Panduan Monero (XMR) bagi Pemula

Bagikan
Copied to clipboard!
Panduan Monero (XMR) bagi Pemula

Konten


Pengantar

Blockchain publik bersifat transparan. Agar blockchain berfungsi dalam lingkungan terdesentralisasi, setiap peer dalam jaringan harus dapat memverifikasi secara independen semua transaksinya. Melihat sejenak ke Bitcoin atau Ethereum, sudah cukup untuk mengetahui seberapa publik databasenya.

Infrastruktur semacam itu memberikan beberapa keuntungan, namun, seringkali membahayakan privasi dan anonimitas. Pihak lain yang mengamati dapat menautkan transaksi dan alamat blockchain ke pemilik alamat yang berpotensi mengalami mengungkapan identitas.

Mata uang kripto yang bersifat pseudonim ini berguna dalam berbagai aplikasi. Namun, koin privasi mungkin lebih diinginkan bagi mereka yang mencari kerahasiaan finansial. Dan jika berbicara mengenai mata uang kripto yang memiliki sifat rahasia, tidak banyak yang setenar Monero.


Apa itu Monero?

Monero (berasal dari bahasa Esperanto yang berarti "uang") adalah mata uang kripto yang dibangun berdasarkan prinsip unlinkability dan unraceability. Dalam bahasa Indonesia sederhana, ini berarti bahwa Anda tidak dapat menemukan koneksi antara dua transaksi Monero, dan Anda juga tidak dapat menentukan sumber atau tujuan dana.

Ini merupakan daya tarik Monero. Masih menggunakan blockchain untuk melacak pergerakan dana, tetapi memanfaatkan beberapa kriptografi yang rapi untuk mengaburkan sumber, jumlah, dan tujuan transaksi. Mari kita ilustrasikan ini dengan membandingkannya dengan ledger Bitcoin yang terlihat seperti berikut:


Contoh transaksi Bitcoin menunjukkan pengirim, penerima, dan jumlah yang ditransfer.


Sebaliknya, blockchain Monero terlihat seperti berikut:


Contoh transaksi monero. Jumlah, pengirim dan penerima yang dikaburkan


Kita akan membahas apa yang menyebabkan tanda tanya di atas sesaat lagi. 


Sejarah singkat Monero

Monero adalah hasil fork dari Bytecoin, aset kripto yang berorientasi pada privasi yang dirilis di tahun 2012. Bytecoin merupakan protokol pertama yang berbasis CryptoNote, teknologi open-source yang bertujuan untuk memperbaiki beberapa kekurangan Bitcoin. Kekurangan tersebut di antaranya penambangan ASIC (penggunaan perangkat keras penambangan khusus) dan kurangnya privasi dalam transaksi. CryptoNote sekarang menjadi basis dari banyak mata uang kripto yang ingin menekankan sifat kerahasiaan.

Di tahun 2014, pengembang yang tidak senang dengan distribusi awal Bytecoin melakukan fork terhadap koin tersebut menjadi proyek baru yang dikenal sebagai Bitmonero. Namanya kemudian diubah, melepaskan "Bit" menjadi apa yang kita kenal sekarang sebagai Monero.


Bagaimana cara kerja Monero?

Saat mengamati Monero, Anda akan menemukan istilah "ring signature" dan alamat tersembunyi atau "stealth address". Keduanya merupakan inovasi utama yang mendukung anonimitas transaksi Monero. Di bagian ini, kita akan membahas tinjauan tingkat tinggi dari kedua konsep tersebut.


Ring signature dan Transaksi Konfidensial

Ring signature merupakan tanda tangan digital yang dibuat oleh seseorang dalam suatu grup. Dengan tanda tangan dan public key anggota grup tersebut, siapa pun dapat memverifikasi bahwa salah satu peserta memberikan tanda tangan, namun, perserta mana yang memberikan tanda tangan, tidak ada yang tahu. 

Makalah berjudul How to Leak a Secret tahun 2001 menguraikan gagasan ini menggunakan contoh kabinet pemerintah. Misalkan seorang anggota kabinet – Bob – memiliki beberapa bukti memberatkan terhadap Perdana Menteri. Bob ingin membuktikan kepada wartawan bahwa ia memang anggota kabinet, tetapi ia ingin tetap anonim.

Bob tidak akan bisa melakukan ini dengan tanda tangan digital biasa. Dengan membandingkannya dengan public keynya, siapa pun dapat mengetahui dengan pasti bahwa hanya private key Bob yang dapat menghasilkan tanda tangan tersebut. Ia bisa menghadapi konsekuensi berat karena menjadi whistle blower melawan Perdana Menteri. Namun, jika key anggota kabinet lainnya digunakan dalam skema ring signature, Tidak ada yang dapat mengetahui siapa yang mengirim pesan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengetahui bahwa seorang anggota kabinet membocorkan informasi, dengan membuktikan keasliannya.

