Apa Itu Cookie?
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu cookie?
Jenis-jenis cookie
Cookie terbuat dari apa?
Sisi gelap cookie
Penutup
Apa Itu Cookie?
BerandaArtikel
Apa Itu Cookie?

Apa Itu Cookie?

Pemula
Diterbitkan Sep 30, 2020Diperbarui Aug 21, 2022
6m

TL;DR

Cookie merupakan file teks yang disimpan browser web di komputer Anda. Saat mengunjungi situs web, browser tersebut mungkin ingin tahu sedikit mengenai Anda jika Anda kembali lagi (mungkin Anda telah memilih beberapa preferensi atau login ke akun Anda). Intinya, cookie membantu Anda dari masalah memasukkan kembali informasi yang sama di kemudian hari.

Namun, terdapat beberapa masalah privasi di balik semua ini. Teruskan membaca untuk mempelajari lebih lanjut.


Pendahuluan

Sulit untuk menavigasi Internet saat ini tanpa melalui kotak yang meminta Anda untuk memilih Terima Semua Cookie sebelum melanjutkan. Mungkin Anda adalah salah satu orang yang benar-benar membaca kebijakan cookie dan privasi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari kita akan menerimanya begitu saja tanpa berpikir panjang.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Cookie bisa mempermudah pengalaman Anda. Sering digunakan untuk menyesuaikan konten situs dengan preferensi atau selera Anda sendiri – seperti menyimpan item di keranjang belanja online.

Dalam artikel ini. kita akan membahas lebih dalam mengenai cookie, kelebihan, dan kekurangannya.


Apa itu cookie?

Cookie adalah file kecil yang disimpan oleh komputer Anda untuk mewakili sebuah situs web. Sayangnya, cookie yang dimaksud di sini bukanlah kudapan manis. Namanya, yang diberikan oleh pembuat program Lou Montulli, didasarkan pada nama konstruksi komputasi lain yang disebut magic cookie

Tetapi mengapa komputer menyimpan file ini? Nah, ada beberapa alasan berbeda. Secara umum, cookie membantu server web mengingat Anda. Anda akan melakukan sesuatu di situs web (bisa apa saja mulai dari beralih ke mode gelap hingga login), komputer Anda akan mencatat hal-hal itu. Kemudian, pada kunjungan Anda berikutnya, informasi tersebut dikembalikan ke situs web.


Jenis-jenis cookie

Cookie pihak pertama

Bayangkan Anda mengunjungi situs web bertema musang madu kesukaan semua orang, yaitu ilovehoneybadgers.com. Situs ini disertai dengan berbagai pilihan kustomisasi (misalnya, mengubah font ke Comic Sans atau mengalihkan warna latar belakang). Cookie yang mencatat preferensi ini disimpan ke komputer. Anda menavigasi ke situs apresiasi mamalia lainnya, lalu menutup browser. Namun, ketika Anda kembali, ilovehoneybadgers.com memuat ulang pengaturan yang Anda sesuaikan berdasarkan cookie.
Inilah yang disebut dengan cookie persisten. Cookie ini tetap ada meskipun Anda menutup browser (tidak seperti cookie sesi yang dihancurkan saat menutup). Cookie ini juga merupakan cookie pihak pertama, karena dibuat oleh situs web yang Anda kunjungi (dalam kasus ini adalah domain ilovehoneybadgers.com).


Cookie pihak ketiga

Anda mungkin telah menebak bahwa cookie pihak ketiga adalah cookie yang tidak dibuat oleh domain host. Bayangkan kini ilovehoneybadgers.com dan situs web lain yang Anda kunjungi menyajikan iklan kepada penggunanya. Iklan tersebut berasal dari penyedia yang sama dengan kode yang dimasukkan ke halaman web dari kedua domain tersebut. 
Saat Anda mengunjungi salah satu situs tersebut, penyedia membuat cookie pihak ketiga untuk tujuan pelacakan. Kemudian, saat Anda berpindah ke situs lain dengan kode tersebut, mereka akan mengenali Anda dan menyajikan iklan yang sama. Intinya, mereka melacak kebiasaan penelusuran Anda untuk membangun profil yang digunakan untuk penargetan.
Oleh karena itu, cookie pihak ketiga juga disebut sebagai cookie pelacakan.



Cookie terbuat dari apa?

Tidak semua cookie dibuat setara. Seperti yang telah kita lihat dari dua contoh dalam bagian sebelumnya, cookie merupakan jenis data yang serbaguna. Sekarang, mari kita lihat contoh nyatanya: jika Anda sudah pernah masuk ke Ask Academy, maka browser Anda akan menunjukkan cookie untuk situs tersebut. Inilah yang memungkinkan Anda untuk memposting pertanyaan dan jawaban tanpa harus masuk lagi.
Di Google Chrome, akses cookie dengan menavigasi ke Setelan > Keamanan dan Privasi > Cookie dan data situs lainnya. Di Firefox, kelola cookie dalam Pengaturan > Privasi & Keamanan > Kuki dan Data Situs (perhatikan bahwa Anda harus menggunakan Storage Inspector untuk melihat konten sebenarnya).
Jika Anda mendalami konten cookie yang diberikan oleh Academy saat masuk (yaitu, dengan melakukan dekode menggunakan alat ini), Anda akan melihat beberapa hal:

Data yang Anda berikan ke situs saat Anda mengaksesnya. Jika Anda berhasil masuk, cookie akan dibuat.


