Apa Itu Cardano (ADA)?
BerandaArtikel

Apa Itu Cardano (ADA)?

Pemula
1mo ago
5m

TL;DR

Cardano adalah proyek blockchain Proof of Stake yang belum mencapai potensi sepenuhnya. Blockchain “generasi ketiga”, berupaya untuk mengatasi masalah skalabilitas yang melekat pada blockchain generasi kedua, sangat mirip dengan Ethereum 2.0 yang sangat dinanti-nanti. 

Pengembangan Cardano dicirikan dengan filosofi ilmiah dan banyak penelitian akademis. Dengan peluncuran Shelley pada tahun 2020, Cardano semakin dekat dalam mencapai tujuannya.


Pengantar

Proyek Cardano dan mata uang kripto ADA telah menarik banyak perhatian komunitas sejak peluncurannya di tahun 2015. Ketelitian akademis yang diterapkan pada perkembangannya membuat Cardano agak unik di lingkungan kripto.

Proyek Cardano dikembangkan terutama oleh perusahaan teknologi Input Output Hong Kong (IOHK), yang didirikan oleh Charles Hoskinson. Hoskinson juga terlibat dalam pengembangan Ethereum di masa-masa awalnya. 

Tapi apa itu Cardano, dan fungsionalitas apa yang telah direncanakan dalam roadmap-nya yang panjang? Mari kita cari tahu.


Apa itu Cardano (ADA)?

Cardano merupakan blockchain serba guna yang dirancang berdasarkan peer-reviewed academic research. Dikembangkan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari insinyur, ahli matematika, ilmuwan, dan profesional bisnis. 

Pengembangan platform selalu dicapai dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Menurut penciptanya, prinsip desain utama di balik Cardano adalah keamanan, skalabilitas, dan interoperabilitas.

Ada, mata uang asli Cardano, digunakan untuk melakukan operasi di blockchain Cardano, persis seperti hubungan antara ether (ETH) dan Ethereum.

Pengembangan Cardano diuraikan menjadi beberapa unit bisnis. IOHK menangani pengembangan protokol Cardano, sedangkan Cardano Foundation mengawasi proyek tersebut, dan EMURGO bertanggung jawab dalam pengembangan bisnis dan mendorong adopsi. IOHK juga telah terlibat dalam pengembangan Ethereum Classic (ETC).


Bagaimana dengan roadmap Cardano (ADA)?

Roadmap Cardano terdiri dari lima fase utama: Byron, Shelley, Goguen, Basho, dan Voltaire. Byron, fase pertama menandai peluncuran jaringan bersamaan dengan fungsionalitas dasar, seperti transfer ADA. Hard fork Shelley terjadi pada tahun 2020, menawarkan langkah lebih lanjut menuju desentralisasi. Node-nodenya saat ini dioperasikan oleh komunitas Cardano, dengan pool staking dijalankan oleh para holder ADA.

Per Desember 2020, smart contract fungsional tidak dapat digunakan di platform blockchain. Berdasarkan roadmap, itu akan diluncurkan sebagai bagian dari pembaruan Goguen. Setelah Goguen, periode Basho berfokus pada optimalisasi skalabilitas dan interoperabilitas, dan periode Voltaire memperkenalkan sistem perbendaharaan untuk menangani tata kelola.


Bagaimana cara kerja Cardano (ADA)?

Cardano dirancang sebagai blockchain “generasi ketiga”, yang bertujuan untuk memecahkan masalah skalabilitas dari generasi satu (yaitu Bitcoin) dan generasi dua (yaitu Ethereum). 

Menurut pendukung klasifikasi ini, blockchain generasi sebelum-sebelumnya mengalami kemacetan yang pada dasarnya akan membatasi jumlah throughput yang dapat ditangani. Hal ini menjadikan blockchain generasi pertama dan kedua sebagai pilihan yang tidak efisien untuk penggunaan massal di seluruh dunia. Kita dapat melihat waktu transaksi BTC dan ETH yang berfluktuasi untuk membuktikan masalah ini.

Cardano merujuk kekuatan komputasi VISA dalam dokumentasinya sebagai perbandingan:

jaringan tersebut dilaporkan menangani rata-rata 1.736 transaksi per detik (TPS) dengan kemampuan menangani hingga 24.000 TPS.

