Apa Itu Qtum (QTUM)?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu Qtum?
Bagaimana cara kerja Qtum?
Apa itu UTXO?
Apa itu Account Abstraction Layer?
Apa itu Proof of Stake?
Apa itu staking offline?
Apa itu QTUM?
Di mana saya dapat membeli QTUM?
Kesimpulan
Apa Itu Qtum (QTUM)?
Beranda
Artikel
Apa Itu Qtum (QTUM)?

Apa Itu Qtum (QTUM)?

Tingkat Menengah
Diterbitkan Mar 29, 2022Diperbarui Jul 18, 2022
7m

TL;DR

Qtum adalah jaringan blockchain yang didirikan pada tahun 2016 yang menggabungkan kemampuan smart contract Ethereum dengan sistem akuntansi UTXO milik Bitcoin. Hal ini dicapai dengan teknologi yang disebut Account Abstraction Layer (Lapisan Abstraksi Akun) yang memberikan Qtum keuntungan dalam mengimplementasi pembaruan dari Bitcoin dan Ethereum.

Qtum bersifat terdesentralisasi. Artinya, tidak diperlukan izin untuk memvalidasi transaksi. Siapa pun dapat menjalankan node dengan hanya memerlukan perangkat dan koneksi internet. Qtum menggunakan mekanisme Mutualized Proof of Stake untuk mendisinsentifkan serangan kontrak sampah. Reward dibagikan di antara beberapa validator yang berhasil dan ditunda sebagian untuk 500 blok. 

Qtum memiliki dukungan asli untuk standar token, seperti QRC-20, QRC-1155, dan QRC-721. Mata uang kripto QTUM adalah token asli jaringan yang digunakan untuk biaya transaksi, staking (yang bahkan dapat dilakukan secara offline), dan tata kelola. Anda dapat membeli QTUM di Binance dengan kartu kredit atau debit, atau memperdagangkannya dengan mata uang kripto lain.

Qtum berbasis di Singapura dengan kantor di Miami dan Stockholm.

Pendahuluan

Kita sudah bergerak jauh dari Bitcoin dalam hal teknologi blockchain. Sebagian besar platform Lapisan 1 baru menggunakan inovasi yang jauh melampaui model Bitcoin awal. Namun, Qtum telah mengambil elemen yang diinginkan dari Ethereum dan Bitcoin. Kombinasi ini menjadikannya proyek yang cukup menarik karena arsitekturnya yang unik. Jadi, jika Anda ingin mengetahui alasan yang membuat Qtum spesial, Academy hadir untuk menjabarkan aspek uniknya.



Apa itu Qtum?

Qtum (dibaca Kuantum) didirikan pada tahun 2016 oleh Ashley Houston, Neil Mahl, dan Patrick Dai. Proyek ini mengadakan ICO (Penawaran Koin Awal) pada 2017 dan menggalang $15,6 juta sebelum meluncurkan mainnet pada bulan September di tahun tersebut. Konsep utama jaringan Qtum adalah untuk menggabungkan aspek jaringan Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC). Tim mereka telah memakai model unspent transaction output (UTXO/output transaksi yang belum terpakai) dari Bitcoin dan menggabungkannya dengan kemampuan smart contract dari Ethereum sambil menggunakan manfaat hulu dari kedua chain.


Bagaimana cara kerja Qtum?

Terdapat empat aspek signifikan dari jaringan Qtum:

1. Model UTXO model untuk akuntansi.

2. Platform smart contract Solidity.

3. Account Abstraction Layer.

4. Mekanisme konsensus Proof of Stake.
Untuk menghasilkan gabungan ini, Qtum telah menggunakan perangkat lunak klien Bitcoin Core yang dimodifikasi untuk menyelesaikan dasar transaksi dari jaringan mereka. Jaringan ini juga kompatibel dengan Mesin Virtual Ethereum (EVM) dan menggunakan Solidity sebagai bahasa pengodeannya.
Artinya, Anda dapat mengalihkan kode dan proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi) dengan mudah dari Ethereum ke Qtum. Selain itu, mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) khusus juga telah dibuat untuk menargetkan masalah keamanan kritis.