Jika Anda perhatikan, tidak ada yang terlalu canggih di sana, bukan? Ada sedikit informasi pribadi (tidak dibagikan ke domain lain). Angka-angka yang Anda lihat adalah cap waktu – yang satu memberi tahu Anda kapan cookie dikeluarkan, dan yang lain memberi tahu Anda kapan kedaluwarsa. Anda juga melihat penerbit, nama pengguna Anda, peran Anda (pengguna atau moderator), dan string yang terkait dengan autentikasi.

Cookie biasanya memiliki sistem pasangan key-value ini. Perhatikan bahwa banyak situs saat ini menyediakan ID pengguna. Setelah seseorang mengunjungi situs web, server memeriksa database untuk setiap informasi yang dimiliki dan mencocokkan pengalaman pengguna yang sesuai.

Jika Anda menjalankan perintah untuk menghapus riwayat browsing, biasanya Anda juga menemukan opsi untuk menghapus cookie. Saat Anda menghapusnya, tidak menyebabkan kerusakan besar pada data situs. Namun, Anda harus memasukkan kembali informasi login jika Anda kembali ke situs tersebut.


Sisi gelap cookie

Dari contoh di atas, Anda dapat melihat bahwa pada dasarnya tidak terdapat sifat jahat bawaan dari cookie. Sering kali, cookie pihak pertama berfungsi untuk menyederhanakan pengalaman Anda. Karena itu, Anda harus menyadari konsekuensi privasi yang muncul. Cookie dapat mengumpulkan data pribadi – sedemikian rupa sehingga Peraturan Perlindungan Data Umum atau General Data Protection Regulation (GDPR) mengharuskan banyak situs web untuk mematuhi pedoman peningkatan perlindungan data.

Cookie pihak ketiga bisa sangat bermasalah bagi mereka yang sadar akan jejak digital. Anda pasti merasa tidak nyaman dengan iklan yang mengikuti Anda di seluruh web yang Anda kunjungi, berdasarkan apa yang telah Anda baca atau tonton. Pernah melihat tombol "bagikan" ke media sosial di situs web? Bahkan jika Anda tidak menyentuhnya, sistem bisa meniru informasi mengenai aktivitas Anda dan memberikannya ke penyedia.

Sering kali tanpa disadari, memaparkan begitu banyak data yang berpotensi sensitif bukanlah hal yang baik (baca juga: Sidik Jari Perangkat: Seberapa Terpaparkah Anda?). Pihak yang memanen data mungkin tidak terlibat dalam pembuatan profil yang berbahaya, tetapi mereka dapat menjual data Anda ke pihak lain yang mungkin menggunakannya untuk tujuan tersebut.


Membuang cookie

Menonaktifkan semua jenis cookie akan menyebabkan pengalaman penelusuran yang buruk. Namun, terdapat beberapa alasan untuk tidak menonaktifkan cookie pihak ketiga saat ini. Menonaktifkannya akan mengurangi risiko pemaparan data yang tidak diinginkan. Jika sebuah situs web memblokir akses kecuali Anda mengaktifkan cookie, Anda dapat selalu menyalakannya kembali untuk sementara.
Metode paling sederhana untuk mencegah cookie pihak ketiga adalah dengan mengirim permintaan Jangan Lacak. Namun, Anda tidak boleh mengandalkan hal ini – Anda bukan mengimplementasikan beberapa batasan teknologi mutakhir, melainkan hanya meminta situs web untuk tidak menyajikan konten yang dipersonalisasi. Hal ini sama seperti meminta pencuri untuk tidak mengambil barang kepemilikan Anda. Situs dapat – dan sering kali – mengabaikan permintaan ini. Awalnya, Jangan Lacak diantisipasi untuk menjadi persyaratan wajib, tetapi hal ini gagal mendapatkan daya tarik.
Kebanyakan browser kini memblokirnya secara default untuk Anda (periksa pengaturan browser Anda). Jika gagal, terdapat sejumlah plugin dan ekstensi browser yang dapat digunakan untuk mencegah pelacakan yang tidak diinginkan, seperti Privacy Badger dan Ghostery.


Penutup

Cookie tidak harus dipandang sebagai momok berbahaya di Internet. Jika Anda sudah membaca artikel-artikel kami yang lain di kategori Keamanan, Anda pasti sudah tahu, bahwa sangat mudah, bahkan tanpa disadari, untuk membocorkan informasi pribadi.

Cookie pihak pertama adalah bagian tak terpisahkan dari lanskap online saat ini, dan untuk alasan yang baik – cookie bisa meningkatkan kualitas pengalaman dengan menyimpan informasi di komputer Anda. Cookie pihak ketiga tidak begitu bermanfaat untuk Anda, melainkan untuk pihak penambang data. Namun, dengan memanfaatkan alat yang tersedia di browser, Anda dapat dengan mudah memblokir sebagian besar cookie jenis ini.