Apa Itu Tether (USDT)?
Daftar Konten
Pengantar
Apa itu Tether (USDT)?
Bagaimana cara kerja Tether (USDT)?
Mengapa Tether (USDT) penting
Use case Tether (USDT)
Cara menyimpan Tether (USDT)
Mata uang kripto Tether lainnya
Konklusi
Apa Itu Tether (USDT)?
BerandaArtikel
Apa Itu Tether (USDT)?

Apa Itu Tether (USDT)?

Pemula
Published Dec 21, 2020Updated Aug 18, 2021
5m

TL;DR

Tether (USDT) merupakan salah satu stablecoin paling populer di dunia. Dirancang untuk menjaga nilai 1:1 dengan dolar AS. Koin ini terdapat di berbagai blockchain dan telah mengalami peningkatan volume dan likuiditas trading selama beberapa tahun terakhir.

Seperti stablecoin lainnya, USDT berguna dalam memperdagangkan mata uang kripto karena membantu pedagang untuk menghindari volatilitas pasar yang umum terjadi pada BTC dan aset kripto lainnya. Menggunakan stablecoin juga menghilangkan biaya tambahan dan penundaan konversi antara mata uang kripto dan fiat.


Pengantar

Tether merupakan bagian penting dari ekosistem kripto. Pada Desember 2020, Tether dinobatkan sebagai mata uang kripto terbesar keempat di dunia dengan kapitalisasi pasar hampir $20 miliar, berada di belakang Bitcoin, Ethereum, dan XRP. Selain itu, koin ini sering kali menempati peringkat sebagai koin dengan volume trading harian tertinggi, bahkan melampaui Bitcoin.

Apa itu Tether, dan bagaimana token ini bisa bermanfaat untuk Anda?


Apa itu Tether (USDT)?

Tether (USDT) merupakan stablecoin (mata uang kripto yang meniru nilai mata uang fiat) pertama di dunia. Awalnya dirilis pada tahun 2014 dengan nama Realcoin oleh investor Bitcoin Brock Pierce, pengusaha Reeve Collins, dan pengembang perangkat lunak Craig Sellers.
USDT awalnya diluncurkan di protokol bitcoin melalui Omni Layer, tetapi setelah itu, koin ini telah bermigrasi ke blockchain lain juga. Faktanya, seperti yang Anda lihat pada grafik di bawah ini, sebagian besar pasokannya ada di Ethereum sebagai token ERC-20. Saat ini juga diluncurkan di beberapa blockchain lainnya, termasuk TRON, EOS, Algorand, Solana, dan OMG Network.



Tether telah mengalami kesuksesan dan juga kontroversi – seperti kebanyakan mata uang kripto terkemuka di dunia.

Apalagi di masa-masa awalnya, harga USDT terbilang fluktuatif, bahkan sempat mencapai $1.2 di beberapa titik. Namun, koin ini telah mengalami penurunan volatilitas yang signifikan sejak awal 2019. Ini mungkin berkat peningkatan yang stabil dalam volume trading, dan kemajuan pasar mata uang kripto secara keseluruhan.



Bagaimana cara kerja Tether (USDT)?

Utilitas Stablecoin ada pada stabilitasnya, berkebalikan dengan aset kripto yang lebih tradisional. Sebagai stablecoin, daya tarik Tether adalah penambatan, disebut juga dengan tethering, atau pematokan, disebut juga dengan pegging terhadap mata uang fiat. Pada awalnya, USDT dipatok persis ke USD, dengan $1 USD disimpan untuk setiap USDT yang beredar.

Terlihat di whitepaper awal Tether:

Setiap unit tambatan yang diterbitkan ke dalam sirkulasi didukung dalam rasio 1:­1 (yaitu, satu Tether USDT adalah satu dolar AS) oleh unit mata uang fiat terkait yang disimpan dalam deposito oleh Tether Limited yang berbasis di Hong Kong.

Walaupun pada awalnya aset 1:1 untuk Tether adalah USD, namun ini telah berubah menjadi penyimpanan jaminan dengan barang setara kas lainnya, seperti aset, dan piutang dari pinjaman.

Seperti yang Anda lihat pada grafik USDT/USD di bawah ini, koin tersebut (umumnya) diperdagangkan pada rasio 1:1 yang stabil dengan USD. Namun, peristiwa pasar yang besar dapat memengaruhi harganya.