Apa itu UTXO?

UTXO adalah Unspent Transaction Output dan merupakan konsep umum di dunia mata uang kripto. Di beberapa jaringan, transaksi mata uang kripto terbuat dari output dan input. Misalnya, untuk mengirim 1 BTC, Anda harus menggunakan UTXO sebagai input untuk kemudian "mengirimnya" sebagai output. Kemudian, UTXO ini ditandai sebagai telah dipakai dan output-nya menjadi UTXO baru.

Bayangkan Anda mengirim 0,6 BTC. Angka ini sebenarnya terdiri dari output 0,4 BTC dan 0,2 BTC dari transaksi sebelumnya. Namun, jika hanya ingin mengirim 0,3 BTC, Anda harus membagi UTXO 0,4 BTC menjadi 0,3 bagi teman Anda dan 0,1 untuk diri sendiri. Hal ini membuat 0,4 BTC terpakai sepenuhnya dan menghasilkan dua UTXO baru sebesar 0,3 dan 0,1.

Sistem akuntansi ini mungkin tampak aneh, tetapi ada manfaatnya:

1. Pembelanjaan ganda mudah diatasi karena Anda dapat melihat ketika output sudah terpakai.

2. Jaringan dapat memproses transaksi secara paralel karena setiap transaksi berisi output independen.

Di sisi lain, Ethereum menggunakan model transaksi akun yang serupa dengan rekening bank. Model khusus ini mempertahankan keadaan global dari semua saldo di jaringan.


Apa itu Account Abstraction Layer?

Blockchain dengan kapasitas smart contract biasanya tidak menggunakan sistem akuntansi UTXO untuk alasan teknis. Solusi Qtum adalah menggunakan Account Abstraction Layer (AAL). Sesuai namanya, sistem akun Ethereum diabstraksi dari implementasi teknisnya.

Dengan model akun, smart contract dapat digunakan dengan alamat atau saldo akhir smart contract. Namun, dengan UTXO, sebuah smart contract harus memutuskan UTXO yang akan digunakan sering kali di beberapa alamat publik dan privat. Transaksi internal di antara kontrak juga menyebabkan masalah yang serupa. Sebuah blockchain UTXO harus mencatat semua transaksi, sehingga prosesnya menjadi sulit.

AAL berfungsi dengan menggunakan output transaksi UTXO untuk membuat smart contract. Kemudian, AAL mengirim transaksi ke akun kontrak untuk memicu eksekusi kontrak. AAL memproses hasilnya dan mengadaptasikannya ke UTXO.

Teknologi AAL memungkinkan Qtum untuk memanfaatkan pembaruan Ethereum dan Bitcoin. Misalnya, ketika dukungan non-fungible token ditambahkan ke Ethereum, Qtum memiliki kemampuan untuk mengadopsinya dengan cepat. Pembaruan Bitcoin yang terkenal adalah Segregated Witness (SegWit) dan Taproot. Karena berbasis UTXO, Qtum juga dapat diuntungkan dengan Lightning Network dan teknologi lainnya.


Apa itu Proof of Stake?

Mutualized Proof of Stake adalah mekanisme konsensus khusus milik Qtum. Tim Qtum merancangnya untuk mengatasi serangan spam kontrak sampah dengan meningkatkan biayanya. Mekanisme membagikan reward blok di antara node yang menghasilkan blok dan juga menunda pembayaran. Setiap reward dibagi sama rata di antara validator yang berhasil dan sembilan validator yang berhasil sebelumnya. Sebagian dari reward juga ditunda untuk 500 blok. Sistem ini mempersulit penyerang dalam menghitung reward secara tepat dari potensi serangan.


Apa itu staking offline?

Pada bulan Agustus 2020, Qtum memperkenalkan mekanisme staking offline baru bagi para pemilik QTUM. Daripada menyerahkan kustodi token QTUM, Anda hanya perlu memberikan alamat dompet. Koin tetap berada di dompet Anda dan dapat dibelanjakan di dibatalkan delegasinya kapan pun. Mekanisme konsensus ini memiliki dua pelaku: Super Staker (validator) dan delegator.

