Mengapa Anda Sebaiknya Menggunakan Hardware Wallet
HomeArticles

Mengapa Anda Sebaiknya Menggunakan Hardware Wallet

Pemula
4d ago
6m

Daftar Isi


Pengantar

Jika berbicara mengenai mata uang kripto, urusan dompet adalah yang hal yang terpenting. Dunia kripto sangat berbahaya – oknum penipu ada di mana-mana, dan mereka memiliki banyak strategi untuk mencuri dana pengguna. Membuat strategi pengamanan koin-koin Anda seharusnya merupakan prioritas nomor satu. 

Anda memiliki banyak pilihan sarana penyimpanan yang tersedia, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian besar pendatang baru mungkin akan menggunakan bursa. Platform ini memberikan pengalaman pertama menggunakan mata uang kripto bagi banyak orang, dan memungkinkan penggunanya untuk menyimpan dana mereka di wallet online. Tetapi secara teknis, pengguna tidak mengendalikan koin-koin mereka. Jika bursa diretas atau bangkrut, mereka mungkin tidak akan mendapatkan kembali dana mereka.

Pengguna mungkin tidak melihat kebutuhan untuk memindahkan mata uang kripto mereka dari bursa. Mereka mungkin tidak begitu terampil untuk melakukannya, atau bahkan memandang solusi kustodian lebih aman. Lagi pula, menjadi kustodian sendiri dapat menyebabkan hilangnya dana jika pengguna melakukan kesalahan.

Ide untuk mengendalikan sendiri mata uang kripto Anda mungkin sedikit menakutkan. Tetapi dari segi keamanan, hardware wallet adalah pilihan yang terbaik. Di dalam artikel ini, akan dijelaskan apa pengertiannya, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa Anda sebaiknya menggunakannya.


Apa itu private key?

Private key Anda adalah paspor untuk memasuki ekosistem mata uang kripto. Ini seperti kunci dalam dunia nyata – dengan informasi di dalamnya, Anda dapat membuka dana Anda dan membelanjakannya. Jika orang lain mengetahuinya, mereka dapat mencuri kripto Anda. Jika kehilangan kunci ini, Anda kehilangan akses ke koin Anda – tidak ada tombol lupa kata sandi dalam lingkungan terdesentralisasi. Juga tidak ada bank yang dapat Anda hubungi untuk membalikkan transaksi penipuan.

Intinya adalah bahwa private key harus disimpan dengan aman dan rahasia, karena merupakan hal yang sangat berharga bagi pengguna mata uang kripto. Namun tidak dapat disangkal, pihak peretas dan penipu selalu berusaha untuk mencurinya – menggunakan teknik pishing atau malware untuk mengambil koin dari para pemilik sahnya.

Menyimpan kunci sangatlah mudah – kunci hanyalah deretan angka dan huruf. Anda dapat menuliskannya di selembar kertas dan menyimpannya di tempat yang paling aman. Namun, untuk memindahkan dana, Anda harus menggunakan kunci ini di perangkat yang dapat menunjukkan bukti bahwa Anda adalah orang yang berhak membelanjakan koin.


Apa itu hardware wallet?

Hardware wallet adalah perangkat yang didesain khusus untuk menyimpan private key dengan aman. Perangkat ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan wallet desktop atau smartphone, karena tidak terhubung ke internet. Properti ini secara signifikan mengurangi vektor serangan yang tersedia untuk pihak jahat, karena mereka tidak dapat merusak perangkat dari jarak jauh.

Hardware wallet yang baik menjamin bahwa private key tidak pernah meninggalkan perangkat. Biasanya private key dirancang untuk tidak dapat dihapus dan terdapat dalam tempat khusus di dalam perangkat.

Karena hardware wallet selalu offline, maka dibutuhkan mesin lain untuk menggunakannya. Bentuknya dirancang agar dapat ditancapkan ke PC atau smartphone tanpa adanya risiko kebocoran private key. Dari sana, wallet ini berinteraksi dengan software yang memungkinkan pengguna untuk melihat saldo mereka atau melakukan transaksi.

