecondLive memiliki pendekatan uniknya sendiri dalam membangun metaverse. Selain metaverse berbasis blockchain, perusahaan teknologi besar sedang membuat terobosan dengan narasi metaverse. Misalnya, Facebook mengganti namanya menjadi Meta dan menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan konten metaverse, perangkat lunak, serta headset AR dan VR. Perusahaan besar seperti Microsoft, Google, dan Tencent juga sedang membangun metaverse dan memasuki industri ini dengan mengembangkan teknologi baru.

Idealnya, berbagai metaverse seharusnya memiliki interoperabilitas. Interoperabilitas metaverse berarti bahwa satu atau beberapa metaverse dapat berinteraksi dan bertukar data dengan mudah. Metaverse dengan interoperabilitas akan memungkinkan pengguna memindahkan aset dari satu metaverse ke metaverse lainnya, termasuk NFT dan mata uang kripto.

Kebanyakan pengembang dan protokol mengandalkan teknologi blockchain untuk menghubungkan metaverse. Pertama, sifatnya terdesentralisasi dan transparan. Kedua, teknologi ini dapat menawarkan bukti kepemilikan digital, keaslian, transfer nilai, dan aksesibilitas.

Misalnya, jika dua game play-to-earn memiliki interoperabilitas dan dibangun pada blockchain yang sama, pemain dapat beralih di antara keduanya. Item virtual juga dapat dibuat dan diamankan dalam kedua game tersebut. Dengan kata lain, pengguna dapat menggunakan senjata, skin, dan item dalam game lainnya di kedua dunia virtual tersebut. Bridge blockchain juga berpotensi digunakan untuk memindahkan kripto dan aset digital lainnya di berbagai jaringan blockchain.

Jaringan metaverse masa depan

Metaverse masih berada dalam tahap pengembangan awal. Tidak ada yang tahu perkembangannya, tetapi metaverse jelas merupakan sektor teknologi yang menarik modal dan perhatian pengembang. Seperti yang disebutkan, metaverse mungkin akan terdiri dari beberapa metaverse terpisah. Di sisi lain, teknologi seperti blockchain dan kripto diprediksi akan berperang penting dalam menghubungkan berbagai dunia virtual.

Dalam jangka panjang, kita mungkin akan melihat berbagai metaverse bergabung menjadi satu metaverse. Menghadirkan 'jaringan metaverse' juga dapat mempercepat adopsi.

Penutup

Metaverse terus berkembang seiring proyek baru bermunculan di pasar dan proyek lama mengembangkan fungsi dan layanan baru. Terdapat beberapa contoh proyek metaverse yang berhasil dari ruang kripto, termasuk proyek asli blockchain seperti Decentraland. Inisiatif metaverse pun bermunculan dari perusahaan seperti Fortnite dan Meta. Dengan kemajuan AR, VR, blockchain, dan teknologi lainnya, kita akan terus melihat kemunculan metaverse baru.