Cara Berdagang dengan Pola Hammer Candlestick
Daftar Konten
Pendahuluan 
Bagaimana cara kerja candlestick?
Apa itu pola hammer candlestick?
Hammer bullish
Hammer bearish
Cara menggunakan pola hammer candlestick untuk melacak potensi pembalikan tren
Kekuatan dan kelemahan pola hammer candlestick
Hammer candlestick vs Doji: Apa perbedaannya?
Penutup
Cara Berdagang dengan Pola Hammer Candlestick
BerandaArtikel
Cara Berdagang dengan Pola Hammer Candlestick

Cara Berdagang dengan Pola Hammer Candlestick

Tingkat Menengah
Published Mar 25, 2022Updated Apr 29, 2022
5m

TL;DR

Pola hammer candlestick adalah salah satu pola yang paling digunakan dalam analisis teknis. Bukan hanya di kripto, melainkan juga di saham, indeks, obligasi, dan perdagangan valas. Hammer candle dapat membantu pedagang aksi harga melacak potensi pembalikan setelah tren bullish atau bearish. Tergantung pada konteks dan jangka waktu, pola candle ini dapat menandakan pembalikan bullish pada akhir tren turun atau pembalikan bearish setelah tren naik. Jika digabungkan dengan indikator teknis lainnya, hammer candle dapat memberikan titik masuk yang bagus bagi para pedagang untuk posisi long dan short.

Hammer candle bullish mencakup hammer dan inverted hammer yang muncul setelah tren turun. Variasi bearish dari hammer candle mencakup hanging man dan shooting star yang terjadi setelah tren naik.


Pendahuluan 

Hammer candlestick adalah pola yang berfungsi dengan baik di berbagai pasar keuangan. Pola candlestick ini paling populer digunakan oleh pedagang untuk mengukur kemungkinan hasil saat melihat pergerakan harga.

Jika digabungkan dengan metode perdagangan lainnya, seperti analisis fundamental dan alat analisis pasar lain, pola hammer candlestick dapat memberikan wawasan mengenai peluang berdagang. Artikel ini akan membahas penjelasan pola hammer candlestick dan cara membacanya.



Bagaimana cara kerja candlestick?

Dalam diagram candlestick, setiap candle berkaitan dengan satu periode sesuai dengan jangka waktu yang dipilih. Jika melihat pada diagram harian, setiap candle mewakili aktivitas perdagangan selama satu hari. Jika melihat pada diagram 4 jam, setiap candle mewakili perdagangan selama 4 jam.

Setiap candlestick memiliki harga pembukaan dan harga penutupan yang membentuk badan candle. Candle juga memiliki wick (atau bayangan) yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah dalam periode tersebut.
Jika Anda baru mengenal diagram candlestick, kami menyarankan untuk membaca Panduan Pemula untuk Diagram Candlestick terlebih dahulu.


Apa itu pola hammer candlestick?

Hammer candlestick terbentuk ketika candle menunjukkan badan kecil beserta dengan wick bawah yang panjang. Wick (atau bayangan) setidaknya harus memiliki dua kali ukuran badan candle. Bayangan bawah yang panjang menunjukkan bahwa penjual menurunkan harga sebelum pembeli menaikkannya kembali di atas harga pembukaan.

Di bawah ini, Anda dapat melihat harga pembukaan (1), harga penutupan (2), serta bagian atas dan bawah yang membentuk wick atau bayangan (3).


Hammer bullish

Pola hammer candlestick

Hammer candlestick bullish terbentuk ketika harga penutupan berada di atas harga pembukaan yang menandakan bahwa pembeli memiliki kontrol terhadap pasar sebelum akhir periode perdagangan tersebut.


Pola inverted hammer candlestick

Inverted hammer terbentuk ketika harga pembukaan berada di bawah harga penutupan. Wick yang panjang di atas badan menandakan terdapat tekanan membeli yang mencoba untuk menaikkan harga lebih tinggi, tetapi pada akhirnya diseret kembali ke bawah sebelum candle ditutup. Meskipun tidak se-bullish hammer candle biasa, inverted hammer juga merupakan pola pembalikan bullish yang muncul setelah tren turun.