Teknik ini digunakan setiap kali Anda melakukan transaksi, memberikan penyangkalan bagi Anda. Saat membuat transaksi, dompet Monero Anda menarik key pengguna lain dari blockchain untuk membentuk cincin atau ring. Kumpulan key ini bertindak sebagai umpan – bagi yang mengamati, terlihat bahwa siapa pun yang berada di dalam ring dapat menandatangani transaksi Anda. Akibatnya, orang luar tidak pernah dapat mengetahui apakah suatu output telah dikeluarkan atau belum. Paling-paling, mereka dapat mengatakan bahwa salah satu dari delapan output pada gambar di bawah ini mungkin telah dibelanjakan. Kita menyebut jumlah output model ini sebagai mixin.


Satu ring dengan tujuh mixin.

Satu ring dengan tujuh mixin.


Pada gambar di atas, output hijau adalah yang benar-benar Anda belanjakan, dan yang merah adalah umpan yang Anda kumpulkan dari blockchain. Bagi pengamat, tampaknya Anda bisa saja membelanjakan salah satu dari delapan output tersebut.

Dulu, output yang dimasukkan ke dalam ring harus memiliki ukuran yang sama. Kalau tidak, akan mudah untuk mengetahui rincian transaksi, karena jumlah transaksi terlihat. Misalnya, Anda mungkin memiliki ring di mana hanya output 2 XMR yang dimasukkan atau ring di mana hanya 0,5 XMR yang membentuk cincin.

Peningkatan ke RingCT (Ring Confidential Transaction) mengubah keadaan tersebut. Peningkatan ini menambahkan Transaksi Konfidensial, teknik di mana jumlah transaksi dikaburkan. Integrasi metode tersebut ke dalam protokol Monero merupakan penunjang privasi yang besar, berarti Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan ukuran tertentu. Sekarang Anda dapat membuat ring dengan output dalam ukuran berbeda tanpa mengungkapkan informasi apa pun mengenai Anda.


Alamat tersembunyi

Ring signature menyembunyikan informasi mengenai dari mana dana berasal, tetapi dengan alamat publik reguler, Anda masih dapat melihat ke mana dana pergi. Ini bisa bermasalah jika identitas Anda terikat ke salah satu alamat blockchain Anda. 

Misalkan Anda menggunakan alamat yang sama ketika berbelanja di toko e-commerce langganan untuk setiap pesanan. Siapa pun yang melakukan pemesanan dapat melihat saldo yang Anda miliki dan memberi tahu orang lain bahwa itu adalah alamat miliki Anda, bisa membuat Anda menjadi target serangan.

Alamat tersembunyi menyembunyikan tujuan dana. Ini dilakukan dengan meminta pengirim membuat alamat satu kali berdasarkan alamat publik yang hanya digunakan untuk transaksi tersebut. Alamat publik akan terlihat seperti ini:


41mT1gUnYHK6mDAxVsKeB7SP9hVesbESbWcupd7mMYC73GL4nSgsEwTGKHGT7GKoSEdMKvs8Fdu1ufPJbo5BV4d1PfYiEew


Jika Anda mencari alamat ini di explorer blok Monero, Anda akan melihat bahwa transaksi tersebut tidak dapat dihubungkan kemana pun. Itu karena ketika pengirim ingin mengirimkan dana kepada Anda, mereka membuat alamat tersembunyi dengan menggunakan rumus matematika terhadap alamat seperti yang terlihat di atas. Ketika mengirim XMR, pengirim mengirimnya ke alamat baru di blockchain. Setiap alamat yang dibuat akan berbeda dari yang sebelumnya, dan alamat-alamat tersebut tidak dapat dihubungkan satu sama lain.

Namun, Anda memiliki dua informasi yang dapat digunakan: private view key dan private spend key. Seperti namanya, view key memungkinkan Anda untuk melihat semua transaksi yang terkait dengan alamat Anda. Anda dapat memberikan key ini kepada orang lain (misalnya akuntan Anda) untuk mengaudit dana yang telah Anda terima. Spend key adalah apa yang biasa kita anggap sebagai private key – Anda menggunakannya untuk membelanjakan koin.

Monero memiliki kebijakan privasi sebagai default, artinya Anda tidak dapat memilih untuk tidak menggunakan alamat tersembunyi. Jadi, walaupun ledger publik secara otomatis dikaburkan, Anda masih dapat membuat transaksi Anda transparan kepada pihak yang Anda pilih.