Mengapa Tether (USDT) penting

Tether menjembatani kesenjangan antara mata uang kripto dan fiat. Aset ini menyajikan cara mudah bagi investor untuk melakukan trading 1:1 terhadap USD, tanpa volatilitas bawaan dari mata uang kripto lainnya.

Dengan menyediakan stabilitas ini, investor dapat memiliki aset digital yang mirip dengan mata uang fiat tetapi dengan kemudahan memperdagangkan koin-koin lain di pasar kripto. Fitur-fitur utama Tether menjadikannya koin yang populer – meskipun juga tidak kebal terhadap risiko.

Fitur-fitur utama

  • Rasio 1:1 (USD ke USDT)
  • Stabilitas (sama seperti USD dianggap stabil)
  • Tersedia di berbagai blockchain
  • Memliki berbagai use case, jika dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya


Use case Tether (USDT)

Akses cepat ke stabilitas pasar

Jika harga Bitcoin atau aset kripto lainnya turun dengan tiba-tiba, Anda dapat menukarkannya dengan cepat ke USDT.


Mudah memindahkan dana di antara berbagai bursa

Dengan Tether, Anda dapat memindahkan dana antar bursa dengan sangat cepat. Ini juga dapat berguna dalam trading arbitrase dengan koin lain.


Trading di bursa yang hanya memfasilitasi kripto

Beberapa bursa tidak memiliki fasilitas setoran dan penarikan fiat, tetapi mengizinkan trading USDT. Dengan mendapatkan Tether terlebih dahulu, Anda dapat berdagang di bursa jenis ini tanpa mengkhawatirkan volatilitas pasar jika Anda menempatkan dana perdagangan utama Anda dalam BTC (atau kripto lainnya).


Trading Forex-style

Karena USDT dipatok ke USD, Anda dapat melakukan trading Forex-style dengan menukar mata uang lokal (non-AS) menjadi USDT saat nilainya tinggi terhadap USD. Anda kemudian dapat menguangkan ke mata uang lokal jika mata uang lokal turun, atau tukar ke aset lain.


Cara menyimpan Tether (USDT)

Terlepas dari Binance dan bursa mata uang kripto lainnya, Anda dapat menyimpan USDT Anda di berbagai wallet kripto. Termasuk web dan mobile wallet (seperti Trust Wallet), atau hardware wallet (seperti Ledger) melalui software wallet pihak ketiga.

Karena USDT dicetak di berbagai blockchain, Anda harus memastikan bahwa Anda mentransfernya dari dan ke jaringan yang sama.

Misalnya, jika Anda membuka halaman penarikan USDT di Binance, Anda akan menemukan lima opsi jaringan berbeda untuk ditransfer ke: Binance Chain (BEP2), Binance Smart Chain (BEP20), Ethereum (ERC20), Tether (OMNI), dan Tron ( TRC20).

Pilihan jaringan pengiriman USDT di Binance.


Jadi, harap berhati-hati. Jika Anda menggunakan jaringan yang salah, Anda mungkin akan kehilangan dana. Misalnya, jika Anda mencoba mengirim USDT Omni ke alamat USDT ERC-20, kemungkinan besar dana yang Anda transfer akan hilang.

Perhatikan bahwa pada Desember 2020, USDT ERC-20 adalah satu-satunya tipe yang didukung oleh Ledger. Ini berarti USDT yang berjalan di blockchain Bitcoin (Omni Layer) tidak dapat ditransfer ke hardware wallet Ledger.


Mata uang kripto Tether lainnya

Selain USDT, Tether juga memiliki beberapa stablecoin lainnya:

  • EURT: koin Tether yang dipatok ke Euro
  • CNHT: koin Tether yang dipatok ke Yuan Cina
  • XAUT: koin Tether yang dipatok ke emas fisik


Anda dapat melihat jumlah koin yang beredar di berbagai blockchain di halaman Transparansi Tether.


Konklusi

Stablecoin memperkenalkan banyak kemudahan di dunia trading kripto, karena jenis aset ini mengurangi kebutuhan pedagang untuk mengonversi berkali-kali dari kripto ke mata uang fiat dan sebaliknya. Dengan demikian, USDT merupakan aset praktis dalam trading kripto.

Meskipun terdapat berbagai pertanyaan mengenai validitas cadangan USD yang disimpan, volume selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kepercayaan pada nilai Tether sebagai stablecoin. Selain USDT, Anda juga dapat memilih untuk menggunakan stablecoin lain, seperti BUSD, USDC, TUSD, dan PAX.

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai Tether dan aset-aset digital lainnya? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, di mana komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.