Cara Menggunakan ATM Bitcoin
BerandaArtikel

Cara Menggunakan ATM Bitcoin

Pemula
1mo ago
5m

Penulis: John Ma


TL;DR

Terdapat banyak cara untuk membeli mata uang kripto secara online, namun, bagaimana jika Anda menyimpan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar, dan ingin menukarkannya dengan aset kripto segera? Anda memang bisa mengambil rute biasa yang panjang – setorkan uang tunai tersebut ke bank lokal, daftar ke bursa kripto, lengkapi verifikasi identitas, danai akun Anda, tunggu sampai dana tersebut tiba di bursa, dan akhirnya lakukan pertukaran.

Langkah-langkahnya lumayan banyak juga, ya? Akan sangat membantu jika tersedia mesin penjual otomatis yang mengeluarkan Bitcoin sebagai ganti uang tunai yang Anda masukkan, bukan? Kabar baik! Mesin yang dimaksud ternyata ada, dikenal dengan ATM Bitcoin, dan melalui panduan ini, kita akan membahas cara menggunakannya.


Pengantar

Kebanyakan metode pembelian Bitcoin secara online mengharuskan Anda menautkan detail personal untuk membeli – dari bursa demi mematuhi peraturan KYC/AML melalui detail kartu kredit/rekening bank yang digunakan sebagai pembayaran.

Salah satu cara paling mudah untuk membeli Bitcoin (BTC) tanpa nama adalah dengan menggunakan ATM Bitcoin. Dalam panduan ini, kita akan membahas prosedur pembelian Bitcoin menggunakan uang tunai di ATM. dengan mendokumentasikan langkah-langkah sebelum, selama, dan setelah pembelian. 


Apa itu ATM Bitcoin?

ATM (Automated Teller Machine) Bitcoin memiliki fungsi mirip dengan ATM pada umumnya yang digunakan untuk menyetor uang tunai ke dalam rekening bank. ATM pada umumnya akan mengambil uang tunai dan memperbaharui saldo bank Anda dengan IOU yang dapat Anda gunakan untuk membayar barang dan jasa. 

Dengan ATM Bitcoin, uang Anda akan ditukar dengan Bitcoin, yang disetorkan langsung ke wallet Bitcoin Anda sendiri. Sering kali juga memungkinkan untuk membeli beberapa altcoin di ATM Bitcoin, bahkan beberapa mesin menawarkan opsi untuk menjual kripto Anda dengan uang tunai!


Persiapan

Pertama-tama, kita harus menyiapkan wallet untuk menerima Bitcoin yang dibeli. Ada beberapa wallet tersedia di perangkat Android dan iOS. Dalam panduan ini, kita akan menggunakan Trust Wallet, namun, langkah-langkahnya akan sama dengan jenis wallet lainnya.


Dalam aplikasi wallet, kita harus menemukan alamat publik. Kebanyakan aplikasi akan menunjukkan informasi ini jika Anda mengetuk tombol “Terima” atau “Receive”. Untuk tujuan panduan ini, kita akan menggunakan kode QR. Jika Anda menggunakan wallet yang mendukung berbagai mata uang kripto, pastikan Anda memilih alamat publik yang sesuai dengan mata uang yang akan Anda beli (dalam panduan ini, BTC). 

Peta global ATM Bitcoin. Sumber: coinatmradar.com


Selanjutnya, kita harus menemukan lokasi ATM Bitcoin, karena Anda harus berada di sana secara fisik. Untungnya, terdapat alat interaktif berguna di coinatmradar.com, yang akan membantu menemukan ATM. Masukkan lokasi pilihan Anda ke dalam kolom pencarian untuk menunjukkan lokasi mesin di area terdekat.

Informasi spesifik mengenai ATM. Sumber: coinatmradar.com


Mengklik di pin mana saja akan menunjukkan informasi mengenai lokasi ATM dan mata uang yang didukung. Jika kita mengklik “View Details,” kita akan melihat daftar harga, daftar biaya, detail operator, dan yang paling penting, peringkat dari para penggunanya. 

Anda pasti ingin memilih ATM dengan peringkat yang baik, yang menunjukkan detail kontak pemiliknya dan memperlihatkan daftar harga serta biaya. Tidak dapat dipungkiri, akan tetap ada mesin-mesin palsu, jadi, data ini akan memberikan kepercayaan karena menunjukkan keasliannya.