Para delegator mengirim alamat dompet mereka melalui smart contract kepada Super Staker. Biaya disepakati untuk dibayarkan oleh delegator dan Super Staker dapat memutuskan untuk menerima delegasi. Kemudian Super Staker dapat melakukan staking terhadap UTXO delegator. Jika Super Staker berhasil memvalidasi blok, mereka akan berbagi reward dengan delegator mereka dan mengenakan biaya.

Setelah mendelegasikan di balik Super Staker, Anda mendapatkan QTUM secara pasif. Anda tidak perlu terkunci dalam sebuah smart contract dan dapat menggunakan solusi offline, seperti dompet perangkat keras.

Kemudian, para Super Staker dapat memenangkan reward blok untuk delegasi dan mengenakan biaya atas staking. Namun, setelah delegasi, dompet delegator tidak perlu terhubung terus dengan jaringan. Dengan kata lain, para delegasi menerima reward secara pasif.


Apa itu QTUM?

QTUM adalah mata uang kripto asli milik Qtum yang didistribusikan kepada pengguna melalui mekanisme konsensus jaringan. Anda dapat menggunakan koin QTUM untuk:

1. Membayar biaya transaksi di jaringan. QTUM menggunakan model mirip Ethereum untuk menghitung biaya gas.
2. Berpartisipasi dalam protokol tata kelola on-chain Qtum dengan melakukan voting terhadap proposal. Proposal ini dapat mencakup perubahan ukuran blok atau biaya jaringan. Saat pemakaian tinggi, biaya gas dapat diturunkan dan ukuran blok dapat ditingkatkan untuk menangani transaksi lapisan 1 hingga 1.100 TPS. Jika perlu, solusi lapisan 2 seperti Lightning Network dapat digunakan untuk meningkatkan throughput ini.
3. Melakukan staking sebagai delegator atau Super Staker untuk memvalidasi blok. Setiap blok baru memberikan reward kepada delegator dan Super Staker. Qtum melakukan halving terhadap reward secara berkala menggunakan metode yang serupa dengan halving Bitcoin. Mekanisme ini pada akhirnya akan membatasi pasokan QTUM yang akan memerlukan waktu puluhan waktu untuk dicapai. Pada saat tersebut, para staker akan diberi reward dengan biaya transaksi saja.


Di mana saya dapat membeli QTUM?

Binance menawarkan dua cara untuk membeli QTUM. Pertama, Anda dapat membeli QTUM dengan kartu kredit atau debit menggunakan mata uang fiat pilihan. Kunjungi halaman [Beli Kripto dengan Kartu Debit/Kredit] Binance, pilih mata uang yang ingin digunakan untuk membayar, lalu pilih QTUM di bidang bawah. Klik [Continue] (Lanjutkan) untuk mengonfirmasi detail pembelian dan ikuti instruksi lebih lanjut.


Anda juga dapat menukar mata uang kripto tertentu dengan QTUM, termasuk BUSD, BTC, dan ETH. Arahkan ke tampilan Bursa Binance, lalu ketik QTUM di bidang pencarian pasangan dagang. Tindakan ini akan menampilkan semua pasangan dagang yang tersedia. Untuk informasi selengkapnya tentang menggunakan tampilan Bursa, kunjungi panduan Cara Menggunakan TradingView di Situs Web Binance.


Kesimpulan

Sebagai solusi, blockchain Qtum cukup unik. Blockchain ini menghilangkan masalah yang muncul pada Proof of Work (PoW) dengan mengimplementasikan sistem PoS dengan peningkatan. Hal ini memungkinkan smart contract dan Aplikasi Terdesentralisasi (DApp) sambil menggunakan akuntansi UTXO juga. Sementara kebanyakan platform blockchain di ekosistem ini mengembangkan metode baru, Qtum telah mengambil fungsionalitas yang berhasil dari blockchain sebelumnya. Jadi, jika Anda telah mempertimbangkan Qtum sebagai pilihan altcoin, Anda kini dapat mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kegunaannya.