Panduan Token Sekuritas bagi Pemula

Bagikan
Copied to clipboard!
Panduan Token Sekuritas bagi Pemula

Daftar isi


Pengantar

Sekuritas merupakan instrumen keuangan yang bernilai dan dapat diperdagangkan. Berdasarkan definisi ini, banyak instrumen yang kita temui sehari-hari – saham, obligasi, opsi – dapat dianggap sebagai sekuritas.

Dalam konteks hukum, definisinya lebih sempit, dan bervariasi dari satu yuridiksi ke yuridiksi yang lain. Jika suatu instrumen termasuk sekuritas sesuai dengan kriteria negara tertentu, maka instrumen tersebut akan diawasi dengan ketat oleh regulator.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana teknologi blockhain siap untuk merampingkan pasar keuangan lama dengan token sekuritas.


Apa itu token sekuritas?

Token sekuritas (security token) adalah token, diterbitkan pada blockchain, yang mewakili kepemilikan di beberapa perusahaan atau aset eksternal. Token-token ini dapat diterbitkan oleh pihak-pihak seperti bisnis atau pemerintah dan memiliki tujuan yang sama seperti aset-aset sejenis yang sudah ada (saham, obligasi, dll).


Apa kegunaan token sekuritas?

Untuk memahami lebih mudah, coba bayangkan sebuah perusahaan ingin mendistribusikan saham ke investor dalam bentuk token. Token-token ini bisa didesain dengan benefit yang sama persis dengan saham biasa – paling utama dalam hal hak voting dan dividen.

Keuntungan dari pendekatan ini sangat banyak. Seperti halnya mata uang kripto dan bentuk token lainnya, token sekuritas memberikan manfaat dari sifat blockchain di mana aset ini diterbitkan. Sifat-sifat tersebut termasuk transparansi, penyelesaian yang cepat, tanpa downtime, dan dapat dibagi.

Transparansi

Pada ledger publik, identitas peserta diabstraksikan, tetapi yang lainnya bisa diaudit. Siapa saja bebas melihat smart contract yang mengelola token atau melacak penerbitan dan kepemilikan.

Penyelesaian cepat

Kliring dan penyelesaian telah lama dianggap sebagai hambatan ketika melakukan proses transfer aset. Sementara perdagangan dapat dilakukan hampir secara instan, namun pengalihan kepemilikan seringkali membutuhkan waktu. Pada blockchain, prosesnya otomatis dan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Uptime

Pasar keuangan yang ada saat ini masih terbatas dalam hal uptime. Pada hari kerja, mereka beroperasi dalam rentang waktu tertentu, dan tutup di akhir pekan. Sebaliknya, pasar aset digital, aktif setiap saat, setiap hari di sepanjang tahun.

Dapat dibagi

Barang seni, real estat, dan aset bernilai tinggi lainnya, begitu ditokenisasi, dapat dibuka ke investor yang mungkin tidak dapat berinvestasi sebelumnya. Sebagai contoh, kita memiliki lukisan senilai $5 juta yang dapat diubah menjadi 5.000 lembar, sehingga masing-masing bernilai $1.000. Ini secara dramatis akan meningkatkan aksesibilitas, serta juga menaikkan tingkat granularitas investasi.

Namun, juga perlu dicatat, bahwa beberapa token sekuritas mungkin memiliki keterbatasan dalam sifat ini. Dalam beberapa kasus, jika hak suara atau dividen diberikan sebagai saham ekuitas, mungkin ada batas pembagian token untuk tujuan eksekusi.


Token sekuritas vs. token utilitas – apa perbedaanya?

Token sekuritas dan token utilitas (utility token) memiliki banyak kesamaan. Secara teknis, apa yang ditawarkan oleh kedua jenis token ini identik. Dikelola oleh smart contract, dapat dikirim ke alamat blockchain, dan diperdagangkan di bursa atau melalui transaksi peer-to-peer.

Perbedaan utama ada pada sisi ekonomi dan peraturan yang mendasarinya. Keduanya bisa diterbitkan dalam Initial Coin Offering (ICO) atau Initial Exchange Offering (IEO), sehingga startup atau proyek yang dibangun dapat melakukan penggalangan dana demi pengembangan ekosistem mereka.

Dengan memberikan dana, pengguna menerima token digital ini, yang memberikan hak keikutsertaan (baik seketika itu juga atau di masa depan) dalam jaringan proyek. Token-token ini dapat memberikan hak suara kepada holder, atau berfungsi sebagai mata uang khusus untuk protokol agar dapat mengakses produk atau layanan.

Token utilitas tidak berharga secara intrinsik. Jika sebuah proyek berkembang dan sukses, investor tidak berhak atas sebagian dari keuntungannya, seperti halnya beberapa sekuritas tradisional. Kita bisa menganalogikan peran token dengan poin loyalitas. Token-token ini dapat digunakan untuk membeli barang (atau dapat dijual), tetapi tidak menawarkan saham atau kepemilikan dalam bisnis yang mendistribusikannya.

