5 Penipuan Kripto dan Cara Menghindarinya

Bagikan
Copied to clipboard!
5 Penipuan Kripto dan Cara Menghindarinya

Daftar isi


Pengantar

Di zaman sekarang ini, mata uang kripto Anda adalah aset yang sangat berharga bagi para penjahat. Mudah diuangkan, sangat gampang dibawa, dan, sekali transaksi telah dibuat, hampir mustahil untuk mengembalikannya. Akibatnya, gelombang penipuan (baik dengan cara lama maupun penipuan khusus aset kripto) membanjiri dunia digital. 

Dalam artikel ini, kita akan mengidentifikasi penipuan-penipuan yang paling umum di dunia kripto.


1. Penipuan Giveaway Sosial Media

Sungguh menakjubkan, akhir-akhir ini, tiba-tiba semua orang tampak begitu bermurah hati di Twitter dan Facebook. Coba Anda periksa kolom komentar tweet-tweet terkenal, Anda pasti akan melihat bahwa salah satu perusahaan kripto atau influencer favorit Anda sedang melakukan giveaway. Cukup dengan mengirimkan 1BNB/BTC/ETH saja kepada mereka, Anda akan menerima kembali dengan jumlah 10 kali lipat! Tampaknya ini terlalu manis untuk menjadi kenyataan, kan? Iya, semua itu hanya kebohongan. Ini merupakan aturan praktis yang bagus untuk diterapkan pada penipuan jenis ini. Jika terlalu manis, kemungkinan besar adalah penipuan.

Sangat jarang terjadi seseorang membuat program giveaway yang sah dengan mengharuskan Anda mengirim uang terlebih dahulu. Di media sosial, Anda harus waspada terhadap pesan semacam ini. Pesan menggiurkan ini biasanya berasal dari akun yang terlihat identik dengan orang yang Anda kenal dan cintai, tetapi itu merupakan bagian dari trik. Adapun puluhan balasan yang mengucapkan terima kasih kepada akun tersebut atas kemurahan hatinya – mereka juga adalah akun-akun palsu atau bot yang digunakan sebagai bagian dari penipuan giveaway.

Dengan demikian, Anda sebaiknya mengabaikan pesan tersebut. Jika Anda benar-benar yakin itu sah, perhatikan profilnya lebih saksama, Anda akan melihat perbedaannya. Anda akan segera menyadari bahwa akun Twitter atau profil Facebook tersebut palsu.

Dan bahkan jika Binance atau entitas lain pun membuat program giveaway yang sah, tidak akan pernah meminta Anda untuk mengirim dana terlebih dahulu.


2. Skema Piramida dan Ponzi

Skema piramida dan Ponzi sedikit berbeda, tetapi kita akan mengelompokkan keduanya ke dalam kategori yang sama, karena terdapat kemiripan. Dalam kedua jenis ini, penipuan mengandalkan peserta yang membawa anggota baru dengan janji pengembalian modal yang luar biasa.


Skema Ponzi

Dalam skema Ponzi, Anda mungkin mendengar peluang investasi dengan jaminan keuntungan (ini tanda pertama yang harus dicurigai!). Biasanya, Anda akan melihat skema ini disamarkan sebagai layanan manajemen portofolio. Pada kenyataannya, tidak ada formula ajaib yang berfungsi di sini – “keuntungan” yang diterima hanyalah uang dari investor lain.

Penyelenggara akan mengambil uang investor dan menambahkannya ke pool. Satu-satunya arus masuk uang tunai ke dalam pool berasal dari pendatang baru. Investor yang lebih lama dibayar dengan uang investor yang lebih baru, siklus ini akan berlanjut seiring lebih banyak pendatang baru bergabung. Penipuan terungkap ketika tidak ada lagi uang tunai yang masuk – tidak mampu melanjutkan pembayaran kepada investor yang lebih lama, dan skema ini pun runtuh.

Misalnya, layanan yang menjanjikan keuntungan 10% dalam sebulan. Anda dapat berkontribusi sebesar $100. Penyelenggara kemudian mengikat ‘klien’ lain, yang juga berinvestasi sebesar $100. Dengan menggunakan uang yang baru diperoleh ini, Anda dibayar sebesar $110 di akhir bulan. Penyelenggara harus menarik klien lain bergabung untuk membayar klien kedua. Siklus terus berlanjut sampai terjadi ledakan skema yang tidak terhindarkan.