Setelah pengguna membuat transaksi, transaksi ini dikirimkan ke hardware wallet (1 pada diagram di bawah). Perhatikan bahwa transaksi belum selesai: masih harus ditandatangani oleh private key di perangkat. Pengguna mengkonfirmasi bahwa jumlah dan alamat sudah benar ketika diminta pada perangkat keras. Kemudian ditandatangani dan dikirim kembali ke perangkat lunak (2), yang menyiarkannya ke jaringan mata uang kripto (3).

bagaimana cara kerja hardware wallet


Mengapa Anda sebaiknya menggunakan hardware wallet?

Wallet yang menyimpan private key di komputer atau smartphone yang terhubung ke internet menyebabkan dana pengguna rentan terhadap banyak serangan. Malware dapat mendeteksi aktivitas terkait kripto pada perangkat ini dan menguras semua dana.

Hardware wallet seperti lemari besi yang tidak dapat ditembus dan memiliki celah kecil. Ketika pengguna ingin membuat transaksi yang akan diterima jaringan, transaksi didorong melalui celah ini. Bayangkan, di sisi lain celah, terdapat peri melakukan sihir kriptografi yang menandatangani transaksi. Peri tidak akan pernah meninggalkan lemari besi – karena tidak ada pintu, dan tidak dapat masuk ke dalam celah. Yang bisa dilakukan hanyalah menerima transaksi, dan mendorongnya kembali.

Meskipun seseorang mendapatkan hardware wallet Anda, masih ada perlindungan tambahan dalam wujud kode PIN. Perangkat biasanya akan mengulang pengaturan jika kombinasi yang dimasukkan salah selama beberapa kali.

Dana yang tidak digunakan secara aktif - dana yang tidak dihabiskan, di-stake, dipinjamkan, atau diperdagangkan – sebaiknya disimpan di dalam cold storage. Hardware wallet menyediakan cara yang mudah untuk melakukan ini, bahkan bagi pengguna yang memiliki pengetahuan teknis terbatas. 

Hardware wallet harus memiliki cadangan guna mencegah masalah jika terjadi kehilangan, pencurian, atau kerusakan. Di saat awal penggunaan wallet, pengguna biasanya akan diminta untuk mencatat seed phrase mereka – deretan kata yang dapat digunakan untuk memulihkan dana pada perangkat baru. Ini memberikan wewenang kepada siapapun yang memilikinya untuk membelanjakan koin, jadi, sebaiknya disimpan baik-baik. Disarankan agar pengguna menuliskannya di atas kertas (atau mengukirkannya di logam) dan menyimpannya di tempat yang aman dan rahasia.


Kelemahan hardware wallet

Hardware wallet, sama seperti sarana penyimpanan lainnya, memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun merupakan salah satu media yang paling aman untuk menyimpan koin, dompet ini tetap saja memiliki beberapa kelemahan. Smartphone/software wallet lebih mudah digunakan, sedangkan Hardware wallet lebih rumit untuk dioperasikan (mengingat bahwa dua perangkat harus digunakan agar benar-benar dapat mengirim dana).

Juga, hardware wallet tidak sepenuhnya aman. Ancaman fisik terhadap pengguna mungkin memaksa mereka untuk membuka wallet bagi penyerang. Atau mungkin pihak jahat yang terampil dapat mengeksploitasi perangkat jika mereka mendapatkan akses fisik ke sana. 

Namun, hingga saat ini, belum ada peretasan yang berhasil mengambil private key dari perangkat keras di dalam dunia nyata. Ketika kerentanan terlacak dan dilaporkan, produsen umumnya cepat mengatasinya. Ini bukan berarti tidak mungkin – para peneliti telah menunjukkan beberapa serangan terhadap wallet yang paling populer sekalipun.

