Cara Melakukan Mining Bitcoin
Daftar Konten
Pendahuluan
Apa itu mining Bitcoin?
Besaran penghasilan miner Bitcoin
Cara memulai mining Bitcoin
Apa peralatan mining yang harus digunakan?
Pool mining
Bagaimana cara bergabung dengan pool mining?
Mining cloud
Penutup
Cara Melakukan Mining Bitcoin
BerandaArtikel
Cara Melakukan Mining Bitcoin

Cara Melakukan Mining Bitcoin

Tingkat Menengah
Published May 17, 2021Updated Aug 30, 2021
6m

TL;DR

Mining adalah proses yang memverifikasi transaksi Bitcoin lalu menambahkannya ke blockchain. Tujuan para miner adalah menemukan solusi yang valid terhadap persoalan matematika yang rumit. Miner yang berhasil menyelesaikan teka-teki tersebut akan diberi reward dengan bitcoin baru dan biaya transaksi. 

Di masa awal, pengguna Bitcoin dapat mengikuti perlombaan mining dengan komputer pribadi. Saat ini, mining yang menguntungkan memerlukan penggunaan alat mining yang sangat khusus. Karena solo mining sangat sulit, kebanyakan miner memilih untuk bergabung dalam pool mining untuk meningkatkan peluang mendapatkan reward blok yang kemudian dibagikan secara proporsional di antara anggota pool.


Pendahuluan

Mining Bitcoin memastikan bahwa blockchain diperbarui dengan transaksi yang sah. Pada saat itu, aktivitas ini merupakan solusi yang unik untuk menciptakan trust dalam lingkungan tanpa trust. Dalam hal ini, mining adalah bagian inti dari model keamanan Bitcoin.

Konsep melakukan mining lalu menerima BTC sebagai imbalan adalah penawaran yang menarik. Meski masa melakukan mining dengan CPU komputer telah usai, Anda tidak selalu wajib memiliki mesin fisik untuk terlibat dalam mining. Namun, sebelum dapat memutuskan apakah mining sesuai untuk Anda, mari kita bahas cara kerja mining Bitcoin dengan singkat.


Apa itu mining Bitcoin?

Saat menghasilkan transaksi Bitcoin baru, pengguna harus menunggu hingga pengguna (node) jaringan lain memverifikasi lalu mengonfirmasi validitasnya. Miner bertanggung jawab untuk mengumpulkan transaksi baru yang tertunda lalu mengelompokkannya ke dalam sebuah blok kandidat (blok baru yang belum divalidasi).

Tujuan seorang miner adalah menemukan hash blok yang valid untuk blok kandidatnya. Hash blok adalah untaian nomor dan huruf yang berfungsi sebagai ID unik untuk setiap blok. Berikut adalah contoh sebuah hash blok:

0000000000000000000b39e10cb246407aa676b43bdc6229a1536bd1d1643679


Untuk membuat hash blok baru, miner harus mengumpulkan hash blok dari blok sebelumnya, data blok kandidatnya, nonce, lalu mengirimkan semuanya melalui fungsi hash.

Namun, miner tersebut harus menemukan nonce yang – jika digabung dengan semua data – akan menghasilkan hash blok yang dimulai dengan jumlah nol tertentu. Jumlah nol tersebut akan berubah menurut kesulitan mining. Hash blok yang valid membuktikan bahwa miner tersebut melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk memvalidasi blok kandidatnya (karena itu disebut Proof of Work).
Setelah mengumpulkan transaksi yang tertunda lalu membuat blok kandidatnya, nonce adalah satu-satunya hal yang dapat diubah oleh seorang miner dan itulah fungsi alat mining. Dalam proses trial and error yang intensif, mesin mining terus mengubah nonce dan melakukan hashing pada data yang digabungkan beberapa kali hingga ditemukan solusi untuk blok tersebut (yaitu, hash yang dimulai dengan jumlah nol tertentu).

Segera setelah menemukan hash yang valid, miner dapat memvalidasi blok kandidatnya lalu mengambil reward bitcoin. Pada saat ini, transaksi blockchain yang tercakup dalam blok tersebut juga akan berubah dari tertunda menjadi terkonfirmasi.


Besaran penghasilan miner Bitcoin

Setiap blok memberikan reward blok yang terdiri dari bitcoin yang baru saja dihasilkan (subsidi blok) ditambah biaya transaksi kepada miner masing-masing. Karena reward blok hampir seluruhnya terbuat dari subsidi blok, sebagian besar orang menyebutnya sebagai reward blok (tanpa memperhitungkan biaya).
Terkait Bitcoin, subsidi blok dimulai di angka 50 BTC pada tahun 2009 dan dikurangi setengah setiap 210.000 blok (sekitar empat tahun). Halving tersebut menyebabkan reward mining dikurangi menjadi 25 BTC pada tahun 2012, lalu menjadi 12,5 BTC pada tahun 2016, dan akhirnya menjadi 6,25 BTC pada tahun 2020. Halving berikutnya diperkirakan terjadi pada tahun 2024. Per bulan Mei 2021, reward blok memberikan sekitar $300.000 per blok kepada para miner.
Namun, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan saat mengevaluasi peralatan dan profitabilitas mining. Kecepatan alat mining dalam menghasilkan nonce acak lalu mengujinya adalah metrik yang penting untuk diperiksa. Angka ini disebut sebagai laju hash dan merupakan faktor yang vital bagi keberhasilan seorang miner Bitcoin. Makin besar laju hash, makin cepat pula kemampuan Anda dalam menguji input acaknya.

Metrik penting lainnya adalah konsumsi energi dari alat mining. Jika Anda menghabiskan lebih banyak uang untuk listrik daripada nilai yang diperoleh dari mining, profitabilitas menjadi hilang.


