Apa itu Tezos (XTZ)?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu Tezos (XTZ)?
Cara kerja Tezos (XTZ)
Alasan Tezos (XTZ) memiliki peran penting
Tata kelola Tezos (XTZ)
Penggunaan Tezos (XTZ)
Cara menyimpan Tezos (XTZ)
Penutup
Apa itu Tezos (XTZ)?
Beranda
Artikel
Apa itu Tezos (XTZ)?

Apa itu Tezos (XTZ)?

Pemula
Diterbitkan Jan 13, 2021Diperbarui Sep 23, 2022
5m

TL;DR

Tezos adalah proyek blockchain yang terkenal karena mekanisme tata kelola internalnya untuk meningkatkan jaringan. Perubahan terhadap blockchain Tezos merupakan proposal kode yang dibuat oleh orang yang memiliki Tez (XTZ) dalam jumlah tertentu yang kemudian diberi voting oleh individu lain. Karena Tezos dapat melakukan perubahan mandiri, peningkatan jaringan menjadi efisien dan hard fork tidak diperlukan. 

Pendahuluan

Platform smart contract merupakan salah satu sektor yang paling ramai dan kompetitif dalam industri kripto. Mengingat pentingnya penyelesaian masalah teknologi terkini agar dunia blockchain terus tumbuh, terdapat berbagai pendekatan untuk memenuhi permintaan yang tinggi terhadap infrastruktur smart contract lapisan dasar.

Tezos muncul sebagai nama penting di dunia blockchain karena telah menjadi fondasi bagi komunitas global yang organik dan antusias. Token Tez (XTZ) milik Tezos digunakan dalam ekosistem pengguna yang berkembang dan terlibat dalam keuangan terdesentralisasi, seni, game, dan lainnya. 


Apa itu Tezos (XTZ)?

Tezos adalah blockchain yang dibangun untuk mendukung dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi dan smart contract. Mainnet Tezos, yang awalnya diusulkan pada tahun 2014, menjadi aktif pada tahun 2018 serta telah mencapai pertumbuhan yang stabil dan momentum sebagai pesaing jaringan Ethereum.

Ekosistem Tezos didukung oleh beberapa entitas di seluruh dunia, termasuk Tezos Foundation, yaitu entitas nirlaba di Swiss yang bertanggung jawab terhadap inisiatif yang membantu meningkatkan kesadaran dan adopsi blockchain Tezos.

Tezos melakukan penggalangan dana pada bulan Juli 2017 dan berhasil mengumpulkan $232 juta. Ini merupakan penggalangan dana proyek blockchain terbesar sepanjang sejarah. Pada tahun 2018, mainnet Tezos berhasil diluncurkan dan berkembang pesat selama bear market.

  

Cara kerja Tezos (XTZ)

Smart contract pada Tezos memanfaatkan bahasa pemrograman Michelson yang dikhususkan untuk Tezos dan biasanya ditulis menggunakan bahasa dengan tingkat lebih tinggi, seperti SmartPy, Ligo, atau Archetype, yang dikompilasi ke Michelson. Untuk melakukan transaksi pada jaringan ini, Anda perlu menggunakan gas yang dikonversi menjadi biaya dalam mata uang kripto Tezos, yaitu Tez (XTZ).

Tezos adalah blockchain Proof of Stake (PoS). Secara teknis, Tezos menggunakan varian dari PoS yang disebut Liquid Proof of Stake (LPoS), yaitu implementasi khusus bagi Tezos. 

Peserta yang memiliki lebih dari 6.000 Tez dapat menjadi delegat yang disebut “baker”. Perannya adalah membuat, menandatangani, dan menerbitkan blok baru ke blockchain Tezos, serta mendukung blok yang dibuat oleh baker lain. Jika pemilik token tidak memiliki 6.000 Tez atau tidak ingin menyiapkan sendiri perangkat keras yang diperlukan, mereka dapat mendelegasikan koin ke seorang baker.

 

Alasan Tezos (XTZ) memiliki peran penting

Tezos memiliki beberapa perbedaan utama dari platform smart contract lainnya di dunia blockchain.