Serangan rantai pasokan juga dapat merusak keamanan perangkat hardware wallet. Ini terjadi ketika oknum jahat memperoleh wallet sebelum dikirim ke pengguna. Dari sana, mereka dapat mengutak-atiknya untuk melemahkan keamanan dan mencuri dana setelah pengguna menyetor koin.

Kelemahan lain adalah bahwa hardware wallet melimpahkan kustodi ke tangan Anda sendiri. Banyak yang menganggap ini sebagai keuntungan, karena tidak ada pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk mengelola dana Anda. Tetapi ini juga berarti bahwa jika terjadi kesalahan, tidak ada jalan keluar.


Review hardware wallet 2020

Di Binance Academy, kami menyiapkan review beberapa hardware wallet yang paling populer di pasar.


Ledger Nano S

Salah satu hardware wallet yang paling populer saat ini, Ledger Nano S, dinilai sebagai perangkat yang wajib dimiliki oleh para holder jangka panjang maupun pedagang frekuensi tinggi. Silakan baca artikel Review Ledger Nano S 2020 kami.


Ledger Nano X

Sebagai penerus dari Ledger Nano S, Nano X menawarkan sejumlah peningkatan yang mengesankan, termasuk fungsi nirkabel dan dukungan untuk lebih banyak mata uang kripto. Baca artikel kami mengenai Review Ledger Nano X 2020.


Trezor One

Produk yang memicu industri hardware wallet ini masih terlihat tangguh. Terjangkau namun berkemampuan tinggi, Trezor One tetap menjadi standar emas bagi banyak pemilik mata uang kripto. Baca artikel lengkap kami mengenai Review Trezor One 2020.


Trezor Model T

Trezor One menggunakan steroid. Meskipun dihargai lebih mahal, Anda akan menikmati layar sentuh, dukungan untuk lebih banyak koin, dan kompatibilitas SD card untuk peningkatan di masa mendatang. Baca artikel lengkap kami mengenai  Review Trezor Model T 2020.


Cobo Vault

Wallet untuk mereka yang bersiap menghadapi kiamat. Perangkat layar sentuh air-gapped yang disimpan dalam casing logam yang sangat kuat – bagi mereka yang serius dengan masalah keamanan. Baca artikel lengkap kami mengenai Review Cobo Vault 2020.


CoolWallet S

Dengan bentuk mirip kartu kredit, CoolWallet S tentu saja merupakan perangkat yang mudah diingat. Meskipun harus berkorban dari segi UI/UX, wallet ini akan tetap menarik bagi mereka yang mencari sesuatu yang berbeda. Baca artikel lengkap kami mengenai Review CoolWallet S 2020.


SafePal S1

Sebanding dengan harganya, SafePal mengimplementasikan beberapa fitur keamanan yang sangat menarik, menjaga interaksinya dengan perangkat lain seminimal mungkin. Baca artikel lengkap kami mengenai Review SafePal S1 2020 .


KeepKey

Perangkatnya ramping dengan integrasi ShapeShift. Namun, wallet ini mewajibkan penggunanya melakukan registrasi agar dapat menggunakan fitur lengkap. Baca artikel lengkap kami mengenai Review KeepKey 2020.


Apakah kami melewatkan perangkat favorit Anda? Beri tahu dengan men-tweet kami di @BinanceAcademy!


Konklusi

Kelemahan hardware wallet tidak melebihi keunggulannya. Dalam hal menyimpan dana, tidak ada yang dapat mengungguli keamanan wallet ini. Tidak ada yang dapat menggantikan cold storage, yang menghilangkan banyak risiko dalam penyimpanan dana dengan Anda sendiri sebagai kustodian.

Saat mencari hardware wallet, pengguna sebaiknya mengetahui sedikit banyak tentang berbagai pilihan yang tersedia untuk mereka. Ada sejumlah perangkat di pasaran, masing-masing dengan fitur sendiri, mata uang kripto yang didukung, dan kurva pembelajaran yang berbeda-beda.