Off-Chain

Tingkat Menengah

Apa Itu Off-Chain dalam Kripto?

Dalam konteks mata uang kripto, off-chain mengacu pada proses yang terjadi di luar blockchain. Salah satu masalah utama blockchain adalah skalabilitas, karena algoritma konsensus terdesentralisasi umumnya lebih lambat daripada pemrosesan transaksi tersentralisasi. Solusi off-chain bertujuan untuk meningkatkan throughput blockchain dengan memproses sebagian data di luar main chain.

Transaksi Off-Chain

Transaksi off-chain adalah transfer nilai yang difasilitasi menggunakan pihak ketiga sebagai bentuk jaminan atau metode lain dengan hanya status final dari saldo yang dicatat pada blockchain itu sendiri. Transaksi ini menawarkan manfaat seperti biaya yang lebih rendah dan kecepatan pemrosesan transaksi yang lebih cepat karena validasi tidak dilakukan oleh node. Hal ini membuat transaksi off-chain cocok untuk pembayaran skala kecil seperti pembelian kopi di toko lokal.

Off-Chain dan Solusi Lapisan 2

Solusi Lapisan 2 adalah protokol yang dibangun di atas blockchain yang sudah ada dengan tujuan untuk meningkatkan skalabilitasnya. Proyek ini memungkinkan transfer nilai secara off-chain menggunakan mekanisme seperti state channel, sidechain, dan rollup.

Dalam konteks Bitcoin, solusi Lapisan 2 yang populer adalah Lightning Network yang menggunakan state channel untuk transaksi off-chain. Channel tersebut pada dasarnya adalah dompet multisig 2-dari-2 yang hanya dapat dimodifikasi ketika mitra pengimbang menyetujui perubahan. Hanya transaksi yang membuka dan menutup channel yang dicatat pada blockchain Bitcoin, sedangkan semua hal lain diproses secara off-chain. Transaksi off-chain dalam state channel tidak perlu divalidasi oleh seluruh jaringan, sehingga memungkinkan throughput yang lebih cepat dan biaya transaksi yang lebih rendah.    

On-Chain vs. Off-Chain

Sementara transaksi off-chain terjadi di luar chain, istilah "on-chain" menggambarkan proses yang terjadi secara langsung di blockchain (main chain). Transaksi on-chain perlu divalidasi oleh sejawat dan dikonfirmasi hanya setelah dicatat pada chain. Mari kita lihat perbedaan utama antara off-chain dan on-chain.

Kecepatan dan skalabilitas

Transaksi on-chain harus divalidasi dan disertakan dalam blockchain agar dapat dikonfirmasi. Karena waktu konfirmasi blok rata-rata untuk Bitcoin adalah 10 menit, chain Lapisan 1 tidak cocok untuk pembelian kecil seperti membeli bahan makanan di supermarket. Berbeda dengan transaksi on-chain, pembayaran off-chain tidak perlu menunggu miner atau validator untuk dikonfirmasi. Dengan begitu, solusi off-chain dapat meningkatkan kecepatan pemrosesan secara substansial dan sangat berguna untuk pembayaran mikro.

Privasi dan Keamanan

Transaksi on-chain menerapkan praktik keamanan blockchain standar seperti hashing dan kriptografi. Sebaliknya, proyek yang menawarkan pembayaran off-chain harus memiliki kerangka kerja keamanan untuk mencegah kemungkinan pemalsuan atau modifikasi pembayaran.

Ongkos dan biaya

Transaksi on-chain diverifikasi oleh node yang berupaya untuk memvalidasinya, memasukkannya ke dalam blok, dan menambahkan blok tersebut ke chain. Reward blok dan biaya transaksi memberikan insentif kepada mereka untuk membuat jaringan terus berjalan. Transaksi off-chain dapat diproses dengan cepat tanpa perlu konfirmasi segera, sehingga meminimalkan ongkos dan biaya.

Kesimpulan

Transaksi off-chain adalah kunci dalam menyelesaikan masalah skalabilitas blockchain dan meningkatkan adopsinya di seluruh dunia. Lapisan ini berfungsi sebagai dasar bagi banyak solusi Lapisan 2 yang bertujuan untuk mengurangi beban pada main chain.

Bagikan Posting
Daftar akun
Terapkan pengetahuan kripto Anda dengan membuka akun Binance hari ini.