Skema piramida

Dalam skema piramida, terdapat lebih banyak pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang terlibat. Di puncak piramida ada penyelenggara. Mereka akan merekrut sejumlah orang tertentu untuk bekerja pada level di bawah mereka, dan masing-masing orang akan merekrut orang lain juga. Akhirnya, terbentuk struktur besar yang tumbuh secara eksponensial dan bercabang-cabang, karena level-level baru ditambahkan (inilah mengapa disebut Piramida).


contoh skema piramida


Sejauh ini, kita hanya menggambarkan bagan bisnis yang sangat besar (dan sah). Tetapi skema piramida berbeda, dalam hal menjanjikan pendapatan untuk merekrut anggota baru. Contohnya saja, penyelenggara memberi Alice dan Bob hak untuk mendaftarkan anggota baru dengan biaya masing-masing seharga $100, dan mengambil potongan 50% pada pendapatan berikutnya. Alice dan Bob dapat menawarkan kesepakatan yang sama kepada mereka yang direkrut (dibutuhkan setidaknya dua anggota baru untuk memulihkan investasi awal mereka).

Misalnya, jika Alice menjual keanggotaan kepada Carol dan Dan (masing-masing seharga $100), ia hanya akan mendapatkan $100, karena setengah dari pendapatannya harus diteruskan ke tingkat di atasnya. Jika Carol melanjutkan untuk menjual keanggotaan, maka kita akan melihat reward mengalir ke atas – Alice mendapat setengah dari pendapatan Carol, dan penyelenggara mendapat setengah dari setengah pendapatan Alice.

Seiring bertumbuhnya skema piramida, anggota yang lebih lama mendapatkan aliran pendapatan yang meningkat karena biaya distribusi disalurkan dari level bawah ke atas. Tetapi karena pertumbuhannya eksponensial, model ini tidak akan bertahan lama.

Tidak jarang, para partisipan membayar hak untuk menjual produk atau layanan. Anda mungkin pernah mendengar tentang perusahaan multi-level marketing (MLM) tertentu yang dituduh menjalankan skema piramida dengan cara ini.

Dalam konteks blockchain dan mata uang kripto, proyek kontroversial seperti OneCoin, Bitconnect, dan PlusToken mendapat kecaman, para pengguna mengambil tindakan hukum terhadap mereka karena diduga mengoperasikan skema piramida.

Lihat juga: Skema Piramida dan Ponzi.


3. Aplikasi Seluler Palsu

Mungkin akan dengan sangat mudah mengabaikan tanda-tanda peringatan pada aplikasi palsu jika Anda tidak hati-hati. Biasanya, penipuan ini akan mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi berbahaya –  beberapa di antaranya meniru aplikasi yang sudah populer.

Setelah pengguna menginstal aplikasi berbahaya ini, mungkin kelihatannya tidak ada yang salah, semua berfungsi dengan normal. Namun, aplikasi ini dirancang khusus untuk mencuri mata uang kripto Anda. Di dunia kripto, terdapat banyak kasus di mana pengguna mengunduh aplikasi mencurigakan yang pengembangnya menyamar sebagai perusahaan kripto ternama. 

Dalam skenario seperti ini, ketika pengguna diberikan alamat untuk mengirimkan aset ke wallet atau menerima pembayaran, mereka sebenarnya mengirim dana ke alamat yang dimiliki oleh penipu. Tentu saja, setelah dana ditransfer, tidak ada tombol untuk membatalkan. 

Hal lain yang membuat penipuan ini sangat efektif adalah posisi peringkat mereka. Meskipun merupakan aplikasi berbahaya, beberapa di antaranya justru dapat menduduki peringkat tinggi di Apple Store atau Google Play Store, memberi kesan bahwa aplikasi ini sah dan aman. Untuk menghindari ini terjadi pada Anda, Anda hanya perlu mengunduh dari situs web resmi atau dari tautan yang diberikan oleh sumber tepercaya. Anda sebaiknya juga memeriksa kredensial penerbit saat menggunakan Apple Store atau Google Play Store.

Lihat juga: Penipuan Umum di Perangkat Seluler.



Anda ingin memiliki mata uang kripto? Beli Bitcoin di Binance!



4. Phishing

Bahkan pendatang baru di dunia kripto pun pasti tidak asing lagi dengan praktik phishing. Biasanya penipu meniru seseorang atau perusahaan untuk mengekstrak data pribadi dari korban. Ini dapat terjadi melalui banyak media – telepon, email, situs web palsu, atau aplikasi pesan. Penipuan aplikasi pesan sangat umum di lingkungan kripto.