Membeli koin


Sekarang kita berhadapan dengan ATM Bitcoin, mobile wallet di satu tangan dan segepok uang tunai di tangan lainnya. Sebelum Anda menekan tombol-tombol, ada baiknya jika Anda melihat-melihat mesinnya dulu untuk mengetahui cara kerjanya. Semua mesin akan berbeda dalam hal tata letak (dan estetis), tapi fungsi dasarnya akan tetap sama. Dalam panduan ini, kita akan menggunakan mesin pada gambar di atas.


Di sisi kanan Anda, terdapat layar sentuh yang menampilkan instruksi menyelesaikan pembelian atau penjualan Bitcoin. Di sana terlihat harga pertukaran saat ini yang ditawarkan mesin (sekitar €9.100) jika Anda ingin menjual Bitcoin, dan ~€9.900 jika Anda ingin membeli. (Catatan: Jika diperiksa sekilas di coinmarketcap.com, harga pasar Bitcoin berkisar €9.600 – selisihnya merupakan laba yang diambil operator ATM).

Di sisi kiri Anda terdapat slot untuk menyetorkan dan mengambil uang fiat, printer tanda terima, dan pembaca kode QR untuk input alamat. 


Menggunakan layar sentuh, pilih opsi “Buy” (ingat, kita menginginkan BTC, bukan altcoin) dengan mengetuk sisi kanan Anda (sisi Buy) di layar. Model ATM yang berbeda akan memiliki metode yang berbeda pula dalam memilih opsi-opsinya, namun, opsi “buy Bitcoin” seharusnya tidak akan berbeda.  

  1. Pindai alamat wallet penerima Bitcoin Anda menggunakan pembaca QR ATM untuk memberitahu tujuan pengiriman Bitcoin yang dibeli.
  2. Periksa alamat alfanumerik yang ditampilkan oleh mesin, apakah sama persis dengan alamat di aplikasi wallet Anda. 
  3. Masukkan uang tunai ke dalam slot setoran. 
  4. Tetapkan biaya penambang yang ingin Anda bayar agar transaksi dimasukkan ke dalam blok (catatan: tidak semua ATM memiliki fitur ini). Semakin tinggi biaya, semakin cepat transaksi dikonfirmasi. 
  5. Selesaikan transaksi dengan menerima dan menyetujui pembelian.
  6. Ambil tanda terima, simpan untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah di kemudian hari.

Proses ini akan mengirim transaksi ke jaringan Bitcoin, berakhir dengan terkirimnya BTC ke wallet Anda. Harap dicatat bahwa Bitcoin tidak akan langsung terlihat di wallet – transaksi ditambahkan ke dalam blok terlebih dahulu. Umumnya, dibutuhkan enam konfirmasi  sebelum transaksi dianggap “selesai.” Dalam jaringan Bitcoin, satu waktu konfirmasi adalah setiap 10 menit.

 

Setelah pembelian

Setelah pembelian, Anda dapat memeriksa perkembangan transaksi dengan menggunakan eksplorer blok Bitcoin (seperti Blockchain.com) dengan menggunakan alamat penerimaan atau ID transaksi sebagai kata kunci pencarian. Tergantung pada aplikasi wallet, Anda akan melihat setoran di saldo setelah 5-15 konfirmasi.

Paling tidak akan terdapat setidaknya satu konfirmasi di jam pertama. Jika tidak ada setelah beberapa jam, Anda sebaiknya segera menghubungi pemilik ATM untuk melihat apakah ada masalah teknis yang menyebabkan penundaan. 


Konklusi

ATM Bitcoin menawarkan metode sederhana kepada pelanggannya dalam membeli Bitcoin menggunakan uang tunai. Sebagai bonus, Bitcoin yang dibeli tidak akan terkait dengan identitas pribadi seperti yang terjadi dengan transfer bank atau penggunaan kartu kredit.

Vendor ATM biasanya akan menetapkan harga Pembelian/Penjualan yang sedikit berbeda dengan harga pasar Bitcoin, mirip dengan vendor valuta asing. Menggunakan alat secara online seperti coinatmradar.com bisa membantu Anda menemukan ATM terpercaya dengan daftar biaya yang masuk akal.