Cardano bertujuan untuk meningkatkan hasil dalam beberapa cara. Salah satu pilar terpenting dari tujuan ini adalah mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) sendiri yang disebut Ouroboros. Jika dibandingkan dengan Proof of Work (PoW), Ouroboros mengurangi biaya energi dengan memberikan jaminan keamanan yang dapat dibuktikan.

Solusi Layer 2 Cardano untuk skalabilitas lebih lanjut, Hydra, dinamai menurut makhluk mitos dengan nama yang sama. Idenya adalah bahwa throughput ditingkatkan karena setiap node baru ditambahkan ke jaringan.

Kombinator hard fork juga merupakan fitur utama Cardano, yang memungkinkan terjadinya hard fork tanpa gangguan atau keharusan untuk memulai ulang blockchain. Keberhasilan pembaruan Shelley merupakan bukti efektivitas pendekatan ini.


Ingin memiliki mata uang kripto? Beli Bitcoin (BTC) di Binance!


Fitur-fitur penting Cardano (ADA)

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, keunggulan Cardano adalah filosofi akademis dan ilmiah di baliknya. Tim yang mengembangkan Cardano telah menerbitkan lebih dari 90 whitepaper untuk teknologi yang mendasarinya. Proyek ini memiliki roadmap yang terdefinisi dengan baik, dan jaringan bertujuan untuk memiliki keamanan, skalabilitas, dan interoperabilitas yang terintegrasi.

Meskipun belum beroperasi, blockchain Cardano akan memungkinkan fungsionalitas smart contract yang dapat dikembangkan kapasitasnya di masa depan. Dibangun dengan memandang VISA sebagai pesaing, Cardano mampu memiliki semua hal yang diperlukan untuk digunakan sebagai fintech disruptor yang handal.

Sama seperti Ethereum, kemungkinan use case Cardano sangat luas. Platform ini hanya bertujuan untuk bertindak sebagai lapisan dasar bagi aplikasi-aplikasi yang akan dibangun di atasnya.

Janji-janji besar Cardano belum banyak dipenuhi – seperti hampir semua proyek di dunia kripto, selain Bitcoin. Meskipun tampaknya Cardano sangat ambisius, perkembangannya masih relatif lambat.


Apa itu token ADA?

ADA adalah token Cardano, dinamai menurut ahli matematika abad ke-19, Ada Lovelace. 57,6% dari pasokan ADA didistribusikan dalam Initial Coin Offerin (ICO), di mana Cardano berhasil mengumpulkan $62,2 juta.

Token ini merupakan mata uang digital sebagai cara untuk melakukan transaksi di jaringan Cardano (mirip dengan bagaimana Anda membutuhkan ether untuk bertransaksi di Ethereum).

Para holder ADA juga memiliki bagian di jaringan Cardano, yang dapat digunakan dalam pool staking untuk menghasilkan reward. Staking Cardano juga tersedia melalui Binance Earn.


Cara menyimpan Cardano (ADA)

Dikembangkan oleh IOHK, Daedalus merupakan pilihan software wallet desktop open-source untuk menyimpan ADA. Ini adalah wallet full node, yang berarti seluruh blockchain Cardano perlu diunduh, dan setiap transaksi diverifikasi untuk keamanan maksimum bagi pengguna.

Wallet ringan atau light wallet, yang tidak perlu mengunduh blockchain sepenuhnya, yaitu Yoroi Wallet dan AdaLite. ADA juga dapat disimpan di hardware wallet cold storage seperti Ledger dan Trezor via Daedalus, Yoroi Wallet, dan AdaLite.


Konklusi

Cardano merupakan proyek ambisius yang bertujuan untuk menyediakan infrastruktur blockchain di dalam ekosistem kripto. Dengan misi dan tujuan yang besar, proyek ini berjalan lebih lambat dari yang diharapkan beberapa pihak.

Apakah proyek blockchain generasi ketiga ini akan menjadi platform smart contract yang dominan, atau akankah kemunculannya di pasar sudah terlambat? Apakah ada blockchain generasi keempat yang bisa melakukan lebih baik? Pertanyaan-pertanyaan ini belum terjawab seiring dengan kinerja Cardano yang terus berjalan sesuai dengan roadmap.

Anda masih memiliki pertanyaan mengenai Cardano dan Daedalus wallet? Lihat platform tanya jawab kami, Ask Academy, tempat komunitas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.