Sebagai akibatnya, nilainya sering ditentukan oleh spekulasi. Banyak investor akan membeli token dengan harapan harganya akan melambung seiring berkembangnya ekosistem. Jika proyek gagal, hanya ada sedikit perlindungan bagi para holder.

Token sekuritas diterbitkan dengan cara yang mirip dengan token utilitas, namun dengan proses pendistribusian yang agak berbeda, yang disebut sebagai Security Token Offering (STO). Dari sudut pandang investasi, masing-masing token mewakili instrumen yang sangat berbeda.

Walaupun keduanya diterbitkan di blockchain, token sekuritas tetap sekuritas, yang berarti dijaga dengan sangat ketat oleh peraturan untuk melindungi investor dan mencegah penipuan. Dalam hal ini, STO cenderung lebih mirip IPO daripada ICO.

Pada umumnya, ketika para investor membeli token sekuritas, mereka membeli ekuitas, obligasi, atau derivatif. Token-token mereka secara efektif berlaku sebagai kontrak investasi dan menjamin hak kepemilikan atas aset-aset off-chain.


Apa yang membuat token disebut sekuritas?

Pada saat ini, industri blockchain kurang memiliki kejelasan yang sangat dibutuhkan di bidang hukum. Regulator di seluruh dunia masih mengejar ketinggalan akan teknologi keuangan baru yang terus muncul. Ada beberapa kasus di mana suatu emiten percaya diri untuk menerbitkan token utilitas, yang kemudian dianggap sebagai sekuritas oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC).

Barangkali metrik paling terkenal untuk mencoba menentukan apakah suatu transaksi lebih condong ke ‘kontrak investasi’ adalah Howey Test. Intinya, tes ini berusaha untuk memastikan apakah seseorang yang berinvestasi di perusahaan bersama (common enterprise) mengharapkan keuntungan sebagai hasil dari upaya promotor (atau pihak ketiga).

Howey Test dikeluarkan oleh pengadilan AS jauh sebelum munculnya teknologi blockchain. Oleh karena itu, sulit untuk menerapkannya pada segudang token baru. Namun demikian, tes ini tetap menjadi alat yang populer bagi regulator yang berusaha untuk mengklasifikasikan aset digital.

Setiap yuridiksi tentu saja akan mengadopsi kerangka kerja yang berbeda-beda, namun sebagian besar mengikuti logika yang sama.


Token sekuritas dan keuangan yang dapat diprogram

Dengan melihat ukuran pasar saat ini, tokenisasi dapat secara radikal mengubah ranah keuangan tradisional. Investor dan institusi akan mendapat manfaat besar dari pendekatan digital sepenuhnya terhadap instrumen keuangan.

Selama bertahun-tahun, ekosistem database terpusat menciptakan banyak gesekan. Institusi-instistusi harus mendedikasikan sumber daya untuk proses administrasi dalam mengelola data eksternal yang tidak kompatibel dengan sistem mereka sendiri. Kurangnya standarisasi di seluruh industri menambah biaya bagi bisnis, dan secara signifikan menunda penyelesaian.

Blockchain merupakan database bersama yang mudah berinteraksi dengan pengguna atau bisnis. Fungsi yang sebelumnya ditangani oleh server institusi sekarang dapat di-outsourcing-kan ke ledger yang digunakan oleh industri lainnya. Dengan tokenisasi sekuritas, kita dapat menghubungkannya ke jaringan yang dapat dioperasikan berbagai sistem, yang mempercepat waktu penyelesaian dan meningkatkan kompatibilitas secara global.

Dari titik ini, otomatisasi dapat menangani proses yang sebelumnya memakan banyak waktu. Misalnya, KYC/AML, mengunci investasi untuk jumlah waktu yang ditentukan, dan banyak fungsi lainnya dapat ditangani dengan kode yang dijalankan di blockchain.

Jika Anda tertarik untuk membaca lebih lanjut mengenai topik ini, lihat artikel kami yang berjudul Bagaimana Teknologi Blockchain Mempengaruhi Industri Perbankan.


Penutup

Token sekuritas tampaknya merupakan salah satu produk yang logis dari perkembangan industri keuangan. Meskipun menggunakan teknologi blockchain, jenis aset ini jauh lebih condong ke sekuritas tradisional daripada ke mata uang kripto atau bahkan token lainnya.

Namun, masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan di bidang regulasi. Dengan aset yang dapat dengan mudah ditransfer ke seluruh dunia, pihak berwenang harus menemukan cara untuk mengatur penerbitan dan peredarannya secara efektif. Beberapa orang berspekulasi bahwa ini juga dapat diotomatisasi dengan smart contract yang menyandikan aturan tertentu. Proyek seperti Ravencoin, Liquid, dan Polymath sudah memfasilitasi penerbitan token sekuritas.

Jika token sekuritas mulai membuahkan hasil, maka operasi institusi keuangan dapat dirampingkan secara signifikan. Pada waktunya, penggunaan token berbasis blockchain sebagai pengganti instrumen tradisional dapat menjadi katalisator penggabungan pasar tradisional dan mata uang kripto.

Loading