Cara memulai mining Bitcoin

Karena Bitcoin bersifat terdesentralisasi dan merupakan sumber terbuka, siapa pun dapat mengikuti lomba mining. Di masa lalu, Anda dapat menggunakan komputer pribadi untuk melakukan mining blok baru. Namun, seiring meningkatnya kesulitan mining, Anda kini memerlukan mesin yang lebih kuat (selengkapnya di bawah ini).

Secara teoretis, Anda masih dapat mencoba untuk melakukan mining bitcoin dengan komputer pribadi, tetapi peluang menemukan hash yang valid hampir nol. Komputasi fungsi hash secara relatif bersifat cepat, tetapi perhitungan input acak dalam jumlah besar memerlukan waktu yang lebih lama. Itulah alasan Anda kini memerlukan perangkat keras khusus sebelum mencoba untuk menjadi miner yang meraih keuntungan.


Apa peralatan mining yang harus digunakan?

Secara umum, Anda dapat mencoba melakukan mining mata uang kripto menggunakan mesin CPU, GPU, FPGA, atau ASIC (kita akan segera membahasnya). Anda masih dapat melakukan mining beberapa altcoin dengan kartu GPU. Mesin FPGA dapat juga menjadi pilihan tergantung pada algoritme, kesulitan, dan biaya listrik mining. Namun berbicara tentang Bitcoin, alat mining ASIC adalah yang paling efisien.


CPU (central processing unit/unit pemrosesan pusat)

CPU berfungsi seperti cip serbaguna yang bertanggung jawab dalam mendistribusikan instruksi ke berbagai komponen komputer. CPU tidak lagi efisien untuk mining mata uang kripto.


GPU (graphics processing unit/unit pemrosesan grafis)

GPU dapat mencapai berbagai tujuan, tetapi pada dasarnya GPU digunakan untuk memproses gambar lalu menampilkannya di layar. GPU mampu membagi tugas yang rumit menjadi beberapa tugas yang lebih kecil untuk meningkatkan kinerja. Anda dapat melakukan mining beberapa altcoin dengan GPU, tetapi efisiensinya bergantung pada algoritme dan kesulitan mining.


FPGA (field-programmable gate array/rangkaian gerbang yang diprogram dengan bidang)

FPGA dapat diprogram dan diprogram ulang untuk melayani berbagai fungsi dan aplikasi. FPGA dapat disesuaikan dan lebih terjangkau dibandingkan ASIC, tetapi kurang efisien untuk mining Bitcoin.


ASIC (application-specific integrated circuit/sirkuit terintegrasi khusus aplikasi)

ASIC adalah kepanjangan dari application-specific integrated circuit. Artinya, komputer ini dirancang untuk satu tujuan. Alat mining ASIC seluruhnya dikhususkan untuk mining mata uang kripto. ASIC kurang dapat disesuaikan dan lebih mahal daripada FPGA, tetapi laju hash dan tingkat konsumsi energinya menjadikan ASIC pilihan yang efisien untuk mining Bitcoin. 


Pool mining

Peluang melakukan mining blok sendirian sangatlah rendah. Bergabung dalam sebuah pool mining kripto memungkinkan Anda untuk menggabungkan daya komputasi dengan miner lain. Saat pool tersebut berhasil melakukan mining sebuah blok, setiap miner akan menerima bagian dari bitcoin hasil mining. Reward pool bersifat proporsional terhadap daya mining yang Anda berikan.


Bagaimana cara bergabung dengan pool mining?

Sangat bergabung dengan sebuah pool menggunakan perangkat keras secara lokal, Anda akan harus mengonfigurasi perangkat lunak agar bermitra dengan miner lain. Proses tersebut umumnya memerlukan pendaftaran akun dan koneksi ke server pool mining.

Jika Anda memiliki alat mining, Binance Pool adalah tempat yang bagus untuk mulai melakukan mining BTC dan koin berbasis algoritme SHA-256 lainnya. Alat mining Anda akan otomatis beralih antara BTC, BCH, dan BSV untuk memaksimalkan imbal hasil yang dibayarkan dalam bentuk BTC.

Anda dapat membayangkan besaran profit yang bisa Anda dapatkan di halaman Binance Pool. Penghasilan BTC dibayarkan setiap hari ke dalam dompet Bitcoin.


Mining cloud

Jika ingin menghindari langkah yang lebih teknis, Anda juga dapat bergabung dengan farm mining cloud sehingga perangkat keras dan perangkat lunak menjadi tergantung pada pemilik farm. Secara umum, mining cloud biasanya mengharuskan Anda membayar orang lain untuk melakukan mining atas nama Anda. Kemudian, pemilik farm diharapkan untuk berbagi profit dengan Anda. Namun, pilihan ini sangat berisiko karena tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan imbal hasil dari investasi Anda. Kebanyakan layanan mining cloud ternyata merupakan scam, jadi berhati-hatilah.


Penutup

Baik untuk memiliki pemahaman dasar tentang cara kerja mining Bitcoin. Dengan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang benar, siapa saja dapat mulai melakukan mining dan berkontribusi terhadap keamanan jaringan Bitcoin. Meski Anda menyadari bahwa mining tidak cocok untuk Anda, Anda masih dapat berkontribusi dengan menjalankan node Bitcoin.

Investasi awal untuk mining yang menguntungkan sangatlah tinggi dan ada banyak risiko yang terkait. Imbal hasil Anda juga akan bergantung pada kondisi pasar dan faktor eksternal, seperti harga energi dan peningkatan perangkat keras. Pastikan Anda melakukan penelitian sebelum menghabiskan uang untuk alat mining.