Mekanisme tata kelola on-chain dan perbaikan mandiri dari Tezos dirancang untuk menciptakan konsensus terkait peningkatan blockchain tanpa memerlukan hard fork. Bayangkan peristiwa hard fork terkenal dari Bitcoin, yaitu Bitcoin Cash. Tezos bermaksud untuk mencegah skenario tersebut.
Karena perbaikan mandirinya, Tezos mudah beradaptasi dengan peraturan dan teknologi yang senantiasa berubah. Tezos mampu mengimplementasikan peningkatan dan terus beroperasi tanpa banyak gangguan, meskipun terdapat penggantian komponen fundamental seperti mekanisme konsensus yang terjadi selama peningkatan protokol Ithaca 2. Sebaliknya, Ethereum 2.0 akan menjadi langkah besar bagi Ethereum yang memerlukan adanya blockchain yang baru dan terpisah.

 

Tata kelola Tezos (XTZ)

Peningkatan Tezos diimplementasikan melalui model tata kelola on-chain. Perubahan terhadap blockchain dikirim oleh para delegat melalui pembaruan kode. Kemudian, para pemangku kepentingan dapat melakukan voting terkait apakah mereka menyetujui atau menolak perubahan tersebut.

Karena model tata kelola on-chain ini, peningkatan yang signifikan dapat berlangsung kapan pun selama para delegat menyetujui perubahan yang diusulkan terhadap blockchain. Perubahan tersebut dapat mencakup perubahan sistem, seperti amendemen terhadap biaya atau proses baking, atau bahkan hal yang fundamental seperti algoritme konsensus! Hal ini memunculkan komunitas yang berkembang pesat untuk mendiskusikan perubahan dan aturan baru agar sistem menjadi lebih baik.

Misalnya, pada bulan April 2022, Tezos menerapkan pembaruan Ithaca 2 yang mengganti algoritme konsensus Tezos dengan “Tenderbake”, yaitu model algoritme yang didasarkan pada Tendermint, yang dipelopori oleh protokol Cosmos. Pada bulan November 2020, Tezos melalui pembaruan Delphi yang mengurangi konsumsi gas sekitar 75%. Peningkatan ini dapat menjadi signifikan untuk perkembangan DeFi pada blockchain Tezos dan juga menunjukkan bahwa tata kelola on-chain dapat beradaptasi ke arah baru dengan mudah, serta memungkinkannya untuk mengintegrasikan berbagai konsep dari industri blockchain.

 

 

Penggunaan Tezos (XTZ)

Seperti jaringan blockchain lainnya, Tezos adalah cara yang cepat untuk memverifikasi transaksi keuangan dengan trust yang diminimalkan. 

Pada bulan September 2019, divisi kejahatan siber Gendarmerie (C3N) menjadi salah satu lembaga pertama yang menggunakan Tezos untuk mendapatkan validasi atas anggaran yudisialnya.

Tezos juga dapat digunakan untuk mentransfer kepemilikan aset tidak lancar, seperti real estat, barang seni, dan perhiasan. Misalnya, sebuah perusahaan yang bernama MountX memanfaatkan Tezos untuk keperluan tokenisasi real estat di Meksiko.

Ekosistem NFT Tezos telah menjadi sangat populer dan menarik perhatian merek ternama, seperti Manchester United, Ubisoft, Redbull Racing, McLaren, dan lainnya.

 

Cara menyimpan Tezos (XTZ)

Tez, atau koin XTZ, dapat disimpan menggunakan dompet-dompet populer, termasuk dompet perangkat lunak seperti Trust Wallet.

Anda juga dapat menyimpan Tez pada dompet perangkat keras Ledger atau Trezor melalui perangkat lunak pihak ketiga. 

Jika Anda berminat untuk melakukan staking Tez, lihat produk Staking Terkunci di Binance Earn.


Penutup

Meskipun Tezos belum memiliki jumlah aktivitas jaringan yang sama dan pesatnya pembangunan DApp seperti Ethereum, hal ini bukan karena blockchain ini tidak bermanfaat.

Pendekatan yang unik terhadap peningkatan yang dinamis dan voting on-chain menjadikan Tezos platform yang lebih gesit dibandingkan sebagian besar pesaingnya. Hal ini dapat menjadi keunggulan besar dalam jangka panjang. 

Tezos telah menarik perhatian komunitas organik berisi para kreator yang mementingkan sifat terdesentralisasi dari jaringan ini, efisiensi energi, dan penekanan terhadap kontrol pengguna. 

Tezos telah membuktikan utilitas dan ketahanannya yang dapat memikat pelanggan dari sektor pemerintahan dan industri.