➟ Ingin memiliki mata uang kripto? Beli Monero di Binance!


Monero vs. Bitcoin – apa perbedaannya?

Sebagai mata uang kripto, Monero dan Bitcoin menunjukkan beberapa kesamaan. Namun dalam kenyataannya, ada banyak aspek yang unik pada masing-masing koin ini.


Kesepadanan

Sifat kesepadanan merupakan sumber perdebatan besar di dalam dunia Bitcoin. Ini mengacu pada pertukaran barang dengan barang lain dari jenis yang sama. Emas, misalnya, dianggap sepadan karena Anda dapat menukar satu ons emas miliki Anda dengan milik orang lain, dan akan tetap identik secara fungsional. Hal yang sama berlaku untuk uang tunai – Anda dapat menukar uang sepuluh dolar dengan sepuluh dolar yang lain. Sebaliknya, karya seni yang unik seperti Mona Lisa tidak memiliki sifat sepadan, karena tidak ada unit lain yang seperti itu.

Dalam banyak mata uang kripto, agak lebih sulit untuk menentukan kesepadanan. Unit Bitcoin sepadan pada tingkat protokol, karena perangkat lunak tidak membedakan antara setiap unit BTC. pada tingkat sosial dan politik, definisi ini menjadi agak ambigu. Beberapa orang berpendapat bahwa Bitcoin bersifat non-sepadan karena setiap output unik, sedangkan yang lain berpendapat bahwa output unik tersebut bukan masalah.

Karena blockchain Bitcoin transparan, detail transaksi seperti jumlah dan tujuan dapat dilacak. Bayangkan Anda menerima uang tunai lima dolar sebagai uang kembalian dari toko grosir. Uang tersebut bisa saja pernah digunakan dalam transaksi kriminal dalam sepuluh transaksi sebelumnya, namun itu tidak akan berdampak pada kegunaan uang yang Anda miliki sekarang. Namun, dengan Bitcoin, ada insiden di mana koin pernah ditolak atau disita karena memiliki sejarah "tercemar". Bahkan jika pengguna tidak mengetahui transaksi sebelumnya, pihak yang berwenang dapat memblacklist koin tersebut, ini akan memengaruhi kegunaannya sebagai mata uang. Dan inilah mengapa beberapa orang menganggap bahwa Bitcoin merupakan aset yang tidak memiliki sifat sepadan.

Di beberapa kalangan, diperkirakan praktik ini dapat merusak beberapa sifat mata uang kripto dengan ledger publik sehingga tidak menarik lagi. Koin "bersih" yang baru saja ditambang (yang tidak memiliki sejarah) dapat dianggap lebih berharga daripada koin "kotor" yang lebih tua.

Mereka yang menentang tindakan membedakan-bedakan koin yakin bahwa hal tersebut terjadi karena teknik analisis yang digunakan masih subjektif dan tidak dapat diandalkan. Memang, alat coin mixing dan CoinJoining sedang dikembangkan agar semakin mudah diakses oleh pengguna akhir, keduanya dapat mengaburkan sumber dana.

Monero menghindari kelemahan ini sejak awal. Karena pengamat tidak dapat mengetahui dari mana dana berasal atau ke mana tujuannya, mungkin lebih mirip uang tunai daripada koin non-privasi. Bahkan dalam bisnis dengan kebijakan analisis yang ketat, XMR dari transaksi yang dikaburkan dapat dipertukarkan tanpa masalah.

Privasi tambahan Monero memang dikenakan biaya. ukuran transaksi jauh lebih besar, yang berarti ada beberapa rintangan besar untuk diatasi sebelum sistem dapat memiliki skalabilitas dalam mengakomodasi massa.

Menariknya, sifat kesepadanannya telah membuat mata uang kripto ini tenar, melampaui ketenaran Bitcoin sebagai uang pilihan bagi penjahat siber yang terlibat dalam cryptojackingransomware, dan transaksi dark web.


Blok dan penambangan

Seperti Bitcoin, Monero menggunakan Proof-of-Work untuk menambahkan blok transaksi ke blockchain. Seperti semua protokol berbasis CryptoNote, jaringan dirancang ASIC-resistant. Tujuan di balik ini adalah untuk mencegah dominasi mining pool yang menjalankan perangkat keras penambangan khusus berkinerja tinggi.