Tidak ada prosedur atau peraturan khusus yang dimiliki penipu ketika mencoba untuk mendapatkan informasi pribadi. Anda mungkin mendapatkan email yang memberitahukan bahwa telah terjadi sesuatu yang salah dengan akun bursa Anda, yang mengharuskan Anda untuk mengikuti tautan demi memperbaiki masalah tersebut. Tautan tersebut akan mengarah ke situs web palsu – mirip dengan yang asli – yang akan meminta Anda untuk login. Dengan cara ini, pihak jahat akan mencuri kredensial, dan juga mungkin aset kripto Anda.

Penipuan Telegram yang umum terjadi di mana penipu menyusup ke grup resmi wallet atau bursa kripto. Ketika pengguna melaporkan ke dalam grup mengenai masalah yang mereka alami, penipu akan menjangkau pengguna secara pribadi, menyamar sebagai dukungan pelanggan atau anggota tim. Dari sana, mereka akan mendesak pengguna untuk membagikan informasi pribadi dan seed words.

Jika seseorang mengetahui seed words Anda, mereka akan memiliki akses ke dana Anda. Dalam segala keadaan, seed words ini tidak boleh diungkapkan kepada siapa pun, bahkan ke perusahaan yang sah sekalipun. Memecahkan masalah wallet Anda tidak membutuhkan seed words, jadi, kita dapat berasumsi bahwa siapa pun yang memintanya adalah pihak jahat.

Berkenaan dengan akun bursa, Binance juga tidak akan pernah meminta kata sandi Anda. Hal yang sama berlaku untuk sebagian besar layanan lainnya. Tindakan yang paling bijaksana jika Anda menerima pesan yang tidak diminta adalah mengabaikannya, dan menghubungi perusahaan langsung melalui detail kontak yang tercantum di situs resmi mereka.

Beberapa tip keamanan lainnya:

  • Periksa URL situs web yang Anda kunjungi. Umumnya penipu mendaftarkan domain yang terlihat sangat mirip dengan perusahaan yang asli (mis., Binnance.com).
  • Tandai atau bookmark domain-domain yang sering Anda kunjungi. Mesin pencari bisa saja menunjukkan situs yang palsu.
  • Jika meragukan pesan yang Anda terima, abaikan saja dan hubungi perusahaan dan orang yang sah melalui saluran resmi.
  • Tidak seorang pun yang berhak mengetahui private key atau seed phrase Anda.

Lihat juga: Apa Itu Phishing? atau mainkan Kuis Phishing.


5. Vested Interest (Kepentingan Terselubung)

Akronim DYOR – Do Your Own Research – sering diucapkan di dunia kripto, tujuannya sangat baik.

Jika berbicara mengenai investasi, sebaiknya Anda tidak menerima perkataan orang lain begitu saja tentang aset kripto atau token mana yang akan dibeli. Anda tidak pernah tahu motif mereka yang sebenarnya. Mereka mungkin dibayar untuk mempromosikan ICO tertentu atau memiliki investasi besar di sana. Ini berlaku untuk orang asing atau influencer dan orang populer sekalipun. Tidak ada proyek yang terjamin akan berhasil. Malahan, banyak yang akan gagal.

Dalam menilai suatu proyek secara objektif, Anda sebaiknya melihat beberapa faktor. Setiap orang memiliki pendekatan masing-masing dalam meneliti investasi prospektif. Berikut beberapa pertanyaan umum yang penting:

  • Bagaimana koin/token didistribusikan? 
  • Apakah sebagian besar pasokan terkonsentrasi di tangan beberapa pihak?
  • Apa nilai jual unik dari proyek ini? 
  • Apakah ada proyek lain yang melakukan hal yang sama, dan mengapa ini lebih unggul?
  • Siapa yang mengerjakan proyek ini? Apakah tim memiliki rekam jejak yang baik?
  • Seperti apa komunitasnya? Apa yang sedang dibangun tim saat ini?
  • Apakah koin/token ini benar-benar dibutuhkan?


Penutup

Pihak jahat tidak akan kehabisan akal dalam menyedot dana dari pengguna kripto yang tidak menaruh curiga. Untuk menghindari penipuan yang paling umum, Anda harus tetap waspada dan sadar akan skema yang digunakan oleh pihak-pihak ini. Selalu periksa apakah Anda menggunakan situs web/aplikasi yang resmi, dan ingat: jika investasi terdengar terlalu manis untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu penipuan.

Loading