Hammer bearish

Hanging man candlestick

Hammer candlestick bearish disebut sebagai hanging man. Pola ini terbentuk ketika harga pembukaan berada di atas harga penutupan, sehingga menghasilkan candle merah. Wick pada hammer bearish menunjukkan bahwa pasar mengalami tekanan menjual yang menandakan potensi pembalikan terhadap tren turun.


Shooting star candlestick

Inverted hammer bearish disebut dengan shooting star candlestick. Polanya tampak seperti inverted hammer biasa, tetapi menunjukkan potensi pembalikan bearish daripada bullish. Dengan kata lain, shooting star candlestick mirip seperti inverted hammer yang terjadi setelah tren naik. Pola ini terbentuk ketika harga pembukaan berada di atas harga penutupan dan wick menandakan bahwa pergerakan pasar yang naik mungkin akan berakhir.


Cara menggunakan pola hammer candlestick untuk melacak potensi pembalikan tren

Hammer candle bullish muncul selama tren bullish dan menunjukkan potensi pembalikan harga, sehingga menandakan bagian bawah tren turun. Dalam contoh di bawah ini, terdapat hammer candlestick bullish (gambar dari TradingView).


Hammer candlestick bearish dapat berupa hanging man atau shooting star. Pola ini muncul tren bullish  dan menunjukkan potensi pembalikan terhadap tren turun. Dalam contoh di bawah ini, terdapat shooting star (gambar dari TradingView).

Oleh karena itu, untuk menggunakan hammer candlestick dalam perdagangan, Anda harus mempertimbangkan posisinya sehubungan dengan candle sebelum dan sesudahnya. Pola pembalikan akan dibantahkan atau dikonfirmasi tergantung pada konteksnya. Mari kita lihat masing-masing jenis hammer.


Kekuatan dan kelemahan pola hammer candlestick

Setiap pola candlestick memiliki pro dan kontra. Lagi pula, tidak ada alat atau indikator analisis teknis yang dapat menjamin laba 100% di pasar keuangan mana pun. Pola diagram hammer candlestick cenderung berfungsi lebih baik saat digabungkan dengan strategi perdagangan lainnya, seperti rata-rata bergerak, garis tren, RSI, MACD, dan Fibonacci.

Kekuatan

  • Pola hammer candlestick dapat digunakan untuk melacak pembalikan tren di pasar keuangan mana pun.

  • Para pedagang dapat menggunakan pola hammer di beberapa jangka waktu, sehingga menjadikannya berguna dalam perdagangan swing dan perdagangan harian.

Kelemahan

  • Pola hammer candlestick bergantung pada konteks. Tidak ada jaminan bahwa pembalikan tren akan terjadi.

  • Pola hammer candlestick tidak begitu andal jika dipakai sendirian saja. Pedagang harus selalu menggabungkannya dengan strategi dan alat lain untuk meningkatkan peluang keberhasilan.


Hammer candlestick vs Doji: Apa perbedaannya?

Doji mirip seperti hammer tanpa badan. Candlestick Doji dibuka dan ditutup pada harga yang sama. Sementara hammer candlestick menandakan potensi pembalikan harga, Doji biasanya menandakan konsolidasi, kelanjutan, atau kebimbangan pasar. Doji candle sering kali merupakan pola netral, tetapi dapat mengawali tren bullish atau bearish dalam beberapa situasi.

Dragonfly Doji tampak seperti hammer atau hanging man tanpa badan. 


Gravestone Doji mirip seperti inverted hammer atau shooting star.

Meskipun begitu, hammer dan Doji tidak begitu bermakna jika digunakan sendirian saja. Anda harus selalu mempertimbangkan konteks, seperti tren pasar, candle di sekitarnya, volume perdagangan, dan metrik lainnya.


Penutup

Meskipun pola hammer candlestick merupakan alat berguna yang membantu pedagang melacak potensi pembalikan tren, pola ini bukan merupakan sinyal membeli atau menjual jika digunakan sendirian. Sama seperti strategi perdagangan lainnya, hammer candle lebih berguna ketika digabungkan dengan alat analisis lain dan indikator teknis.

Anda juga harus menerapkan manajemen risiko yang tepat dengan mengevaluasi rasio risiko terhadap perdagangan. Anda juga harus menggunakan stop-loss order untuk menghindari kerugian besar pada saat volatilitas tinggi.