Algoritma Proof-of-Work Monero (baru-baru ini diubah dari CryptoNight ke RandomX) bertujuan untuk membuat sistem lebih adil dengan mendukung penambangan CPU dan melemahkan efektivitas GPU. Logika di balik ini adalah bahwa penambangan akan didistribusikan dengan lebih baik karena PC kelas konsumen tetap kompetitif. Meskipun demikian, kekuatan hashing tetap terkonsentrasi di beberapa mining pool.

Mengenai ukuran blok, Monero tidak memiliki batas tetap, tidak seperti Bitcoin 4 juta unit dalam berat blok. Sebaliknya, Monero memiliki ukuran blok yang dinamis, yang berarti bahwa blok dapat berkembang untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan. Dengan demikian, jika permintaan berkurang, ukuran yang diizinkan akan menyusut. Ukuran dihitung dengan melihat ukuran median dari seratus blok sebelumnya (yang ditambang setiap dua menit, rata-rata). Penambang dapat menghasilkan blok yang melebihi batas, tetapi mereka akan dihukum dengan cara mengurangi reward.

Perlu dicatat, tidak seperti Bitcoin, Monero memiliki pasokan yang tidak terbatas. Monero juga memiliki jadwal penurunan reward blok, tetapi tidak menuju ke arah nol seiring waktu. Sebagai gantinya, subsidi blok akan terus-menerus berjumlah tetap untuk memberi insentif kepada peserta jaringan dalam menjaga blok penambangan.


Hard fork

Anda dapat mengamati perbedaan menarik lainnya antara Bitcoin dan Monero di tingkat tata kelola. Bitcoin tampaknya agak tidak suka dengan fork, karena peningkatan sederhana saja harus didiskusikan sangat lama sebelum diterapkan. Tetapi ada alasan di balik semua ini. Pengembang Bitcoin perlu bersikap konservatif sesekali untuk memastikan sistem tetap stabil, aman, dan terdesentralisasi.

Tentu saja, fork hanyalah mekanisme peningkatan protokol. Sering diperlukan untuk menyelesaikan bug kritis atau untuk menambahkan fitur baru. Namun, dalam Bitcoin, pengguna lebih memilih untuk menghindarinya karena dapat menyebabkan perpecahan, dan dapat menimbulkan ancaman bagi desentralisasi. Secara umum, hard fork dalam Bitcoin muncul ketika suatu kelompok ingin membuat mata uang kripto baru di jaringan yang ada. Selain itu, fork biasanya juga digunakan untuk menambal kerentanan yang mendesak.

Namun, di Monero, fork yang sering dilakukan justru bagian dari roadmap, untuk memastikan bahwa perangkat lunak dapat beradaptasi dengan perubahan dan meluncurkan peningkatan keamanan. Beberapa pihak melihat pembaruan "wajib" protokol ini sebagai kelemahan, meskipun hard fork Monero tidak benar-benar membawa konotasi negatif seperti yang kadang-kadang dilakukan di mata uang kripto lainnya. Bukan berarti hard fork adalah hal yang sangat mudah – tindakan ini sering meningkatkan risiko kerentanan tanpa disadari, dan bisa mendorong pengguna yang tidak di-upgrade keluar dari jaringan.


Pengembangan Monero

Seperti halnya Bitcoin, pengembangan Monero terbuka untuk semua. Siapa pun dapat berkontribusi pada kode sumber dan dokumentasi. Komunitas memutuskan fitur mana yang akan ditambahkan, dihapus, atau diubah. Pada saat penulisan, proyek ini memiliki lebih dari 500 kontributor. Tim pengembangan Inti terdiri dari pengembang seperti Riccardo Spagni (alias FluffyPony), Francisco Cabañas (ArticMine), dan nama samaran NoodleDoodle, othe, dan binaryFate.

Bersamaan dengan pemberian sponsor, Community Crowdfunding System (CCS) digunakan untuk mendanai pengembangan. Pengguna dapat mengajukan gagasan yang, jika dipilih oleh komunitas, menjalani periode crowdfunding. Setelah pencapaian tertentu diraih dalam membawa proyek membuahkan hasil, dana dibayarkan kepada mereka yang bertanggung jawab.


Konklusi

Selama bertahun-tahun, Monero (XMR) telah menjadi mata uang kripto pilihan bagi mereka yang mencari jaminan privasi yang kuat. Aset ini memiliki komunitas pengembang yang berdedikasi, berkomitmen untuk meningkatkan kerahasiaan transaksi penggunanya. Pemutakhiran baru (seperti integrasi Kovri) berupaya memajukan misi untuk menyediakan tautan yang tidak dapat dilacak dalam mata uang kripto.

➠ Lihat laporan mengenai Monero di Binance Research!

Loading