Apa Itu Delayed Proof of Work
Apa Itu Delayed Proof of Work
BerandaArtikel
Apa Itu Delayed Proof of Work

Apa Itu Delayed Proof of Work

Tingkat Menengah
Diterbitkan Dec 4, 2018Diperbarui Sep 28, 2022
4m

Delayed Proof of Work (dPoW) adalah mekanisme keamanan yang dirancang oleh proyek Komodo. Pada dasarnya, dPoW adalah versi modifikasi dari algoritme konsensus Proof of Work (PoW) yang menggunakan kekuatan hashing blockchain Bitcoin sebagai cara untuk meningkatkan keamanan jaringan. Dengan menggunakan dPoW, para pengembang Komodo mampu mengamankan bukan hanya jaringan mereka sendiri, melainkan juga chain pihak ketiga yang akhirnya bergabung dengan ekosistem Komodo di masa depan. dPoW bahkan dapat diterapkan pada proyek apa pun yang mengembangkan blockchain mandiri menggunakan model UTXO.


Bagaimana cara kerja dPoW?

Dengan menggunakan Komodo sebagai salah satu contoh, mekanisme keamanan dPoW dikembangkan dan diterapkan ke dalam basis kode Zcash, sehingga memungkinkan privasi zero-knowledge dan meningkatkan keamanan jaringan dengan memanfaatkan tingkat hash Bitcoin.

Dengan interval sepuluh menit, sistem Komodo mengambil snapshot dari blockchain-nya sendiri. Kemudian, snapshot tersebut ditulis ke dalam sebuah blok di jaringan Bitcoin dalam proses yang disebut notarisasi. Pada dasarnya, proses ini membuat cadangan dari seluruh sistem Komodo yang disimpan dalam blockchain Bitcoin.

Secara teknis, node notaris Komodo yang dipilih oleh komunitas akan menulis hash blok dari setiap blockchain yang dilindungi oleh dPoW ke dalam buku besar Komodo dengan mengeksekusi transaksi di chain Komodo. Dengan menggunakan perintah OP_RETURN, node notaris menyimpan satu hash blok ke chain Komodo.

Alasan node notaris memilih hash blok yang berusia sepuluh menit adalah untuk memastikan seluruh jaringan setuju bahwa blok tersebut valid. Setiap jaringan blockchain masih mencapai konsensus untuk setiap blok. Node notaris cukup mencatat hash blok dari blok yang sebelumnya ditambang.

Kemudian, node notaris menuliskan hash blok dari chain Komodo ke buku besar Bitcoin. Proses ini juga diselesaikan dengan mengeksekusi transaksi BTC dan menggunakan OP_RETURN untuk menulis data ke blok di chain Bitcoin.

Setelah notarisasi ke Bitcoin terjadi, node notaris Komodo menuliskan data blok tersebut dari chain BTC kembali ke chain dari setiap chain lain yang dilindungi. Pada titik ini, jaringan tidak akan menerima penyusunan ulang yang mencoba untuk mengubah blok yang dinotarisasi (atau blok yang dibuat sebelum blok terbaru yang dinotarisasi).

Saat ini, dPoW digunakan dengan Bitcoin, tetapi dPoW berpotensi digunakan sebagai alat untuk memanfaatkan keamanan dan fitur blockchain lain yang menggunakan model UTXO.


PoW vs dPoW

Salah satu tujuan utama algoritme Proof of Work (PoW) adalah untuk mempertahankan keamanan jaringan untuk mencegah serangan siber, seperti serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS). Dengan kata lain, algoritme PoW merupakan potongan data yang sangat mahal untuk diproduksi, tetapi mudah untuk diverifikasi oleh node lain dan merupakan elemen penting dari proses mining.

Mining dalam blockchain berbasis PoW membutuhkan sumber daya besar. Miner harus menyelesaikan puzzle kriptografis yang kompleks agar dapat melakukan mining blok baru. Proses tersebut mencakup pekerjaan komputasional intens yang sering kali sangat mahal dari segi perangkat lunak dan listrik. Proses mining bukan hanya melindungi jaringan dari serangan eksternal, melainkan juga memverifikasi legitimasi transaksi dan menghasilkan unit mata uang kripto baru (sebagai reward bagi miner yang menyelesaikan puzzle tersebut). 

Oleh karena itu, salah satu alasan blockchain Proof of Work bersifat aman adalah karena proses mining mencakup investasi keuangan yang sangat tinggi dan bergantung pada konsensus jaringan. Namun, Anda harus memperhatikan bahwa keamanan blockchain PoW berkaitan langsung dengan jumlah kekuatan komputasional (tingkat hash) yang dikerahkan. Artinya, jaringan blockchain kecil tidaklah seaman blockchain besar.

Berbeda dengan PoW, dPoW tidak digunakan untuk mencapai konsensus terhadap blok baru sehingga tidak dianggap sebagai algoritme konsensus. Sebaliknya, dPoW merupakan mekanisme keamanan yang diterapkan selain dari aturan konsensus PoW biasa. DPoW membuat blok yang telah dinotarisasi mustahil untuk disusun ulang. Artinya, blockchain menjadi jauh lebih aman dan tahan terhadap serangan 51%.

Akibatnya, dPoW "mengatur ulang" aturan konsensus blockchain setiap kali blok dinotarisasi. Misalnya, sebagian besar chain PoW menggunakan "aturan chain terpanjang". Jadi, setiap kali jaringan blockchain menerima konfirmasi bahwa blok XXX,XX1 telah dinotarisasi, aturan chain terpanjang dimulai ulang pada blok XXX,XX2. Jaringan tidak akan menerima chain yang dimulai dengan blok XXX,XX0 atau sebelumnya, meskipun chain tersebut adalah yang terpanjang.


Penutup

Mekanisme keamanan delayed Proof of Work memungkinkan pencadangan berulang untuk menjamin bahwa apabila terjadi kegagalan sistem atau peretasan yang berhasil, seluruh data dapat dipulihkan dengan cepat. Agar seorang peretas dapat berhasil menyebabkan kerusakan yang permanen, penyerang tersebut juga harus meruntuhkan jaringan Bitcoin dengan menghancurkan semua snapshot yang dicadangkan dalam blockchain Bitcoin. 

Jika Anda ingin mempelajari selengkapnya mengenai delayed Proof of Work, silakan baca halaman Layanan Keamanan Blockchain Komodo.